23 Agt 2008

Modis itu Takdir

Apakah benar penampilan itu bisa dirubah??
Sering kan nonton cerita sinetron atau telenovela yang cerita awalnya nih cewek dari kalangan biasa dengan penampilan biasa bahkan cenderung norak trus berubah status bisa berubah jadi cantik dan modis, yang awalnya kutu buku dengan kaca mata tebal dan penampilan culun trus berubah penampilan jadi cewek modis abis, ya seperti cerita Betty Lafea lah.. kalau menurutku itu sesuatu yang hampir tidak mungkin. Penampilan bukanlah sesuatu yang bisa dirubah dengan instan. Ada beberapa hal yang membuatku berpendapat begitu.

Penampilan erat kaitannya dengan pembawaan

Pembawaan itu cakupannya luas banget. Mulai dari gesture, cara bersikap sehari-hari, bersikap pada lingkungan, semuanya mempengaruhi pembawaan. Ada orang tertentu dengan pembawaan yang culun, dan ada juga yang memang terlahir dengan pembawaan yang udah keren dari sononya. Misalnya aja aku sama adikku. Meskipun kita berdua terlahir dari rahim yang sama namun pembawaanku cenderung culun beda sama adikku yang terlahir modis. Meski memakai baju dengan model dan merk yang sama, tetap aja tidak bisa tampil sekeren dia. Bahkan meski diakali dengan aksesori yang lebih mahal dan elegan tetap saja penampilanku tidak sebagus adikku itu.. hikkss.. hmm, mudahnya gini, sebagus apapun pak Hendra itu berpenampilan dia tetap aja gak bisa terlihat keren seperti Gusti..sekedar contoh sih, yang sering nonton sitkom OB di RCTI tentu tahu..

Penampilan berkaitan dengan Postur Tubuh

Tidak bisa dipungkiri, postur tubuh turut andil dalam menentukan seorang itu modis atau enggak. Meski bukan berarti orang dengan tubuh gemuk tidak bisa tampil modis atau sebaliknya, orang dengan proporsi tubuh ideal belum tentu juga bisa tampil modis. Tapi itu berlaku untuk kasus tertentu. Hampir semua kasus tentang penampilan tidak modis berkaitan dengan postur tubuh. Entah itu terlalu tinggi, terlalu kurus, terlalu gemuk, dada terlalau rata, dada terlalu besar, yah pokoknya yang terlalu-terlalu gitu deh. Entah pemikiran ini benar atau tidak tapi aku sudah banyak mengamati dan memperhatikan. Itulah mengapa sanggar-sanggar senam laris manis dan selalu ramai ibu-ibu atau remaja putri yang ingin punya tubuh ideal. Berbagai peralatan fitness menawarkan fungsi-fungsi pembentuk dan perbaikan bagian tubuh tertentu agar penampilan jadi indah. Kalau masih bisa diperbaiki sih masih mending. Tapi kalau memang udah dari sononya tubuh tidak ideal ya susah untuk diperbaiki. Inilah salah satu faktor yang membuat seseorang itu modis atau tidak modis.

Penampilan berkaitan erat dengan Selera

Selera itu bakat..talent..aku percaya banget sama hal itu. Ada orang yang kaya tapi seleranya biasa aja, ada orang yang secara ekonomi biasa aja tapi punya selera tinggi. Nah penampilan sehari-hari seseorang ditentukan pula oleh selera individu tersebut. Pernah lihat atau tahu kejadian kayak gini gak? Ada si A yang anaknya orang kaya, punya baju yang mahal-mahal namun gak pandai milih modelnya. Jadi saat dipakai bukannya terlihat bagus, malah jadinya norak. Trus si B yang tidak mampu beli baju mahal tapi punya selera bagus buat milih baju-baju yang pas buat dia. Seperti pengalamanku ini. Aku sama adikku tuh punya selera yang berbeda. Dan aku akui seleranya dia jauh lebih bagus dari aku terutama untuk urusan baju, dandan, aksesoris, dsb. Dengan uang saku yang nominalnya sama, namun dia bisa berpenampilan lebih modis dari aku, karena memang seleranya dalam memilih jauh lebih bagus. Jadi seringnya aku ngandelin adikku buat membantuku berpenampilan lebih modis. Caranya aku selalu minta ditemani dia saat shopping tapi sayangnya sih sekarang udah gak bis karena udah pisah kota. Dan seringnya selera itu akan terus melekat pada diri seseorang, seperti..it’s in our blood gitu.. jadi orang tuh bisa dengan mudah percaya aja sama pilihannya adikku ini, misalnya kalau nitip sesuatu ke dia pasti aku gak perlu memberikan detail muluk2 barang apa yang aku anggap bagus. Tapi cukup mempercayakan aja barang titipan ku pada seleranya dia. Udah pasti dapatnya barang yang bagus..

Penampilan itu urusan takdir

Aku sampai pada kesimpulan bahwa seseorang itu modis atau tidak adalah karena takdir. Kenapa begitu? Ini adalah hasil ngobrolku dengan teman yang senasib sama aku, sama-sama terlahir sebagai orang yang tidak modis hehehe..temanku ini punya kakak yang kurang lebih sama kayak adikku, terlahir untuk modis. Orang dengan bakat modis ditakdirkan untuk selalu berada dilingkungan yang juga modis. Mulai dari teman gaul, sekolah, sampai kerja..oleh takdir mereka ‘ditempatkan’ dikumpulan orang-orang keren. Begitupun dengan kakaknya temanku ini juga adikku. Seingatku dulu meski kita sekolahnya sama, kuliahpun sama tapi pergaulan kita dengan orang-orang yang berbeda. Aku selalu dengan kumpulan teman-teman yang bisa aja, sementara adikku selalu mendapat teman yang juga modis dan punya selera bagus. Kuliahpun meski di universitas sama tapi takdir membawaku ke fakultas fisipol yang semua mahasiswanya (angkatanku dulu) cenderung penampilannya biasa-biasan aja, dapat teman juga yang selalu biasa-biasa saja. Sementara adikku karena mungkin udah jalanNya pula akhirnya kuliah di Psikologi yang emang terkenal mahasiswanya modis-modis. Aku, meskipun bergaul dan bekerja dengan orang-orang keren tapi tidak pernah ada ditengah atau di depan. Dan pada akhirnya takdir pula yang ‘mengumpulkan’ aku dengan temanku ini huahaha.. pinginnya sih gak percaya sama pemikiran yang ini tapi bukti dan kenyataan demikian adanya hehehe..

Dukungan orang terdekat

Penampilan sangat berkaitan dengan andil orang terdekat, dalam hal ini tentunya suami/istri (bagi yang udah menikah), dan pacar bagi yang masih lajang. Beruntunglah jika punya pasangan yang mendukung untuk berpenampilan lebih modis. Tapi sayangnya tidak semua pasangan seperti itu. Ada pasangan yang tidak mau pasangannya tampil modis, maunya yang biasa-biasa aja. Inilah faktor yang membuat orang-orang yang tidak modis seperti aku susah untuk menjadi modis. Maunya tampil sedikit rapi dan gaya malah dikomentarin atau diketawain. Katanya gak cocok pake baju model gitu, terlalu terbuka, gak sesuai sama postur atau usia, dsb. Mau dandan juga gak didukung alias ditergesa-gesain, dibilang terlalu lambat lah..repot kan?? Tapi ada juga pasangan yang mau pasangannya selalu tampil rapi jali dan modis. Bahkan tidak segan-segan mengucurkan dana buat istri/pacaranya untuk mempercantik penampilan. Dan biasanya justru perempuan yang udah dari sononya terlahir modis lah yang berpasangan dengan lelaki tipe ini. Tapi ada juga sih yang ceweknya gak modis dan biasa-biasa aja tapi mendapat pasangan yang mendukung untuk tampil modis. Dianterin ke salon, shopping, dibeliin make-up agar perempuannya mau dandan, tapi berhubung perempuannya udah jiwanya tidak modis ya tetap aja susah buat ganti penampilan. Akhirnya ada yang aman alias hubungannya baik-baik aja dan ceweknya jadi modis, ada yang hubungannya aman dan ceweknya tetap biasa aja, tapi gak sedikit juga yang akhirnya si cewek malah kabur karena gak tahan merasa ‘dituntut’ untuk jadi orang lain hehehe..

Penampilan itu bisa diubah

Itu sudah pasti. Jelas sekali penampilanku udah jauh berubah (menurutku begitu). Dari yang dulunya asli culun cenderung tomboi pada jaman sekolah dan kuliah, apalagi kerja di media. Sekarang udah mending bisa tampil feminin karena udah menikah dan kerja dibidang pendidikan pula. Tapi kembali lagi, pembawaan yang tidak modis is in my blood. Perubahanku hanya karena tuntutan hiks..tapi sejatinya aku tetap culun. Intinya, meski udah berubah total penampilan tapi itu hanya luarnya, alias tetap aja aku orang culun.

Nyaman

Itu kunci utamanya. Apakah kita nyaman bila merubah penampilan, apakah penampilan modis akan membuat kita merasa lebih baik? Jelas bila modis membuat penampilan jadi baik, tapi apakah bisa kita membuat ‘merasa’ lebih baik? Kalau jawabnya iya, berarti udah satu langkah kamu melewati fase untuk bisa menuju modis. Tapi kalau itu membuat tidak nyaman dan tidak percaya diri mungkin memang harus balik ke penampilan asal. Untung aku sih gak separah itu untuk urusan nyaman dan gak nyaman, karena aku punya kecenderungan sikap fleksible. Penampilan kerja berubah lebih modis meski hanya karena tuntutan it’s okay..tetap enjoy. tapi lepas dari kantor aku kembali lagi ke asal, kembali apa adanya. Kaos oblong, celana ¾ atau panjang, jaket adalah kostum andalan hehe..

Intinya aku ini orang yang apa adanya tapi tidak pernah mau untuk menjadi seadanya. Tampil bersih, tidak BB, tidak bersisik adalah wajib. It’s me..just an ordinary women (ternyata not a girl anymore)..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar