17 Jul 2008

Parangtritis

Parangtritis adalah salah satu pantai terkenal yang ada di Indonesia ini. Letaknya ada di Kabupaten Bantul, kalau dari kata Yogyakarta sih ke arah Selatan. Siapa tidak pernah mendengar tentang berbagai cerita mistis tentang pantai ini. Tiap menyebut pantai selatan, persepsi orang pasti ke Pantai ini. Padahal pantai selatan itu banyak sekali lho.. ada Parang Kusumo, Sundak, Krakal, dan lain...lain.. itu baru yang di wilayah Yogyakarta, belum yang di wilayah-wilayah lain, namun tetap tidak ada yang mengalahkan pamor Parangtritis. Hmm..aku juga gak tahu kenapa. Apa sih yang membuat pantai ini istimewa dan banyak dikunjungi orang, selain tempatnya yang paling dekat dengan kota Yogyakarta. Pantainya gersang, kotor, ombaknya besar dan mengerikan, udah banyak menelan korban jiwa, fasilitas wisata seadanya, belum lagi image yang juga melekat karena kaeberadaan warung remang-remangnya, dan..masih banyak lagi deh pokoknya. Kalau dibandingin sama pantai-pantai yang ada di Bali benar-benar bukan apa-apa deh.. namun begitu kenapa ya selalu ramai, terutama di hari libur bahkan di musim libur panjang sekolah. Dan bisa dipastikan rombongan studi tour yang mengambil tujuan Yogyakarta dan Jawa Tengah pasti mengagendakan untuk mampir ke Parangtritis.

Aku tentu salah satu manusia yang tersihir oleh pesona pantai ini. Entah karena pesonanya yang memang benar-benar membuat ketagihan untuk datang, ataukah mungkin karena memang di Jogja sulit mencari wisata pantai yang gampang diakses dan tidak begitu jauh dengan kota (meski sebenarnya tidak dekat-dekat amat sih, bisa 30-45 menit naik motor dengan kecepatan rata-rata 60km/jam dari Yogyakarta). Dulu sama bli beberapa kali kesana. Buat sekedar menghirup udara pantai yang beraroma garam. Duduk di gumuk pasir sambil menikmati bekal yang sengaja di bawa. Tidak banyak hal lain yang bisa dilakukan disana selain juga foto-foto tentunya (narsis yang tak pernah padam..). sampai pernah suatu hari, kami ingin merasakan sunset parangtritis. Karena ini pantai selatan tentunya sunsetnya tidak tepat di horison seberang pantai, tapi harus melihat ke arah barat. Lucu juga ya.. beda dengan di kuta. Kita bisa menikmati sunset yang tenggelam di horison. Kalau mau menikmati matahari terbit yang munculnya dari horison coba deh ke pantai matahari terbit..masih segaris dengan pantai sanur.. kami biasanya kesana minggu pagi saat masih gelap gulita. Lalu jalan-jalan sepanjang pantai sambil menunggu terbitnya matahari.. segar rasanya.. dijamin kulitmu akan berbercak-bercak coklat tandanya pori2 melebar. Rasakan sentuhan angin segar pantai saat pagi. Tarik nafas dalam-dalam biarkan paru-parumu diselimuti segarnya oksigen murni dari alam hehhehe.. tidak sedikit orang yang memanfaatkannya untuk meditasi. Aku juga pernah mencobanya. Dan benar-benar deh i feel free..

Pesona parangtritis, yang meski kecantikannya masih kalah sama pantai-pantai di bali ternyata cukup inspiratif juga lho. Mungkin karena didukung oleh bukit-bukit pasirnya. Terbukti setidaknya ada tiga lagu yang aku kenal mengenai parangtritis. Yang pertama dan yang aku suka tentu lagunya Kla Project, Jogja Cinta Tiada Akhir, trus yang kedua lagunya Genk Kobra (grup musik etnik asal Yogyakarta), Ngayogyokarta, musiknya khas seniman musik Yogyakarta banget dan seru, trus yang ketiga adalah lagu campursarinya Didi Kempot, aku sih tidak tahu judulnya tapi isinya kalau tidak salah tentang memori cinta di parangtritis ya. Itu baru tiga lagu lho yang aku tahu. Mungkin masih ada lagu lain yang tidak ada di referensiku. Kalau pantai kuta memberi inspirasi pada lagu apa ya, yang aku tahu baru satu, lagunya Andre Hehanusa itu. Kalau yang lain aku gak tau..mungkin masih ada yang lain.

Mengenai pantai di Jogja, sebenarnya ada pantai lain yang lebih seru untuk dikunjungi lho. Salah satunya adalah pantai depok. Selain bisa menikmati pemandangan pantai kita juga bisa sambil berbelanja ikan segar di pasar nelayan, trus bisa minta tolong dimasakkan belanjaan kita ke warung-warung ikan bakar yang ada disekitar pantai. Jadi bisa sekalian makan menu ikan bakar komplit sambil menikmati pemandangat laut yang menakjubkan. The Beautiful Beach in Yogyakarta is.. Baron Beach hehehe.. bukan karena disana ada kenangan manis aku sama bli lho, tapi karena ini pantai memang bagus. Jaraknya sih lumayan jauh, ada di ujungnya kabupaten Gunung Kidul. Kalau ditempuh dengan kendaraan bermotor dengan kecepatan rata-rata 60-80 km/jam mungkin sekitar 1,5-2 jam dari Yogyakarta. Di Baron, ombaknya lebih ramah dibanding pantai lain karena terhalang oleh bukit karang. Jadi ada semacam gerbang karang sebelum akhirnya pantai tersebut menyatu dengan samudra Indonesia yang teramat luas. Kalau pantai Baron ini sekaligus pantai nelayan juga jadi sekalian kita bisa menikmati aktivitas bapak-bapak nelayan dengan ikan hasil tangkapannya. Meski tidak sebesar dan selengkap di Depok, namun kita bisa juga beli ikan di sana. Pantai Baron juga punya wisata goa yang panjang dan besar. Kalau mau menikmati pemandangan yang lebih spektakuler naik aja ke atas bukit sebelah timur pantai. Memang terjal dan melelahkan sih, namun di puncak bukit nanti akan ada gazebo-gazebo yang langsung menghadap ke laut lepas. Dari atas bukit laut nampak jauh lebih indah karena terbentang dengan warna biru yang khas seperti yang selalu ada dalam cerita dongeng (hiperbolis hehehe..) anyway dan bytheway..kira-kira masih ada kesempatan gak ya buat kembali mengunjungi pantai-pantai di Yogyakarta tersebut… kangen.. Yah, sementara ini cukuplah menikmati lumpia dan jagung bakar saat sunrise di pantai sanur maupun pantai matahari terbit hehe..atau iseng-iseng lihat bule-bule cute dengan papan surfingnya sambil menikmati sunset di pantai kuta.. yiihaaa..Bali memang potongan surga yang ada di Bumi.. love it..

2 komentar:

  1. Dear Inten,

    Terima kasih telah berbagi cerita.Tulisan ini mengingatkan saya saat ikut ASEAN TOURISM FORUM di JOGJA EXPO CENTRE enam tahun silam.Sukses selalu buat Inten!
    Salam,
    Igede Suparwata

    BalasHapus
  2. menikmati pemandangan pantai memang menyenangkan..apalagi kalo ditemani psangan kita..emmm..tapi kalo aku gimana?..boro2 ke pantai, beli buku aja sendiri..hik..hik..kalo ke kuta aku ikut dong..biar aku ganggu kalian..hehe..

    BalasHapus