31 Jul 2008

Petualangan Agustus

Setelah kejadian rabu pagi itu yang membuat **@@##** (mungkin belum waktunya…) akhirnya aku tetapkan bahwa agustus mungkin akan menjadi bulan ‘petualangan’ hehehe.. beberapa hal menanti dalam 2 minggu dan semoga berjalan sesuai rencana. Weekend ini bakal seru dengan outbond sama teman-teman. Bedugul, Lovina, Kintamani..wait for me… trus weekend minggu depannya lagi mau ke waterboom sama bli uhuuuiii… yang paling ditunggu tentu ke waterboomnya. Ini yang kedua, tapi yang pertama dulu perginya sama teman-teman jadi gak seru. Apalagi aku sama temanku sama-sama gak bisa renang dan takut permainan air. Akhirnya hanya puas muter-muter di lazy river sama meluncur diterowongan cuma sekali aja habis itu kapok. Saat itu yang kepikiran hanya ‘ahhh seandainya perginya sama bli pasti lebih seru dan ada yang ‘jagain’ kalau mau nyoba wahana yang lebih menantang. Jadi kalau kesana mau nyobain wahana2 lainnya sepuas hati, dan tentunya boomerang sama superbowl hehehe.. udah deg-degan rasanya...

28 Jul 2008

Musim Kemarau

Brr..dingin banget kemarau kali ini. Ini musim kemarau pertamaku di Bali. Suasana kemarau yang paling khas dan akan selalu berkesan tentu aja di Nganjuk. Kota kelahiranku itu memang terkenal sebagai kota angin. Hayo siapa yang pernah ke Nganjuk dan mengamati fenomena angin ini pasti mengerti apa yang aku maksudkan. Julukan sebagai kota angin memang tidak salah, karena sepanjang hari angin terus-terusan bertiup. Entah itu dengan kecepatan sedang maupun rendah. Angin yang bertiup kebanyakan ke arah utara. Jadi dulu jamannya kecil dan masih suka naik sepeda kemana-mana fenomena angin ini sering menjadi bahan permainan buat aku sama teman2. Ibaratnya kalau kita naik sepeda ke arah utara, tanpa mengayuh pun sepeda akan melaju dengan sendirinya hehehe.. tapi kalau tiba saatnya harus berbalik ke arah selatan waduh..harus ekstra tenaga deh. Aku ingat dulu waktu aku masih sekolah di SMP Negeri 1 Nganjuk, kelas 1. Waktu itu lagi aja kejadian demo sopir-sopir mikrolet karena ada perubahan trayek (kalau gak salah inget sih gitu..). Nah para sopir mikrolet langgananku termasuk yang pada ikutan demo jadinya gak ada angkutan buat pergi pulang sekolah. Akhirnya janjian deh sama temanku, kita naik sepeda bareng ke sekolah. Duh senangnya, berangkat berama-ramai, santai mengayuh sambil menikmati pemandangan sawah ataupun bercanda-canda sepanjang jalan. Memang kalau dari rumahku ke sekolah arahnya ke arah utara. Baru deh pada pulangnya kita melakukan perjuangan yang sangat berat melawan arah angin. Udah perut lapar, hari makin gelap (karena kita masuk siang), belum lagi harus mengayuh sampai kaki sakit juga kayaknya sepeda gak maju-maju. Bahkan aku sampai hampir menangis karena capek. Tapi kan malu kalau ketahuan teman-teman hehee.. udah deh sejak saat itu kapok aku pergi ke sekolah naik sepeda. Jadinya kalaupun tetap naik sepeda, tapi cuma sampai ke jalur bis aja, habis itu sepedanya dititipin trus kita naik bis hehe..

Imbasnya kota angin tentu saja udara menjadi dingin, dan kulitpun menjadi kering bahkan pecah-pecah. Tipsnya sih Cuma satu, harus banyak-banyak pakai pelembab dan handbody lotion kalau kulitnya gak mau perih. Angin yang bertiup tuh seperti angin di pantai. Bahkan ada teman sekostku waktu kuliah dulu yang kebetulan ikut aku pulang kampung, begitu tiba di stasiun Nganjuk dia langsung bilang, “entar ajak aku main ke pantai ya..” hehe..dia pikir stasiunnnya dekat pantai, padahal jauh bo..!! Pantai terdekat aja ada sekitar 4 jam jaraknya. Lebih terasa lagi anginnya tuh kalau perjalanan menggunakan motor. Pertama kali ke Nganjuk sama bli dari jogja kita naik motor. Waktu baru mau masuk wilayah perbatasan Nganjuk-Saradan aku nyuruh bli merasakan perbedaan angin sebelum dan sesudah masuk Nganjuk. Dan benar ternyata. Bedanya nyata sekali antara angin di wilayah Nganjuk dengan Saradan. Bli aja sampai gak percaya dan sampai sekarang masih tetap heran kenapa kok di Nganjuk anginnya sebesar itu ya..

Di Bali memang berangin, tapi masih normal mengingat sekarang lagi kemarau. Tapi dinginnya itu yang tidak nahan. Sepanjang hari dingin terus udaranya di Denpasar ini. Apalagi kalau udah masuk dua pertiga malam gitu. Makin mencekam dinginnya.. dan akupun kembali pada kebiasaan lamaku dulu di Nganjuk, yaitu tidur dengan berkaos kaki. Katanya sih udara dingin ini karena pengaruh musim dingin di Australia, jadi bali ketularan dingin karena liran udara. Hmm..memangnya benar begitu ya..

23 Jul 2008

Cerita Maruko

Aku tergila-gila lagi sama Maruko-chan hoho..gak tahu kenapa aku menyukai komik ini. Masih ingat sama Maruko-chan, dulu serial TVnya ditayangin sama RCTI. Cerita sehari-hari anak kelas 3 SD yang konyol, sering ketimpa sial, dan selalu mau tahu urusan orang lain. Komik ini unik, karena merupakan gambaran pengalaman dari penulisnya sendiri yaitu Momoko Sakura. Jadi dia menulis kisahnya sendiri yang lucu dan seringkali membuat gemas. Cara berfikir dan tingkahnya yang bodoh, diwarnai keluguan tokoh kakek, membuat aku gak bisa mengalihkan mata dari komik ini sejak 7 tahun yang lalu. Momoko Sakura adalah nama asli Maruko-chan. Dia mendapatkan nama maruko karena bentuk tubuhnya yang gemuk (maru = bulat) dan tambahan ko karena dia anak perempuan. Jadilah dia lebih sering dipanggil dengan nama maruko. Gara-garanya aku bongkar kardus buku yang belum sempat tersentuh sejak dikirim dari Jogja. Menemukannya diantara tumpukan buku lainnya membuat duniaku kembali tertawa hahaha.. meski udah bolak-balik baca dan hapal jalan ceritanya tapi tidak membuat aku bosan.

Namun apa sih yang membuat aku suka cerita ini ? yang jelas karena pengkarekterannya yang begitu real, namun unik. Dari komik2 macam ini juga kita jadi bisa mengenal kebiasaan-kebiasaan orang jepang, budaya, cara berfikir, bahkan kehidupan sehari-hari orang jepang. Kalau dibandingkan komik (kalau jepang biasanya disebut manga) yang genrenya cerita super hero ataupun adventure, tentu aku lebih suka Maruko-chan. Banyak hal yang bisa dipelajari. Komik sejenis maruko yang aku suka Kariage-Kun dan Kobo-Chan. Semuanya komik produk lama ya, dan kalau diamati semua sama, mengekspose kekonyolan dan kesialan tokoh-tokohnya. Ngomong2 ada yang pernah baca Kariage-Kun gak sih? Hehehe…

Pernah juga kepikiran kenapa aku suka sama jenis komik seperti ini? Apa itu refleksi dari diriku yang terkadang melakukan atau mengalami hal-hal yang dialami tokohnya. Misalnya si Maruko ini. Dia itu anak perempuan yang slebor, teledor, pelupa, dan cuek.. aku juga merasa kalau diriku ini termasuk orang yang ceroboh dan teledor meski tidak slebor seperti si Maruko itu. Kalau Kariage-Kun, hmm..aku gak seperah dia deh tapi kenapa aku suka ya aku gak tahu. Kalau Kobo-Chan agak mirip juga dengan Maruko-chan, tentu aku menyukai keluguan anak-anak kecil. Apalagi kita jadi bisa tahu kebiasaan orang jepang dalam mengasuh dan mendidik anaknya sehari-hari. Meski yang digambarkan adalah keluarga-keluarga aneh hehehe…

Dari dari kesemuanya itu aku paling kagum sama penulisnya. Gak tahu kenapa ya aku menganggap mereka itu sebagai orang-orang yang cerdas dalam menghadapi hidup, cerdas dalam memandang hidup, dan kecerdasan itulah yang membuat mereka mampu menghadirkan kelucuan dari hal-hal yang sangat sederhana. Coba baca deh komik Maruko-Chan. Mana ada sih dari setiap serinya yang menghadirkan ide cerita spektakuler. Sebaliknya, hanya cerita sederhana namun disampaikan dengan detail kepolosan cara berpikir anak-anak. Pokoknya lucu..lucu… kekonyolan Kariage tuh gak akan bisa didefinisikan sebagai kelakuan orang bodoh atau orang genius. Karena kejeniusannya kariage malah melakukan hal-hal yang orang lain anggap bodoh. Padahal itu gaya bercandanya orang jenius. Atau sebaliknya, siapa tahu malah kariage orang yang bodoh, makanya dia melakukan hal-hal yang bodoh dan gak penting. Tapi kalau tanya pendapatku, Kariage adalah orang jenius..sejenius pengarangnya dalam menghadirkan kelucuan melalui Kariage-Kun. Aku begitu mengagumi orang-orang cerdas..

Ngomong soal kecerdasan aku jadi inget kejadian beberapa malam lalu waktu beli sate ayam madura di penjual yang mangkal di dekat perempatan puri Pemecutan. Sebelah selatan puri, dekat apotik..(lupa namanya). Sambil bapaknya bakar sate, iseng aku nanya.

“Bapak dari madura ya..?”

“iya mbak..”

“Semua yang jual sate orang madura ya pak”

“nggak juga, yang di sana itu pak Dewa namanya, orang Bali asli”

“jual sate madura juga?”

“ya enggak, nanti diprotes dong sama orang2”

“hmmmm...”

Dalam perjalan pulang aku masih kepikiran. Bapak tadi yang cerdas ataukah aku yang tolol ya.. menurut kalian???

17 Jul 2008

Parangtritis

Parangtritis adalah salah satu pantai terkenal yang ada di Indonesia ini. Letaknya ada di Kabupaten Bantul, kalau dari kata Yogyakarta sih ke arah Selatan. Siapa tidak pernah mendengar tentang berbagai cerita mistis tentang pantai ini. Tiap menyebut pantai selatan, persepsi orang pasti ke Pantai ini. Padahal pantai selatan itu banyak sekali lho.. ada Parang Kusumo, Sundak, Krakal, dan lain...lain.. itu baru yang di wilayah Yogyakarta, belum yang di wilayah-wilayah lain, namun tetap tidak ada yang mengalahkan pamor Parangtritis. Hmm..aku juga gak tahu kenapa. Apa sih yang membuat pantai ini istimewa dan banyak dikunjungi orang, selain tempatnya yang paling dekat dengan kota Yogyakarta. Pantainya gersang, kotor, ombaknya besar dan mengerikan, udah banyak menelan korban jiwa, fasilitas wisata seadanya, belum lagi image yang juga melekat karena kaeberadaan warung remang-remangnya, dan..masih banyak lagi deh pokoknya. Kalau dibandingin sama pantai-pantai yang ada di Bali benar-benar bukan apa-apa deh.. namun begitu kenapa ya selalu ramai, terutama di hari libur bahkan di musim libur panjang sekolah. Dan bisa dipastikan rombongan studi tour yang mengambil tujuan Yogyakarta dan Jawa Tengah pasti mengagendakan untuk mampir ke Parangtritis.

Aku tentu salah satu manusia yang tersihir oleh pesona pantai ini. Entah karena pesonanya yang memang benar-benar membuat ketagihan untuk datang, ataukah mungkin karena memang di Jogja sulit mencari wisata pantai yang gampang diakses dan tidak begitu jauh dengan kota (meski sebenarnya tidak dekat-dekat amat sih, bisa 30-45 menit naik motor dengan kecepatan rata-rata 60km/jam dari Yogyakarta). Dulu sama bli beberapa kali kesana. Buat sekedar menghirup udara pantai yang beraroma garam. Duduk di gumuk pasir sambil menikmati bekal yang sengaja di bawa. Tidak banyak hal lain yang bisa dilakukan disana selain juga foto-foto tentunya (narsis yang tak pernah padam..). sampai pernah suatu hari, kami ingin merasakan sunset parangtritis. Karena ini pantai selatan tentunya sunsetnya tidak tepat di horison seberang pantai, tapi harus melihat ke arah barat. Lucu juga ya.. beda dengan di kuta. Kita bisa menikmati sunset yang tenggelam di horison. Kalau mau menikmati matahari terbit yang munculnya dari horison coba deh ke pantai matahari terbit..masih segaris dengan pantai sanur.. kami biasanya kesana minggu pagi saat masih gelap gulita. Lalu jalan-jalan sepanjang pantai sambil menunggu terbitnya matahari.. segar rasanya.. dijamin kulitmu akan berbercak-bercak coklat tandanya pori2 melebar. Rasakan sentuhan angin segar pantai saat pagi. Tarik nafas dalam-dalam biarkan paru-parumu diselimuti segarnya oksigen murni dari alam hehhehe.. tidak sedikit orang yang memanfaatkannya untuk meditasi. Aku juga pernah mencobanya. Dan benar-benar deh i feel free..

Pesona parangtritis, yang meski kecantikannya masih kalah sama pantai-pantai di bali ternyata cukup inspiratif juga lho. Mungkin karena didukung oleh bukit-bukit pasirnya. Terbukti setidaknya ada tiga lagu yang aku kenal mengenai parangtritis. Yang pertama dan yang aku suka tentu lagunya Kla Project, Jogja Cinta Tiada Akhir, trus yang kedua lagunya Genk Kobra (grup musik etnik asal Yogyakarta), Ngayogyokarta, musiknya khas seniman musik Yogyakarta banget dan seru, trus yang ketiga adalah lagu campursarinya Didi Kempot, aku sih tidak tahu judulnya tapi isinya kalau tidak salah tentang memori cinta di parangtritis ya. Itu baru tiga lagu lho yang aku tahu. Mungkin masih ada lagu lain yang tidak ada di referensiku. Kalau pantai kuta memberi inspirasi pada lagu apa ya, yang aku tahu baru satu, lagunya Andre Hehanusa itu. Kalau yang lain aku gak tau..mungkin masih ada yang lain.

Mengenai pantai di Jogja, sebenarnya ada pantai lain yang lebih seru untuk dikunjungi lho. Salah satunya adalah pantai depok. Selain bisa menikmati pemandangan pantai kita juga bisa sambil berbelanja ikan segar di pasar nelayan, trus bisa minta tolong dimasakkan belanjaan kita ke warung-warung ikan bakar yang ada disekitar pantai. Jadi bisa sekalian makan menu ikan bakar komplit sambil menikmati pemandangat laut yang menakjubkan. The Beautiful Beach in Yogyakarta is.. Baron Beach hehehe.. bukan karena disana ada kenangan manis aku sama bli lho, tapi karena ini pantai memang bagus. Jaraknya sih lumayan jauh, ada di ujungnya kabupaten Gunung Kidul. Kalau ditempuh dengan kendaraan bermotor dengan kecepatan rata-rata 60-80 km/jam mungkin sekitar 1,5-2 jam dari Yogyakarta. Di Baron, ombaknya lebih ramah dibanding pantai lain karena terhalang oleh bukit karang. Jadi ada semacam gerbang karang sebelum akhirnya pantai tersebut menyatu dengan samudra Indonesia yang teramat luas. Kalau pantai Baron ini sekaligus pantai nelayan juga jadi sekalian kita bisa menikmati aktivitas bapak-bapak nelayan dengan ikan hasil tangkapannya. Meski tidak sebesar dan selengkap di Depok, namun kita bisa juga beli ikan di sana. Pantai Baron juga punya wisata goa yang panjang dan besar. Kalau mau menikmati pemandangan yang lebih spektakuler naik aja ke atas bukit sebelah timur pantai. Memang terjal dan melelahkan sih, namun di puncak bukit nanti akan ada gazebo-gazebo yang langsung menghadap ke laut lepas. Dari atas bukit laut nampak jauh lebih indah karena terbentang dengan warna biru yang khas seperti yang selalu ada dalam cerita dongeng (hiperbolis hehehe..) anyway dan bytheway..kira-kira masih ada kesempatan gak ya buat kembali mengunjungi pantai-pantai di Yogyakarta tersebut… kangen.. Yah, sementara ini cukuplah menikmati lumpia dan jagung bakar saat sunrise di pantai sanur maupun pantai matahari terbit hehe..atau iseng-iseng lihat bule-bule cute dengan papan surfingnya sambil menikmati sunset di pantai kuta.. yiihaaa..Bali memang potongan surga yang ada di Bumi.. love it..

Blog Iseng

Kalau baca artikel tentang Dian Sastro atau berita-berita tentangnya, tidak sedikit yang membahas tentang intelektualitasnya. Hmm..iya juga sih, mana ada model yang seperti dia di Indonesia ini. Model dan bintang film papan atas, trus sekarang mulai merintis karir jadi pengusaha, trus jadi asisten disen di UI, keren kan.. sebagai sesama cewek aja aku kagum sama dia, the most sih kagum sama kecantikannya.. very belessed girl. Diluar pencapaian dia sebagai model dan artis, sebenarnya apa iya Dian Sastro sehebat itu?? (Ngapain juga aku mikirin ya..kayak kurang kerjaan aja..). sebenarnya sih penasaran aja, apa benar si cewek sempurna ini seperti yang diberitakan. Kalau dari wawancara2 emang sih dia nampak cerdas diatas rata-rata model lainnya dalam menjawab pertanyaan wartawan infointmen. Apalagi didukung nada suaranya yang keras dan terdengar tegas, bukan nada suara menje-menje seperti artis cewek lain.. namun kemarin gak sengaja nemuin blognya dia, yang asli dia tulis sendiri. Ternyata tulisannya biasa aja.. setidaknya “bukan jenis tulisan blog yang akan sering aku kunjungi karena tulisan dan bahasa yang menarik, bagus dan renyah” hehehehe...lagian juga tanpa aku kunjungin juga blognya dian udah laris manis, buktinya postingan komentarnya selalu membludak.. nice job Dian..

Btw ngomong soal tulisan blog yang menarik dan aku suka tuh yang punyanya indri temanku, coba deh cek ke www.bintankbiru.blogspot.com – kalau dia lagi posting tulisan bernuansa renungan aku rasa ok juga.. dan the most aku suka blognya cewek yang aku belum pernah aku kenal sekalipun www.belissita.multiply.com – meski yang ditulis hanya uneg-uneg seorang mahasiswa dan isi kepala gadis muda biasa namun dari bahasanya aku tahu dia punya kecerdasan dan intelektualitas diatas rata-rata..mungkin karena dia kerja di radio kali ya..
Aku lagi kurang kerjaan jadi nulis kayak gini hihihi... sowwwrrryy dowryy yo mbak Dian Sastro..

15 Jul 2008

layang-layang kemarau

Mungkin ini kali juga salah satu efek global warming, cuaca jadi gak menentu. Kalau menurut pakem musim di Indonesia harusnya sekarang ini kemarau. Ya meski suasana kemarau terasa tapi tetap aja terkadang ada selingan awan mendung, gerimis, bahkan hujan. Sore yang cerah, tiba-tiba hujan turun 2 menit trus berhenti lagi. Pagi cerah tuba-tiba mendung gerimis bentar trus cerah lagi. Ya begitu deh cuaca di Denpasar saat ini. Namun dibalik itu semua ada juga atmosfer kemarau yang terasa, yaitu layang-layang. Yang namanya layang-layang, dimanapun di Indonesia sepertinya menjadi kegemaran ya. Terutama nih di Bali. Aku masih inget dulu waktu masih di desaku, kalau tiba musimnya layang-layang hampir semua warung pasti memajang layang-layang sebagai dagangannya. Anak-anak laki-laki jadi sangat konsumtif terhadap produk layang-layang dan segala pernak-perniknya. Kalau dulu layang-layang yang aku kenal bentuknya seragam. Yaitu bentuk layang-layang standar..

Kalau di Bali, nuansa musim layang-layang lebih kental terasa. Padahal ini denpasar lho, yang tentunya lapangan atau sawah tempat main layangan udah langka. Namun tetap aja langit sore selalu penuh dengan aneka layangan berbagai bentuk. Ngomong-ngomong soal bentuk, ini yang paling aku suka. Bentuk layangan di bali lebih variatif. Mulai bentuk dia dimensi sampai bentuk tiga dimensi. Dan disini anak-anak kecil pun pandai bikin layangan sendiri. Bukan bentuk layangan klasik lho yang dibikin. Tapi bentuk burung, seranggga.. hm.. sebenarnya mingggu lalu ada festival layang-layang internasional di padang galak, sayang gak sempat lihat hiks..

Kejora

Waktu kecil sering tahu kan ada lagu anak-anak yang judulnya Bintang Kejora. Dulu waktu kecil sih gak hapal lagu itu. Baru ketika Tasya menyanyikan lagu itu di albumnya, aku jadi menyukai lagu itu. Ngomong-ngomong soal kejora, aku jadi ingat, dulu waktu kecil aku suka sekali memandangi kejora. Awalnya dikasih tahu ibuku bahwa setiap pagi sebelum matahari terbit di langit timur akan selalu muncul bintang yang sangat indah cemerlang. Orang jawa biasa menyebutnya Lintang Panjerino. Jadi dulu sering banget aku bangun sebelum waktu subuh hanya untuk melihat apakah ada bintang cemerlang itu di langit. Bentuknya yang jauh lebih besar dari bintang lain sangat mudah dikenali. Warnanya pun sangat putih cemerlang. Indah sekali.. sejak saat setiap memandang langit aku pasti mencari Lintang Panjerino yang baru kemudian aku tahu bintang itu pula yang disebut dengan kejora.

Waktu kelas 6 SD pada pelajaran IPA ada bahasan tentang tata surya. Dan aku baru tahu kalau planet seperti bintang, dia akan nampak juga di langit. Namun planet punya perbedaan. Kalau planet tidak berkedip. Salah satu planet yang paling mudah dilihat dari bumi adalah venus yang berwarna putih cemerlang. Hm..aku jadi ngerti mulai saat itu. Ternyata Lintang panjerino yang sering aku amati itu bukan bintang, tapi dia venus. Planet yang sering menjadi simbul dewi kecantikan. Aku jadi makin cinta sama lintang panjerinoku atau kejora itu. Tidak hanya saat pagi saja aku mencarinya, namun setiap malam cerah aku selalu mencarinya diantara bintang-bintang yang bersinar di langit.

Setelah dewasa bintang kejora ini pula yang mepertemukan hatiku dengan seorang terpilih hehehe.. dulu melalui sms kami sering menjadikan bintang itu sebagai pemersatu kami, meski secara fisik terpisah. apakah kita sedang memandang bintang yang sama?... dan karena aku sama bli adalah orang-orang yang aneh maka lagu bintang kejoranya Tasya menjadi salah satu soundtract pacaran kami hehehe.. sejak saat itu setiap kami berduaan dan memandang lagit malam yang cerah, ada cerita tentang kejora. Seperti malam itu selepas kami ber TriSandya di sanggah.. perasaan damai menyelimuni dalam keheningan.. hanya ada deru angin dimusim kemarau yang menggigilkan. Dan kami pun tersenyum memandangi kejora..

8 Jul 2008

Cinta yang Indah

Waktu sedang bongkar-bongkar almari, aku menemukan sebuah poster (boleh dibilang begitu..) kado dari teman kami di Jogja, Pascal dan Wulan. Kado yang belum sempat terpasang karena belum menemukan bingkai yang pas. Kado pernikahan yang beda dari kado yang kami terima dari teman/saudara yang lain. Sebuah poster yang berisikan kumpulan foto-foto kenanganku sama bli. Ada foto masing-masing aku dan bli saat kami bekerja, di lokasi shoting, di kantor atau keceriaan bersama teman2. trus foto aku berdua dengan bli trus sebagai center adalah fotoku sama bli waktu menikah dengan baju adat bali. Dulu waktu menerima kado tersebut kami sangat terkesan karena beda, meski bukan berarti kado dari teman lain tidak berkesan. Semuanya berkesan karena itu adalah wujud perhatian dan dukungan mereka kepada kami berdua walaupun setelah menikah kami sudah pasti akan menetap di lain pulau..jauh dari mereka.. (huuuuhu..hu..jadi terharu..). Namun saat itu kesan itu tidak begitu terasa karena foto-fotonya adalah koleksi kami yang sering kami lihat.

Namun sembilan bulan berlalu, aku menemukan kado itu lagi rasanya dalam sekali kenangan yang diciptakan oleh selembar poster tersebut. Nostalgia kenangan akan kisahku sama bli kembali terurai satu persatu melalui foto itu..yehaaa... Roman yang mengharu biru sebelum akhirnya kami menikah. Juga kenangan akan tempat kerja, suasana kerja, tim dan teman-teman yang hebat, dan kenangan tentang makna persaudaraan. Terima kasih buat Pascal sama wulan yang secara tidak mereka sadari telah menjadi inspirasi bagi kami berdua. Mereka juga banyak memberikan masukan dan dukungan, dan yang paling penting adalah pengalaman mereka dalam menghadapi persoalan (yang nyaris serupa dengan yang kami jalani) menjadi panduan kami dalam menentukan langkah. Cerita yang manis untuk dikenang ya.. Oya, mereka juga memberikan kesempatan pada kami untuk menjadi ‘tamu’ di kelas TK tempat wulan dulu mengajar. Presentasi tentang agama hindu (fotonya bisa dilihat di fsku). Dari sana pula akhirnya aku punya keberanian untuk memulai karir baru ini. Aku rasa Tuhan memang sengaja mengirimkan mereka menjadi teman kami. Dan kalian tahu, itu artinya memang Tuhan memberkati jalan kami..

Taruh aku seperti materai pada hatimu

Seperti materai pada lenganmu

Karena cinta kuat seperti maut

Air yang banyak tidak dapat memadamkan cinta

Sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya

(Pascal & Wulan, 2007)

Kita berada di jalan Tuhan dan Tuhan akan selalu memberikan petunjuk bagi kita dalam melewatinya.. Aku yakin begitu..

Jodoh Itu Takdir

Sebuah tulisan menarik dari blog Indri (si kreatif dan enerjik itu..) yang membahas tentang ‘papan tulis di langit”. Menurut pemahamanku selama ini, memang benar jika takdir kita ditentukan pula oleh diri kita sendiri. Tuhan memberikan jalan dan pilihan-pilihan, selanjutnya kita tinggal menjalani dengan berbagai ‘hak’ untuk menentukan pilihan. Begitulah hidup, manusia menjalani kemanusiaannya dan Tuhan selalu eksis dengan KeTuhanaNya. Itulah yang membuat aku selalu yakin dalam memilih. Karena dalam kehidupan segala sesuatu penuh dengan pilihan. Apakah itu menyangkut hal remeh-temeh seperti memilih menu makan siang, memilih baju di mal, sampai dalam hal memilih pasangan hidup atau jodoh. Jodoh memang Tuhan yang mengatur, namun kamu harus menentukan pilihan, tinggal nanti Tuhan menunjukan KeEksisanNya, apakah pilihanmu mendapatkan lampu hijau dariNya, ataukah pilihanmu tersebut salah dan justru kamu dipasangkan dengan sesorang yang tidak pernah kamu duga sebelumnya. Adalah hal yang wajar apabila manusia selalu dihadapkan pada ketakutan untuk memilih. Takut salah, takut tidak bahagia, takut untuk mengecewakan diri sendiri atau orang sekitar, bahkan takut untuk bahagia. Makanya sangat menarik untuk mengetahui perjalanan pertemuan dua sejoli hehehe.. buktinya banyak pertanyaan seperti ini, “..gimana dulu bertemunya..” atau “..kok bisa kalian menikah..gimana ceritanya..” dan hal tersebut tentu menjadi cerita menyenangkan, baik bagi yang dengar maupun bagi si pelaku itu sendiri. Dan kisah cinta paling menarik dan tidak akan pernah kamu dapati kisahnya di TV atau di Film yaitu tentang cinta beda agama. Aku juga baru tahu kalau ada UU pertelevisian melarang topik tentang percintaan beda agama untuk diangkat/ditayangkan..hmm..tapi kalau di infotainment kayaknya ada sih Cuma kan mereka menyorotnya dari sudut pandang lain, yaitu sudut pandang keselebritisan..

Tapi apa hubungannya ‘papan tulis di langit’ sama kisah cinta beda agama ya. Hehehe..aku sih Cuma menghubung-hubungkan saja. Karena masalah jodoh adalah masalah pilihan seperti halnya menggambar di papan tulis juga sebuah pilihan. Gambar apa yang ingin kamu goreskan. Dan beda agama adalah kasus sensitive apabila dihubungkan dengan percintaan/perjodohan. Meski banyak kasus terjadi namun dari waktu ke waktu tidak ada jalan keluar, kecuali jalan yang dibuat sendiri oleh si pelaku tentu dengan ijin dan restu dari DIA.

Pesta Kesenian Bali 2008

Ada hajatan tahunan yang sedang berlangsung sekarang di Bali, tidak lain PKB atau Pesta Kesenian Bali. Tidak bedalah dengan FKY kalau di Jogja. Namanya Pesta jadi semua kemeriahan ada disana. Semua dipersembahkan untuk masyarakat, duh..baek banget..... meski udah berjalan lebih dari 2 minggu dan banyak menjadi pemberitaan di koran maupun TV juga perbincangan orang-orang, namun aku bari sempat ke PKB malam minggu kemarin. Itupun dengan perencanaan jauh hari dan perjanjian hitam diatas putih sama bli..(walah..). ya dengan segala daya upaya menyempatkan waktu, akhirnya jadi deh berdua ke PKB. Aku semangat soalnya bli yang sudah beberapa kali meliput PKB kasih info kalau banyak stand yang jual kebaya bagus-bagus hehehe…

Berangkat jam 7 malam, agenda pertama kita adalah jalan-jalan keliling stand sambil melihat-lihat siapa tahu yang menarik. Suasananya kok mirip kayak sekaten ya. Semacam pasar rakyat gitu dengan berbagai stand makanan, kerajinan, alat-alat elektronoik, aneka ragam fashion, bahkan samapai arena bermain anak seperti kereta api mini, bianglala, juga komedi putar. Buat yang pernah ke sekaten Jogja pasti bisa membayangkankan. Sekali keliling dan gak ada yang menarik lalu kita ke stand buku-buku. Hanya ada 4-5 stand saja, dan semuanya menjual koleksi buku-buku tentang hindu dan bali. Sedang tidak ada hasyrat beli buku jadi Cuma lihat-lihat aja. Sebenarnya ada koleksi buku Anand Khrisna yang bagus dan aku belum punya koleksinya, tapi mending beli di Toga Mas aja dapat diskon hehehe.. di stand-stand kerajinan banyak yang menarik. Mungkin kalau di Jogja aku terbiasa dengan barang kerajinan produksi local Jogja, jadi melihat stand barang2 produksi kerajinan local bali merasa dapat hiburan menarik (maklum Cuma lihat-lihat doang..)

Ada pertunjukan tari tradisional bali di panggung terbuka. Ini yang aku cari, tapu ya ampun penuhnya, Cuma bisa melihat sekilas-kilas aja karena terhalang kepala orang di depanku yang lebih tinggi. Sebenarnya gak masalah sih karena suasanya tenang dan sebenarnya cukup nyaman. Tapi akhirnya kami putuskan berkeliling lagi setelah dapat nonton 2 pertunjukan tari. Tujuan berikutnya adalah ke ardha Chandra. Bli bilang sih seringnya syuting di situ. Menurut jadwal panggung terbuka arda Chandra gak ada kegiatan malam ini, tapi berhubung aku pingin lihat dalamnya (maklum belum pernah masuk..) jadi kita kesana. Tapi ternyata ada pertunjukan wayang CenkBlonk tapi belum mulai. Meski begitu penonton sudah ramai. Sekedar info nih CenkBlonk adalah pertunjukan paling favorit bagi orang bali. Sebenarnya sih pertunjukan wayang biasa, tapi si dalang CenkBlonk ini lebih mengedepankan humor dengan muatan-muatan filosopis gitu. VCD audio maupun videonya banyak di buru, tidak kalah dengan vcd inul pada jamannya inul awal-awal mulai dikenal dulu kali. Bahkan versi kasetnya pun banyak dicari orang. Kalau kamu tanya cd apa yang paling dicari di bali? Jawabnya pasti cd cenkblonk terbaru hehehe…

Setelah itu kita ke stand-stand tamu. Alias areal khusus yang disediakan buat pengusaha dari daerah di luar bali. Banyak stand2 kabupaten dari seluruh indonesi dengan berbagai barang yang ditawarkan. Banyak yang menarik buat aku, mungkin karena baru pertama kali kesini ya tapi akhirnya kami Cuma melihat-lihat aja alias tidak beli apapun. Soal kebaya, banyak banget yang bagus..model dan motif terbaru yang aku yakin bakal tren dalam waktu dekat, namun harganya bo.. bisa 4-5 kali lipat kebaya yang biasa aku beli. Sabar…sabar… Sukses menahan diri untuk tidak beli kebaya akhirnya kita ke pamerannya BogBog, majalah kartun versi bali. Hmm..it’s veri BogBog..lucu, menggelitik, menghibur,..komplit.. next destination adalah pameran fotografi dan arsitektur bali.. informatif..bagus..eksotis. dan aku dapat mengambil kesimpulan, orang bali lebih terbuka dibanding orang jawa..you should find it out yourself come..come..to PKB Bali..

Udah dari tadi pingin berhenti beli makan dan minum tapi perjalanan belum usai. Kita mau ke stand khusus perak. Tapi penasaran sama pertunjukan di atas. Jadi kita mau lihat pertunjukan dulu baru keliling stand perak. Ada konser musik klasik cina, dibawakan oleh mahasiswa-mahasiswa Taipei International University of The Art..salah satu kesenian internasional yang tampil di PKB kali ini. Hmm..cool.. akhirnya kita menghabiskan sebagian besar waktu di PKB ini dengan duduk nonton konser musik cina klasih yang damai dan menenanghan itu hehehe..benar-benar suara tirai bambu.. namun gedung ini, tempat duduk ini, yang semuanya didesain lebih mewah dari pada Graha Sabha Pramananya UGM ini membuatku rindu buat nonton film hehe..(padahala gak ada hubungannya..).. konser selesai ternyata stand2 perak udah tutup..ya memang udah malam meski di luar suanananya masih hingar-bingar.. kan malam minggu.. akhirnya kita pulang deh.. dengan satu tekat sebelum PKB tutup pokoknya harus kesana lagi, belum puasss...

1 Jul 2008

Reikarnasi

Pernah tidak mendengar gurauan seperti ini : Kalau dilahirkan kembali kamu ingin bereinkarnasi jadi apa? Atau Aku ingin reinkarnasi menjadi Angelina Jolie aja biar seksi dan dicintai Brat Pitt hehehe.. You know guys, that’s not Reinkarnasi really is. Reinkarnasi tidak bisa kamu buat atau kamu tentukan berdasarkan keinginan. Jadi itu gurauan yang salah. Harusnya bukan ‘kalau dilahirkan kembali kamu ingin reinkarnasi jadi siapa’ tapi ‘Seandainya boleh berkhayal kamu ingin menjadi siapa?”. Aku merasa banyak persepsi yang salah pada orang-orang yang tidak memahami reinkarnasi. Reinkarnasi bukanlah alasan untuk boleh berbuat jahat/buruk dengan asumsi bisa ditebus pada kehidupan berikutnya (astaga!!! Mabuk kali ya sampai punya pikiran seperti itu..) dan reinkarnasi bukan berarti seseorang menanggung kesalahan/dosa yang tidak dilakukanya. Dan satu lagi Reinkarnasi bukanlah ajaran yang harus dijelaskan pada orang yang tidak bisa menerimanya. Reinkarnasi adalah keimananan, reinkarnasi adalah masalah kepercayaan. Seperti halnya kalau di Islam mereka mengenal “6 rukun iman”, begitulah posisi reinkarnasi dalam Hindu. Ada 5 pokok keimanan yang dianut dalam agama hindu.

Pokok-Pokok Keimanan dalam Agama Hindu :

1. Percaya adanya Tuhan (Brahman/Hyang Widhi)

2. Percaya adanya Atman

3. Percaya adanya Hukum Karma Phala

4. Percaya adanya Punarbhawa/Reinkarnasi/Samsara

5. Percaya adanya Moksa

Kalau membahas tentang Reinkarnasi, berarti Kita berbicara tentang karmapala. Karma pala = hasil dari perbuatan kita. Apa yg kita lakukan baik itu perbuatan, perkataan dan pikiran akan menghasilkan buah ( hasil ) yg HANYA kita yg menerima, tidak orang tua, keluarga or orang terdekat. Aku percaya bahwa perbuatan yang baik akan membawa hasil yang baik dan perbuatan yang buruk membawa hasil yang buruk. Jadi seseorang yang berbuat baik pasti baik pula yang akan diterimanya, demikian pula sebaliknya yang berbuat buruk, buruk pula yang akan diterimanya. Karmaphala memberi keyakinan bahwa untuk mengarahkan segala tingkah laku kita agar selalu berdasarkan etika dan cara yang baik guna mencapai cita- cita yang luhur dan selalu menghindari jalan dan tujuan yang buruk.

Phala atau hasil dari perbuatan itu tidak selalu langsung dapat dirasakan atau dinikmati. Tangan yang menyentuh es akan seketika dingin, namun menanam padi harus menunggu berbulan-bulan untuk bisa memetik hasilnya. Setiap perbuatan akan meninggalkan bekas, ada bekas yang nyata, ada bekas dalam angan dan ada yang abstrak. Oleh karena itu hasil perbuatan yang tidak sempat dinikmati pada saat berbuat atau pada kehidupan sekarang maka akan ia terima setelah di akherat kelak dan ada kalanya pula akan dinikmati pada kehidupan yang akan datang. Dengan demikian karma phala dapat digolongkan menjadi 3 macam sesuai dengan saat dan kesempatan dalam menerima hasilnya :

1.

Sancita Karma Phala :

Hasil perbuatan kita dalam kehidupan terdahulu yang belum habis dinikmati dan masih merupakan benih yang menentukan kehidupan kita yang sekarang.

2.

Prarabda Karma Phala :

Hasil perbuatan kita pada kehidupan ini tanpa ada sisanya lagi;

3.

Kriyamana Karma Phala :

Hasil perbuatan yang tidak sempat dinikmati pada saat berbuat, sehingga harus diterima pada kehidupan yang akan datang.


Jadi adanya penderitaan dalam kehidupan ini walaupun seseorang selalu berbuat baik, hal itu disebabkan oleh karmanya yang lalu (sancita karma), terutama yang buruk yang harus ia nikmati hasilnya sekarang, karena pada kelahirannya terdahulu belum habis diterimanya. Sebaliknya seseorang yang berbuat buruk pada kehidupannya sekarang dan nampaknya ia hidup bahagia, hal itu disebabkan karena sancita karmanya yang dahulu baik, namun nantinya ia juga harus menerima hasil perbuatannya yang buruk yang ia lakukan pada masa kehidupannya sekarang ini.

Jelaslah bahwa reinkarnasi bukanlah apa yang kamu inginkan, namun hasil dari perbuatan yang kamu lakukan pada kehidupan yang terdahulu. Dan kehidupan sekarang adalah cermin bagi kehidupanmu yang akan datang. Tidak alasan buat menunda pekerjaan baik. Tidak ada yang menginginkan untuk menjalani samsara berulang-ulang di dunia ini. Tidak ada juga orang yang paham reinkarnasi lalu bilang ‘aku ingin reinkarnasi jadi anjing cihua-huanya Paris Hilton aja deh..’ Mereka pasti akan berpikir dan berbuat untuk mencapai kesempunaan jiwa/roh/atman. Sebagaimana tujuan hidup dalam hindu yaitu tercapainya MOKSA.