1 Jul 2008

Reikarnasi

Pernah tidak mendengar gurauan seperti ini : Kalau dilahirkan kembali kamu ingin bereinkarnasi jadi apa? Atau Aku ingin reinkarnasi menjadi Angelina Jolie aja biar seksi dan dicintai Brat Pitt hehehe.. You know guys, that’s not Reinkarnasi really is. Reinkarnasi tidak bisa kamu buat atau kamu tentukan berdasarkan keinginan. Jadi itu gurauan yang salah. Harusnya bukan ‘kalau dilahirkan kembali kamu ingin reinkarnasi jadi siapa’ tapi ‘Seandainya boleh berkhayal kamu ingin menjadi siapa?”. Aku merasa banyak persepsi yang salah pada orang-orang yang tidak memahami reinkarnasi. Reinkarnasi bukanlah alasan untuk boleh berbuat jahat/buruk dengan asumsi bisa ditebus pada kehidupan berikutnya (astaga!!! Mabuk kali ya sampai punya pikiran seperti itu..) dan reinkarnasi bukan berarti seseorang menanggung kesalahan/dosa yang tidak dilakukanya. Dan satu lagi Reinkarnasi bukanlah ajaran yang harus dijelaskan pada orang yang tidak bisa menerimanya. Reinkarnasi adalah keimananan, reinkarnasi adalah masalah kepercayaan. Seperti halnya kalau di Islam mereka mengenal “6 rukun iman”, begitulah posisi reinkarnasi dalam Hindu. Ada 5 pokok keimanan yang dianut dalam agama hindu.

Pokok-Pokok Keimanan dalam Agama Hindu :

1. Percaya adanya Tuhan (Brahman/Hyang Widhi)

2. Percaya adanya Atman

3. Percaya adanya Hukum Karma Phala

4. Percaya adanya Punarbhawa/Reinkarnasi/Samsara

5. Percaya adanya Moksa

Kalau membahas tentang Reinkarnasi, berarti Kita berbicara tentang karmapala. Karma pala = hasil dari perbuatan kita. Apa yg kita lakukan baik itu perbuatan, perkataan dan pikiran akan menghasilkan buah ( hasil ) yg HANYA kita yg menerima, tidak orang tua, keluarga or orang terdekat. Aku percaya bahwa perbuatan yang baik akan membawa hasil yang baik dan perbuatan yang buruk membawa hasil yang buruk. Jadi seseorang yang berbuat baik pasti baik pula yang akan diterimanya, demikian pula sebaliknya yang berbuat buruk, buruk pula yang akan diterimanya. Karmaphala memberi keyakinan bahwa untuk mengarahkan segala tingkah laku kita agar selalu berdasarkan etika dan cara yang baik guna mencapai cita- cita yang luhur dan selalu menghindari jalan dan tujuan yang buruk.

Phala atau hasil dari perbuatan itu tidak selalu langsung dapat dirasakan atau dinikmati. Tangan yang menyentuh es akan seketika dingin, namun menanam padi harus menunggu berbulan-bulan untuk bisa memetik hasilnya. Setiap perbuatan akan meninggalkan bekas, ada bekas yang nyata, ada bekas dalam angan dan ada yang abstrak. Oleh karena itu hasil perbuatan yang tidak sempat dinikmati pada saat berbuat atau pada kehidupan sekarang maka akan ia terima setelah di akherat kelak dan ada kalanya pula akan dinikmati pada kehidupan yang akan datang. Dengan demikian karma phala dapat digolongkan menjadi 3 macam sesuai dengan saat dan kesempatan dalam menerima hasilnya :

1.

Sancita Karma Phala :

Hasil perbuatan kita dalam kehidupan terdahulu yang belum habis dinikmati dan masih merupakan benih yang menentukan kehidupan kita yang sekarang.

2.

Prarabda Karma Phala :

Hasil perbuatan kita pada kehidupan ini tanpa ada sisanya lagi;

3.

Kriyamana Karma Phala :

Hasil perbuatan yang tidak sempat dinikmati pada saat berbuat, sehingga harus diterima pada kehidupan yang akan datang.


Jadi adanya penderitaan dalam kehidupan ini walaupun seseorang selalu berbuat baik, hal itu disebabkan oleh karmanya yang lalu (sancita karma), terutama yang buruk yang harus ia nikmati hasilnya sekarang, karena pada kelahirannya terdahulu belum habis diterimanya. Sebaliknya seseorang yang berbuat buruk pada kehidupannya sekarang dan nampaknya ia hidup bahagia, hal itu disebabkan karena sancita karmanya yang dahulu baik, namun nantinya ia juga harus menerima hasil perbuatannya yang buruk yang ia lakukan pada masa kehidupannya sekarang ini.

Jelaslah bahwa reinkarnasi bukanlah apa yang kamu inginkan, namun hasil dari perbuatan yang kamu lakukan pada kehidupan yang terdahulu. Dan kehidupan sekarang adalah cermin bagi kehidupanmu yang akan datang. Tidak alasan buat menunda pekerjaan baik. Tidak ada yang menginginkan untuk menjalani samsara berulang-ulang di dunia ini. Tidak ada juga orang yang paham reinkarnasi lalu bilang ‘aku ingin reinkarnasi jadi anjing cihua-huanya Paris Hilton aja deh..’ Mereka pasti akan berpikir dan berbuat untuk mencapai kesempunaan jiwa/roh/atman. Sebagaimana tujuan hidup dalam hindu yaitu tercapainya MOKSA.

2 komentar:

  1. ..salut atas pemahamannya tentang HIndu, jarang lho ada 'orang luar Bali' yang bisa menerima adanya reinkarnasi sebagai konsekuensi dari hukum karma phala..
    "Semoga Kebaikan selalu datang dari segala penjuru dan semoga semua Makhluk Berbahagia"

    Om shanti, shanti, shanti Om

    BalasHapus
  2. Thanks Eka, saya masih dalam tahap belajar.. belajar.. dan belajar ...

    BalasHapus