11 Feb 2009

Periksa Sel Telur

Akhirnya datang juga hari yang dinantikan setelah sempat resah beberapa hari terakhir. Ini mengenai jadwal pemeriksaan sel telur. Sesuai dengan jadwal yang diberikan dokter, tanggal 8 februari 2009, atau masuk hari ke-14 dari siklus, kemarin kami periksa sel telur. Syukurlah, setelah diperiksa ternyata kondisi sel telur cukup bagus. Lewat pemeriksaan terlihat ada 2 sel telur di kanan dan 1 dikiri dengan ukuran yang normal. Kata dokter ukuran normalnya diatas 1,8 sedangkan sel telurku berukuran masing-masing 2.03, 2.02, dan yang paling besar adalah 2.30. Lega juga mendengarnya. Dokter menjadwalkan coitus yang seharusnya dilakukan dan hari dimana tidak boleh terjadi coitus. Hmm..ternyata perhitungan jadwal yang aku buat sendiri berdasarkan arahan dokter terdahulu agak meleset, selisih satu hari. Ok harus arrange ulang agenda nih.. beruntungnya justru jadwal yang baru ini lebih memudahkan karena tidak berbenturan dengan kegiatan lainnya, jadi bisa save energi dan semoga juga bisa menjaga mood. Karena dari pengalaman bulan-bulan sebelumnya justru pada masa subur mood sulit dikontrol. Dan sepertinya kondisi itu tidak hanya terjadi pada aku tapi juga terjadi pada suami. Seringnya justru jadwal yang seharusnya malah sering dilanggar atau bahkan sama sekali tidak dilakukan. Bulan ini harus semangat yahh!!! Untuk suami juga dijadwalkan untuk tes sperma yaitu tanggal 18 februari. Hasil dari tes ini akan dijadikan bahan evaluasi jika tidak terjadi kehamilan. Selain itu dokter meresepkan suplemen asam folat dan multivitamin untuk aku.

Oya kami juga tetap mengkonsumsi jamu yang dikasih oleh Pak De Mangku. Kalau yang ini minumnya berdua, meski jamunya beda tapi pahitnya sama. Sejak 3 bulan terakhir memang tiada hari tanpa jamu. Untungnya sejak kecil sebagai orang Jawa aku terbiasa mengkonsumsi jamu. Karena ternyata di Bali tidak ada kebiasaan minum jamu seperti di Jawa. Jadi saudara banyak yang heran kenapa aku bisa tahan dengan minuman pahit yang baunya minta ampun itu. Dan bli sendiri meski tidak biasa minum jamu untungnya dia bukan tipe orang yang rewel. Jadi ya dikasih jamu apapun bakal ayo aja, asalkan disiapin madu untuk diminum sesudahnya, buat ngilangin pahit di lidah. Kemarin juga udah menyiapakan nanas untuk bli. Buat apa?? Hehe..ini resep tradisional ya yang dikasih pak De Mangku. Hati nanas (bagian tengahnya) dan beberapa batang seledri di jus trus ditambah sedikit madu atau gula batu diminum tiap hari oleh suami. Kalau gak suka di jus/blender atau terlalu repot ya boleh dimakan langsung. Kalau menurutku sih lebih bagus kalau dimakan langsung karena nanas dan seledri seratnya terlalu banyak. Jadi kalau di jus harus disaring agar nyaman diminum, artinya makin banyak bagian yang terbuang. Jadi dimakan langsung pasti lebih maksimal hasilnya (hhmm..bener gak sih.). berhubung dirumah hanya ada blender alias bukan juicer ya akhirnya diblender saja trus disaring deh.


Tuhan, kami yakin.. pastilah Engkau melimpahkan yang terbaik pada kami..Amiin..

2 komentar:

  1. Inten, mudah2an bulan ini berhasil ya bu!

    BalasHapus
  2. Amiin..makasih doanya Ayk.. Sukses juga buat programmu..

    BalasHapus