14 Okt 2008

Film Laskar Pelangi

Laskar pelangi jadi film yang sangat pingin aku tonton. Tapi kayaknya harus menunggu sampai Cdnya keluar karna saat film ini diputar di 21 Denpasar gak ada kesempatan buat kesana. Pingin nonton film ini bukan karena lagi deman Laskar pelangi seperti bapak SBY sampai-sampai ngundang para pemainnya ke Istana Negara sehari setelah nonton filmnya. Tapi karena bukunya benar-benar membuat jatuh cinta. Sebenarnya sih malah Andrea Hirata yang membuat aku cinta banget sama novel ini. Benar-benar olah kata yang beda banget dengan rangkaian kalimat novel yang pernah ada, setidaknya yang aku pernah baca. Dia bisa bikin perumpamaan-perumpamaan yang belum pernah ditulis oleh penulis lain. Mungkin juga karena si Andrea Hirata ini bukan penulis yang suka membaca karya fiksi. Jadi apa yang dikepalanya bukan berkat distorsi penulis-penulis terdahulu. Mungkin karena bakat alam yang ia miliki, terbukti bahwa sejak kecil dia sudah pintar sekali bikin sajak-sajak indah. Seperti diceritakan dalam novelnya, Ikal kecil sering membuat puisi untuk Michele Yeoh-nya alias A Ling yang menjadi cinta pertamanya. Yang juga membuat kenapa dia pandai merangkai kata tentu juga karena darah melayu dalam tubuhnya. Seperti yang dia sendiri katakana saat merespon interviewnya dengan pak mantan menteri dalam bagian yang mengisahkan usahanya meraih beasiswa. Katanya bukan udah dari sononya orang melayu itu pandai menyusun kata dan kalimat hingga si bapak mantan menteri ini terpesona dengan karya tulis yang Andrea bikin dalam ajuan beasiswanya…hmmm.. (mungkin juga sih).

Andrea menggambarkan keindahan masa kecil sepuluh anggota Laskar Pelangi (sebelum masuknya Flo menjadi anggota baru, setelah ada Flo jadinya 11). Ditengah keterbatasan social ekonomi, mereka tetap saja anak-anak dengan segala suka citanya menikmati masa kecil. Tidak menghiraukan akan dunia yang kadang tidak adil. Mereka punya mimpi untuk memperbaiki kehidupan keluarga dan diri mereka sendiri melalui sekolah. Sekolah yang menjadi pusat dari cerita ini. Sebuah pengalaman masa kecil yang terangkai dengan detail dan indah. Yang menarik, meski menceritakan kehidupan Laskar Pelangi kecil namun cerita ini ditulis dari sudut pandang Andrea Hirata dewasa. Dari sanalah dia menguraikan segala detail kejadian, perasaan tokoh-tokohnya, lingkungan yang melatarbelakangi cerita dengan diskripsi-diskripsi yang menarik yang inspiratif. Pokoknya gak rugi banget baca buku ini. Bahkan aku merasa beruntung Andrea Hirata ini orang Indonesia. Jadi aku bisa baca isi kepala dan bakat alaminya secara langsung, tidak melalui terjemahan hehhee..

Gak heran kan kalau sampai ada berepisode-episode Laskar Pelangi dalam acara Kick Andi. Membahas penulisnya, bukunya, sekarang filmnya. Berhubung belum bisa nonton filmnya, puasin dulu menikmati sountracknya. Cinta lagi Nidji kebagian peran dalam penggarapan OST Laskar pelangi. Huuuhui.. begitu dengar lagu ini untuk pertama kalinya langsung deh komentar yang ada dikepalaku.. ‘ini lagu benar-benar laskar pelangi banget’..tidak heran karena ternyata Giring menuliskan lagu ini berdasarkan kecintaannya pada novel laskar pelangi itu sendiri.. buat yang belum hapal liriknya, nih aku tuliskan biar bisa nyanyi bareng mas-mas Nidji ya..


Laskar Pelangi

By Nidji

Mimpi adalah kunci

Untuk kita menaklukan dunia

Berlarilah..Tanpa lelah

Sampai engkau meraihnya

Laskar Pelangi

Takkan terikat waktu

Bebaskan mimipimu di angkasa

Warnai bintang di jiwa

Menarilah dan terus tertawa

Walau dunia tak seindah surga

Bersyukurlah pada Yang Kuasa

Cinta kita di dunia

Selamanya…

Cinta kepada hidup

Memberikan senyuman abadi

Walau hidup kadang tak adil

Tapi cinta lengkapi kita

Hoo…

Laskar Pelangi

Takkan terikat waktu

Jangan berhenti mewarnai

Jutaan mimpi di bumi


Lagu yang juga indah dari OST ini tentu yang diciptain dan dinyanyikan oleh Sherina. Dengar lagunya saja sudah bisa membayangkan keceriaan anggota Laskar pelangi bercanda dan berlari di padang ilalang. Atau saat mereka bersepeda ramai-ramai dengan sepeda kumbang gede, atau main hujan-hujanan sambil main perosotan dahan pinang seperti yang ada dalam cerita novelnya. Belum lagi interludenya ada warna melayu dengan kendang (rabana) bertalu-talu. Membayangkan mahar yang jungkir balik dibawah pohon felicium demi mencari inspirasi untuk tema karnaval. Sambil membayangkan pula mereka duduk-duduk diatas dahan pohon sambil bercengkrama. Berbicara tentang cita-cita dan segala hal. Membayangkan keceriaan anak-anak sekolah anggota laskar pelangi menikmati berbagai permainan dihalaman sekolah, di bawah teduhnya pohon-pohon. Mereka juga terbiasa bertengger di dahan pohon untuk melihat indahnya pelangi..Hmmm..

Ku Bahagia

By Sherina

Kita bermain-main

Siang-siang hari senin

Tertawa satu sama lain

Semua bahagia..semua bahagia

Kita berangan-angan

Merangkai masa depan

Dibawah kerindangan dahan

Semua bahagia..semua bahagia

Matahari seakan tersenyum..

Walau makan susah

Walau hidup susah

Walau untuk senyum pun susah

Rasa syukur ini karna bersamamu juga

Susah dilupakan

O kubahagia..

Kita berlari-lari

Bersama mengejar mimpi

Tak ada kata untuk berhenti

Semua bahagia..semua bahagia


Satu lagi yang mengalun mendayu, lagu Tak Perlu Keliling Dunia yang dinyanyikan Gita Gutawa. Pas Banget untuk menggambarkan indahnya perasaan saat jatuh cinta pada cinta pertama. Seperti yang dialami Ikal terhadap A Ling. Cinta pertama seorang anak kecil. Lucu dan indah saat dikenang lagi ketika kita dewasa. Kapur putih yang mempertemukan mereka. Dan ribuan kata terangkai dalam sajak adalah yang menyatukan hati mereka. Cinta pertama itu indah ya. Bagi Ikal, hanya dengan memandang rumah A Ling dari gunung adalah perasaan yang tiada duanya. Seperti cinta pertamaku jaman SD dulu. Ingat banget, aku mengalami cinta pertama saat kelas 4 SD pada teman sekelas hmm.. hanya dengan memandangi tingkah polah dan kenakalan cowok itu pun sudah membuat semangat untuk tiap hari bangun pagi untuk pergi sekolah. Jika bisaanya paling sebel banget diusilin sama teman-teman cowok di SD yang naka-nakal itu, namun jika cowok yang aku taksir yang mengusili rasanya iklas-iklas saja hehehe..dan sangat tersanjung jika si cowok melirik-lirik curang saat minta contekan ketika ujian..dasar anak-anak banget.. meski aku dibuat patah hati karena ternyata cowok yang aku taksir ini justru suka sama temanku tapi tetap tidak membuatku membencinya. Tetap saja setiap hari mencuri-curi pandang akan segala gerak-geriknya. Kalau dirumah selalu memandang ke arah rumahnya siapa tahu si cowok kelihatan siluetnya. Setiap kali melintas didepan rumahnya selalu tidak lupa untuk melirik kalau-kalau dia ada di depan rumah..ahh..perasaan yang indah. Perasaan suka tanpa menuntut..tanpa syarat.. Cinta pertama masa kecil memang indah buat di kenang meski kadang memalukan. Seperti halnya ikal yang tidak bisa lagi berjumpa dengan cinta masa kecilnya, aku pun sama. Tidak mendengar lagi kabar beritanya, bahkan sosoknya semanjak lulus SD. Dia seperti begitu saja lenyap di telan kehidupan. Tidak tahu kemana dia dan bagaiman keadannya sekarang, bahkan secuil berita pun tidak ada karena dia hanya pendatang. Dan aku pun tak perlu keliling dunia, karena kenangan itu tetap indah meski hanya disini. Terlipat rapi dalam kotak paling dasar hatiku..waduhhh..apa sih… biar bisa merasakan indahnya cinta masa kecil nikmatin liriknya, sambil dengar lagunya, dan sambil mengimajinasikan kisah Ikal dan A Ling, ini dia liriknya…


Tak Perlu Keliling Dunia

By Gita Gutawa

Kapur putih yang pucat, Terasa penuh warna

Dan pelangi yang enggan datang pun berbinar

Kertas putih yang pudar, Tertulis seribu kata

Dan kuungkap semua yang sedang kurasa

Dengarkanlah kata hatiku

Bahwa ku ingin tetap untuk disini

Tak perlu bawa aku keliling dunia

Biarkan ku disini

Tak perlu bawa aku keliling dunia

Karna ku tak mau jauh darimu

Dunia boleh tertawa, melihat ku bahagia

Walau ditempat yang kau anggap tak biasa

Biarkanlah aku bernyanyi

Berlari berputar menari di sini

Tak perlulah aku keliling dunia

Karna kau disini

Tak perlulah aku keliling dunia

Kaulah segalanya bagiku


Di OST ini juga ada lagunya Netral. Menghentak khas Netral. Dinamis penuh gejolak dan semangat yang meluap-luap. Sesuai sekali dengan tokoh Lintang yang di gambarkan oleh lagu ini. Gambaran anak kecil yang penuh kejutan. Salah satu tokoh dalam Laskar Pelangi yang aku suka. Jenius Alamiah. Hingga aku sendiri kadang terpikir memangnya benar jeniuskah si Lintang ini. Dalam buku Andrea menceritakan tokoh ini dengan detail karena Lintang adalah teman sebangkunya selama 9 tahun. Terutama tentang cerita waktu mereka mengikuti lomba cerdas-cermat itu. Mutiara itu akhirnya ditelan lagi oleh cangkangnya karena keterbatasan ekonomi membuat Lintang harus berhenti sekolah. Lagu ini sangat mewakili gejolak semangat Lintang dalam menuntut ilmu, ambisinya yang meluap-luap terhadap ilmu pengetahuan.. aku sebenarnya tidak suka lagu yang menghentak. Tapi ini lagu tentang Lintang.. tentang anak kecil jenius yang inspiratif..

Lintang

By Netral

Lintang bujang kecil berkulit hitam

Mengayuh kebut sepedanya

Delapan puluh kilo setiap hari demi sekolah yang tercinta

Lintang harta karun terpendam jenius

Kebanggaan kelas kita

(..) segala pelajaran gampang diserap dicerna

Kau mutiara cahaya pelita

Bintang bersorak kami punya Lintang..


Trus kapan dong aku nonton filmnya…

1 komentar:

  1. kunjungi blogku jga ya. slm knal. http://danitrump.blogspot.com

    BalasHapus