30 Okt 2008

Urusan Menikah

Minggu pertama bulan november ini, tepatnya tanggal 7 November sepertinya memang dewasa bagus menurut perhitungan kalender Bali buat mengadakan upacara Manusa Yadnya. Salah satunya upaca pernikahan. Dilingkungan yang aku kenal saja ada 3 pernikahan yang diadakan hari itu. Pernikahan kakak sepupu suamiku, pernikahan teman sekantorku, dan pernikahan kakan teman karibku. Satu lagi, sahabatku Bunga Citra Lestari juga akan menikah meski tanggalnya 8 November. Baca blog seorang teman kuliah, dia juga sedang mempersiapkan pernikahannya, tapi untuk bulan Desember. Berbicara tentang persiapan pernikahan tentu suatu hal yang sangat menyenangkan. Pernikahan, bagaimanapun situasinya pasti menjadi kabar gembira bagi keluarga maupun orang-orang dekat mempelai. Dan siapa pun yang menikah, tentunya pasti dengan harapan sebuah pernikahan indah yang mendatangkan kebahagiaan. Ya mungkin ada jenis pernikahan tertentu yang adakalanya menimbulkan sakit hati pihak tertentu, namun bagi yang menikah tetap saja itu membahagiakan. Meski kasus tertentu ada juga pernikahan yang justru membawa beban bagi mempelai saat menjalaninya. Misalnya orang yang menikah dengan orang yang tidak dicintainya. Tapi kita tidak akan membicarakan kasus pernikahan yang seperti itu. Aku lebih suka menuliskan pernikahan yang indah dan mendatangkan bahagia. Baik bagi yang menjalani, maupun bagi orang-orang disekitarnya.
Persiapan pernikahan biasanya menjadi hal yang mendebarkan, menegangkan, membuat penasaran akan segera tibanya hari H yang dinantikan. Tidak terkecuali pernikahanku 1 tahun yang lalu. Secara umum aku memang tidak mempersiapkan sendiri pernikahan itu. Upacara dan resepsi di Bali dipersiapakan oleh bli dan keluarganya, aku sendiri waktu itu masih di Jogja. Sementara resepsi di Nganjuk tentu saja dipersiapkan oleh keluarga di Nganjuk, waktu itu aku udah di Bali, kan resepsi di Nganjuk diadainnya 2 bulan setelah upacara adat Bali hehehe.. untuk persiapan resepsi di Nganjuk tidak ada yang khusus, semua sudah komplit karena aku punya EO yang hebat, yaitu adikku Yuli. Jadi aku sama bli sampai di Ngajuk 2 hari sebelum hari H dan hanya tinggal fitting baju saja. Semoga pas tiba waktunya buat dia menikah aku bisa membatu urusan pernikahannya ya..tunggu aja Yul.
Persiapan pernikahan adat di Bali tentunya hanya aku lakukan lewat kontak telepon saja. Itupun sebatas persiapan global, tidak bicara detail karena aku tidak tahu menahu tentang detail upacara adat Bali tentunya. Jadi aku serahin deh sama bli dan keluarganya, termasuk penata riasnya. Padahal biasanya kan mempelai pilih sendiri rias pengantin dan busana yang akan dikenakan agar sreg dengan keinginan. Untunglah penata riasnya pas banget, sangat sesuai dengan harapanku. Sementara kontak sama bli hanya sebatas desain undangan dan tentunya kelengkapan surat-surat yang harus aku selesaikan di Nganjuk sebelum berangkat ke Bali, biar tidak ada yang missed. Di Jogja aku hanya melakukan persiapan seperlunya untuk keperluanku sendiri. Mulai dari kebaya, aksesorisnya, sandalnya, sampai harus beli beberapa perlengkapan kosmetik buat persiapan saja. Maklum aku bukan tipe cewek yang care sama penampilan apalagi make-up wajah, jadi tidak pernah punya peralatan make-up. Sementara untuk surat-surat aku khusus ambil cuti karena ngurusnya di Nganjuk dan seperti yang aku perkirakan butuh waktu beberapa hari. Karena untuk kasus pernikahanku ini jarang terjadi jadi harus ada persyaratan khusus yang wajib diurus oleh yang bersangkutan, tidak boleh dititipkan, selain dari aku sendiri memang ingin menyelesaikannya sendiri. Mulai dari ngurus surat keterangan belum nikah, surat pindah domisili, surat catatan kepolisian (kalau ini sih untuk kelengkapan pindah domisili, kalau buat nikah gak perlu deh kayaknya), trus harus minta surat pengantar dari KUA karena aku akan menikah secara Hindu. Aku tidak tahu, apakah surat ini juga sekaligus sebagai kelengkapan untuk PHDI yang nantinya akan mengeluarkan sertifikat Sidi wadani untuk aku nantinya atau tidak. Urusan surat menyurat ternyata memang tidak ribet meski tidak bisa selesai dalam sehari. Tapi itu lebih dikarenakan keperluan ngurus pindah domisili daripada ngurus nikahnya. Jadi buat yang mau nikah gak usah khawatir deh, hukum negara kita tidak akan mempersulit warganya yang ingin nikah kok. Diantara berbagi urusan tersebut ada satu hal yang sempat membuat aku sedih, yaitu saat salah seorang pamong desa yang melayaniku mencoret namaku dari daftar KK yang aku bawa. Katanya pak pamong itu karena aku pindah, jadi memang harus dicoret dari KK karena nantinya namaku akan terdaftar pada KK baru. Sedih banget, bayangin aja, udah hampir 27 tahun namaku ada dalam KK bapakku tercatat sebagai anak pertama. Sekarang, saat mengurus kelengkapan pernikahan namaku dicoret dari sana. Katanya pak pamong, memang harus begitu kalau mengurus pindah domisili atau menikah. Setelah itu, resmi KTPku sebagai warga RT.01/Rw.02 N0. 49, dusun Ngabar, desa Getas, kecamatan Tanjunganom, kabupaten Nganjuk, Propinsi Jawa Timur, Indonesia, dicabut. Digantikan berbagai surat keterangan pindah yang harus aku serahkan ke banjar, kelurahan, kecamatan, kotamadya, dimana nanti aku akan tinggal sebagai warga baru. Urusan surat-menyurat di Nganjuk beres. Surat menyurat di Denpasar ternyata lebih simpel karena tinggal menyerahkan ke petugas banjar, nantinya aku akan menerima jadi, mulai dari surat nikah, sertifikat Sudi wadani dari PHDI, KTP, dan KK baru. Aku sama bli tinggal foto dan tandatangan dibeberapa kolom, bayar 350rb jadi deh.. Dan terbayarlah kesedihanku saat namaku dicoret dari KK bapak dulu itu. Kami menerima KK baru. KK kami sendiri, bukan KK bapak atau KK bapak kost seperti waktu masih di kost dulu untuk ngurus KIPEM. KK yang mencatat nama I Gede Susilayasa sebagai suami dan Inten Pertiwi sebagai istri.. yehaa.. mungkin itu ya kebanggaan baru bagi pasangan yang udah menikah. Tapi kok kayaknya persiapan pernikahanku yang mengena ya cuma urusan surat menyurat itu ya, mungkin karena untuk persiapan upacara yang lain udah dilakukan keluarga. Aku tinggal pasrah saja dinikahi hehehe.. Buat teman dan sabahat yang mau menikah, aku ucapkan Selamat Berbahagia, yakin deh kebahagiaan saat mempersiapakan pernikahan itu gak seberapa kok bila dibandingkan kebahagiaan setelah menikah, jadi tunggu aja.. Menikah itu keren!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar