21 Jun 2016

Me, Lately

Tidak ada yang sederhana dari sebuah kebersamaan. Karena dialah yang akan terus menetap meskipun silih berganti hari dan kejadian. Mengendap dalam ingatan berwujud sebuah makna yang disebut kenangan

- Inten, 20 Juni 2016 -

21 Mar 2015

Pengrupukan dan Nyepi 2015

Apa yang aku tunggu saat Nyepi?
Kesunyian tanpa hiruk pikuk suara moderenitas, hanya suara-suara alam. Kesunyian yang malah membuat telingaku berdengung, merasa asing. Tanpa deru kendaraan, hingar musik dan mesin-masin.

Nyepi tahun ini tidak banyak yang bisa aku lakukan, tidak juga sembahyang pagi di Pura seperti Nyepi sebelumnya karena keluarga kami sedang dalam masa berkabung setelah beberapa hari lalu melaksanakan pengabenan untuk Uwak Jung. Tidak pula aku berbelanja karena memang aku menghindari pergi ke pasar atau supermaket sejak beberapa hari sebelum Nyepi. Aku tidak akan tahan melihat kekalapan, tidak tahan melihat rak-rak yang kosong melompong seolah dunia akan berakhir, seolah Nyepi akan berlangsung selamanya. Belum lagi kondisi badan yang sedang tidak fit akibat flu disertai batuk yang menguras energi.

Sehari sebelum Nyepi aku malah ngebut menyelesaikan urusan domestik hingga lewat tengah malam. Namun sempat juga bersama kerabat menikmati sebentar pawai ogoh-ogoh diseputar Jl. Gajah Mada Denpasar. Nyepi hari ini aku hanya berharap hari ini tidak segera berlalu, ingin menikmati hari ini lebih lama dari hari biasa. Ingin malam ini cerah sehingga bisa kupandang langit dengan gemerlap jutaan bintang. Nyepi atau Silent Day di Bali adalah hari yang paling menakjubkan dalam setahun. Hari dimana alam menjadi pusat perhatian.

Salah satu ogoh-ogoh dalah festival malam Pengrupukan di Denpasar
Dan bonus foto karya suami tercinta yang tadi sempat liputan suasana Nyepi di Kawasan Jl Gajah Mada - Catur Muka, Denpasar.


Kawasan Jl. Gajah Mada   hari ini seperti kota mati, Photo by Yan Nusa, Nyepi 21 Maret 2015
Kawasan Catur Muka, Denpasar Photo by Yan Nusa, Nyepi 21 Maret 2015

Kenanganku akan indahnya Nyepi dan Pengrupukan dapat dinikmati di postingan :
Pawai Ogoh-ogoh
Cerita Nyepi dari Tahun ke Tahun
Saat Nyepi Berdampingan Kuningan
Kegalauan menjelang Nyepi
Ada foto menakjubkan yang aku ambil saat Nyepi

28 Feb 2015

Rak dan Gerobak

Kunci dari hubungan yang baik itu adalah komunikasi. Tapi gak selamanya kan komunikasi itu berjalan baik meskipun untuk pasangan yang setiap hari bertemu dan bersama. Ada quote menarik yang pernah aku baca di salah satu account instrgam bahwa salah satu penyebab kegagalan komunikasi dengan pasangan itu adalah 80% karena salah intonasi dan 20% karena materi yang gagal dipahami alias gak nyambung.

Pada suatu ketika, sepasang suami istri sedang dalam perjalanan menuju toko untuk beli rak buku baru. Dengan mengendarai motor di malam hari yang sangat mendung, mereka berbincang :
S : Sepertinya bakal hujan, gak usah aja beli rak hari ini ya?
I   :  Paling cuma mendung, gak sampai hujan
--- hening ----
I   : Bagaimana rencana buka bisnis angkringan sama si D? (berusaha membuka percakapan)
S  : Jadi
I    : Kalau gitu harus tentukan dulu konsep angkringannya trus desain gerobaknya
S  : Tapi kalau hujan rak kita bisa hancur karena basah
I    : Loh, memang Gerobaknya nanti gak pakai atap?
S  : Kita mau beli gerobak apa rak sih? (nadanya naik 1 oktaf dari yang seharusnya)
I    : .....???@#$ .... maksudnya apa sih? (ikut naik 1 oktaf)
S  : Rak yang kita beli itu kalau kena hujan bisa hancur
I    : Yaelah..kirain gerobak angkringannya

*note : Rak yang mau dibeli dari bahan partikel board yang rusak jika kena basah