28 Mar 2009

Cerita Nyepi dan Kuningan


Akhir pekan yang sangat panjang, Karena libur digabung sama cuti. Dimulai dari hari kamis dengan Nyepi, tentu gak ada kegiatan apa-apa selain celingak-celinguk. Buat yang tingkat religiusnya tinggi mungkin Nyepi akan bermakna perenungan diri untuk mencapai kesempurnaan dengan Catur Brata Penyepian. Tapi kalau buat kita-kita yang masih maruk sama duniawi apa sih makana Nyepi sebenarnya. Apakah Nyepi bermakna diam di rumah dengan makan-makanan enak gara-gara gak dibolehin jalan-jalan keluar sama pecalang ? Apakah Nyepi berarti memanfaatkan hari libur dirumah sebaik mungkin dengan nyewa DVD-DVD bagus direntalan dan nonton dengan volume minimum biar gak kedengaran sama tetangga? Apakah Nyepi berarti online 24 jam, mumpung semua lampu dan TV pada mati jadi listriknya gak njeglek? Apakah makna nyepi sebenarnya? Adakah mereka yang merayakan Nyepi dengan memanfaatkan waktu ini sebaiknya untuk perenungan dan peningkatan kualitas spiritual? Apakah konsep itu terlalu tinggi ya.. bagimana menurut kalian. Ya apapun pendapat dan tindakan orang disaat Nyepi, semua kembali keorangnya kok, saya bukan manusia sempurna
dan tidak punya hak untuk menilai Nyepi orang lain..yah..karena Nyepi saya pun berantakan total.

Ngomongin soal Nyepi ada cerita menarik nih di Banjar tempat aku tinggal. Namanya Banjar Gerenceng, di pusat kota Denpasar. Udah ada edaran yang menganjurkan untuk tidak bikin ogoh-ogoh. Tapi tetap aja ada ogoh-ogoh meski dalam skala kecil. Rupanya memang kreatifitas tidak bisa dilarang ya, dan aku yakin ogoh-ogoh minimalis mereka pun dibuat karena kreatifitas yang tidak terbendung, bukan dengan motivasi melalaikan anjuran. Ogoh-ogoh juga bagian dari ritual Pengrupukan. Buat orang Bali dan luar Bali, arakan ogoh-ogoh menjadi daya tarik tersendiri. Lalu apakah Nyepi akan kehilangan maknanya dengan ketiadaan ogoh-ogoh? (ya kalau gak seru sih pasti ya..karena ogoh-ogoh memberi sensasi seru saat sehari sebelum Nyepi.

Cerita kedua adalah saat hari Nyepi. Sudah lama sebenarnya aku tahu bahwa di Banjar gerenceng, lebih fokusnya yaitu di Pura Majelangu, salah satu Pura di Banjar kami memilik tradisi unik bahkan mungkin nyleneh jika dikaitkan dengan Nyepi. Karena tradisinya adalah setiap Nyepi harus ada orang jualan di dalam Pura. Selain itu juga ada api yang dinyalakan. Aku sendiri gak bis acerita tentang tradisi tersebut karena tidak tahu secara mendalam. Hanya tahu sekilas saja dari hasil ngobrol dengan mertua bahwa kegiatan tersebut sudah dilakukan semenjak dahulu. Dan jika ada yang melarang atau menghentikan tradisi tersebut maka akan terjadi sesuatu. Kalau tahun lalu menag aku udah tahu tapi gak sampe lihat situasinya ke Pura Langsung karena berdiam dirumah. Tapi Nyepi ini aku udah niatkan buat kesana, mau lihat kayak apa sih orang jualan saat Nyepi. Dan ternyata cukup Ramai lho. Ada satu penjual yang menyediakan beragam makanan, mulai dari makanan ringan, tipat cantok, aneka rujak, bahkan nasi campur. Boleh dikatakan ini satu-satunya kegiatan jual beli terbuka yang ada di Bali saat Nyepi. ajaib banget... Dan kegiatan ini meski komersial tapi bukan dilakukan oleh perorangan lho. Tapi hanya pengempu Pura saja yang saat ini diperbolehkan karena memang harus ada yang berjualan. Kalau masyarakat yang lain dulu sekali pernah diperbolehkan bahkan sampai pernah seperti pasar tiban, tapi dihentikan. Tinggal satu saja usaha jualannya dan hanya jualan sekali setahun saat Nyepi. Oya orang dari Banjar lain banyak juga lho yang datang, juga mereka yang tidak merayakan Nyepi. Tapi syaratnya harus pakai baju adat, namanya juga masuk ke dalam Pura. Nanti kalau ditanya sama pecalangnya kenapa kok keluar saat Nyepi bilang aja mau ke Pura, pasti mereka udah paham dan akan mengijinkan jalan. Tidak berani melarang. aku sangat berharap sekali ada yang bisa sharing pengetahuan tentang tradisi tersebut. Ada tradisi unik lain pastinya di Banjar lain..oyo bagi-bagi informasi.


Hari jum'at tidak ada kegiatan lain. Hanya bersih-bersih dan menghias sanggah dan pelinggih-pelinggih untuk persiapan Kuningan. Selain itu juga unggahin banten dan canang. Aku sih jelasnya cuma bantu-bantu aja karena belum hapal dan belum bisa dilepas sendiri, mungkin butuh 10-15 tahun lagi hehehe.. maklumlah terlalu banyak yang harus dipelajari dan ini bikin mumet. Setelah itu baru deh jalan-jalan karena haturinnya masih besok pagi saatHari Kuningan. Lumayan dapat sebentar keluar setelah seharian kemarin ke rumah, dan sialnya tergoda mampir ke Elizabeth dan ketimpa tangganya adalah kepincut salah satu yang dipajang..melayang deh budget yang harunya bisa ditabung..hiks.. Tapi gak papa sih, kan buat kerja, anggap aja modal. Bukankah di Iklan pond's dikatakan bahwa penampilan adalah modal dibidang profesional hihihi...good job for the copywriter..


Sabtunya, alias tadi ya haturin banten-banten dan sembahnyang. Setelah itu ke Kantor buat sembahyang karena salah satu gedung kantorku odalan. pulang dari sana tidur seharian akibatnya aku lupa kalau hari ini Final Rapor Idola Cilik 2. wah dari minggu ke minggu gak pernah absen buat ngikutin meski jarang sms, kan sayang banget kalau gak nonton puncak acaranya. Begitu ingat acara udah setengah jalan..wuhhh..menyesalll. Tapi lumayan juga masih kebagian dan nonton deh ampe selesai. Persaingannya ketat sekali antara Debo dan Patton, tapi akhirnya Debo menang dengan selisih yang sangat tipis... Dari keseluhan apa ya yang aku suka, ternyata..Ariel Peterpan hehehe...

24 Mar 2009

Templet Belum Komplet


Aku sering banget ngiri melihat blog-blog yang keren dengan template yang spesifik alias dibuat khusus dan gak ada yang menyamai. Atau setidaknya pakai template yang bukan klasik yang biasanya tinggal download aja dari website tertentu yang menyediakan free template gitu. Udah lama aku pingin ganti template, dan udah banyak sekali download template-template keren tapi gak bisa aku pake. Tidak tahu kenaa aku selalu gagal kalau mau ganti template baru, susah banget. Yang ada malah templatenya hanya sebagian aja trus bagian lainnya blank, kalau gak gitu kontentnya yang hilang, bahkan postingan2ku pernah hilang juga gara-garanya mungkin aku salah menggantinya. Atau mungkin memang aku sendiri yang gak expert dalam bidang bloggerisasi ya, jadinya ya standar aja punya blog, gak menarik banget. Hasilnya, sampai sekarang aku tetap ngiri dengan blog-blog keren lainnya. Tapi biar begitu kok ya malah blog-blog favoritku justru kebanyakan juga yang biasa aja sih, karena biasanya tertariknya justru ke postingannya dari pada templatnya. Tapi kan ya kalau postingannya bagus dan blognya juga keren kan jadi seneng bacanya. Karena blog itu kan seperti rumah, dan rumah itu mencirikan kepribadian pemiliknya. Blog biasanya dibuat oleh pemilik sebagai media aktualisasi diri. Nah namanya juga aktualisasi diri masak mau yang biasa-biasa aja. Kalau mengaktualisasikan diri ya menurutku harus keren sekalian. Setidaknya saat kita buka blog kita sendiri ada perasaan ‘this is me’ gitu deh.. nah masalahnya nih aku pingin punya blog keren tapi kemampuan untuk membuat keren yang gak ada. Pengetahuan untuk mengganti template gak seberapa dan hasilnya pun gagal terus. Trus gimana dong..

Untungnya aku nemuin akal jitu buat ngakalin kegaptekanku, yaitu ganti header.. welehh sejauh ini hanya itu yang bisa aku lakukan. Dengan berbekal kemampuan photoshop apa adanya dan beberapa artikel yang aku baca akhirnya jadilah headerku yang ini. Awalnya sih mau download aja header dari website yang nyediain tapi kok ya gak ada yang mewakili kepribadian blogku ya. Aku maunya yang sederhana tapi mewakili unsur Bali. Tapi aku gak mau juga kalau diisi foto-foto budaya Bali atau landscape yang berbau Bali, terlalu biasa dan banyak yang melakukannya. Maunya yang sederhana tapi mencitrakan Bali, untungnya dapat gambar penari ini dari tekstur suatu dinding. Kebanyakan header yang disediakan pakai grafis-grafis yang meriah gitu, aku gak begitu suka. Setelah berhari-hari bikin akhirnya jadi juga. Tahu nggak, otodidak nih bikinnya, dari nol sama sekali tentang photoshop. Seringnya malah aku kebingungan sendiri saat ngeklik, ngredrag tapi kok gak terjadi reaksi apa-apa pada desainku ya hehehe.. tapi syukurlah yang satu ini udah jadi.


Setelah punya header baru aku ganti templatenya, tapi masih tetap pakai yang klasik dari blogger aja. Alasannya ya satu karena gak bisa mengganti template, alasan kedua biar gak berat aja bukanya. Makanya aku juga gak banyak pasang aplikasi dan foto, aku lebih suka blog yang cepat dibuka dari pada blog yang banyak fotonya tapi bukanya bisa bertahun-tahun lamanya, karena pada dasarnya aku lebih interest pada isi atau tulisan dalam blog tersebut. Nah dari template klasik tadi trus aku kostumisasi aja warna-warnanya, jadinya ya seperti ini.


Oya, ini bukan tutorial lho, jadi jangan dipercaya. Ini hanya sekedar keinsenganku aja nulis karena sampai sekarang aku masih penasaran untuk mengganti template blogku ini. Kalau ada yang rela berbagai pengetahuan sih Alhamdulillah banget.. Mari berkreasi dengan Blog kita hehehe..Peace!!!



23 Mar 2009

Menjelang Nyepi

Nyepi tidak lama lagi, hari Kamis mendatang seluruh umat Hindu akan melaksanakan Nyepi. Minggu ini boleh dibilang menyenangkan karena akan banyak liburnya. Long Weekend akan dimulai semenjak hari Rabu lusa. Namun semenjak kemarin pun ritual menyambut Nyepi sudah dilakukan di Bali, yaitu Melis atau melasti. Seperti tadi pagi waktu mau berangkat kantor, baru keluar Gang, masuk Jl. Sutomo jalanan sudah padat merayap, pasti ini karena Jl. Gadjah Mada ditutup untuk persiapan melasti dari Pura Desa yang letaknya bersebrangan dengan pasar Badung. Dengan prediksi arus lalu lintas akan diarahkan melalui Jl. Gunung Kawi yang tidak pernah absen dari macet meskipun hari-hari biasa, maka mau gak mau kami ambil jalan memutar yang terhindar dari macet. Untung perkiraan tidak meleset dan hasilnya nyampe kantor pun tepat waktu.


Nyepi tahun ini agak berbeda dengan Nyepi sebelumnya karena di Pengrupukan tidak akan ada Ogoh-Ogoh. Ogoh-ogoh itu adalah patung-patung besar berbagai macam bentuk, merupakan simbul angkara murka, jadi biasanya berbentuk buta, monster, tokoh-tokoh antagonis, dan banyak lagi, tergantung kreatifitas para pembuatnya. Biasanya sih beberapa bulan sebelum Nyepi udah semarak dengan berbagai persiapan membuat ogoh-ogoh. Tapi berhubung ada edaran dari pemerintah bahwa tidak diperbolehkan adanya Ogoh-Ogoh tahun ini, ya jadinya adem ayem aja seperti hari biasanya. Kenapa ogoh-ogoh tidak diperbolehkan untuk saat ini? Alasannya adalah untuk menghindari terjadinya kerusuhan karena Nyepi bertepatan dengan masa kampanye. Boleh dikatakan ini keputusan cerdas karena pawai ogoh-ogoh rawan mengandung muatan politis jika dilangsungkan untuk saat ini. Para caleg yang hobby menghambur-hamburkan uang buat menarik simpati itu pasti tidak akan menyia-nyiakan momen pengrupukan dan ogoh-ogoh untuk berkampanye. Kalau udah begitu kan akan rawan terjadi bentrokan antar tim yang mungkin saja didukung dana dari caleg atau partai yang berbeda. Namun sisi lain tetap ada tapi-nya. Ogoh-ogoh boleh dikatakan udah menyatu dengan Pengrupukkan dan ini menjadi komoditas tersendiri dalam menarik wisatakan. Paket-paket Nyepi ditawarkan oleh hotel-hotel itu biasanya menyertakan pawai ogoh-ogoh dalam agendanya untuk menarik wisatawan luar Bali. Bahkan tidak sedikit wisatawan yang khusus datang ke Bali saat Nyepi hanya untuk menikmati pawai ogoh-ogoh di Pengrupukan.


Karena liburnya agak panjang, tadi bangun tidur membayangkan, seandainya masih di Jogja pasti deh aku akan memanfaatkan liburan ini buat pulang kampong. Tapi kalau sekarang udah jauh, kalau liburnya cuma 4 hari kan sayang. Lagi pula kan harus tetap di rumah karena lagi nyepi hehehe.. padahal udah rindu banget sama kampong halamanku. Kangen ngumpul sama keluarga, kangen masakkan ibuku. Tapi kalau sekedar masakan ibuku aku masih bisa mengatasinya karena aku bisa memasaknya sendiri disini. Ya meskipun pada akhirnya hanya aku sendiri yang makan tapi kan yang penting kangenku sama rumah agak berkurang. Kalau masak makanan khas jawa seperti sayur asem, sayur bening, bothok lamtoro, oseng-oseng lombok ijo, nasi pecel, rasanya aku seperti makan di rumah. Pokoknya udah kangen banget. Kalau kangen sama bakso atau rujak cingur juga udah tahu dimana mencarinya. Tapi ada satu hal yang saat ini benar-benar aku rindukan yaitu kerupuk goreng pasir atau disebut juga goreng wedi. Sebenarnya sih krupuk biasa tapi menggorengnya tidak pakai minyak melainkan pakai pasir khusus jadi rasanya sangat gurih dan renyah. Cocok buat camilan atau pendamping pecel. Kalau orang Nganjuk-Kediri pasti tahu krupuk ini karena memang khas disana. Dulu waktu di Jogja sih masih ada tempat yang jual kerupuk ini, namanya kerupuk padang pasir. Di Nganjuk-Kediri sendiri istilah untuk kerupuk ini macam-macam. Ada yang menyebutnya kerupuk goreng wedi, krupuk kali (karena kalau di Kediri pasir yang digunakan adalah pasir dari kali/sungai brantas), kerupuk unyil, bahkan ada juga yang menyebut kerupuk upil karena ada rasa-rasa asinnya kayak upil hehehe..jorok ya. Ya tapi itulah kerupuk khasnya orang Nganjuk dan Kediri. Di daerah lain ada gak ya..??

19 Mar 2009

Kerja di Hari Raya

Bekerja dihari raya ?? yaelahh siapa yang mau..tapi inilah yang aku lakukan. Aku bukan pekerja media atau SPG di Mall yang memang harus kerja tanpa pedulikan hari libur sih, tapi tetap aja kebijakan perusahaanku menetapkan kalau Galungan tuh liburnya cuma sehari aja, tidak 3 hari seperti yang dianut oleh instansi lainnya. Ya boleh sih cuti, tapi kan sayang ya Bo’ mengingat di Bali ini banyak sekali upacara jadi mending jatah cutiku buat entar kalau ada upacara aja, atau kalau bisa sih buat mudik ke kampung halaman yang selalu kurindukan hehehe.. Sama seperti Galungan yang lalu, dikantor sepi. Yang pada pulang kampung ambil cuti masih menikmati kemeriahan bersama keluarganya masing-masing. Kebetulan keluarga suami emang asli Denpasar sini jadi kita gak pernah pulang kampung saat hari Raya Hindu, ini juga salah satu alasanku kenapa gak ambil cuti.


Namanya juga masih suasana Galungan, kalau hari ini disebut Manis Galungan, jadi jalanan pun masih sepi. Tidak mengalami macet seperti biasanya. Rumahku yang dipusat keramaian selalu rawan macet ini lancar..car..car.. Bahkan jalan Gadjah Mada yang ada pasar Badungnya Nampak sepi. Apalagi melewati daerah Renon yang merupakan kompleks kantor pemerintahan, tidak ada tanda-tanda kehidupan. Suasana ini mengingatkan aku akan Yogyakarta dihari minggu pada pukul 6 pagi hehehe.. I Miss Jogja so much.. kapan ya bisa kesana lagi..kangennnn..

Drama Gong

Untuk pertama kalinya aku nonton pertunjukan Drama Gong secara langsung di panggung terbuka Ardha Chandra. Kebetulan ada teman yang ngajakin barengan jadinya ya nonton aja, padahal swear deh, kalau sebelumnya tahu harga tiketnya 15 ribu aku lebih memilih nonton film aja di bioskop. Biasanya aku lihat pertunjukan drama gong hanya ditelevisi aja, itu pun kalau bli maksa-maksa buat nonton itu acara. Kalau aku sih bukannya tidak suka, tapi berhubung gak ngerti bahasanya jadi ya gak bias menikmati. Oya buat yang belum tahu drama gong yang merupakan kesenian tradisional Bali, ini ada cuplikan artikel yang aku dapat :

Drama Gong adalah sebuah bentuk seni pertunjukan Bali yang masih relatif muda usianya yang diciptakan dengan jalan memadukan unsur-unsur drama modern (non tradisional Bali) dengan unsur-unsur kesenian tradisional Bali. Dalam banyak hal Drama Gong merupakan pencampuran dari unsur-unsur teater modern (Barat) dengan teater tradisional (Bali). Nama Drama Gong diberikan kepada kesenian ini oleh karena dalam pementasannya setiap gerak pemain serta peralihan suasana dramatik diiringi oleh gamelan Gong (Gong Kebyar). Drama Gong diciptakan sekitar tahun 1966 oleh Anak Agung Gede Raka Payadnya dari desa Abianbase (Gianyar). Diakui oleh penciptanya bahwa Drama Gong yang diciptakan dengan memadukan unsur-unsur drama tari tradisional Bali seperti Sendratari, Arja, Prembon dan Sandiwara dimaksudkan sebagai sebuah prembon (seni campuran) modern.

Unsur-unsur teater modern yang dikawinkan dalam Drama Gong antara lain :

  • tata dekorasi
  • penggunaan sound efect
  • akting
  • tata busana

Karena dominasi dan pengaruh kesenian klasik atau tradisional Bali masih begitu kuat, maka semula Drama Gong disebut "drama klasik".

Jadi bisa dibayangin kan ? ya mirip-mirip gitu deh dengan pertunjukan ketoprak kalau di Jawa. Namun kebanyakan drama gong yang sekarang tuh lebih mengedepankan unsur lawaknya, dan ceritera kalau menurutku justru hanya sebagai pelengkapnya saja. Seperti ketoprak humornya RCTI dulu itu, tapi ketoprak humor pun jalinan ceritanya nampak nyata, disebut humor karena yang main bukan pemain ketoprak tapi artis yang memang gak bisa main ketoprak maka jadinya ya humor alias lucu. Tapi kalau drama gong memang kecenderungannya lawak sih. Tidak heran jika pemain drama gong yang laris tuh ya pelawaknya seperti Cendil, Lolak, dan lain sebagainya (habis yang nyantol dikepalaku hanya 2 itu, padahal masih banyak lho yang lain). Orang pasti berfikir kenapa sih aku yang belum 2 tahun di Bali ini kesannya dekat dengan drama gong. Padahal orang Bali asli belum tentu interest sama pertunjukan tradisional seperti ini. Ini tidak lain dan tidak bukan gara-gara suami kerjanya berhungan dengan kesenian macam drama gong, calonarang, janger, cenkblonk, dsb. Jadi ya sering dengar istilah itu, bahkan terpaksa mau ikutan nonton kalau dia merasa perlu untuk lihat hasil tayangannya. Huuh..


Kebetulan yang aku tonton kemarin tuh publikasinya heboh. Judulnya Bhima Rampak kalau gak salah, ya maaf kalau salah. Disebut-sebut sebagai pentas drama gong kolosal bahkan tercatat MURI (kalau gak salah) dengan jumlah pemain paling banyak, lebih dari 500 orang. dan karena banyaknya pemain itu banyak pula pelawaknya yang ikut mendukung acara. Jadi kesannya dari awal lawakan terus dan inti ceritanya dikit banget, gak nyampe 30 persen kali dari keseluruhan slot time acara. Musik pengiringnya ada lebih dari 2 set kelompok gamelan, dan musiknya pun modifikasi antara gamelan bali dengan musik modern seperti organ, gitar, bas, drum, dsb. Jadi ya kayak campursari-nya Didi Kempot gitu deh. Secara keseluhan ini tidak tradisional lagi jadinya. Bagian menarik 9tidak ada yang paling) dari pertunjukan ini adalah panggung ardha Chandra-nya aja yang megah, apalagi didukung dengan cahaya rembulan yang hari itu pascapurnama, Perfect decoration. Ini pengalaman pertamaku nonton pertunjukan drama gong secara live dan lain kali kalau ada yang ngajak lagi mending aku gak ikut aja, kalau dia nekat mau traktir beliin tiket mending beliin aku tiket bioskop aja, itu akan lebih membuat aku terkesan.

12 Mar 2009

Program Bulan Maret

Bulan ini menjadi beda dengan bulan-bulan sebelumnya dalam program hamil. Rasanya semuanya datar, tidak ada perasaan menggebu-nggebu dan penuh semangat seperti sebelumnya. Meski program ke dokter Anantasika tetap berjalan tapi antusiasme terhadap siklus menurun. Maksudnya, jika bulan sebelumnya begitu siklus datang langsung deh aku beri tanda lingkaran besar di kalender, trus itung-itung hari kapan masa suburnya, kapan jadwal berhubungannya, trus bikin rencana untuk membebaskan hari-hari penting itu dari kegiatan lainnya, dsb. Bulan maret ini kalender di kamar bersih tanpa coretan, tanpa note-note. Paling aku hanya menandai hari pertama datangnya siklus saja dan untuk bulan inipun udah terjadi di halaman kalender februari. Untuk maret mungkin nanti hanya akan terisi sama jadwal haid bulan depan. Aku gak tahu kenapa, ini terjadi begitu saja. Mungkin reaksi alamiah setelah mendapati hasil test yang diluar harapan itu.

Program berjalan seperti biasanya. Tetap dikasih fertin dan Vit E, trus dilanjutkan dengan multivitamin kompleks dan folat. Program untuk suami sementara ini hanya melanjutkan suplemen yang diberikan dokter dan beberapa ritual alternatif hasil blogging, googling, saran pak De Mangku, dan bli Pande yang Baik. Kemarin malam waktu ke dokter sempat menanyakan tentang pengobatannya, tapi dokternya bilang kita tunggu saja sampai bulan ke-3 baru test lagi. Ya sud..tapi kok kami rasanya gak sabar ya. Bli bilang bulan ini kalau aku haid lagi kita mau langsung aja ke androlog. Hehehe..aku jadi bertanya-tanya, kalau gak nunggu dokternya kasih rekomendasi apakah ke androlognya bisa efektif ? jangan sampai entar udah keluar biaya banyak ternyata langkah tersebut tidak efektif. Ah..bingung. tapi ya tunggu aja deh bulan depan. Akankah mukjizat itu akan datang? Semua ketentuan ada padaNya. UntukMU, dengan segala kelemahan dan cintaku..

5 Mar 2009

Rise Up

Hasil test lab waktu lalu cukup membuat kami terpukul

Menjatuhkan harapan yang hampir melambung

Bahkan ada seberkas harapan yang menguap

Namun saat ini bukan saatnya untuk meratapi dan larut

Masih ada semangat untuk kembali melangkah

Melanjutkan kembali langkah yang sudah diambil

Kami tidak mau berhenti disini

Perjuangan harus dilanjutkan

Disertai seulas keyakinan bahwa akan SELALU ADA JALAN


Kami berjuang disini

Bukan dengan mengangkat senjata

Tapi dengan menundukkan kesombongan

Bukan dengan tangan terkepal

Namun menegadah berserah

Tidak ada kata menyerah..


Kami akan terus berjalan dengan menggenggam cinta..