15 Jul 2008

layang-layang kemarau

Mungkin ini kali juga salah satu efek global warming, cuaca jadi gak menentu. Kalau menurut pakem musim di Indonesia harusnya sekarang ini kemarau. Ya meski suasana kemarau terasa tapi tetap aja terkadang ada selingan awan mendung, gerimis, bahkan hujan. Sore yang cerah, tiba-tiba hujan turun 2 menit trus berhenti lagi. Pagi cerah tuba-tiba mendung gerimis bentar trus cerah lagi. Ya begitu deh cuaca di Denpasar saat ini. Namun dibalik itu semua ada juga atmosfer kemarau yang terasa, yaitu layang-layang. Yang namanya layang-layang, dimanapun di Indonesia sepertinya menjadi kegemaran ya. Terutama nih di Bali. Aku masih inget dulu waktu masih di desaku, kalau tiba musimnya layang-layang hampir semua warung pasti memajang layang-layang sebagai dagangannya. Anak-anak laki-laki jadi sangat konsumtif terhadap produk layang-layang dan segala pernak-perniknya. Kalau dulu layang-layang yang aku kenal bentuknya seragam. Yaitu bentuk layang-layang standar..

Kalau di Bali, nuansa musim layang-layang lebih kental terasa. Padahal ini denpasar lho, yang tentunya lapangan atau sawah tempat main layangan udah langka. Namun tetap aja langit sore selalu penuh dengan aneka layangan berbagai bentuk. Ngomong-ngomong soal bentuk, ini yang paling aku suka. Bentuk layangan di bali lebih variatif. Mulai bentuk dia dimensi sampai bentuk tiga dimensi. Dan disini anak-anak kecil pun pandai bikin layangan sendiri. Bukan bentuk layangan klasik lho yang dibikin. Tapi bentuk burung, seranggga.. hm.. sebenarnya mingggu lalu ada festival layang-layang internasional di padang galak, sayang gak sempat lihat hiks..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar