28 Agt 2008

The Doctor


Siapa sih pria seksi dan menggemaskan nomor dua di dunia ini dalam satu tahun terakhir? bagiku tidak lain dan tidak bukan dia adalah Valentino Rossi. He’s sexy because of his brain. Dan saat ini, tinggal nunggu 6 putaran tersisa balapan Moto GP 2008 baginya untuk kembali merebut Juara Dunia yang kesekian kali dalam karirnya di balapan motor. Sudah lama sekali aku mendengar nama ini disebut-sebut sebagai rider paling berprestasi dalam sejarah. Namun baru 2 tahun belakangan ini aja aku mengikuti sepak terjangnya. Tepatnya semenjak membaca otobiografinya. Ternyata tidak hanya lihai di lap-lap yang menikung namun dia juga mahir mengolah kata untuk dijadikan sebuah buku. Buku yang membuat aku jatuh cinta sama si penulis weekeekee..Buku yang sangat bagus, ditulis dengan gaya yang sangat Rossi. Buku kedua yang aku rela bahkan ingin membacanya lagi..lagi..dan lagi..setelah serial Harry Potter tentunya. Membaca ceritanya seperti membaca sebuah novel petualangan yang diangkat dari kisah nyata. Belum lagi komentar-komentarnya tentang berbagai balapan yang dia lakukan, murni dari pikiran si pembalap, dan tentunya komentarnya sangat berbeda dengan komentar yang selalu kita dengar dari mulut komentator.

“Seandainya Aku Tidak Pernah Mencoba..”. pada intinya Rossi menuliskan bahwa apa yang terjadi dalam hidupnya adalah berkat keberaniannya dalam mengambil sikap. Tentang Seandainya ia tidak pernah menekuni balap motor, alih-alih balap mobil seperti ayahnya, atau Seandainya ia tidak pernah memutuskan pindah dari Honda. Setelah mengecap berbagai kesuksesan bersama Honda, di merasa harus melakukan perubahan. Dan perubahan itu tidak akan pernah terjadi di Honda. Kebetulan pada waktu itu datang tawaran dari Yamaha. Akhirnyalah sampai sekarang Rossi menjadi simbul kebangkitan Yamaha, dan namun lucunya dengan keterbatasan Yamaha, justru Rossi telah menghidupkan dirinya sendiri. Meruntuhkan mitos bahawa kemenangannya adalah karena Honda dan bukan karena kemampuannya sebagai Pembalap. Dia orang yang cerdas. Memikirkan segala konsekuensi dan tetap bijaksana pada langkah yang diambil. Pindah tidak sekedar pindah bagi Rossi. Bersama Honda dia telah memiliki nama besar, dan tentunya tidak mau konyol begitu saja dengan memilih Yamaha. Sebuah kejadian langka di dunia balap ketika seorang pembalap ternyata memiliki nilai tawar atas dirinya. Bukan sekedar teknologi motor yang memiliki nilai sementara pembalapnya bisa siapa saja. Buku ini mengulas detail tentang perang batin dalam dirinya dan berbagai negosiasi alot bersama tim yamaha dan tim teknisi Rossi saat itu di Honda. Hingga akhirya dia dan timnya sukses bedol desa ke yamaha. Secara tersirat jelas sekali buku ini menyatakan bahwa bukan “pekerjaan yang hebat ditempat hebat” yang membuat kita menjadi besar dan memiliki kebanggaan, namun “teman, rasa nyaman, kehangatan tim” adalah kunci dari kemenagan sekaligus kebanggaan itu sendiri.

Setiap membaca, setiap kali pula makin cinta sama Rossi. Tidak hanya tampangnya saja yang tengil. Tingkah polahnya pun tengil sekali, namun tengil yang kreatif dan menggemaskan. Dia banyak menuliskan tentang berbagai keisengannya bersama teman-temannya, terutama tentang berbagai cara mereka untuk merayakan kemenangan. Membacanya aja sampai geleng-geleng kepala. Aduh..ini cowok, ditengah balapan yang menegangkan itu masih sempat-sempatnya menyusun rencana iseng. The most..most..aku suka, Rossi orangnya positif, dia ceria..dia optimis.. bijaksana.. cerdas..ahhh cinta pokoknya. Sekarang Rossi sudah membuktikan bahwa langkahnya untuk pindah ke Yamaha adalah memang jalan terbaik bagi hidup dan karirnya. Bersama Honda dia tahu hanya akan memperoleh kemenangan, dia juga tahu dengan bersama Yamaha dia bisa mendapatkan kemenangan sekaligus kebanggaan. Public sudah bisa menilai apakah Stoner atau Rossi yang lebih hebat. Meski Stoner berkuasa tahun lalu namun Ducatilah yang mendapatkan sanjungan. Stoner ibaratnya juara latar. Sebaliknya bagi Rossi, meski hanya menduduki peringkat 2 namun itu adalah hasil maksimal bagi Yamaha karena kondisi, dan bagi Rossi sanjungan dan elu dari para penggemar pun tidak berkesudahan. Malang bagi Stoner. Mungkin dia saat ini sedang mengalami krisis seperti yang dialami Rossi pada puncak karirnya bersama Honda. Mendapatkan kemenangan tanpa sanjungan, dan mendapatkan kekalahan dengan penuh kritikan. Mungkin itulah mengapa penampilan Stoner tidak begitu stabil musim ini. Dilain pihak, Rossi sedang bersiap kembali menapak tangga kemenangannya dan terus membuktikan pada public bahwa dia patut menyandang gelar pembalap besar abad ini. Dan membuktikan lagi bahwa keputusannya bukanlah keputusan konyol, tapi langkah monumental. Masih adakah ksatria bijaksana seperti Valentino Rossi ??...

23 Agt 2008

Tantangan Menjadi Super Hero

Menjadi superhero memang banyak tantangannya. Tentu yang aku maksud bukan keharusnan untuk belajar ilmu beladiri dan tenaga dalam, fitness mati-matian untuk memperkuat otot, maupun membuat senjata pertahanan yang super canggih. Karena bukan menjadi super hero seperti superman atau batman yang hanya sekedar menyelamatkan manusia dari kejahatan. Lebih dari itu, menjadi superhero yang bertugas menyelamatkan bumi dengan memerangi pemanasan global. Udah baca ini kan, siapa pun bisa menjadi superhero hanya dengan mengubah pola makan. Dari omnivora menjadi herbivora (hmm..biar lebih keren vegetarian gitu deh..). Aku sendiri bukan vegetarian. Sejauh yang aku mampu adalah mengurangi konsumsi daging. Pada dasarnya aku memang bukan penggemar daging dan produk hewani lainnya, namun pola asuh yang aku terima dari orang tua, pengaruh lingkungan, dan pengetahuan yang naggung membuatku tidak bisa menghindari produk daging 100 persen. Pemahaman akan nutrisi berbagi jenis daging, ikan, telur untuk kesehatan membuat masih enggan untuk berhenti memimpikan sepotong bebek goreng mon-mon, rendang padang, ataupun seporsi mi aceh kepiting pedas. Sebenarnya bukan hal yang sulit jika mengurangi daging untuk diri sendiri dan suami karena kebetulan suami juga tidak menyukai makanan hewani. Trus apa dong yang aku maksudkan dengan berat tadi?

Selera keluarga

Memenuhi selera keluarga itu yang sulit, apalagi jika kita diposisi sie konsumsi dalam keorganisasian, alias ngurusin dapur. Harus pintar-pintar ngakali gimana caranya mengatur menu. Bagaimana mau menghindari menu hewani. Kalau kami berdua bisa menikamati tahu tempe karena suka, tapi keluarga yang lain tidak. Adik misalnya yang lebih suka makan daging atau ikan dan memilih untuk tidak makan kalau hanya ada tahu sama tempe. Memang masih terasa berat untuk membuat variasi menu dengan bahan-bahan yang terbatas pilihannya. Sekarang sih sudah banyak varian olahan untuk vegetarian, misalnya nagget, sosis, tapi ya tidak bisa tiap hari juga, maklum nih harganya juga lebih mahal itu artinya pengeluaran belanja bulanan bakal over budget. Jadi ya usahain aja deh untuk jarang-jarang aja menu hewaninya meski tidak bisa total dihindari.

Budget tambahan

Ini masih berhubungan dengan masalah keterbatasan variasi tadi. Kalaupun ada variasi makanan yang dibuat dari bahan-bahan nabati tapi harganya itu masih tergolong mahal dan masih susah didapatkan. Biasanya menu olahan dari bahan nabati seperti nugget, sosis, mie, hanya tersedia di warung-warung vegetarian. Harganya pun lebih mahal dari pada kalau beli telur, ayam, daging, ikan segar di pasar. buat mengurangi frekwensi menu hewani jadi harus pintar-pintar bikin variasi menu tahu tempe, dan biar gak bosan melulu tahu tempe boleh deh sekali waktu masak yang hewani. Jaga-jaga agar jangan sampai muak sama yang namanya tahu tempe itu, kalau iya bisa gawat nih..

Tuntutan Adat

Kenapa tidak bisa seratus persen menjadi vegetarian karena tidak bisa menghindari tuntutan adat. Di Bali, dalam beberapa upacara tertentu ada banten/sarana upacara yang mengharuskan adanya kelengkapan seperti unggas yang di olah, daging tertentu, telur, dsb. Aturan yang sudah turun temurun itu tentu tetap harus dilaksanakan. Tapi tenang aja, toh upacara juga tidak datang tiap hari, hanya pada perayaan-perayaan tertentu saja. Namun ya sekalinya hari itu tiba maka dapat dipastikan semua orang Bali membuat banten dengan content yang kurang lebih mirip. Belum lagi untuk hidangan pada upacara, tidak akan jauh dari yang namanya makanan hewani. Hampir semua menu menggunakan bahan daging hewan. Hidangan tertentu sudah menjadi kebiasaan/adat sepeti lawar, babi guling, jukut ares yang biasanya juga ada daging bebek/iga babi, tum (pepes) ayam/babi, ayam betutu, dsb. Ada juga menu khas catering seperti udang asam manis, fried chicken, mie bakso, dll. Acaranya orang bali tuh gak bisa dipisahkan dari yang namanya daging. Contohnya nih odalan di Banjar tempat aku tinggal sekarang. Meskipun mengharamkan hidangan babi tapi mengharuskan adanya pelengkap banten dari daging penyu. Binatang yang perkasa dan melankolis itu harus menyerah saat diproses untuk dijadikan lawar ataupun sate. Binatang yang sebenarnya dilindungi ini harus dibunuh atas nama upacara adat, meski untuk memperoleh penyu tersebut harus menyertakan dokumen-dokumen resmi. Berbekal dokumen tertentu binatang langka dan dilindungi ini menjadi legal untuk dijadikan sate dan lawar. Aku gak tahu ada berapa daerah yang mengharuskan hal seperti ini, dan aku tidak tahu pula dapatkah dihentikan, dan apakah bisa dihentikan untuk melindungi penyu-penyu malang tersebut. Ini belum perdagangan penyu illegal lainnya lho..kalau yang ini aku tidak ada data kongkritnya. Setelah baca kalau ternyata penyu itu tetap hidup meski udah diiris-iris jadi ngeri juga. Daging penyu akan benar-benar mati (tidak bergerak lagi) setelah ia benar-benar dimasak diatas api. Masak penyu berarti kita memasak hidup-hidup binatang itu. Tidak tahu juga kenapa begitu, dan tidak tahu juga entah benar atau tidak, mungkin dia ini seperti halnya kecoa yang tidak akan benar-benar mati meski kepalanya putus sampai berhari-hari bahkan hitungan minggu.

Gengsi

Yah..hari gini masih ngomogin gengsi, apa tidak basi?? Tentu saja tidak. Aku sendiri sempat berfikir apakah menu-menu seperti diatas yang dihidangkan saat upacara harus ada atau boleh diganti dengan menu lain. Dan tentu jawabnya boleh, termasuk diganti dengan menu vegetarian. Tapi masak iya sih mengundang puluhan orang untuk menghadiri upacara kita hanya disajikan menu tahu sama tempe dan sayuran. Kalau buat makan sendiri sih tidak apa-apa, tapi kalau untuk tamu, katanya bukanlah hal yang pantas (masak sih???). inilah mungkin yang mebuat gerakan vegetarianisme itu banyak kendalanya. Banyak aspek yang bakal terlibat, salah satunya aspek gengsi tadi. Kalau suatu keluarga dipandang mampu trus mengidangkan menu vegetarian alias tahu tempe pasti akan jadi pembicaraan, dianggap pelit, dsb. Mengingat belum banyak orang yang ahli merubah menu vegetarian menjadi hidangan special untuk perayaan kecuali hanya di restoran-restoran yang tentunya tidak murah. Nah gimana tuh.. menjadi vegetarian untuk diri kita sendiri pun kadang sulit karena kita hidup dalam komunitas. Jadi ya harus bisa fleksible ya mengatur diri sendiri. Pinginnya sih bisa membuat sesuatu yang spesial dengan bahan-bahan nabati sehingga tidak perlu menggunakan produk hewani sekaligus tidak mendapat omongan.

Makanan populer

Setahuku yang namanya makanan populer dan terkenal itu bahannya pasti dari hewani. Sebut aja soto, sate, rendang, balado, kakap asam manis, friedchicked, burger, steak. Jenis makanan ini selain populer juga terkenal enak, ngangenin, dan sulit untuk ditolak. Inilah yang membuat daging, ikan, unggas menjadi bahan makanan utama, hampir mengalahkan biji-bijian dan sayur-sayuran. Suatu tantangan yang sangat besar untuk merubah pemahaman orang akan sesuatu yang mereka anggap enak dan memang enak dan apalagi harus menggantikan dengan makanan lain yang nilai keenakannya masih kalah jauh. Apakah bisa membuat tempe balado seenak dendeng balado, akankah burger tempe mampu mengalahkan beef burger. Bukan hal yang mudah tentunya. Bagi orang awam seperti aku meski punya niat besar buat mengurangi makan daging dan ternyata udah dilakukan tapi sekalinya ada kesempatan (apalagi gratis) buat makan beef burger tetap gak bisa menghindar hehehe..pemahaman yang sudah mendarah daging memang susah diubah..

Dari berbagai kendala tersebut tentunya semua kembali pada diri sendiri. Ada gak sih niat buat ikut gerakan become a super hero ini, ataukah menyerah pada tuntutan lingkungan. Bagi yang mampu sih salut, bagi yang masih berusaha dengan mengurangi frekwensi makan daging itu bagus..terus tingkatkan ya, bagi yang belum ya mungkin karena belum tahu aja kalau apa yang dia makan itu ternyata bisa menyebabkan kepunahan masal. Trus siapa dong yang harusnya memberi tahu mereka..sanggup gak ya buat ngomong sama orang lain ‘ayo kurangi makan daging’ …

Modis itu Takdir

Apakah benar penampilan itu bisa dirubah??
Sering kan nonton cerita sinetron atau telenovela yang cerita awalnya nih cewek dari kalangan biasa dengan penampilan biasa bahkan cenderung norak trus berubah status bisa berubah jadi cantik dan modis, yang awalnya kutu buku dengan kaca mata tebal dan penampilan culun trus berubah penampilan jadi cewek modis abis, ya seperti cerita Betty Lafea lah.. kalau menurutku itu sesuatu yang hampir tidak mungkin. Penampilan bukanlah sesuatu yang bisa dirubah dengan instan. Ada beberapa hal yang membuatku berpendapat begitu.

Penampilan erat kaitannya dengan pembawaan

Pembawaan itu cakupannya luas banget. Mulai dari gesture, cara bersikap sehari-hari, bersikap pada lingkungan, semuanya mempengaruhi pembawaan. Ada orang tertentu dengan pembawaan yang culun, dan ada juga yang memang terlahir dengan pembawaan yang udah keren dari sononya. Misalnya aja aku sama adikku. Meskipun kita berdua terlahir dari rahim yang sama namun pembawaanku cenderung culun beda sama adikku yang terlahir modis. Meski memakai baju dengan model dan merk yang sama, tetap aja tidak bisa tampil sekeren dia. Bahkan meski diakali dengan aksesori yang lebih mahal dan elegan tetap saja penampilanku tidak sebagus adikku itu.. hikkss.. hmm, mudahnya gini, sebagus apapun pak Hendra itu berpenampilan dia tetap aja gak bisa terlihat keren seperti Gusti..sekedar contoh sih, yang sering nonton sitkom OB di RCTI tentu tahu..

Penampilan berkaitan dengan Postur Tubuh

Tidak bisa dipungkiri, postur tubuh turut andil dalam menentukan seorang itu modis atau enggak. Meski bukan berarti orang dengan tubuh gemuk tidak bisa tampil modis atau sebaliknya, orang dengan proporsi tubuh ideal belum tentu juga bisa tampil modis. Tapi itu berlaku untuk kasus tertentu. Hampir semua kasus tentang penampilan tidak modis berkaitan dengan postur tubuh. Entah itu terlalu tinggi, terlalu kurus, terlalu gemuk, dada terlalau rata, dada terlalu besar, yah pokoknya yang terlalu-terlalu gitu deh. Entah pemikiran ini benar atau tidak tapi aku sudah banyak mengamati dan memperhatikan. Itulah mengapa sanggar-sanggar senam laris manis dan selalu ramai ibu-ibu atau remaja putri yang ingin punya tubuh ideal. Berbagai peralatan fitness menawarkan fungsi-fungsi pembentuk dan perbaikan bagian tubuh tertentu agar penampilan jadi indah. Kalau masih bisa diperbaiki sih masih mending. Tapi kalau memang udah dari sononya tubuh tidak ideal ya susah untuk diperbaiki. Inilah salah satu faktor yang membuat seseorang itu modis atau tidak modis.

Penampilan berkaitan erat dengan Selera

Selera itu bakat..talent..aku percaya banget sama hal itu. Ada orang yang kaya tapi seleranya biasa aja, ada orang yang secara ekonomi biasa aja tapi punya selera tinggi. Nah penampilan sehari-hari seseorang ditentukan pula oleh selera individu tersebut. Pernah lihat atau tahu kejadian kayak gini gak? Ada si A yang anaknya orang kaya, punya baju yang mahal-mahal namun gak pandai milih modelnya. Jadi saat dipakai bukannya terlihat bagus, malah jadinya norak. Trus si B yang tidak mampu beli baju mahal tapi punya selera bagus buat milih baju-baju yang pas buat dia. Seperti pengalamanku ini. Aku sama adikku tuh punya selera yang berbeda. Dan aku akui seleranya dia jauh lebih bagus dari aku terutama untuk urusan baju, dandan, aksesoris, dsb. Dengan uang saku yang nominalnya sama, namun dia bisa berpenampilan lebih modis dari aku, karena memang seleranya dalam memilih jauh lebih bagus. Jadi seringnya aku ngandelin adikku buat membantuku berpenampilan lebih modis. Caranya aku selalu minta ditemani dia saat shopping tapi sayangnya sih sekarang udah gak bis karena udah pisah kota. Dan seringnya selera itu akan terus melekat pada diri seseorang, seperti..it’s in our blood gitu.. jadi orang tuh bisa dengan mudah percaya aja sama pilihannya adikku ini, misalnya kalau nitip sesuatu ke dia pasti aku gak perlu memberikan detail muluk2 barang apa yang aku anggap bagus. Tapi cukup mempercayakan aja barang titipan ku pada seleranya dia. Udah pasti dapatnya barang yang bagus..

Penampilan itu urusan takdir

Aku sampai pada kesimpulan bahwa seseorang itu modis atau tidak adalah karena takdir. Kenapa begitu? Ini adalah hasil ngobrolku dengan teman yang senasib sama aku, sama-sama terlahir sebagai orang yang tidak modis hehehe..temanku ini punya kakak yang kurang lebih sama kayak adikku, terlahir untuk modis. Orang dengan bakat modis ditakdirkan untuk selalu berada dilingkungan yang juga modis. Mulai dari teman gaul, sekolah, sampai kerja..oleh takdir mereka ‘ditempatkan’ dikumpulan orang-orang keren. Begitupun dengan kakaknya temanku ini juga adikku. Seingatku dulu meski kita sekolahnya sama, kuliahpun sama tapi pergaulan kita dengan orang-orang yang berbeda. Aku selalu dengan kumpulan teman-teman yang bisa aja, sementara adikku selalu mendapat teman yang juga modis dan punya selera bagus. Kuliahpun meski di universitas sama tapi takdir membawaku ke fakultas fisipol yang semua mahasiswanya (angkatanku dulu) cenderung penampilannya biasa-biasan aja, dapat teman juga yang selalu biasa-biasa saja. Sementara adikku karena mungkin udah jalanNya pula akhirnya kuliah di Psikologi yang emang terkenal mahasiswanya modis-modis. Aku, meskipun bergaul dan bekerja dengan orang-orang keren tapi tidak pernah ada ditengah atau di depan. Dan pada akhirnya takdir pula yang ‘mengumpulkan’ aku dengan temanku ini huahaha.. pinginnya sih gak percaya sama pemikiran yang ini tapi bukti dan kenyataan demikian adanya hehehe..

Dukungan orang terdekat

Penampilan sangat berkaitan dengan andil orang terdekat, dalam hal ini tentunya suami/istri (bagi yang udah menikah), dan pacar bagi yang masih lajang. Beruntunglah jika punya pasangan yang mendukung untuk berpenampilan lebih modis. Tapi sayangnya tidak semua pasangan seperti itu. Ada pasangan yang tidak mau pasangannya tampil modis, maunya yang biasa-biasa aja. Inilah faktor yang membuat orang-orang yang tidak modis seperti aku susah untuk menjadi modis. Maunya tampil sedikit rapi dan gaya malah dikomentarin atau diketawain. Katanya gak cocok pake baju model gitu, terlalu terbuka, gak sesuai sama postur atau usia, dsb. Mau dandan juga gak didukung alias ditergesa-gesain, dibilang terlalu lambat lah..repot kan?? Tapi ada juga pasangan yang mau pasangannya selalu tampil rapi jali dan modis. Bahkan tidak segan-segan mengucurkan dana buat istri/pacaranya untuk mempercantik penampilan. Dan biasanya justru perempuan yang udah dari sononya terlahir modis lah yang berpasangan dengan lelaki tipe ini. Tapi ada juga sih yang ceweknya gak modis dan biasa-biasa aja tapi mendapat pasangan yang mendukung untuk tampil modis. Dianterin ke salon, shopping, dibeliin make-up agar perempuannya mau dandan, tapi berhubung perempuannya udah jiwanya tidak modis ya tetap aja susah buat ganti penampilan. Akhirnya ada yang aman alias hubungannya baik-baik aja dan ceweknya jadi modis, ada yang hubungannya aman dan ceweknya tetap biasa aja, tapi gak sedikit juga yang akhirnya si cewek malah kabur karena gak tahan merasa ‘dituntut’ untuk jadi orang lain hehehe..

Penampilan itu bisa diubah

Itu sudah pasti. Jelas sekali penampilanku udah jauh berubah (menurutku begitu). Dari yang dulunya asli culun cenderung tomboi pada jaman sekolah dan kuliah, apalagi kerja di media. Sekarang udah mending bisa tampil feminin karena udah menikah dan kerja dibidang pendidikan pula. Tapi kembali lagi, pembawaan yang tidak modis is in my blood. Perubahanku hanya karena tuntutan hiks..tapi sejatinya aku tetap culun. Intinya, meski udah berubah total penampilan tapi itu hanya luarnya, alias tetap aja aku orang culun.

Nyaman

Itu kunci utamanya. Apakah kita nyaman bila merubah penampilan, apakah penampilan modis akan membuat kita merasa lebih baik? Jelas bila modis membuat penampilan jadi baik, tapi apakah bisa kita membuat ‘merasa’ lebih baik? Kalau jawabnya iya, berarti udah satu langkah kamu melewati fase untuk bisa menuju modis. Tapi kalau itu membuat tidak nyaman dan tidak percaya diri mungkin memang harus balik ke penampilan asal. Untung aku sih gak separah itu untuk urusan nyaman dan gak nyaman, karena aku punya kecenderungan sikap fleksible. Penampilan kerja berubah lebih modis meski hanya karena tuntutan it’s okay..tetap enjoy. tapi lepas dari kantor aku kembali lagi ke asal, kembali apa adanya. Kaos oblong, celana ¾ atau panjang, jaket adalah kostum andalan hehe..

Intinya aku ini orang yang apa adanya tapi tidak pernah mau untuk menjadi seadanya. Tampil bersih, tidak BB, tidak bersisik adalah wajib. It’s me..just an ordinary women (ternyata not a girl anymore)..

19 Agt 2008

Zen Dalam Cangkir Teh

Seorang guru besar sebuah perguruan tinggi mengunjungi Nan-In, Guru Zen di Jepang.

Nan-In menuangkan teh ke dalam cangkir, dan meskipun cangkir telah penuh dia menuangkan terus.

Guru Besar berkata:”Guru, teh telah melimpah keluar cangkir. Janganlah menuang lagi”

Nan-In berkata: “Engkau percis cangkir ini, penuh dengan pandangan dan cara berfikirmu sendiri. Jika tak kau kosongkan cangkirmu terlebih dahulu, bagaimana saya mesti menunjukkan Zen padamu?

Mereka yang dipenuhi oleh pandangan-pandangannya sendiri akan tuli pada kata-kata bijak dari orang lain. Yang sering terjadi dalam diskusi antara dua orang adalah yang satu akan mendesakkan pandangannya pada yang lain. Akibatnya, ia tidak belajar apapun kecuali pandangan-pandangannya sendiri.


hmmm..biasanya memang begitu kalau lagi diskusi masalah agama antara dua orang yang beda keyakinan..


Hari Raya Galungan

Ada yang bilang kalau di Bali banyak liburnya karena banyak upacara dan hari raya benar juga lho. Minggu ini boleh jadi golden week buat karyawan dan pelajar. Sekarang kan lagi galungan. Libur terus (sayang nya aku nggak..). dimulai dari hari minggu 17 agustus yang merupakn hari kemerdekaan. Trus tanggal 18nya tanggal merah (padahal kan gak seharusnya libur, memangnya ada tuh peraturan pengganti tanggal merah yang jatuh di hari minggu? Duh pasti yang bikin kalender tuh gak mau rugi ya kalau jatah liburnya kepotong. Benar-benar peraturan yang aneh, seaneh istilah hari kejepit nasional.. dan aku mungkin bukan orang beruntung yang dapat menikmati hari kejepit itu hikss.. dulu waktu masih kerja di media gak kenal yang namanya hari minggu atau hari raya, apalagi hari kejepit. Sekarang kerja di pendidikan kirain bisa kayak pelajar atau mahasiswa yang bisa libur seperti mereka. Ternyata Cuma mahasiswanya aja yang libur, sedangkan kita tetap masuk. Kebetulan rangkaian Hari Raya Galungan kali ini jatuh pada tanggal 19, 20, 21 (penampahan, galungan, manis galungan). tuh kan bisa libur 5 hari berturut-turut. Sayangnya peraturan di kantorku liburnya Cuma pas tanggal 20 aja, yang libur 3 hari Cuma mahasiswanya. Boleh sih ambil cuti tapi kan aku gak pulang kampung jadi ya masuk kerja aja. Jadinya nih tetep aku gak bisa menikmati hari kejepit itu..

Jalan dan Kantor sepi

Rasanya seperti kerja di hari minggu saat dulu aku masih di Jogja. Sepi dan bawaanya gak ada semangat. Tapi sekarang lebih parah lagi karena sebagian jiwaku udah ada di hari raya galungan hehehe.. jalanan sepi, pasar aja yang masih ramai tadi, biasa lah, masih banyak orang yang berburu belanjaan in last minutes. Galungan yang lalu aku sempat belanja buah di Supermarket di H-2 Galungan, wuihh..membludak ibu-ibu yang juga mau belanja, udah kayak penjarah aja saling berebut untuk mendapatkan yang bagus, yang kalah dapatnya buat yang penyok hehehe..padahal harganya udah berlipat lho. Kali ini belanja buahnya di pasar aja karena ternyata jauh lebih murah dan buahnya pun tidak kalah segarnya karena pasti buah yang baru dipasok, maklum kan permintaan dipasar tinggi jadi pasokannya pasti sering.. dikantor Cuma ada sedikit manusia. Yang beragama hindu dan dari luar denpasar pasti udah pada mudik dari hari sabtu (the most of us), yang bukan Hindu tapi dari luar Denpasar juga udah mudik, memanfaatkan liburan panjang ini. Tinggallah yang Hindu dan bukan Hindu dan tinggal di Denpasar trus gak punya kampung halaman buat mudik (salah satunya aku..)

Banyak Makanan tapi belum boleh di Makan

Bukan karena sedang puasa lho. Tapi memang benar kalau galungan tuh banyak makanan tapi belum boleh dimakan karena mau di buat banten. Aneka buah-buahan segar, kue-kue, ayam betutu, semuanya tersedia namun tidak untuk dimakan hikss.. tapi bukan berarti tidak menyenangkan lho. Kegiatan bikin banten dengan menyusun buah, janur, bunga itu seru. Tidak sekedar membuat banten yang bagus dan rapi. Tapi juga ada nilai kesakralan disana. Nantinya banten yang udah disusun akan dihaturkan untuk sembahyang, sebagi ritual hari raya. Setelah selesai sembahyang baru deh bantennya boleh dimakan. Tapi Cuma kue dan buahnya aja lho, bunga dan janurnya bukan untuk dimakan manusia. Tapi kalau mau boleh sih.. Jadi pas hari H Galungan bakal banyak banget makanan hehehe..

Penjor Sepanjang Jalan

Penjor adalah bamboo tinggi yang dihiasi dengan berbagai janur dan daun-daunnya dengan berbagai bentuk. Biasanya dipasang di depan gapura rumah. Bagi wisatawan atau masyarakan yang tinggal di luar Bali, menyusuri jalan-jalan di Bali saat Galungan tentu menjadi pemandangan berkesan. Ini aku alamin juga pada Galungan satu tahun yang lalu (saat itu masih tinggal di Jogja dan jarang sekali ke Bali). Sungguh pemandangan yang eksotik. Sepanjang jalan, di kanan kiri terpasang penjor yang indah. Meriah banget, bahkan lebih meriah dari pada suasana jalan pada saat 17an. Benar-benar suasana bali banget yang terasa. Belum lagi lalu lalang penduduk local dengan pakaian adat yang mempesona. Mereka pasti pergi/pulang sembahyang atau silaturahmi. Kenapa aku bilang akan mempesona bagi mereka yang tinggal di luar Bali? Ya karena kalau udah tinggal di Bali pemandangan ini akan jadi biasa aja hehehe.. seperti dulu waktu aku masih di Jogja. Pergi ke Malioboro, Pasar Bringharjo, Muter daerah Kraton adalah hal yang biasa banget, serasa rutinitas aja, tapi beda kan kalau bukan orang Jogja. Ke Malioboro adalah pengalaman yang berkesan. Dulu aku merasa indah sekali menyusi jalanan di Bali. Jangankan tempat wisatanya, pantainya, pura-pura yang megah, atau pemandangan danau yang mempesona, bahkan hamparan sawah sepanjang Denpasar-Gilimanuk pun mengesankan bagiku. Tapi kalau sekarang sekarang? Ubud..biasaa…(huuu sombongnya..). makanya ayo-ayo..jalan-jalan ke bali pas galungan yukss..

gambar diambil dari : http://kenapakatakitakami.wordpress.com

Banten Bukan Buat Gaya-Gayaan

Dalam berbagai acara apapun bagi masyarakat Bali selalu menyertakan banten sebagai sarana upacara. Pasti banyak pertanyaan bagi orang luar, termasuk aku dulu. Buat apa sih itu semua. Boros dan sayang kan kalau buah sebanyak itu Cuma buat hiasan. Ternyata makna banten itu nyadnya atau sedekah. Tidak sekedar menyusun buah dan bunga. Tapi menyusun ketulusan untuk dihaturkan pada Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Kuasa. Bukan nilai seberapa indah banten yang dibuat, seberapa mahal bunga yang dirangkai, dan seberapa banyak buahnya, tapi seberaa tuluskah kamu dalam membuatnya. Itulah maknanya. Meski merangkai jeruk Sankist, apel Puji, anggur Red Globe, Pisang dari Kuba (jauh amat ya..) tapi kalau niatnya buat pemer dan gengsi ya gak ada artinya. Tapi kalau membuat dengat tulus iklas, meski hanya dengan jeruk pontianak, pisang susu, buah sawo, maka makna yang diperoleh pun akan dalam sekali. Buah atau makanan lain dalam banten bukanlah boros-borosan atau tindakan mubazir. Karena setelah acara selesai makanan tersebut boleh dimakan, biasanya untuk dibagi-bagi. Disinilah makna sedekah itu ada. Tapi kalau pas hari raya semua keluarga kan sudah bikin banten jadi ya banten kita makan sendiri, kalau tetap mau dibagi boleh juga sih.. kalau banten upacara bukan hari raya (misalnya melaspas, odalan, metatah, dsb) memang untuk dibagi, namanya juga hajatan, belum tentu orang lain hajatanya jatuh dihari yang sama kan? Terutama dibagi ke kerabat atau saudara yang udah membantu dalam upacaya yang diselenggarakan dirumah.
Tapi kalau dipikir-pikir. Saat galungan seperti ini ,mau gaya-gayaan atau tidak, tepap aja jatuhnya boros dan mahal kalau mau bikin banten (apalagi buat yang tidak iklas..) karena semua bahan untuk membuatnya mahal. Mulai dari janur jadi mahal, bunga mahal, buah apa lagi.. gak beda jauh dengan sembako yang melambung saat hari raya idul fitri tiba. Jadi gimana dong??? Intinya semampunya aja, gak usah menyiksa diri dan kantong demi gengsi. Iklas itu yang paling penting..

gambar diambil dari : http://singaraja.wordpress.com

Galungan is Porky Days

Mengapa begitu? Karena galungan adalah hari raya, itu artinya masak-masak besar, dan tradisinya yang dimasak adalah daging babi. Di keluarga mertua gak ada istilahnya hari raya=daging mahal. Karena saat hari raya justru berlimpah daging, ada aja yang datang mengantarkan daging hari raya, sampai bingung mau ditaruh mana karena freezer udah penuh. Mau gak mau ya langsung dimasak dengan aneka variari menu. Kalau udah gini biasanya indomie jadi andalan buat yang udah bosen atau gak mau makan menu babi. Mau beli makanan diluar mana ada warung buka.. eh tapi kayaknya tetap ada deh, bukankah mayoritas pedagang di Bali ini orang Jawa, jadi tetap buka dong kan mereka tidak berGalungan. ini dia contoh menu berbasic babi alias babi guling.. saiap mau..siapa mau..

gambar diambil dari : http://epicurious.wordpress.com

Angpao berlaku dimana-mana

Di bali banyak hari raya, banyak pula angpaonya. Setidaknya anak-anak disini menikmatinya dengan frekwensi yang lebih sering dibanding anak-anak lain. Kalau di muslim mungkin kan tradisinya Cuma ada di Hari Raya Idul Fitri aja, atau bagi yang Kristen atau katolik Cuma di Hari Natal aja, trus buat yang keturunan Tionghua Cuma ada di Imlek. Kalau anak bali bisa tiga kali dalam satu tahun. Karena Galungan dirayakan 2 kali dalam satu tahun dan ada lagi hari raya nyepi, meski jarang sih ada yang ngasih angpao di hari nyepi, tapi namanya juga hari raya, kemeriahan, makanan enak berlimpah, suka cita anak-anak tentu tetap ada dong.. hmm..beruntung sekali.. buat yang dewasa udah kerja apalagi udah berkeluarga nih tekor. Harus menyediakan THR 3 kali dalam setahun, belum lagi kalau punya sanak saudara yang beragama lain. Mulai dari Islam, hindu, ampe Kristen ada semua, sepupu-sepupu atau keponakan kecil. Dana THR Idul Fitri, Galungan, Kado Natal, huihhh...lagi mengingat-ngingat nih, ada gak ya saudaraku yang Tionghua atau menikah dengan orang Tionghua? Hehehe..

Hari Raya = Baju Baru

Ternyata tradisi baju baru juga berlaku di hari raya lainnya, tidak hari Idul Fitri aja lho. Tapi disini baju barunya lain, yang dibeli bukan baju-baju biasa untuk bepergian atau silaturahmi. Tidak lain dan tidak bukan adalah kebaya dan kain, atau perlengkapan baju sembahyang buat yang cowok. Aku dan suami sih untuk saat ini tidak tidak/belum larut dalam tradisi itu. Entahlah bagi suami saat dia masih kecil. Pasti larut juga dalam tradisi baju baru hari raya, seperti halnya aku dulu, bahkan ampe kuliahpun masih aja ribut beli-beli baju buat hari raya hehehe.. tapi sekarang jadi mikir nih kalau udah punya anak, waduh...kalau setahun hari raya ampe 3 kali, trus berapa dong nyiapin dananya hehehe..(belum lagi kalau lebaran mau sungkem ke rumah mbahnya di Jawa saat idul fitri, pasti mau beli baju baru juga.. ehm..perlu nyiapin baju koko kah buat bli buat silaturahmi di Jawa nanti???)

My Otonan Day

Hari Galungan juga jadi hari otonanku..uhuuu..seumur hidup aku belum pernah merayakan otonan. Bagi orang Hindu Bali, peringatan hari lahir itu setiap datangnya hari Oton, jadi mulai dari Harinya, pasaran (pahing, pon, legi dsb), dan wuku (langkir, shinta, dungulan, dsb). Kalau peringatan hari lahir yang umum kan biasanya hanya tanggal kelahiran, tapi kalau di masyarakat Bali adalah Otonan. Satu oton adalah sekitar 6/7 bulan karender gitu deh. Kalau anak lahir, hari lahirnya dihitung 1 oton, 2 oton, 3 oton..dst gitu deh. Dan tiap otonan biasanya dibikinkan banten oton buat anak/orang tsb. Berhubung aku orang jawa ya gak pernah diotonin, lha wong otonnya apa gak tahu. Tahunya Cuma tangggal, hari, dan pasaran aja, sementara wuku tidak jadi perhitungan buat kebanyakan kalender jawa. Jadi beda sama kalender di bali. Setelah menikah sama orang bali nih baru nyari-nyari otonku apa. Setelah bli searching di internet dengan memasukkan tanggal lahirku baru deh tahu kalau otonku tuh Budha Kliwon Dungulan, dan itu bertepatan dengan hari raya galungan. Aku lahir pada saat datangnya kemenangan Dharma atas adharma. Senengnya beroton pas hari raya, serasa lahir di 1 Syawal aja. Jadi tambah merasa, this is my way.. I was born in Galungan Day, membawa sifat-sifat Kamajaya yang lembut hati dan penuh cinta menikah dengan Buta Kala huahaha… Kemarin waktu bli nanyain mau gak dibikinkan banten oton atau diotonin aku bilang gak mau. Kasihan kan ibu udah sibuk bikin banten hari raya banyak. Lagian aku merasa nyaman dengan perayaan ulang tahun konvensional aja.

BTW met Hari Raya Galungan ya Buat semua Anda yang merayakan..

11 Agt 2008

Week End Kemarin Part II

Hmm..menikmati sanur village festival udah, kamis malam lalu. Tidak banyak yang bisa dinikmati, kecuali sih buat mereka yang hobby makan-makanan enak, kayaknya festival ini wajib. Modelnya kayak bazaar gitu di arena terbuka dekat pantai Sindhu. Pertama tentang pameran kartun internasionalnya. Dengan embel-embel kata internasional dan peserta yang notabene adalah kartunis handal dari berbagai negara, pamerannya terkesan asal-asalan. Hanya di display di papan-papan panel di area yang seharusnya not recomended. Masak sih pameran kartun internasional diadainnya di bawah tenda terbuka gitu yang atapnya pakai terpal.. apalagi dengan target pengunjung para wisatawan, hmm kalau boleh kejam sih nilai 6 cukuplah..hmm..apa karena kebiasaan nonton pameran digaleri yah, jadi tempat ini rasanya gak nyaman. aku sendiri tidak begitu antusias dengan pameran ini, mungkin juga karena sebelum nonton aku udah baca dan lihat katalognya. Jadi gambar yang dipamerkan bukan lagi kejutan. Apalagi beberapa gambar sudah ditunjukkan di seminar huuuh..kayaknya aku pantas menyesal karena lihat catalog duluan sebelum nonton pamerannya. Meski dikatalog dan gambar aslinya jelas beda, karena catalog Cuma hitam putih, tapi aku udah kehilangan greget. Pameran yang diprakarsai oleh BogBog ini juga jadi semacam media promonya BogBog gitu deh.. tergoda buat beli bundelnya edisi tahunan bogbog tapi kok mahal ya..uhuk..uhuk.. masak harganya sama kayak HP seri 7..

Pameran fotografi tentang bali dan Going Green. It.s Okay.. meski tempatnay sempit dan karya yang dipamerin dikit tapi cukup membuat penikmat nyaman. Jadi mikir kenapa pameran kartunnya nggak di ruangan aja setidaknya yang lebih mendukung dari segi pencahayaan dan pengaturan disply gitu.. kembali ke pameran fotografi, masih seputar going green juga, tapi ada selipan foto-foto bali tempo dulu. Tapi kok kesannya jadi eksploitasi keluguan perempuan bali ya. Memang sih jaman dulu budayanya perempuan bali tidak pakai penutup dada alias kemben seperti orang jawa. Jadi Cuma kain/jarik aja trus pake selendang di pinggang, dan penutup kepala juga dari lilitan selendang. Mereka tidak pakai baju jadi kalau yang lihat pikiranya udah parno ya jadi parno aja, tapi kalau lihatnya dengan sense yang lebih ‘berpendidikan’ ya memang itulah tradisi orang jaman dulu..lugu dan primitif. Beda dengan foto karya fotografer yang ditampilin di PKB yang membawa pesan Bali eksotik, fotografer yang ini (lupa namanya) membawa pesan eksploitasi. Terutama dari segi pengarahan gaya, pokoknya gak asyik sama sekali deh.. tapi kalau foto-foto going greennya sih Ok, hanya saja kenapa kok obyeknya melulu pantai ya..

Trus yang paling menonjol tentu food bazaar-nya. Ini harusnya jadi agenda wajib acara wisata kuliner nih. Jadi modelnya kayak festival jajanan bango gitu tapi yang bazaar adalah menu hotel-hotel dan restoran berbintang di bali. Kapan nih bisa menikmati menu sushi, aneka kebab dari timur tengah, gulai India, aneka menu eropa khas hotel berbintang, sampai jenis-jenis wine dari berbagai merk dunia ada. Ketinggalan nih arak dan tuak karangasem. Namanya juga foot bazaar jadi ya kayak benar-benar tempatnya di stand-stand di tanah lapang gitu. Trus yang paling menarik tentu pertunjukan keseniannya. Kebetulan pas kami kesana sedang berlangsung tari barong yang terkenal itu. Ini sih kesenian tradisional bali tapi jarang dipentaskan untuk umum. Kalaupun ada pentas biasanya di hotel-hotel atau privat area gitu. Jadi ini kesempatan nih..kapan lagi bisa nonton barong.. Intinya, selain barong.. tidak puas aku pada kunjngan festival kali ini. Semoga lain kali bisa lebih menyenangkan..

Petualang berikutnya adalah waterboom..yeahh..ini yang aku tunggu. Akhirnya puas juga menikmati aneka permaian disana. Semua sudah aku coba, mulai dari yang biasa-biasa aja sampai yang ekstrim. Kecuali smash down yang kata bli paling dasyat dibanding yang lain..aku sih nyerah, lihat arenanya yang curam itu aja udah ngeri. Masih mending boomerang sama superbowl. Meski ngantre tapi terbayar kok dengan serunya. Cuma sempat coba satu kali aja setiap permainan karena naiknya tinggi dan kadang ngantere. Cuma lazy river aja yang berlama-lama.. Ada kali kalau 6 putaran hehe.. aku pikir sih bisa romantis karna perginya berduaan..tapi bli malah bolak-balik bikin aku ngeri dengan ulahnya yang bisa bikin aku tenggelam. Mungkin karena arena yang satu ini tidak menantang baginya jadi dia disibukkan dengan beragai ide agar perjalanan lazy river jadi seru..uh..senangnya. saat aku tanya.. are you having fun ? dengan riangnya bli jawab yeahh..of course..hmm seneng deh, suamiku gak bete seperti kalau aku nemeni aku jalan-jalan di mall.. iya deh..lain kali gak minta lagi ditemani ke mall, cuma minta dibayarin belanja di mall ajahh..

7 Agt 2008

Going Green & Selamatkan Bumi

Going Green 2008.. seberapa pedulikah kita terhadap lingkungan?? Kenapa ya tema postingan kali ini Going Green, karena eh karena ini juga yang menjadi tema Cantoon Exibiton di Sanur Vilage Festival. Gara-garanya kemarin itu aku dapat tugas dampingin para mahasiswa ikut menghadiri seminar dan workshop kartun yang diadain Pakarti, perhimpunan kartunis Indonesia gitu deh. Event Sanur Festival Village ini bakal menjadi pengalaman pertamaku. Pingin nonton ah..habis kayaknya menarik. Setelah baca-baca disini sepertinya ini gak boleh dilewatkan. Moga sempat tulis cerita kunjunganku kesana ya hehehe..

Ngomongin soal Going Green, luas banget cakupanya. Reboisasi yang dulu kita kenal dalam pelajaran IPA dan IPS di SD juga bisa menjadi bagian Going Green. Tema Going Green ini diambil sebagai respon atas efek pemanasan global yang sedang jadi isu bahkan udah sedang dan akan terus melanda bumi kita. Kita gak bisa menghentikan pemanasan global, yang bisa kita lakukan sekarang adalah mengurangi dampaknya. Dengan cara bagaimana ? ya banyak banget caranya.. bisa dengan mulai berhemat energi. Misalnya dengan mematikan alat elektronik saat tidak digunakan. Dulu aku orang yang tergolong cuek untuk urusan pemakaian listrik. Sukanya tidur di kamar dengan intensitas cahaya yang terang-benderang, nyalain TV seharian meski ditinggal-tinggal kesana kemari, dsb. Sekarang aku mungkin jadi salah satu orang yang cerewet jika melihat hal-hak yang berkaitan dengan pemborosan energi. Gemes sekali rasanya melihat charger yang masih menempel di stop kontak padahal hpnya udah di cabut, melihat lampu kamar nyala padahal lagi gak ada orangnya, tahu AC atau kipas angin nyala meski udara tidak panas..d..l..l.. awalnya sih malas melakukan itu semua. Pasti muncul pikiran..ah Cuma segitu aja kok, gak bakal ngaruh pada pemborosan energi dan pembayaran tagihan listrik.. tapi sejak nonton film Ice Age 1, 2, 3..tentang mencairnya es di kutub dan para binatang imut yang tidak berdaya itu harus dilanda bencana banjir bandang membuat aku miris. Kalau di Jakarta yang kebanjiran sih masih bisa ngungsi ke bukit, puncak, atas jembatan, bahkan bisa nginep di hotel. Nah para anggota komunitas kutub itu harus ngungsi kemana coba. Jangankan hotel, orang daratan tempat mereka berpijak aja udah meleleh jadi hamparan samudra yang tiada tara.. astaga..!!! pasti kondisi seperti ini yang terjadi ya, mengingat mencairnya es di kutub bukan sekedar khayalan semata. Itu telah dan sedang terjadi lho.. jadi siapa bilang Ice Age itu tontonan menghibur.. iya sih menghibur itu jelas, tapi dibalik itu ada makna yang dalam. Tentang peringatan bahwa apapun yang kita lakukan meski itu disekitar garis khatulistiwa akan berdampak pula sampai ke kutub. Dahsyat banget kan. Jadi kalau aku cuek pada hal-hal kecil tersebut, nuraniku bakal berteriak.. hei..ingatlah pada beruang kutub.. pada para penguin..pada para anjing laut yang kepanasan dan kebanjiran. Bagaimana pun juga banjir itu lambat laun akan merembet juga sampai ke tanah Bali ini. Secara Bali pulau yang kecil dan dikelilingi laut. Bisa-bisa punah kita, karena yang nampak jadi daratan tinggal puncak-puncak gunung Agung saja.. naiknya permukaan laut bukan sekedar isapan jempol hiii…

Mengubah pola makan ternyata juga dapat membantu mengurangi efek pemanasan global. Awalnya sih aku ketawa aja..memangnya bisa. Dan setelah baca artikel Bumi Kita Butuh Langkah Cepat, Please Go Vegie aku jadi takjub, sebegitu berartikah gaya hidup vegetarian dalam mempengaruhi kelangsungan hidup di muka bumi? Aku sih belum mampu untuk sepenuhnya menjadi vegetarian. Meski bukan penggemar makanan berdaging namun kalau udah dihadapkan pada sepiring sate yang coklat-coklat hampir gosong dan bumbu kacang kental dengan irisan bawang merah mentah wuiihh..siapa yang bisa nolak.. namun sejak bergaul dengan artikel-artikelnya dee dan temanku yang penganut Hare Khrisna itu ehh.. jadi terbersit juga buat memulai.. bukan memulai langsung menjadi vegetarian tapi memulai mengurangi intensitas makan-makanan berdaging binatang hehehe.. ngomong-ngomong soal vegetarian, rasanya istilah ini sudah tidak asing lagi. Ada yang menjadikan vegetarian pilihan karena kepercayaan, alasan kesehatan, maupun biar sekedar dikatakan keren. Memang sih kalau vegetarian tuh kayaknya keren gitu karena jarang yang dapat melakukannya.. tapi aku mulai menemukan alasan baru untuk menjadi vegetarian, yaitu misi menyelamatkan bumi..wuaaa lebih keren kan.. tidak harus jadi anggotanya Mission Impossible atau jadi anggotanya sailormoon deh buat ikut bantu menyelamatkan bumi. Dengan menahan diri untuk tidak mengkonsumsi daging ternyata dapat membuat kita menjadi penyelamat bumi..

WeekEnd kemarin..

Liburan kemarin tuh ceritanya ada outbond bareng teman-teman.. seru dan berhubung berkaitan dengan kerjaan jadi ini aja deh foto-fotonya.

Tracking ke Air Terjun Sekumpul. Tepatnya berada di desa Sekumpul, kecamatan Sawan, Buleleng. Seperti halnya banyak sekali tempat indah di Indonesia lainnya, alias belum semua terekspose, ini dia salah satunya. Air terjun yang menjulang tinggi degan medan yang sebenarnya sulit untuk dicapai. Tetapi berhubung jalan tembusnya sudar ditata buat pengunjung jadinya bisa enjoy mencapainya. Selain kaki yang terasa cenut-cenut keesokan hatinya, tidak ada tantangan lain yang berarti. Semua lelah dan capek akn terbayar deh jika udah nyampe ke air terjunnya. Kembali ke masalah terekpose dan belum terekspose, air terjun ini memang belum banyak diketahui keberadaannya. Kecuali oleh warga di sekitar daerah tersebut dan wisatawan-wisatawan yang pernah ke sana berkat informasi dari mulut ke mulut. Jadi buat anda-anda yang hobby mengunjungi tempat indah namun belum banyak diketahui orang, tempat ini bisa menjadi salah satu target petualangan anda berikutnya.

Tempatnya lumayan terpencil sih. Menuju desa Sekumpulnya aja hampir 1 jam dari kota Singaraja. Medannya berkelok-kelok dan mendaki namun jalannya sadah dengan mudah diakses karena sudah beraspal..
Kalau nyampe di sana harus hati-hati kalau mau berfoto atau ngambil video. Jaga lensa kamera anda. Aliran airnya sangat desar dan tinggi jadinya cipratan air kemana-mana. Jangan
sampai momen yang susah payah dicapai dengan perjuangan kaki kram dan linu jadi kabur berantakan gara-gara lensa lamera tertutup muncratan air hehehe..


Nah kalau yang ini di pantai Lovina. Pantainya tenang..pokoknya hampir tidak terdengar debur ombak. Jadi tempat ini tidak remended bagi yang hobby surfing dan penggemar olah raga air yang ekstrim. Disana cocoknya buat yang ingin liburan pantai nyantai, dan tenang. Cocok buat aku yang gak suka tantangan di air. Lovina juga terkenal dengan wisata lumba-lumbanya. Jadi kalau pingin mau melihat lumba-lumba secara langsung bisa sewa perahu-perahu ini..


Kolam renang hotel tempat menginap.. dingin bo’!!

1 Agt 2008

Televisi

Nonton tv boleh jadi adalah hobby yang paling murah dan gampang sekali dilakukan. Mulai dari anak bayi sampai orang tua dengan mudah dapat melakukannya. Televisi juga merupakan sarana hiburan yang paling mudah diakses. Melibatkan audio dan visial sehingga apa yang mampu disajikan oleh sebuah telesivi dengan mudah dinikmati dan dicerna oleh siapa saja. Berkembangnya puluhan stasiun televisi swasta nasional, bahkan ratusan televisi local turut mewarnai dinamika masyarakat kita saat ini. Inipun masih ditambah lagi dengan berbagai pilihan tayangan regional maupun internasional melalui jaringan televisi berlangganan. Disadari atau tidak, televisi sudah selayakya udara dengan berbagai senyawa ataupun unsur yang terkandung di dalamnya. Ada oksigen, karbondioksida, hydrogen, nikotin, sampai gas-gas lainnya yang tidak berguna bahkan ada juga yang mengandung racun. Begitupun dengan berbagai tayangan televisi yang ada. Sebagian kecil seperti oksigen, kita butuhkan untuk kesehatan, namun banyak juga tayangan yang selayaknya racun diudara yang tanpa kita sadari turut terhirup, mengendap, dan akhirnya menjadi racun bagi tubuh. Tayangan televisi yang tidak sehat akan menjadi polutan yang mencemari pikiran dan hati.. hikks..

Hmmm..paragraf yang hebat untuk sebuah postingan blog. Gara-garanya semalam nonton TV sama bli. Dari sekian chanel tayangan televisi yang tertangkap oleh televisi mungil kami, tidak ada tayangan yang sesuai dengan keinginan dan standar tontonan yang kami harapkan..hmm.. akhirnyalah seperti biasanya, pilihan jatuh pada tayangan metro tv tentang dokumenter meletusnya gunung St.Helen. Tayangan dokumenter seperti ini sudah menjadi menjadi langganan kami saat lagi ingin bersantai-santai dirumah sambil nonton televisi. Sementara stasiun tv lainnya sibuk berebut rating dengan berbagai tayangan sinetron yang itu-itu aja, mengumbar hal yang begitu, jalan cerita yang melulu itu, semuanya serba itu-itu saja..pada jam-jam prime time. Kami mungkin hanya segelintir orang yang merasa prihatin dengan tayangan televisi yang ada (swasta nasional maksudnya..) sehingga menjadikan nonton TV adalah hal yang malas untuk dilakukan. Selepas nonton tayangan documenter kami kembali disibukkan dengan aktivitas pilih-pilih acara tv lagi, yang akhirnya terpilihlah documenter tentang kehidupan binatang. Untungnya masih ada stasiun tv yang masih memperdulikan isi kepala bangsa ini dari pada pundi-pundi yang bisa mereka dapatkan jika menayangkan sinetron-sinetron kejar tayang seperti stasiun TV lainnya. Memoriku kembali mengembara..(istilahnya gitu-gitu amat..) pada masa sekitar 20 tahun lampau. Dulu acara Flora dan fauna di TVRI juga menjadi acara favoritku waktu kecil. Sebenarnya masih ada tontonan alternatif yang sangat sarat pendidikan. Acara-acara stasiun tv lokal sangat informatif dan mendidik namun ya itu.. mata ini sedang membutuhkan belaian manja secara visual hehehe..

Seperti biasanya, acara nonton televisi tidak pernah berlangsung lama bagi kami. Karena pada akhirnya pasti berujung pada kata-kata “matikan televisi..lebih baik dengar musik sambil baca buku..” atau “...kita nonton film aja yuk..”