8 Jul 2008

Cinta yang Indah

Waktu sedang bongkar-bongkar almari, aku menemukan sebuah poster (boleh dibilang begitu..) kado dari teman kami di Jogja, Pascal dan Wulan. Kado yang belum sempat terpasang karena belum menemukan bingkai yang pas. Kado pernikahan yang beda dari kado yang kami terima dari teman/saudara yang lain. Sebuah poster yang berisikan kumpulan foto-foto kenanganku sama bli. Ada foto masing-masing aku dan bli saat kami bekerja, di lokasi shoting, di kantor atau keceriaan bersama teman2. trus foto aku berdua dengan bli trus sebagai center adalah fotoku sama bli waktu menikah dengan baju adat bali. Dulu waktu menerima kado tersebut kami sangat terkesan karena beda, meski bukan berarti kado dari teman lain tidak berkesan. Semuanya berkesan karena itu adalah wujud perhatian dan dukungan mereka kepada kami berdua walaupun setelah menikah kami sudah pasti akan menetap di lain pulau..jauh dari mereka.. (huuuuhu..hu..jadi terharu..). Namun saat itu kesan itu tidak begitu terasa karena foto-fotonya adalah koleksi kami yang sering kami lihat.

Namun sembilan bulan berlalu, aku menemukan kado itu lagi rasanya dalam sekali kenangan yang diciptakan oleh selembar poster tersebut. Nostalgia kenangan akan kisahku sama bli kembali terurai satu persatu melalui foto itu..yehaaa... Roman yang mengharu biru sebelum akhirnya kami menikah. Juga kenangan akan tempat kerja, suasana kerja, tim dan teman-teman yang hebat, dan kenangan tentang makna persaudaraan. Terima kasih buat Pascal sama wulan yang secara tidak mereka sadari telah menjadi inspirasi bagi kami berdua. Mereka juga banyak memberikan masukan dan dukungan, dan yang paling penting adalah pengalaman mereka dalam menghadapi persoalan (yang nyaris serupa dengan yang kami jalani) menjadi panduan kami dalam menentukan langkah. Cerita yang manis untuk dikenang ya.. Oya, mereka juga memberikan kesempatan pada kami untuk menjadi ‘tamu’ di kelas TK tempat wulan dulu mengajar. Presentasi tentang agama hindu (fotonya bisa dilihat di fsku). Dari sana pula akhirnya aku punya keberanian untuk memulai karir baru ini. Aku rasa Tuhan memang sengaja mengirimkan mereka menjadi teman kami. Dan kalian tahu, itu artinya memang Tuhan memberkati jalan kami..

Taruh aku seperti materai pada hatimu

Seperti materai pada lenganmu

Karena cinta kuat seperti maut

Air yang banyak tidak dapat memadamkan cinta

Sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya

(Pascal & Wulan, 2007)

Kita berada di jalan Tuhan dan Tuhan akan selalu memberikan petunjuk bagi kita dalam melewatinya.. Aku yakin begitu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar