10 Feb 2012

Sri Rama Salah Kostum

Bali, mungkin tidak hanya pantas mendapat julukan pulau seribu Pura. Harusnya ada pula julukan pulau berjuta patung karena disini hampir ditiap sudut kota, bahkan pedesaan banyak terdapat patung dengan berbagai ukuran dan bentuk. Ada diantara patung tersebut yang menjadi landmark bagi kawasan tertentu seperti patung Bayi no Problem (Patung Sakah) yang menjadi ciri khas Ubud, Patung Dewa Ruci di Kawan Kuta, hingga patung Singa Ambara Raja di Kota Singaraja, Buleleng. Patung-patung yang dibangun dan dipahat dengan jiwa seni tinggi ini menjadi salah satu daya tarik Bali. Tidak hanya itu, patung biasanya juga dibuat dengan konsep tertentu sehingga selain mengandung nilai keindahan juga memiliki nilai cerita bahkan nilai pendidikan.


Patung Arjuna dengan kereta perang dan Khrishna sebagai kusirnya. Patung ini berada di pusat  kota Gianyar. 
Namun ternyata tidak semua patung itu dibuat dengan pemahaman konsep yang benar. Beberapa hanya menonjolkan nilai keindahan dan melupakan konsep pendidikan yang seharusnya dapat disampaikan melalui sebuah patung. Kadang kala informasi yang disampaikan justru salah dan malah terlihat aneh bagi mereka yang paham. Salah satu yang mengusik kami (saya dan Bli) adalah patung di Kebun Raya Bedugul ini. Dari rangkaian patung yang menceritakan Epos Ramayana ada bagian yang melenceng dari cerita.


Ini adalah patung yang mengisahkan Rama saat memanah Kijang Kencana atas permintaan Shinta. Di Patung ini Rama mengenakan baju kebesaran kerajaan lengkap dengan mahkota. Padahal jika berdasarkan cerita sesungguhnya, kisah Rama memanah kijang ini terjadi saat Rama, Shinta dan Laksmana sedang dalam masa pembuangan (meski pembuangan yang dimaksud tidak dalam makna sesungguhnya tapi lebih kepada pemenuhan Dharma seorang anak kepada Ayahnya). Jadi dalam masa itu Rama sebagai seorang pertapa dan mengenakan aktribut pertapa. Menanggalkan semua kemewahan kerajaan. Bahkan diceritakan mereka tidak memakai alas kaki.

Patung Rama memanah Kijang di Kebun Raya Bedugul
Rama yang digambarkan sedang memanah kijang emas utusan Rahwana. Dalam adegan ini situasinya seharusnya Rama sedang dalam masa 'pembuangan' di Hutan dengan pakaian dan kehidupan sebagai pertapa. Tanpa baju kebesaran sebagai pangeran bahkan tanpa mahkota.
Sungguh sebuah kesalahan yang bagitu lumayan fatal karena berdampak pada kesalahan informasi. Apalagi cerita yang diangkat adalah Ramayana. Sebuah Epos yang tidak hanya bernilai sastra tapi juga menyimpan nilai-nilai sejarah, moral, dan spiritual.

9 Feb 2012

Sinta Dibakar : Sebuah Klarifikasi

Masih pada ingat kan kisah Ramayana. Sepertinya di Indonesia, tidak hanya orang-orang Jawa dan Bali yang tahu cerita itu karena merupakan  salah satu Epos yang sampai sekarang masih dibicarakan orang setelah Mahabarata. Apalagi Rama dan Sinta sepertinya sudah sangat identik dengan kisah cinta sejati bahkan melebihi Romeo dan Juliet. Kenapa aku menulis tentang Rama dan Sinta, itu sungguh tidak ada hubungannya dengan Valentine yang sebentar lagi datang. Aku hanya merasa sangat tergelitik karena ternyata banyak pemahan yang salah kaprah tentang kisah mereka. Salah satunya adalah pada penggalan cerita dimana Sinta harus melewati api untuk dapat bersatu kembali dengan Rama setelah sekian waktu diculik dan disekap Rahwana.

Rama dan Sinta. foto diambil dari blog ini
Banyak yang beranggapan (bahkan menuliskan) jika adegan Sinta membakar diri itu (dibakar) adalah untuk membuktikan kesuciannya kepada Rama. Seolah-olah Rama meragukan kesucian Shinta. Dan itu membuat orang mempertanyakan kenapa Rama tega untuk melakukan hal itu?  Tentu saja itu pemahaman yang sangat dangkal, menganggap Rama seolah layaknya manusia biasa. 

Ada poin penting dalam kisah ini yang dilupakan atau tidak diketahui oleh para pencerita sehingga banyak menimbulkan kesalahan persepsi yang fatal. Dalam cerita yang sebenarnya, Rama meminta Laksamana untuk menyiapkan api pembakaran yang harus dilewati Sinta untuk dapat bertemu dan bersatu lagi denganNya adalah agar Sinta yang asli dapat kembali menggantikan Sinta Maya (duplikat). Rahasia besar yang bahkan Laksmana sendiripun tidak mengetahuinya.

Jadi sesungguhnya Rama sebagai Awatara sudah mengetahui kejadian yang akan terjadi dimasa datang bahwa Rahwana akan datang untuk menculik Shinta. Rama memberikan penjelasan kepada Sinta tentang hal yang akan terjadi. Dia tidak mau Shinta diculik oleh Rahwana. Akhirnya dengan pertolongan dari Dewa Agni (Dewa Api), Sinta diamankan dengan cara menduplikasi Sinta. Jadi diciptakanlah Sinta Maya (tiruan/bayangan) yang nantinya akan mengambil peran dalam kisah penculikan itu. Sementara Sinta Asli tetep aman karena di’titip’kan kepada Dewa Agni. Rahasia besar ini hanya diketahui oleh Rama, Sinta dan Dewa Agni.

Kisah lanjutannya tentu semua sudah tahu ya. Rahwana memang datang mengecoh dan berhasil menculik Sinta Maya kemudian membawanya ke Alengka (Kerajaan raksasa dimana dia menjadi raja). Singkat cerita, Rama bersama pasukan kera menyerbu ke Alengka dan berhasil mengalahkan Rahwana. Setelah Rahwana tewas, Hanoman menjemput Sinta ditempat penyekapan untuk dipertemukan dengan Rama yang menunggu di markasNya bersama para pasukan kera.

Untuk menyambut Sinta, Rama menyuruh Laksmana membuat api. Sinta nantinya akan melewati api itu saat datang. Tentu Laksamana kaget dan sangat marah atas hal tersebut. Tidak mengira bahwa Rama yang mulia melakukan itu terhadap istriNya. Laksmana menganggap itu hal yang kejam, meragukan seorang istri seperti Sinta. Setelah kemarahan Laksmana berhasil diredam, baru Rama menjelaskan kejadian yang sesungguhnya. Mengapa Sinta harus melewati api, itu karena Sinta yang diculik adalah Sinta Maya. Dan untuk menebus Sinta yang asli agar kembali maka Sinta maya harus berjalan melewati api. 

Sinta harus melewati api untuk dapat bersatu lagi dengan Rama. Foto diambil dari sini
Lalu muncul pertanyaan, kalau sudah tahu Sinta akan diculik mengapa Rama membiarkan itu terjadi? Tentu saja itu harus terjadi. Karena Dharma seorang Rama adalah untuk membasmi Rahwana dan pasukan raksasa yang penuh angkara murka. Itulah alasan utama mengapa Awatara Wisnu dalam wujud Rama turun ke Bumi. Jadi semua itu pasti alasannya. Tuhan bekerja dengan caraNya.

7 Feb 2012

Antara Pura Jagatnata di Denpasar dan Jogja

Sembahyang purnama hari ini ke Pura Jagatnata Denpasar. Setelah sekian lama akhirnya sembahyang ke pura ini lagi. Dulu sebelum menikah dan awal-awal menikah kami sering sembahyang kesana. Puranya selalu ramai apalagi saat purnama dan tilem, juga hari-hari rainan lainnya. Yang membuat aku merasa Pura ini agak beda dengan Pura lainnya adalah karena yang meramaikan Pura ini hampir semuanya adalah ABG. Makanya aku menyebutnya Pura gaul karena udah hampir sama kayak mall, penuh ABG berdandan modis. Tentu saja kalau di Pura modisnya  para cewek dengan kebaya lengkap. Kalau ABG cowoknya sih biasa aja. Mau semodis apapun kalau cowok baju ke pura ya gitu-gitu aja. Beda dengan cewek yang lebih bisa eksplorasi dengan kebaya hehhehe..Pura Jagatnata ini emang strategis banget karena bersebelahan langsung dengan Lapangan Puputan. Jadi selesai sembahyang bisa langsung nongkrong. Mungkin itu yang mneyebabkan Pura ini disukai anak-anak muda.

Karena ramainya Pura Jagatnata inilah yang akhirnya membuat aku sama bli udah nggak lagi sembahyang disana. Kami lebih sering sembahyang di Pura Dalem dan Pura Mospahit yang lebih tenang sehingga sangat sesuai untuk mendapatkan suasana hening. Tapi malam ini akhirnya kami kesana lagi, mungkin karena rindu. Masih sama seperti yang dulu, masih diwarnai dengan ABG2 yang datang berpasangan atau berombongan. Dan kami pun sembahyang dan terkenang lagi masa2 dulu waktu masih pacaran hehhe..

Oya, dulu waktu kami masih di Jogja, Pura yang selalu kami kunjungi namanya juga Jagatnata. Situasinya tidak jauh berbeda, penuh dengan anak-anak Muda. Kalau yang di Jogja memang itu Pura yang paling dekat dengan kota jadi para mahasiswa dan perantauan dari Bali tumplek blek disana tiap purnama dan tilem juga hari-hari besar lainnya. Namun tidak sedikit juga umat Hindu Jawa yang juga bersembahyang disana. Sangat mudah membedakan mana yang orang Jawa dan mana orang Bali (untuk cowoknya). Kalau orang Jawa pasti pakai Blangkon, kalau orang Bali pasti pakai udeng. 

6 Feb 2012

TOMBO KANGEN

I still alive and keep on blogging

19 Jan 2012

Hoki dan Banjir Awal Tahun

Mendarat lagi blog tercinta. Udah mau masuk minggu keempat aja nih bulan Januari 2012 dan aku baru terketuk untuk menulis. Jadi kemana aja saya selama ini? Nggak kemana-mana sih, tapi sedang latihan mengetik 10 jari hahaha... Nggak juga sepenuhnya benar sih, karena kalau alasannya adalah latihan mengetik 10 jari tentu lebih reasonable kalau jadi rajin posting. Meskipun malas posting di blog sendiri saya masih tetep rajin dong blog walking ke blog-blog orang lain. Dan coba tebak, apa hasilnya?? Untuk pertama kalinya dalam sejarah hidupku, bisa menang kuis yang diadain di blog. Sungguh senangnya hatikuuuu..

Hadiah pertama aku dapatkan dari kuis yang diadakan jeng Dessy, makasih ya Des. Bisa jadi kemenanganku adalah berkat kebaikan hati Dessy karena pada akhirnya dia memutuskan ada 4 pemenang dari 3 pemenang yang direncanakan. Hadiahnya udah aku terima, Liquid Chlorofil 500ml. Karena aku termasuk pengkonsumsi Liquid Chlorofil, ini hadiah yang sangat berguna. Terima kasih Dessy. Hadiah kedua dari Ayik, berupa paket alat penditeksi masa subur. Selama ini memang aku belum pernah makai alat seperti ini meskipun pernah beli (dan belum kepakai hingga kadaluarsa bulan Januari 2012 ini, padahal belinya udah hampir setahun yang lalu). Semoga dengan alat ini bisa menunjang program hamil ya, terima kasih Ayik. Untuk kemenangan ini juga karena kebaikan hati siempunya blog, menang karena beruntung komenku nomer 8 yang merupakan angka favoritnya dia.

Setelah posting sebelumnya saya galau karena panasnya udara/cuaca di Bali, maka saya informasikan kalau sekarang di Bali cuacanya sedang dingin dan hujan setiap waktu. Bisa 2 hari terus-menerus tanpa henti. Banjir dimana-mana karena sistem pembuangan (saluran air) di Denpasar sungguh parah. Gak sebanding dengan sistem pengairan sawah / subak yang melegenda dan sedang dalam proses menjadi UNESCO World Heritage. Oh, sungguh ironisnya. Saya sudah berjanji tidak akan pernah mengeluhkan panas atau hujan, saya hanya mengeluhkan kinerja pemerintah terutama dinas terkait dalam  hal ini.

Bersyukur rumah tempat kami tinggal bukan daerah banjir tapi daerah dekat kantorku yang selalu banjir tiap hujan turun. Sungguh tidak nyaman ketika dalam perjalanan ke kantor harus waspada tiap saat agar tidak kena muncratan dari genangan air di jalan. Maklumlah pulang pergi kantor naik motor, gak asyik aja udah dandan chic dari rumah nyampe kantor celana dan sepatu kotor karena muncratan air. Halooo..bapak-bapak ibu-ibu pegawai pemerintah yang mengurusi selokan, berapa itu dana udah keluar tapi proyek gak ada yang beres. Itu ya, proyek perbaikan selokan di sekitar kantorku udah berjalan sejak sebelum bulan Ranadhan tahun lalu tapi sampai sekarang belum kelar, bahkan terkesan terbengkalai. Padahal Jl. Tukad Batanghari Renon itu panjangnya gak sampai 1 km, bahkan mungkin hanya setengahnya. Proyek di kota besar aja kayak gini, sungguh keterlaluan.

Huahhh (menghela nafas). Ini postingan awal tahun kok malah jadinya marah-marah ya..

12 Des 2011

CNN Hero 2011

Robin Lim
Akhirnya vote untuk Ibu Robin ditutup dan telah dilakukan pengumuman dan penyerahan penghargaan untuk CNN Hero 2011. Finally..this is it, universe answer, Robin Lim become CNN Hero 2011. Selamat ibu..

7 Des 2011

Summer in Bali & Christmas Gift

Haaii.. haaaiii.. what's up Bali? 
Bali masih seperti kemarin-kemarin, we're really enjoy very hot summer. Hmm..not really enjoy sih, karena kerap sekali mengeluhkan panasnya udara sepanjang hari. Gak peduli siang malam pokoknya Bali panas terus. Memang sudah masuk bulan Desember dan beberapa kali hujan sudah turun dengan derasnya bahkan sampai banjir di beberapa wilayah di Denpasar namun tetep tidak bisa membuat udara lebih sedikit sejuk. Tapi yang namanya aktifitas kehidupan mesti dan harus tetep dijalankan. Apapun cuacanya minumnya tetep, air PAM. Bersyukurlah bagi yang masih dapat menikmati air bersih disaat banyak sodara kita yang mengeluhnya keterbatasan sumber air. Loh.. malah kampanye.

Dulu sebagai orang yang lahir dan mengalami pertumbuhan di luar Bali, kerap membayangkan oh enaknya tinggal di Bali, tiap hari bisa liburan. OK..sejak tinggal di Bali emang hampir tiap waktu bisa menikmati eksotisme Bali, tapi bukan liburan ya namanya kalau menikmati Sanur atau Kuta sembari berangkat/pulang kerja. Artinya, meskipun tinggal di Bali bukan berarti kita disini liburan terus. Orang Bali malah terlalu sibuk dengan urusan kerja dan upacara adat hingga kadang lupa/tidak memikirkan liburan. Waktu masih tinggal dan bekerja di Jawa, cuti artinya istirahat, refresing, liburan, pulang kampung. Tapi di Bali, cuti artinya kesibukan tambahan diluar kesibukan rutin. haiyyyaa.. itu karena cutinya selalu dalam rangka upacara adat. Seperti aku hari ini, cuti dari aktifitas kantor tapi melakukan kesibukan yang berpuluh kali lipat capeknya karena sedang ada upacara adat Odalan di sanggah rumah. 

Ngomong-ngomong tentang upacara adat, aku sering merasa bersalah dengan beberapa teman blogger yang beberapa kali request agar aku menuliskan tentang kegiatan tersebut dalam postingku. Bukannya nggak mau ya..tapi lagi-lagi alasan klasik, belum sempat hehhee... maaf yee... tapi aku pernah juga kok nulis yang berkaitan dengan Hari Raya umat Hindu Bali di sini dan sana, dan beberapa postingan terkait

Ngomongin soal Desember, kan sebentar lagi natal tuh. And i've got early christms gift, bukan dari Sinterclas tapi dari bodyshop. Gara-garanya tergiur sama promosi keanggotaan produk tersebut. Gaya bener yak, sehari-hari pakainya kosmetik Sariayu tapi mau jadi member Bodyshop. Ok gak papalah, buat nambah-nambah koleksi member card di dompet. Ada hal yang menyenangkan buatku saat kosultasi di konternya kemarin. Karena bingung dengan varian cream malam anti aging yang ingin aku beli, jadi tanya ke mbak SPGnya cream apa yang kira-kira cocok buat aku. Mengingat usia, memang kepikirannya udah mau beralih ke yang anti aging gitu. Tapi setelah tanya jawab dan menganalisa kulitku, mbak SPGnya dengan yakin bilang kalau aku belum perlu cream anti aging. Horeeree... dan disarankan produk yang mengandung seaweed untuk memberi nutrisi kulit. Riangnya hati akyuu, mengingat juga produknya harganya jauh lebih murah. Akhirnya bertambah lagi satu membercard di dompetku. Inginnya membercard ini bisa aku manfaatkan dan akan lebih berguna dibanding membercard gym-ku yang meskipun udah terdaftar untuk 1 tahun tapi tetep aja adem ayen di dalam dompet, alias gak pernah dipakai. Tapi jika mengingat harga produk BS kayaknya nasib si membercard ini gak akan berbeda jauh dengan para pendahulunya.