30 Okt 2008

Urusan Menikah

Minggu pertama bulan november ini, tepatnya tanggal 7 November sepertinya memang dewasa bagus menurut perhitungan kalender Bali buat mengadakan upacara Manusa Yadnya. Salah satunya upaca pernikahan. Dilingkungan yang aku kenal saja ada 3 pernikahan yang diadakan hari itu. Pernikahan kakak sepupu suamiku, pernikahan teman sekantorku, dan pernikahan kakan teman karibku. Satu lagi, sahabatku Bunga Citra Lestari juga akan menikah meski tanggalnya 8 November. Baca blog seorang teman kuliah, dia juga sedang mempersiapkan pernikahannya, tapi untuk bulan Desember. Berbicara tentang persiapan pernikahan tentu suatu hal yang sangat menyenangkan. Pernikahan, bagaimanapun situasinya pasti menjadi kabar gembira bagi keluarga maupun orang-orang dekat mempelai. Dan siapa pun yang menikah, tentunya pasti dengan harapan sebuah pernikahan indah yang mendatangkan kebahagiaan. Ya mungkin ada jenis pernikahan tertentu yang adakalanya menimbulkan sakit hati pihak tertentu, namun bagi yang menikah tetap saja itu membahagiakan. Meski kasus tertentu ada juga pernikahan yang justru membawa beban bagi mempelai saat menjalaninya. Misalnya orang yang menikah dengan orang yang tidak dicintainya. Tapi kita tidak akan membicarakan kasus pernikahan yang seperti itu. Aku lebih suka menuliskan pernikahan yang indah dan mendatangkan bahagia. Baik bagi yang menjalani, maupun bagi orang-orang disekitarnya.
Persiapan pernikahan biasanya menjadi hal yang mendebarkan, menegangkan, membuat penasaran akan segera tibanya hari H yang dinantikan. Tidak terkecuali pernikahanku 1 tahun yang lalu. Secara umum aku memang tidak mempersiapkan sendiri pernikahan itu. Upacara dan resepsi di Bali dipersiapakan oleh bli dan keluarganya, aku sendiri waktu itu masih di Jogja. Sementara resepsi di Nganjuk tentu saja dipersiapkan oleh keluarga di Nganjuk, waktu itu aku udah di Bali, kan resepsi di Nganjuk diadainnya 2 bulan setelah upacara adat Bali hehehe.. untuk persiapan resepsi di Nganjuk tidak ada yang khusus, semua sudah komplit karena aku punya EO yang hebat, yaitu adikku Yuli. Jadi aku sama bli sampai di Ngajuk 2 hari sebelum hari H dan hanya tinggal fitting baju saja. Semoga pas tiba waktunya buat dia menikah aku bisa membatu urusan pernikahannya ya..tunggu aja Yul.
Persiapan pernikahan adat di Bali tentunya hanya aku lakukan lewat kontak telepon saja. Itupun sebatas persiapan global, tidak bicara detail karena aku tidak tahu menahu tentang detail upacara adat Bali tentunya. Jadi aku serahin deh sama bli dan keluarganya, termasuk penata riasnya. Padahal biasanya kan mempelai pilih sendiri rias pengantin dan busana yang akan dikenakan agar sreg dengan keinginan. Untunglah penata riasnya pas banget, sangat sesuai dengan harapanku. Sementara kontak sama bli hanya sebatas desain undangan dan tentunya kelengkapan surat-surat yang harus aku selesaikan di Nganjuk sebelum berangkat ke Bali, biar tidak ada yang missed. Di Jogja aku hanya melakukan persiapan seperlunya untuk keperluanku sendiri. Mulai dari kebaya, aksesorisnya, sandalnya, sampai harus beli beberapa perlengkapan kosmetik buat persiapan saja. Maklum aku bukan tipe cewek yang care sama penampilan apalagi make-up wajah, jadi tidak pernah punya peralatan make-up. Sementara untuk surat-surat aku khusus ambil cuti karena ngurusnya di Nganjuk dan seperti yang aku perkirakan butuh waktu beberapa hari. Karena untuk kasus pernikahanku ini jarang terjadi jadi harus ada persyaratan khusus yang wajib diurus oleh yang bersangkutan, tidak boleh dititipkan, selain dari aku sendiri memang ingin menyelesaikannya sendiri. Mulai dari ngurus surat keterangan belum nikah, surat pindah domisili, surat catatan kepolisian (kalau ini sih untuk kelengkapan pindah domisili, kalau buat nikah gak perlu deh kayaknya), trus harus minta surat pengantar dari KUA karena aku akan menikah secara Hindu. Aku tidak tahu, apakah surat ini juga sekaligus sebagai kelengkapan untuk PHDI yang nantinya akan mengeluarkan sertifikat Sidi wadani untuk aku nantinya atau tidak. Urusan surat menyurat ternyata memang tidak ribet meski tidak bisa selesai dalam sehari. Tapi itu lebih dikarenakan keperluan ngurus pindah domisili daripada ngurus nikahnya. Jadi buat yang mau nikah gak usah khawatir deh, hukum negara kita tidak akan mempersulit warganya yang ingin nikah kok. Diantara berbagi urusan tersebut ada satu hal yang sempat membuat aku sedih, yaitu saat salah seorang pamong desa yang melayaniku mencoret namaku dari daftar KK yang aku bawa. Katanya pak pamong itu karena aku pindah, jadi memang harus dicoret dari KK karena nantinya namaku akan terdaftar pada KK baru. Sedih banget, bayangin aja, udah hampir 27 tahun namaku ada dalam KK bapakku tercatat sebagai anak pertama. Sekarang, saat mengurus kelengkapan pernikahan namaku dicoret dari sana. Katanya pak pamong, memang harus begitu kalau mengurus pindah domisili atau menikah. Setelah itu, resmi KTPku sebagai warga RT.01/Rw.02 N0. 49, dusun Ngabar, desa Getas, kecamatan Tanjunganom, kabupaten Nganjuk, Propinsi Jawa Timur, Indonesia, dicabut. Digantikan berbagai surat keterangan pindah yang harus aku serahkan ke banjar, kelurahan, kecamatan, kotamadya, dimana nanti aku akan tinggal sebagai warga baru. Urusan surat-menyurat di Nganjuk beres. Surat menyurat di Denpasar ternyata lebih simpel karena tinggal menyerahkan ke petugas banjar, nantinya aku akan menerima jadi, mulai dari surat nikah, sertifikat Sudi wadani dari PHDI, KTP, dan KK baru. Aku sama bli tinggal foto dan tandatangan dibeberapa kolom, bayar 350rb jadi deh.. Dan terbayarlah kesedihanku saat namaku dicoret dari KK bapak dulu itu. Kami menerima KK baru. KK kami sendiri, bukan KK bapak atau KK bapak kost seperti waktu masih di kost dulu untuk ngurus KIPEM. KK yang mencatat nama I Gede Susilayasa sebagai suami dan Inten Pertiwi sebagai istri.. yehaa.. mungkin itu ya kebanggaan baru bagi pasangan yang udah menikah. Tapi kok kayaknya persiapan pernikahanku yang mengena ya cuma urusan surat menyurat itu ya, mungkin karena untuk persiapan upacara yang lain udah dilakukan keluarga. Aku tinggal pasrah saja dinikahi hehehe.. Buat teman dan sabahat yang mau menikah, aku ucapkan Selamat Berbahagia, yakin deh kebahagiaan saat mempersiapakan pernikahan itu gak seberapa kok bila dibandingkan kebahagiaan setelah menikah, jadi tunggu aja.. Menikah itu keren!!!

24 Okt 2008

Mengapa Bunga Jepun?



Bunga ini punya banyak nama, namun sebenarnya dia itu satu. Orang jawa ada yang menyebut dengan semboja. Bahasa Sunda dan Bahasa Indonesia dari bunga ini adalah Kamboja. Sementara orang Bali menyebut bunga cantik ini dengan sebutan bunga Jepun. Mungkin di daerah lain masih banyak pula sebutan untuk bunga yang aku maksud.

Ini sekilas tentang Plumeria Abla yang aku dapat Wikipedia.org. Perhatiin baik-baik :

Kamboja atau samboja merupakan sekelompok tumbuhan dalam marga Plumeria. Bentuknya berupa pohon kecil dengan daun jarang namun tebal. Bunganya yang harum sangat khas, dengan mahkota berwarna putih hingga merah keunguan, biasanya lima helai. Bunga dengan empat atau enam helai mahkota bunga oleh masyarakat tertentu dianggap memiliki kekuatan gaib. Tumbuhan ini berasal dari Amerika Tengah. Nama Plumeria diberikan untuk menghormati Charles Plumier (1646-1706), pakar botani asal Perancis. Walaupun berasal dari tempat yang jauh, kamboja sekarang merupakan pohon yang sangat populer di Pulau Bali karena ditanam di hampir setiap pura serta sudut kampung, dan memiliki fungsi penting dalam kebudayaan setempat. Di beberapa tempat di Nusantara, termasuk Malaya, kamboja ditanam di pekuburan sebagai tumbuhan peneduh dan penanda tempat. Kamboja dapat diperbanyak dengan mudah, melalui stek batang. Plumeria saat ini populer digunakan sebagia tanan hias outdoor awalnya tanaman ini hanya dignakan sebagai tanaman kuburan

Kerajaan: Plantae
Divisi:
Magnoliophyta
Kelas:
Magnoliopsida
Ordo:
Gentianales
Famili:
Apocynaceae
Genus:
Plumeria


Bunga ini kalau di Jawa memang populer sebagai bunga kuburan. Harumnya yang semerbak identik dengan seremnya suasana kuburan.
Warnanya putih dan bermahkota lebar. berdaun rimbun dangan batang-batang besar. Dulu kalau pas karnaval dan ada yang mengenakan pakaian adat Bali pasti nyari bunga kamboja ini sebagai hiasan rambut atau sanggul. Memang bunga ini identik dengan nuansa Bali. Namun kemajuan botani sekarang membuat penampilan Kamboja menjadi cantik dan tidak lagi membawa aroma kengerian kuburan. Sebaliknya, Plumeria Alba hadir dengan warna-warna cerah, kuning, merah keunguan, pink, dan putih bersemu kuning pada bagian tengahnya. Di semua daerah, terutama Jawa bunga ini makin populer sebagai penghias taman yang anggun. Apalagi kamboja kuning yang cerah dengan warna merona dan wangi menggoda. Sejak kecil aku menyukai aroma kamboja ini meski dulu banyak yang bilang kalau bunga ini disukai oleh makhluk halus. Tapi bagiku gak masalah karena bunga ini menjadi bunga yang paling dicari saat hari karnaval tiba. Setalah di Jogja aku makin sering melihat tampilan kamboja ini. Bukan penampilan lama, tapi penampilan barunya yang mungil dan menggoda. Bukan lagi mahkota yang lebar tapi mahkotanya kecil sehingga nampak manis dan anggun. Aku selalu dibuat jatuh cinta oleh penampilan bunga ini. Setiap melihat siluet batangnya di taman-taman rumah orang, di pinggir jalan, di halaman Mall Ambarukmo, di Pura Jagatnatha Banguntapan, dan pura-pura lainnya di Jawa, aku selalu tak kuasa untuk menahan haru atas keindahannya. Apalagi jika ke Bali. Sosok bunga ini makin tersebar diseluruh penjuru pulau.. betapa indahnya. Bahkan Bli pernah bawa stek batangnya dari Bali untuk ditanam di rumah kontrakan Jogja dulu, tapi gak tahu ya sekarang masih ada atau tidak karena pastinya rumah itu udah berganti penghuni. Saking jatuh cintanya bahkan aku dulu ingin sekali bila menikah hiasan rambutku haruslah bunga kamboja kuning itu.

Di Bali aku baru tahu, bunga kamboja ini populer dengan sebutan bunga Jepun. Heran juga kenapa bunga ini pakai nama bunga Jepun, padahal bunga ini bukan dari Jepang kan? Memang benar ada bunga keluarga Plumeria ini yang disebut sebagai Kamboja Jepang, populer dengan sebutan Adenium. Bunga yang pernah naik daun sehingga melambungkan harganya hingga mencapai harga jutaan bahkan puluhan juta rupiah. Tapi Kamboja Jepang atau Adenium yang dimaksud bukanlah bunga jepun Bali. Jenisnya beda. Adenium berbatang besar, berbongol-bongol, umumnya ditumbuhkan di Pot dan dapat dibentuk bonsai, bunganya pun seperti terompet, tidak berbau harum namun warna-warninya lebih beragam. Kalau bunga jepun bali seperti kamboja yang aku sebutkan diatas. Berkelopak lima, berpohon tinggi, dan batangnya tidak berbongol-bongol seperti Adenium. Biasanya tidak ditumbuhkan di pot tapi ditanam sebagaimana orang menanam pohon. Jadi jangan salah mengartikan Kamboja atau Bunga Jepun sebagai Kamboja Jepang atau Adenium.

Masyarakat Bali umumnya memanfaatkan bunga ini sebagai sarana upacara atau sembahyang. Bentuknya yang cantik dan baunya yang harum sangat sesuai untuk menghias canang dan banten. Bunga ini juga sangat mudah ditemui di pura dan sanggah, sehingga banyak di gunakan pula untuk sembahyang sehari-hari dan diselipkan dirambut wanita-wanita Bali. Dan karena keindahan pula, banyak sekali aneka rupa hiasan rambut mengadaptasi bentuk bunga kamboja atau bunga jepun ini. Mulai dari jepit, ikat rambut, hiasan sanggul, bahkan aneka rupa bentuk anting. Motif-motif baju maupun bordir juga banyak yang mengambil bentk Bunga Jepun Di Bali sedang menjadi trend. Tapi kalau aku lebih senang menggunakan kamboja bunga aslinya karena kalau dipakai sebagai hiasan rambut wanginya semerbak menenangkan. Seperti harapanku. Saat menikah dulu kesampaian juga menggunakan bunga jepun ini sebagai hiasan sanggul. Bunga yang dirangkai indah ini menghadirkan suasana sakral dalam setiap kegiatan adat maupun keagamaan di Bali. Sekuntum bunga Jepun adalah kesakralan, lambang keindahan dan keagungan Tuhan. Itulah mengapa aku begitu cinta sama bunga jepun..

Ini dia riwayat www.bungajepun.blogspot.com jadi jangan bingung lagi ya kenapa aku pakai user name bunga Jepun untuk domain blogku.. Kalau ada buku atau cerita bunga Jepun namun bukan dalam konteks bunga Jepun Bali itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan diriku. Hmm...

23 Okt 2008

Ritual Rossi


Mengamati tidak, setiap kali merasa percaya diri dan siap untuk menyalip Rossi selalu menurunkan kaki kirinya hingga menyentuh aspal. Itu dilakukannya dengan tanpa mengurangi kecepatan. Aku sudah melihatnya minggu lalu, saat hendak menyalip Dani Pedrosa. Awalnya sih Bli yang ngasih tahu dari dulu-dulu tapi aku gak pernah bisa melihat moment itu. Cuma pengin membuktikan lagi apakah Rossi memang selalu melakukan hal itu atau hanya karena kebetulan saja. Memang setahuku Rossi itu tipe orang yang percaya mitos dan ritual. Bukan berarti dia penganut sekte tertentu tapi karena kebiasan. Seperti dia punya kebiasaan ngumpul di kafe bersama 3 sahabatnya yang lain sebelum hari pertandingan. Katanya itu bisa memberikan keberuntungan baginya, jiga kebiasaan itu dilanggar katanya sih bisa kalah saat bertanding. Itu yang dia ungkapkan dibukunya. Lalu apakah menurunkan kaki kiri hingga menyentuh aspal sebelum menyalip juga menjadi ritualnya dia.. hmmm gak tahu juga sih.. kita tanya aja langsung sama yang bersangkutan.. Good Luck my man..

14 Okt 2008

Film Laskar Pelangi

Laskar pelangi jadi film yang sangat pingin aku tonton. Tapi kayaknya harus menunggu sampai Cdnya keluar karna saat film ini diputar di 21 Denpasar gak ada kesempatan buat kesana. Pingin nonton film ini bukan karena lagi deman Laskar pelangi seperti bapak SBY sampai-sampai ngundang para pemainnya ke Istana Negara sehari setelah nonton filmnya. Tapi karena bukunya benar-benar membuat jatuh cinta. Sebenarnya sih malah Andrea Hirata yang membuat aku cinta banget sama novel ini. Benar-benar olah kata yang beda banget dengan rangkaian kalimat novel yang pernah ada, setidaknya yang aku pernah baca. Dia bisa bikin perumpamaan-perumpamaan yang belum pernah ditulis oleh penulis lain. Mungkin juga karena si Andrea Hirata ini bukan penulis yang suka membaca karya fiksi. Jadi apa yang dikepalanya bukan berkat distorsi penulis-penulis terdahulu. Mungkin karena bakat alam yang ia miliki, terbukti bahwa sejak kecil dia sudah pintar sekali bikin sajak-sajak indah. Seperti diceritakan dalam novelnya, Ikal kecil sering membuat puisi untuk Michele Yeoh-nya alias A Ling yang menjadi cinta pertamanya. Yang juga membuat kenapa dia pandai merangkai kata tentu juga karena darah melayu dalam tubuhnya. Seperti yang dia sendiri katakana saat merespon interviewnya dengan pak mantan menteri dalam bagian yang mengisahkan usahanya meraih beasiswa. Katanya bukan udah dari sononya orang melayu itu pandai menyusun kata dan kalimat hingga si bapak mantan menteri ini terpesona dengan karya tulis yang Andrea bikin dalam ajuan beasiswanya…hmmm.. (mungkin juga sih).

Andrea menggambarkan keindahan masa kecil sepuluh anggota Laskar Pelangi (sebelum masuknya Flo menjadi anggota baru, setelah ada Flo jadinya 11). Ditengah keterbatasan social ekonomi, mereka tetap saja anak-anak dengan segala suka citanya menikmati masa kecil. Tidak menghiraukan akan dunia yang kadang tidak adil. Mereka punya mimpi untuk memperbaiki kehidupan keluarga dan diri mereka sendiri melalui sekolah. Sekolah yang menjadi pusat dari cerita ini. Sebuah pengalaman masa kecil yang terangkai dengan detail dan indah. Yang menarik, meski menceritakan kehidupan Laskar Pelangi kecil namun cerita ini ditulis dari sudut pandang Andrea Hirata dewasa. Dari sanalah dia menguraikan segala detail kejadian, perasaan tokoh-tokohnya, lingkungan yang melatarbelakangi cerita dengan diskripsi-diskripsi yang menarik yang inspiratif. Pokoknya gak rugi banget baca buku ini. Bahkan aku merasa beruntung Andrea Hirata ini orang Indonesia. Jadi aku bisa baca isi kepala dan bakat alaminya secara langsung, tidak melalui terjemahan hehhee..

Gak heran kan kalau sampai ada berepisode-episode Laskar Pelangi dalam acara Kick Andi. Membahas penulisnya, bukunya, sekarang filmnya. Berhubung belum bisa nonton filmnya, puasin dulu menikmati sountracknya. Cinta lagi Nidji kebagian peran dalam penggarapan OST Laskar pelangi. Huuuhui.. begitu dengar lagu ini untuk pertama kalinya langsung deh komentar yang ada dikepalaku.. ‘ini lagu benar-benar laskar pelangi banget’..tidak heran karena ternyata Giring menuliskan lagu ini berdasarkan kecintaannya pada novel laskar pelangi itu sendiri.. buat yang belum hapal liriknya, nih aku tuliskan biar bisa nyanyi bareng mas-mas Nidji ya..


Laskar Pelangi

By Nidji

Mimpi adalah kunci

Untuk kita menaklukan dunia

Berlarilah..Tanpa lelah

Sampai engkau meraihnya

Laskar Pelangi

Takkan terikat waktu

Bebaskan mimipimu di angkasa

Warnai bintang di jiwa

Menarilah dan terus tertawa

Walau dunia tak seindah surga

Bersyukurlah pada Yang Kuasa

Cinta kita di dunia

Selamanya…

Cinta kepada hidup

Memberikan senyuman abadi

Walau hidup kadang tak adil

Tapi cinta lengkapi kita

Hoo…

Laskar Pelangi

Takkan terikat waktu

Jangan berhenti mewarnai

Jutaan mimpi di bumi


Lagu yang juga indah dari OST ini tentu yang diciptain dan dinyanyikan oleh Sherina. Dengar lagunya saja sudah bisa membayangkan keceriaan anggota Laskar pelangi bercanda dan berlari di padang ilalang. Atau saat mereka bersepeda ramai-ramai dengan sepeda kumbang gede, atau main hujan-hujanan sambil main perosotan dahan pinang seperti yang ada dalam cerita novelnya. Belum lagi interludenya ada warna melayu dengan kendang (rabana) bertalu-talu. Membayangkan mahar yang jungkir balik dibawah pohon felicium demi mencari inspirasi untuk tema karnaval. Sambil membayangkan pula mereka duduk-duduk diatas dahan pohon sambil bercengkrama. Berbicara tentang cita-cita dan segala hal. Membayangkan keceriaan anak-anak sekolah anggota laskar pelangi menikmati berbagai permainan dihalaman sekolah, di bawah teduhnya pohon-pohon. Mereka juga terbiasa bertengger di dahan pohon untuk melihat indahnya pelangi..Hmmm..

Ku Bahagia

By Sherina

Kita bermain-main

Siang-siang hari senin

Tertawa satu sama lain

Semua bahagia..semua bahagia

Kita berangan-angan

Merangkai masa depan

Dibawah kerindangan dahan

Semua bahagia..semua bahagia

Matahari seakan tersenyum..

Walau makan susah

Walau hidup susah

Walau untuk senyum pun susah

Rasa syukur ini karna bersamamu juga

Susah dilupakan

O kubahagia..

Kita berlari-lari

Bersama mengejar mimpi

Tak ada kata untuk berhenti

Semua bahagia..semua bahagia


Satu lagi yang mengalun mendayu, lagu Tak Perlu Keliling Dunia yang dinyanyikan Gita Gutawa. Pas Banget untuk menggambarkan indahnya perasaan saat jatuh cinta pada cinta pertama. Seperti yang dialami Ikal terhadap A Ling. Cinta pertama seorang anak kecil. Lucu dan indah saat dikenang lagi ketika kita dewasa. Kapur putih yang mempertemukan mereka. Dan ribuan kata terangkai dalam sajak adalah yang menyatukan hati mereka. Cinta pertama itu indah ya. Bagi Ikal, hanya dengan memandang rumah A Ling dari gunung adalah perasaan yang tiada duanya. Seperti cinta pertamaku jaman SD dulu. Ingat banget, aku mengalami cinta pertama saat kelas 4 SD pada teman sekelas hmm.. hanya dengan memandangi tingkah polah dan kenakalan cowok itu pun sudah membuat semangat untuk tiap hari bangun pagi untuk pergi sekolah. Jika bisaanya paling sebel banget diusilin sama teman-teman cowok di SD yang naka-nakal itu, namun jika cowok yang aku taksir yang mengusili rasanya iklas-iklas saja hehehe..dan sangat tersanjung jika si cowok melirik-lirik curang saat minta contekan ketika ujian..dasar anak-anak banget.. meski aku dibuat patah hati karena ternyata cowok yang aku taksir ini justru suka sama temanku tapi tetap tidak membuatku membencinya. Tetap saja setiap hari mencuri-curi pandang akan segala gerak-geriknya. Kalau dirumah selalu memandang ke arah rumahnya siapa tahu si cowok kelihatan siluetnya. Setiap kali melintas didepan rumahnya selalu tidak lupa untuk melirik kalau-kalau dia ada di depan rumah..ahh..perasaan yang indah. Perasaan suka tanpa menuntut..tanpa syarat.. Cinta pertama masa kecil memang indah buat di kenang meski kadang memalukan. Seperti halnya ikal yang tidak bisa lagi berjumpa dengan cinta masa kecilnya, aku pun sama. Tidak mendengar lagi kabar beritanya, bahkan sosoknya semanjak lulus SD. Dia seperti begitu saja lenyap di telan kehidupan. Tidak tahu kemana dia dan bagaiman keadannya sekarang, bahkan secuil berita pun tidak ada karena dia hanya pendatang. Dan aku pun tak perlu keliling dunia, karena kenangan itu tetap indah meski hanya disini. Terlipat rapi dalam kotak paling dasar hatiku..waduhhh..apa sih… biar bisa merasakan indahnya cinta masa kecil nikmatin liriknya, sambil dengar lagunya, dan sambil mengimajinasikan kisah Ikal dan A Ling, ini dia liriknya…


Tak Perlu Keliling Dunia

By Gita Gutawa

Kapur putih yang pucat, Terasa penuh warna

Dan pelangi yang enggan datang pun berbinar

Kertas putih yang pudar, Tertulis seribu kata

Dan kuungkap semua yang sedang kurasa

Dengarkanlah kata hatiku

Bahwa ku ingin tetap untuk disini

Tak perlu bawa aku keliling dunia

Biarkan ku disini

Tak perlu bawa aku keliling dunia

Karna ku tak mau jauh darimu

Dunia boleh tertawa, melihat ku bahagia

Walau ditempat yang kau anggap tak biasa

Biarkanlah aku bernyanyi

Berlari berputar menari di sini

Tak perlulah aku keliling dunia

Karna kau disini

Tak perlulah aku keliling dunia

Kaulah segalanya bagiku


Di OST ini juga ada lagunya Netral. Menghentak khas Netral. Dinamis penuh gejolak dan semangat yang meluap-luap. Sesuai sekali dengan tokoh Lintang yang di gambarkan oleh lagu ini. Gambaran anak kecil yang penuh kejutan. Salah satu tokoh dalam Laskar Pelangi yang aku suka. Jenius Alamiah. Hingga aku sendiri kadang terpikir memangnya benar jeniuskah si Lintang ini. Dalam buku Andrea menceritakan tokoh ini dengan detail karena Lintang adalah teman sebangkunya selama 9 tahun. Terutama tentang cerita waktu mereka mengikuti lomba cerdas-cermat itu. Mutiara itu akhirnya ditelan lagi oleh cangkangnya karena keterbatasan ekonomi membuat Lintang harus berhenti sekolah. Lagu ini sangat mewakili gejolak semangat Lintang dalam menuntut ilmu, ambisinya yang meluap-luap terhadap ilmu pengetahuan.. aku sebenarnya tidak suka lagu yang menghentak. Tapi ini lagu tentang Lintang.. tentang anak kecil jenius yang inspiratif..

Lintang

By Netral

Lintang bujang kecil berkulit hitam

Mengayuh kebut sepedanya

Delapan puluh kilo setiap hari demi sekolah yang tercinta

Lintang harta karun terpendam jenius

Kebanggaan kelas kita

(..) segala pelajaran gampang diserap dicerna

Kau mutiara cahaya pelita

Bintang bersorak kami punya Lintang..


Trus kapan dong aku nonton filmnya…

7 Okt 2008

Bulan Syawal

Meski telat, buat teman dan rekan yang muslim saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan yang saya lakukan. Tentunya semua itu tidak ada maksud untuk sengaja. Kalaupun sengaja ya tolong dimaafkan juga hehehe.. buat yang udah balik dari mudik pasti banyak cerita serunya nih..posting dong..posting dong.. Berhubung Tahun ini kami sekeluarga tidak mudik ke kampung orang tua di Jawa ya tidak ada cerita tentang mudik.. ceritanya Cuma sedih gak bisa mudik. Jadi silaturahmi lewat telpon aja, bahkan saking rindunya masakan lebaran ala rumah pinginnya bisa mencium aromanya lewat telpon. Kalau masak sendiri walaahhh…mana aku bisa.. Doain ya tahun depan kami bisa mudik. Kalau pulang ke rumah sih bisa kapan-kapan karena transportasi pasti lancar saja tapi yang namanya mudik pasti beda rasanya dengan pulang kampung biasa.. suasananya yang beda kali ya.. The Spirit of Idul Fitri gitu.. meski tidak merayakan lebaran tapi ikut larut juga dalam nuansanya bersama kerabat dan keluarga.. lucunya dikeluargaku berhubung mbah yang paling tua seorang kristiani biasanya dulu kita malah ngumpul dirumahnya. Jadi mereka yang repot dan heboh saat lebaran.. setelah mbah Mi meninggal, sekarang pun masih ngumpul disana cucu-cunya, baik yang muslim maupun non muslim.

Setelah sempat nangis-nangis saat malam takbiran karena rindu rumah akhirnya bisa normal lagi karena kesibukan tetap harus dijalani. Bersyukur ada suami yang hebat disampingku, jadi meski sedih tapi tidak terlalu berat bebannya. Ada dia disampingku dan kami adalah tim yang kompak. Yang namanya orang Bali maupun orang Jawa itu ternyata sama saja. Momen bulan Syawal bagus buat berbagai upacara, termasuk pernikahan. Jadwal resepsi bulan ini padat banget. Bahkan tepat di hari 1 Syawal ada 3 undangan resepsi dari teman-teman Bli. Jadi seharian penuh kita ke undangan.. pagi siang malam.. dan masih terus disusul undangan-undangan lainnya..hmm benar-benar musim kawin. Kalau menurut hitungan Hijriah pernikahan kami sudah satu tahun soalnya dulu upacara di Bali juga pas bulan Syawal. Tuh kan.. Idul Fitri kalau di Bali terasanya kalau di pasar dan kalau pas pingin makan diluar. Kenapa oh kenapa..ternyata para pedagang itu yang sebagian besar orang Jawa pada mudik. Dan katanya, mereka kalau mudik pada lama jadi harga-harga belum bisa normal meski moment lebaran udah usai karena terbatasnya pedagang jadi stok barang juga gak banyak.. Selain hal-hal tadi tidak banyak yang berubah saat lebaran idul fitri dibanding hari biasanya karena orang-orang Bali tetap beraktifitas Normal seperti biasanya. Sekolah-sekolah negeri libur Cuma 2 hari. Perusahaan swasta dan bidang-bidang usaha lainnya libur Cuma 2 hari. Tapi kok malah kantor-kantor pemerintah, pegawai negeri pemerintahan itu liburnya 1 minggu, ikut-ikut libur padahal kan sebagian besar tidak merayakan lebaran. Kok bisa ya.. padahal Nyepi liburnya lama, Galungan liburnya lama, Kuningan liburnya lama..belum lagi kalau ada kegiatan upacara atau odalan lainnya yang melibatkan instansi, wuihhh.. libur terus tuh PNS di Bali. Kalau mau hidup enak dan menikmati liburan sambil digaji jadi PNS aja di Bali kali ya..(aku termasuk orang yang ngiri pada para PNS di Bali hehehe..)

Bulan Syawal ternyata berkah juga untuk Rossi. Setelah meraih Gelar Juara Dunia Moto GP 2008 di Montegi lalu, dia bisa naik podium lagi di Sirkuit Philip Island. Meski harapannya bisa menang di sana gagal tapi dengan menduduki peringkat 2 adalah perjuangan berat bagi Sang raja minggu ini. Gara-gara jatuh saat sesi latihan (atau kualifikasi ya) dia hanya bisa start di posisi 12. Tapi bukan Rossi namanya kalau gak bisa menyenangkan dan memenuhi harapan penggemarnya, terutama Timnya. Dia mengamuk di Race menyalip siapa saja yang ada di depannya. Akhirnya berhasilah dia menempati posisi ke dua menjelang akhip balapan. Stoner berjaya kali ini sekaligus memecahkan recor tercepat saat kualifikasi. Ducati memang hebat.. Tapi gak seru kalau aku cerita balapannya ya, habis kalau gak nonton sendiri gak bakal dapat deh feel ketegangannya. Hidup Rossi, dia tetap menjadi lelaki kedua dalam hidupku.. uhukkk..uhukk..