11 Agt 2008

Week End Kemarin Part II

Hmm..menikmati sanur village festival udah, kamis malam lalu. Tidak banyak yang bisa dinikmati, kecuali sih buat mereka yang hobby makan-makanan enak, kayaknya festival ini wajib. Modelnya kayak bazaar gitu di arena terbuka dekat pantai Sindhu. Pertama tentang pameran kartun internasionalnya. Dengan embel-embel kata internasional dan peserta yang notabene adalah kartunis handal dari berbagai negara, pamerannya terkesan asal-asalan. Hanya di display di papan-papan panel di area yang seharusnya not recomended. Masak sih pameran kartun internasional diadainnya di bawah tenda terbuka gitu yang atapnya pakai terpal.. apalagi dengan target pengunjung para wisatawan, hmm kalau boleh kejam sih nilai 6 cukuplah..hmm..apa karena kebiasaan nonton pameran digaleri yah, jadi tempat ini rasanya gak nyaman. aku sendiri tidak begitu antusias dengan pameran ini, mungkin juga karena sebelum nonton aku udah baca dan lihat katalognya. Jadi gambar yang dipamerkan bukan lagi kejutan. Apalagi beberapa gambar sudah ditunjukkan di seminar huuuh..kayaknya aku pantas menyesal karena lihat catalog duluan sebelum nonton pamerannya. Meski dikatalog dan gambar aslinya jelas beda, karena catalog Cuma hitam putih, tapi aku udah kehilangan greget. Pameran yang diprakarsai oleh BogBog ini juga jadi semacam media promonya BogBog gitu deh.. tergoda buat beli bundelnya edisi tahunan bogbog tapi kok mahal ya..uhuk..uhuk.. masak harganya sama kayak HP seri 7..

Pameran fotografi tentang bali dan Going Green. It.s Okay.. meski tempatnay sempit dan karya yang dipamerin dikit tapi cukup membuat penikmat nyaman. Jadi mikir kenapa pameran kartunnya nggak di ruangan aja setidaknya yang lebih mendukung dari segi pencahayaan dan pengaturan disply gitu.. kembali ke pameran fotografi, masih seputar going green juga, tapi ada selipan foto-foto bali tempo dulu. Tapi kok kesannya jadi eksploitasi keluguan perempuan bali ya. Memang sih jaman dulu budayanya perempuan bali tidak pakai penutup dada alias kemben seperti orang jawa. Jadi Cuma kain/jarik aja trus pake selendang di pinggang, dan penutup kepala juga dari lilitan selendang. Mereka tidak pakai baju jadi kalau yang lihat pikiranya udah parno ya jadi parno aja, tapi kalau lihatnya dengan sense yang lebih ‘berpendidikan’ ya memang itulah tradisi orang jaman dulu..lugu dan primitif. Beda dengan foto karya fotografer yang ditampilin di PKB yang membawa pesan Bali eksotik, fotografer yang ini (lupa namanya) membawa pesan eksploitasi. Terutama dari segi pengarahan gaya, pokoknya gak asyik sama sekali deh.. tapi kalau foto-foto going greennya sih Ok, hanya saja kenapa kok obyeknya melulu pantai ya..

Trus yang paling menonjol tentu food bazaar-nya. Ini harusnya jadi agenda wajib acara wisata kuliner nih. Jadi modelnya kayak festival jajanan bango gitu tapi yang bazaar adalah menu hotel-hotel dan restoran berbintang di bali. Kapan nih bisa menikmati menu sushi, aneka kebab dari timur tengah, gulai India, aneka menu eropa khas hotel berbintang, sampai jenis-jenis wine dari berbagai merk dunia ada. Ketinggalan nih arak dan tuak karangasem. Namanya juga foot bazaar jadi ya kayak benar-benar tempatnya di stand-stand di tanah lapang gitu. Trus yang paling menarik tentu pertunjukan keseniannya. Kebetulan pas kami kesana sedang berlangsung tari barong yang terkenal itu. Ini sih kesenian tradisional bali tapi jarang dipentaskan untuk umum. Kalaupun ada pentas biasanya di hotel-hotel atau privat area gitu. Jadi ini kesempatan nih..kapan lagi bisa nonton barong.. Intinya, selain barong.. tidak puas aku pada kunjngan festival kali ini. Semoga lain kali bisa lebih menyenangkan..

Petualang berikutnya adalah waterboom..yeahh..ini yang aku tunggu. Akhirnya puas juga menikmati aneka permaian disana. Semua sudah aku coba, mulai dari yang biasa-biasa aja sampai yang ekstrim. Kecuali smash down yang kata bli paling dasyat dibanding yang lain..aku sih nyerah, lihat arenanya yang curam itu aja udah ngeri. Masih mending boomerang sama superbowl. Meski ngantre tapi terbayar kok dengan serunya. Cuma sempat coba satu kali aja setiap permainan karena naiknya tinggi dan kadang ngantere. Cuma lazy river aja yang berlama-lama.. Ada kali kalau 6 putaran hehe.. aku pikir sih bisa romantis karna perginya berduaan..tapi bli malah bolak-balik bikin aku ngeri dengan ulahnya yang bisa bikin aku tenggelam. Mungkin karena arena yang satu ini tidak menantang baginya jadi dia disibukkan dengan beragai ide agar perjalanan lazy river jadi seru..uh..senangnya. saat aku tanya.. are you having fun ? dengan riangnya bli jawab yeahh..of course..hmm seneng deh, suamiku gak bete seperti kalau aku nemeni aku jalan-jalan di mall.. iya deh..lain kali gak minta lagi ditemani ke mall, cuma minta dibayarin belanja di mall ajahh..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar