8 Jan 2009

Kakek Veteran


Aku sedang diliputi perasaan bersalah saat ini.. Ah..tidak enak sekali rasanya. Pagi tadi pukul 07.00 WITA antar bli ke kantor. Di
balai banjar dekat rumah lihat seorang kakek dengan seragam veteran lengkap sedang duduk. Sepertinya menunggu jemputan atau apa untuk pergi ke suatu tempat. Trus pulang ngantar bli 07.30 WITA pas lewat depan balai banjar yang kebetulan juga didekat rumah, kakek itu masih ada disana. Duduk dengan sabar. Aku pulang mandi, siap-siap trus berangkat kantor pukul 08.15 WITA aku masih lihat kakek itu disana. Itu berarti kemungkinan beliau sudah menunggu 1,5 jam. Kali ini dia gelisah, sebentar-sebentar berdiri melihat ke arah jalan. Sebenarnya sekilas saja aku mengamati tapi kenapa aku jadi gelisah ya. Seperti ada yang mengusik hatiku. Antara kasihan dan perasaan sayang. Kalau melihat laki-laki tua aku selalu jatuh iba, ingat sama bapakku. Sedihnya.. Aku kangen sama bapak, selama ini hanya bisa telpon-telponan saja.

Ingin rasanya aku berhenti dan menanyakan pada kakek itu, kemana beliau ingin pergi, atau setidaknya bertanya siapa yang
kakek tunggu? Apakah rombongannya? Kalau beliau mau, sebenarnya saya ingin mengantarkan. Ingin sekali. Tapi kok ya hati ini ragu-ragu. Antara perasaan malu, dan takut terlambat ke kantor (walahhh..). Ini dia yang benar-benar membuat aku masih merasa bersalah sampai sekarang. Kenapa harus ragu dan malu kalau ingin berbuat baik? Kenapa aku harus mepet berangkat kantor? Kenapa?..kenapa aku tidak berdaya dan malah melarikan diri. Kenapa egois sekali aku ini. Pada seorang kakek yang harusnya aku sapa dan aku ajak beramah-tamah. Mungkin saja beliau seorang veterang perang yang telah berjuang membela negeri ini. Mungkin ia abdi negara atau staf pemerintahan yang sudah pensiun dan akan menghadiri pertemuan rutin. Tuhan, aku telah menyia-nyiakan seorang pahlawan. Seorang kakek yang sedang duduk sendiri di balai banjar dengan seragam veteran. Dia terlihat gagah dan bijaksana, lembut dengan sikap yang santun khas kakek-kakek. Aku merindukan kakek. Sejak terlahir ke dunia ini aku tidak pernah merasakan belaian seorang kakek. Kakek dari ibu maupun bapak keduanya sudah meninggal waktu orang tuaku masih remaja. Tidak sempat melihat anaknya menikah.

Tuhan tolonglah kakek tadi..ya. Seharusnya aku malu tidak bisa berbuat baik tapi aku hanya bisa memohon kepadamu Tuhan.
Segera pertemukan beliau dengan rombongannya Tuhan, agar beliau tidak gelisah berkepanjangan. Tuhan..jagalah selalu bapak saya dan bapak mertua saya agar nanti pada waktunya, anak-anak kami dapat merasakan kasih sayang dari kakek-kakeknya. Tuhan, jagalah mereka agar memiliki waktu yang cukup untuk memuaskan diri menimang cucu-cucunya..Amiin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar