13 Des 2008

Main Kano

Liburan Idul Adha kemarin lumayan menyenangkan. Meski list jalan-jalan ke Nusa Dua, GWK, dan Dreamland urung terlaksana karena masalah cuaca, akhirnya kesampaian juga memanfaatkan liburan kali ini dengan kegiatan seru. Kebetulan ada ajakan dari kawan-kawan bli untuk main ke pantai bareng-bareng. Aku ikut aja meskipun pada akhirnya jadi satu-satunya cewek dalam gerombolan itu hehehe.. Agendanya ke pantai Mertasari, agak jauh dari sanur dan jalannya melingkar membuat aku bingung. Persepsiku akan arah mata angin pun ikutan terganggu. Arah barat tempat matahari terbenam dalam benakku disebelah timur..aneh banget. Jadi waktunya sore hari saat matahari menjelang terbenam tapi terbenamnya di sebelah timur hehehe..kepalaku memang lagi miring. Namun diluar itu semua, acara ke pantai ini menyenangkan. Dengan bekal jajan pasar beli di pasar Badung, berangkatlah kita untuk ketemuan dulu di rumah Gusti, teman kantor Bli. Disana juga udah ada Adi dan Kadek teman-teman Gusti. Lalu berlima kita ke rumah Wahyu yang juga teman kantor Bli dan Gusti. Rumah Wahyu ini dekat dengan pantai tujuan kami semua. Berhubung udah janjian ya kita tinggal berangkat aja ke pantai. Nyampai di pantai Nyoman yang juga teman kami nyusul. Untung tadi udah prediksi bakal nyebur ke laut jadi pakai celana pendek dan kaos aja tanpa baju ganti. Memang udah niat selesai dari laut langsung kita pulang basah-basahan. Memang gitu sih kebiasaannya kalau main ke laut. jadi tidak ada acara bawa persiapan baju ganti dan perlengkapan mandi segala seperti kalau berenang ke kolam renang. Praktis dah pokoknya.

Aku baru pertama ini ke pantai Mestasari. Meski jauh, pantai ini masih segaris sama sanur. Namun ternyata disini lebih istimewa karena hampir tidak ada ombak. Jadi pantainya seperti ditepian danau, hanya riak-riak kecil saja. Pasirnya pun putih dan banyak sekali terdapat kerang didasarnya. Ini lokasi yang sangat-sangat sesuai buat mandi-mandi dan berenang. Berhubung lagi libur jadi pantainya pun ramai. Wisatawan asing pun banyak pula yang kesini, tapi mereka berenangnya disisi pantai yang lain yaitu yang udah diboking sama hotel tempat mereka menginap hehehe.. Disekitar pantai banyak rumah makan yang menata meja kursinya dipinggiran pantai. Suasana outdoor gitu. Dan sepertinya akan ramai kalau malam hari. Romantiskan bisa menikmati makan malam di alam terbuka dipinggiran pantai? Apalagi kalau bulan terang-benderang dengan kilauan bintang gemintang aihh..Tapi sayangnya kami tidak makan malam di situ hahaha..bisa bangkrut bo, habis pasarnya buat wisatawan sih.

Aku baru tahu kalau ternyata kami tidak akan sekedar mandi dan berenang saja di pantai ini tapi juga main kano. Kanonya bisa nyewa dengan tarif 5000 ribu rupiah aja untuk waktu yang tidak dibatasi alias sepuasnya. Dan oh..man..ternyata kano itu cuma cukup untuk 1 orang, jadi masing-masing orang satu. Bayangkan aku yang tidak bisa berenang, paling gak suka olah raga air, bahkan kalau ke waterbom hanya mau pakai ban yang tandem sekarang harus sendiri main kano. Dan jangan lupa ini laut.

OK deh aku terima tantangan ini, padahal dalam hati udah ciut banget dan berniat dalam hati gak akan lebih dari 10 m dari garis pantai. Ya setidaknya kalau tenggelam masih banyak yang nulungin dan mudah dicari hehehe.. Informasi dari wahyu mengatakan bahwa tidak ada gelombang besar bahkan ombak disini jadi airnya tenang, dan seperti memang yang aku lihat airnya sangat tenang ya aku berani. Ini dikarenakan agak ketengah sana ada gugusan karang yang memecah ombak/gelombang. Jadi pantai ini aman dan sangat tenang. Waduuhh saat itu aku lupa kalau air yang tenang menghanyutkan, seperti danau Batur yang tenang dan menyejukkan mata itu ternyata kedalamannya 88 meter. Tapi udah terlanjur terima tantangan, malu kalau batal, dan rugi kalau tidak coba, akhirnya mulai deh berkano.

Satu menit pertama harus kesakitan berjalan di air dangkal untuk menjangkau kano karena dasar pantai berserakan kulit-kulit kerang, belum lagi ketakutan dan trauma akan laut yang aku rasakan. Menit kedua ngeri duduk dikano dan terbayang kanonya ngguling atau terbalik. Menit ketiga masih takut tapi mulai belajar menguasai kano, melatih mendayung maju, mundur, belok, tapi belum bisa menghindari tabrakan antar kano. Menit kelima udah mulai menguasai tapi masih takut dan menjerit-jerit kalau kanonya tertabrak dan menabrak kano lain karena kami semua memang masih awam sama kano2 ini. Tapi lho..lho..makin lama makin hilang takutku, makin seru rasanya..dan ahhh..man kenapa aku tidak mencoba permainan ini sejak lama. Memang sih bli udah sering banget ngajakin main kano tiap kita ke pantai tapi dengan mentah-mentah aku tolak bahkan sebelum melihat wujud kano itu seperti apa. Ketakutanku akan air yang menggenang lebar dan tampak dalam memang tergolong akut. Bahkan nyemplung kolam renang aja membuat aku ngeri hehehee..


Baru aku sadari, main kano itu tidak sulit dan ternyata sangat menyenangkan. bahkan diantara kami semua hanya aku, bli, dan satu lagi Nyoman yang berani berkano sampai jauh ke tengah, beradu cepat dan mengincar sasaran-sasaran seperti perahu atau titik-tiitik tertentu untuk di jangkau. Swear deh..aku cinta sama permainan ini sampai-sampai lupa kalau ini di laut, dan jika kanoku terguling aku mungkin tidak akan kembali lagi ke dunia dalam keadaan bernyawa. Yang jelas hari itu aku melewatkan sore dengan sangat-sangat menyenangkan. Bahkan saking antusiasnya lupa sama niat buat mengamati sunset, keasyikan berkano lawan bli. Selesai berkano dan mandi-mandi kita makan bekalku tadi dan juga beli lumpia yang sangat nikmat dimakan saat selesai mandi di laut..hmmm.. pingin lagiii...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar