20 Jun 2008

Tumpek Landep

Apa sih yang membantu memudahkan hidupmu sehari-hari, termasuk pekerjaan kamu ? Udah Pasti Tuhan Sang Pemilik Hidup. Namun pernahkah kamu berfikir tentang hal lain. Tentang sesuatu yang berperan dan membantumu bekerja ataupun bersenang-senang. Yang aku maksud adalah peralatan maupun prasarana. Kalau aku ada. Yaitu handphone (untuk komunikasi), computer (bekerja dan bersenang-senang), pisau (memasak dan kegiatan lain, bayangkan kalau gak ada pisau), motor (mengantar bekerja dan jalan2), televise (menikmati hidup), audio sistem (buat seru-seruan), etc. Sebelumnya aku beranggapan semua peralatan yang aku gunakan hanyalah sebatas ‘alat’. Kadang lupa akan makna dan jasa dari alat tersebut, baru nyadar misalnya kalau mau masak eh..pisau gak ada, atau mau ngeblog gak ada komputer nganggur hehehe.. aku hanya tahu alat yang aku gunakan memang sudah semestinya begitu, memenuhi kebutuhan dan keinginanku. Merawat bila perlu, menservisnya kalau rusak, atau mengamankankannya karena takut hilang. Namun aku tidak pernah terpikir sebelumnya untuk memaknai jasa dari peralatan yang aku gunakan. Betapa berjasanya sebuah motor saat aku perlu cepat-cepat nyampe kantor karena udah telat, dan akhirnya bisa nyampai tepat waktu. Coba bayangkan gimana kalau motor yang aku gunakan tiba-tiba ngadat tanpa alasan hingga akhirnya aku telat. Begitupun alat-alat yang lain. Aku hanya tahu memakainya tanpa pernah memaknainya. Beli, pakai, kalau rusak beli lagi.. begitu terus.
Lalu aku mengenal Hari Tumpek Landep. Salah satu hari raya bagi umat hindu. Biasanya orang-orang menyebut otonan besi, semua peralatan yang ada unsure besinya. Pada hari ini kita memberikan penghargaan khusus kepada peralatan yang kita pakai sehari-hari karena jasanya dalam membantu kehidupan. Dulu aku pernah bertanya ‘ mengapa harus berterima kasih pada alat, kenapa tidak kepada Tuhan yang memberikan kemampuan pada kita untuk memberi dan memakai alat tersebut ?’ lalu aku mendapatkan jawaban sederhana yang cukup mengena dan dapat aku terima secara logis ‘ anggap aja dalam sebuah sebuah keluarga. SUDAH PASTI kamu menghormati kakekmu sebagai seorang yang paling dituakan dan paling dipanuti. Namun apakah kamu tidak menghormati bapakmu, pamanmu, ibumu, bahkan sepumu, dan adik-adik yang lebih muda. Begitupun dalam hidup, selain Menghormati dan bersyukur kepada Tuhan, kita juga harus menghormati dan menghargai segala unsur yang berasal dari Tuhan. Namun semuanya harus dimaknai sesuai dengan PORSInya’.
Seiring waktu, aku mencari makna yang lebih dari sekedar jawaban sederhana tadi. Berikut ini adalah beberapa hal berkaitan dengan Tumpek Landep yang aku dapat :

1. "Tumpek Landep" salah satu hari yang cukup diistimewakan umat Hindu jatuh setiap 210 hari sekali. Kala itu masyarakat Bali menggelar kegiatan ritual yang khusus dipersembahkan untuk benda-benda dan teknologi, berkat jasanya yang telah mampu memberikan kemudahan dalam mencapai tujuan hidup.

2. Hari Tumpek Landep untuk melakukan persembahan suci bagi segala jenis benda tajam seperti keris dan senjata pusaka. Demikian pula persembahan terhadap berbagai jenis alat produksi dan aset antara lain mesin, kendaraan atau benda-benda yang terbuat dari besi, tembaga, emas, perak dan benda-benda teknologi lainnya.
Tumpek Landep merupakan hari peringatan untuk memohon keselamatan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam manifestasinya sebagai Dewa Senjata atau peralatan dari bahan besi, logam, perak dan emas. Tumpek Landep juga sebagai "pujawali" Betara Siwa yang berfungsi melebur dan "memralina" (memusnahkan) agar kembali ke asalnya.

3. Melalui perayaan "Tumpek Landep" umat manusia diharapkan dapat lebih menajamkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) untuk kegiatan yang bermanfaat bagi kesejahteraan dan kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

4. Persembahan korban suci juga ditujukan untuk alat-alat pertanian seperti cangkul, sabit dan alat-alat pertanian lainnya bagi seseorang yang profesi sebagai petani. Demikian pula mobil, sepeda motor, sepeda angin, mesin-mesin, komputer, televisi, radio, pisau, keris, tombak dan berbagai jenis senjata, juga mendapat persembahan banten, rangkaian khusus kombinasi janur, bunga, buah dan aneka jajan. Semua itu merupakan wujud puji syukur orang Bali ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan pengetahuan dan kemampuan merancang teknologi canggih, hingga tercipta benda-benda yang dapat mempermudah kehidupan manusia di dunia ini.

5. Teknologi canggih harus dimanfaatkan untuk hal-hal yang bersifat positif, sesuai dengan konsep hidup orang Bali, "Tri Hita Karana", hubungan yang harmonis dan serasi sesama umat manusia, manusia dengan lingkungan dan manusia dengan Sang Pencipta, Tuhan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, seluruh peralatan yang dipakai umat manusia untuk mengolah isi alam, khususnya peralatan yang mengandung unsur besi, baja, emas, atau perak, harus tetap dijaga kesuciannya. Dengan demikian selamanya diharapkan dapat digunakan dengan baik tanpa merusak alam. Orang yang bekerja sebagai petani misalnya, akan merawat dan menjaga alat-alat pertaniannya dengan baik, seperti bajak, cangkul, dan sabit. Sementara masyarakat yang bekerja sebagai pembuat berbagai peralatan dari bahan baku besi, baja, emas, perak (perajin) pun akan memelihara dan menjaga peralatannya.
Melaksanakan upacara Tumpek Landep, dengan panjatan doa agar peralatan yang mereka gunakan lebih awet dan tidak segera rusak.

Aku baru sadar, TRI HITA KARANA.. sudah sepatutnya menjadi pegangan dalam menjalani hidup. Tumpek landep jatuh pada hari sabtu ini, ada acara sembahyang disemua keluarga hindu di Bali. Juga diberbagai tempat kerja, termasuk di kantorku. Hmm..aku akan selalu ingat untuk selalu bersyukur karena pelatan yang aku pakai memudahkan pekerjaanku..

17 Jun 2008

Pilihan Sulit

Pernahkah kamu merasa yakin bahwa apa yang kamu lakukan adalah benar meskipun kamu tahu orang disekelilingmu meragukannya. Perasaan yakin yang jujur dari dalam dirimu tanpa embel-embel motivasi atau tekanan dari luar. Sejenak kamu meletakkan pendapat orang disekelilingmu, cercaan, cibiran, maupun sindiran. Sejenak kamu bersikap cuek akan segala etiket, etika, bahkan lebih ekstrem lagi keyakinan atau yang sering dikotakkan sebagai agama. Misalnya aja kamu punya keinginan kuat dari kecil untuk menjadi dokter. Orang tua pun menyatakan diri akan selalu mendukung moril dan materiil. Namun gilirannya pada suatu ketika ujian masuk makin dekat, formulir pendaftaran sudah ditangan, kemauan itu tiba-tiba berubah. Kamu tahu dari hatimu, bahwa bukan fakultas kedokteran yang kamu mau, tapi kamu menjadi yakin bahwa jurusan hubungan Internasional adalah keinginanmu. Meski kamu tidak tahu apakah jurusan itu akan kamu kuasai, apakah jurusan itu mampu memberikan masa depan, bahkan kamu juga tidak tahu apa dan bagaimana yang akan kamu hadapi di jurusan Hubungan Internasional.

Pernahkan kamu dihadapkan pada situasi dimana kamu dihadapkan pada pilihan yang sulit. Pilihan antara logika dan cinta. Sesuatu yang sangat klise namun banyak dialami banyak individu. Banyak pertentangan. Tidak hanya dalam hati dan pikiranmu, namun juga sekelilingmu. Diantara pertentangan dan kebimbangan, akhirnya kamu mencapai suatu titik keyakinan. Dimana kamu yakin dan hatimu jujur akan apa yang kamu inginkan. Kamu yakin dan sadar akan pilihanmu. Tidak ada keraguan akan pilihan itu. Kenapa berbelit-belit, aku hanya mau tanya, mana yang menjadi pilihanmu, apakah cinta atau keyakinanmu? Dan kamu akan tahu jawabannya..

Terlalu prontal memang pertanyaan itu. Apalagi jika kamu menanyakan pada orang-orang yang tidak pernah menghadapinya. Pada orang yang tidak mengalami namun pandai ngomong dan ngasih masukan. Pada orang-orang yang tidak paham betapa berat beban yang kamu pikul hanya karena berhadapan pada dua pilihan. Dan aku tahu betul, dua hal itu pilihan yang teramat sulit. Cinta hanya menyangkut dirimu sendiri. Sementara agama berkaitan dengan kehidupan sosialmu, birokrasi keagamaan dan kependudukannmu, dan lebih parah lagi adalah semua orang yang seagama sama kamu, termasuk dalil-dalil keyakinananmu.

Mental dan kesiapan apa yang kamu punya jika kamu menghadapi pertanyaan tersebut ? cintakah atau agamakah yang kamu pilih?

16 Jun 2008

Persiapan Melaspas

Yang namanya upaca adapt di Bali, tidak ubahnya seperti menggarap sebuah event, perlu event organizer. Namun kalau upaca tentunya kita tidak menggunakan jasa event organizer sendiri namun cukup dengan kerja sama keluarga. Hmm..mungkin lebih mirip kerja tim program dalam menggarap acara televise gitu deh, khususnya program special event. Seperti upacara di rumah kali ini. Upacara melaspas sanggah, sekaligus piodalan. Upacara yang lumayan besar karena untuk ‘meresmikan’ sanggah yang baru. Acara ini sudah dirancang jauh hari sebelumnya, mungkin bahkan 6 bulan – 9 bulan sebelumnya. Tentu saja untuk tahap awal ini baru sebatas konsep dan segala urusan pernak-pernik pra produksi. Misalnya urusan dana dsb. Lalu masuk tahap berikutnya adalah penentuan jadwal dan acaranya. Berhubung hal-hal seperti ini sudah dipikirkan oleh para senior alias orang tua jadi kita yang muda-muda hanya tahu sepintas-pintas saja.

Tahap berikutnya adalah penentuan randown acara. Seperti acara TV saja pakai rundown. Dan memang udah jadi hal yang lumrah bagi masyarakat disini membuat rundown acara. Awal tahu sih aku heran banget. Hanya untuk acara keluarga aja tersusun rundown yang detail, seperti bikin program TV aja. Pakai diketik rapi dalam format exel loh. Walah.. dan ini tentu bagus, karena setiap orang jadi tahu susunan acaranya apa saja. Lalu penyusunan tim produksi. Yang ini tentu istilahnya kepanitiaan gitu deh hehehe.. mulai dari penanggung jawab, bendahara, penasihat, seksi-seksi yang mendatail pengaturannya. Sekitar 1bulan acara tentu diadalah acara meeting seluruh keluarga besar untuk berbagai koordinasi kerja.

Mulai masuk ke tahapan berikutnya yaitu pengisi acara. Mulai deh mempersiapakan buat gamelan, tari-tarian, sampai barong dan kidung. Setelah ditentukan para pemainnya ya latihan dong. Ini yang seru. Buat persiapan upacara, dirumah ada latihan gamelan dan tari hampir tiap malam. Meski sibuk tapi jadi meriah. Terasa banget kalau saat ini aku tinggal di Bali hehehe..habis suara gamelan bali yang khas dan anak-anak kecil yang latihan menari bali betul-betul kental dengan seni budaya Bali. Kalau yang main gamelan sih bapak-bapak tapi ada juga anak kecil dan remaja yang ikut main juga. Yang namanya di Bali, kayaknya hampir semua orang menguasai seni tradisonal ya. Anak-anak aja udah pada mahir main gamelan. Kalau di jawa sih paling kelompok atau komunitas tertentu saja. Terbukti nih Sapto Rahardjo yang pakar gamelan itu pernah bilang dalam sebuah wawancara, kebetulan aku reporternya waktu itu. Bahwa peminat gamelan itu (di Jogja kali ya...) belum banyak terutama dari kalangan anak-anak mudanya. Dari Festival gamelan yang diadain rutin sampai tahun ke 13 ini pesertanya ya itu-itu aja. Bahkan untuk festival gamelan kelas dunia yang selalu diadakan di taman Budaya yogyakarta penontonnya boleh dikatakan terlampau sedikit dan hanya orang itu-itu saja kali ya.. (hmm..kalau yang ini aku gak tahu, apakah memang karena peminatnya sedikit atau memang karena acaranya kurang promosi ya..). makanya mulai tahun lalu dimasukkan program ‘youngters gamelan festival’ khusus menampilkan gamelan yang dimainkan oleh anak-anak muda. Ada dari sekolah-sekolah dan berbagai komunitas kesenian (gamelan/musik) dari kampus-kampus. Kok ‘Youngters gamelan festival’ ya..mentang-mentang pak Sapto ini orang Geronimo kali ya hehehe... kalau ‘kawula muda gamelan festival entar malah dikira acaranya Prambos. Trus kalau “Muda Jogja gamelan Festival’ entar malah EMJ bangett...hahahaha...

Balik lagi, sekarang ini acaranya udah mulai masuk tahap produksi nih..jadi super sibuk deh 3 minggu ini. Hmmm..gara-gara ingat pak Sapto aku jadi bingung nih mau lanjutin nulisnya..kok jadi blank.. lain kali deh aku cerita lagi..

13 Jun 2008

Choki Kecil

Ada puppy baru di rumah buat menemani chiko yang udah tua dan mulai sakit-sakitan.. puppy kampung..tampangnya tidak tampan ataupun lucu, bahkan cenderung bandel khas puppy kampung. Karena masih agak baru jadi belum punya nama paten. Kadang dipanggil jogi, goldi, jupri, doggi..aku sendiri biasa manggilnya choki.. (sambil membayangkan memanggil choki sitohang hehehe..) untungnya si puppy ini nurut aja dipanggil dengan sebutan apa pun asalkan dipanggil untuk makan. Nafsu makannya lagi gede-gedenya, mungkin karena masa pertumbuhan. Choki mungkin baru tumbuh gigi jadi dia suka gigit-gigit. Dan seringkali sepatu atau sandal punyaku yang dia cari, bukan sepatu atau sandal orang lain. Bli bilang karena aku yang selalu kasih dia makan..jadi aku yang dia cari. Mungkin dia kangen karena aku jarang dirumah. Sandalku udah jadi korban, padahal masih bagus karena jarang dipakai hiks.. btw gak papa sih karena jadi punya alasan buat beli sandal baru (piss Bli.., i love u..)..
Hari ini Hari Raya Pagerwesi. Jadi pagi-pagi udah haturin banten dan canang.
Termasuk harus haturin banten dan canang di pura yang ada diseberang jalan. Waktu aku dan ibu ke pura, si choki ini ngikutin dari belakang. Disuruh pulang gak mau. Ya akhirnya dia ikut nyebarang. Berhubung ini pertama kalinya dia nyebrang jalan dia bingung dan ketakutan, jadinya malah terserempet motor. Kita yang udah nyampe disebrang kaget juga dengan jeritannya yang kenak-kanakan. Untung choki ini tidak apa-apa, dia malah balik arah trus lari pulang lagi.. choki..choki..jangan sok-sokan ikut nyebrang jalan lagi ya..

5 Jun 2008

Kebaya Addict Club

Dengar kata kebaya, pasti teringat baju broklat yang biasa dipakai sama mbah kita. Begitu kan..terutama nih buat yang cewek-cewek gaul dan modern (ngakunya). Aku pun juga gitu. Satu-satunya kebaya yang aku punya dulu adalah kebaya yang emang aku persiapkan khusus buat acara wisuda. Sudup satu for all accasion gitu deh.. pokoknya gak pernah kepikiran buat memposisikan kebaya digantungan lemari yang paling mudah dijangkau. Habis makenya aja Cuma sekali aja. Emang mau dipake ke acara apalagi coba.. ke undangan resepsi kan lebih nyaman pakai baju formal yang biasa, gak ribet-ribet pakai kebaya.

Namun di Jogja, kebaya mulai menarik perhatianku karena kebutuhan untuk ibadah. Terutama saat ke Pura. Gak ngebayangin deh sebelumnya kalau akhirnya kebaya masuk daftar ‘baju yang ingin dibeli’. Apalagi kalau lagi jalan2 di jl. Solo kan banyak toko textile. Pasti deh menyempatkan buat mampir, dan bringharjo tidak lagi sekedar tempat nyari batik murah namun juga dari tempat berburu kebaya. Segala macam motif broklat maupun border dapat dipilih-pilih..dan ditawar tentunya. Mau jahitin kebaya..gak perlu pusing deh. Aku sampai punya langganan penjahit kebaya. Namanya Mbak Anik, hasil rekomendasi seorang teman. Masih muda nih orangnya, dan selalu mengikuti perkembangan mode. Jadi model kebaya yang dijahit pun sellau up to date, ngikutin tren selebritis yang mau kawin dan pamer budget bikin baju nikah. Termasuk kebaya pernikahanku nih mbak anik yang bikin. .(thanks ya mbak..). Yang..kalau mau dibandingin sama Aji Notonegoro atau Anne avantie sih jauhlah..namun dengan ongkos sangat-sangat terjangkau bisa bikin kebaya tradisional yang modern (yang kayak gimana ya???) adalah kepuasan..

Nah itu kalau di Jogja. Ternyata di Bali lebih dahsyat lagi. Maksudnya hasyrat untuk makin melengkapi koleksi kebaya hehehe.. bukan hanya karena kebutuhan. Tahu sendiri kan, di bali, ‘most all acasion, the dress code is kebaya (maksudnya pakai adapt bali gitu). Mau ke acara sembayang, berbagai upacara adat, menghadiri pemakaman, sampai kerja bakti nih pakai kebaya… dan tiap jenis acara punya aturan sendiri lho. Misalnya buat acara persembahyangan nih, pakainya kebaya putih atau warna-warna cerah natural gitu biasanya. Trus buat ke acara kematian harus pakai kebaya warna gelap dan tidak mencolok. Kalau ke acara perta boleh pakai kebaya yang warna dan aksesorisnya meriah, kalau buat ngaben ada seragamnya sih dari banjar, yah..pokoknya pinter-pinterlah baca situasi. Gak beda jauh kan sama sopan-santun berpakaian di daerah lain. Namun ya.. itu, kebaya is a must.


TREND.. kamu gak bakal mengira deh kalau trent kebaya di bali tuh gak beda jauh dengan trent baju modern atau casual. Selalu berkembang dan berubah dalam waktu cepat. Mulai dari trent broklat yang pesat banget. Bahkan saking pesatnya nih, model dan motif terbaru broklat di jogja kalah jauhhh.. ada trend motif printing segala. Sekarang yang lagi disukai kebaya yang potongan lehernya ada kerahnya. Tuh kan..kebaya kok ada kerahnya.. Cuma ada di bali. Dan satu lagi yang juga lagi banyak diminati adalah ‘hand bordir’ (kalau gak salah sih istilahnya gitu..).. harganya bisa sampai 3-4 kali lipat kebaya yang dibordir mesin. Kamen atau kain pelengkap kebaya pun berkembang sesuai trent. Tidak hanya motifnya saja, namun juga bahan dan warnanya. Kalau kebaya pakai kain batik mah udah umum..mau yang beda?? Cari kainnya di Bali aja..dijamin bakal bikin iri teman-teman kamu di luar Bali.


Nah buat yang mau jalan-jalan ke Bali, boleh nih kebaya dan kain Bali jadi referensi buat oleh-oleh. Kalau mau bebas milih, ada ‘one stop shopping road’ khusus buat baju adapt bali, terutama kain dan kebaya, yaitu di Jl. Sulawesi Denpasar, dekat sama pasar Badung. Ayo..ayo..tampil cantik dengan kebaya modis dari Bali…


3 Jun 2008

Nasi Pecel

Yang namanya orang nganjuk, nasi pecel itu udah mendarah daging.. maksudnya darah dan dagingnya mengandung nutrisi dari nasi pecel hehehe.. kalau di Jogja sarapan pagi pakai gudeg, kalau di nganjuk sapan pagi selalu nasi pecel. Seperti halnya gudeg di jogja..nasi pecel sangan mudah di jumpai. Enak dan ekonomis..
Tapi itu kalau di nganjuk.. sejak di jogja susah nyari nasi pecel. Dari semua nasi pecel yang aku makan di Jogja gak ada yang rasanya seenak nasi pecel nganjuk. Rasa sambalnya sudah beradaptasi dengan lidah jogja.. setelah di Bali, aduh...lebih susah lagi nyari nasi pecel..
ada yang jual tapi rasanya nggak banget.. jadinya bikin sendiri.. mulai dari peyek sampai sambelnya. hmm..tetap aja rasanya tidak seperti di nganjuk hiks… jadi nyesel kenapa tidak belajar masak dari dulu… apakah ada yang tahu nasi pecel enak di Denpasar….???