28 Apr 2009

Antara Flexyphone dan I Phone 3G


Udah lihat header terbaruku ??? hahaha..edisi Rossi deh..sekalian buat merayakan dimulainya kompetisi Moto GP 2009. Harusnya desain ini udah aku tampilin dari sebulan lalu tapi kemarin-kemarin masih keasikan sama desain yang penari itu. Tapi gak banyak perubahan ya karena memang kemampuan photoshopku juga gak ada peningkatan. Jadi masih sebatas cut and paste aja deh. Moto GP udah melewati dua kali perlombaan. Yang pertama tentu saja di sirkuit qatar. Balapan pada malam hari. Balapan yang sempat ditunda gara-gara hujan. Rossi menduduki peringkat 2, dibelakangnya Stoner. Tapi aku gak nonton hehehe..habis malam banget sih. Mending aku tidur aja dari pada bela-belain Rossi trus besoknya gak bisa kerja kan berabe. Petandingan ke-2 berlangsung di Sirkuit Montegi Jepang. Lumayan strategis waktunya karena siang hari, ya meski aku baru sempat nonton ditengah pertandingan gara-gara tidur siang (ahh..lagi-lagi..). Untungnya masih sempat nonton lap 17-18 dimana Rossi bersaing ketat dengan Pedrosa. Wahhh seru banget. Tidak terucapkan deh..dalam hati aku hanya bersyukur saja saat itu aku tidak sedang dibonceng Rossi. Alamak...bisa mati kaku aku gara-gara ketakutan. Dan Pastinya Rossi yang menang. Sebenarnya berharap banyak bahwa Rossi bisa menempati peringkat pertama di Montegi karena ini sirkuitnya Rossi banget. Pendek dan menikung. Kalau Stoner lewat deh.. Ducatinya tuh gak berkutik di Montegi. Kebanyakan pertandingan memang tuan rumah yang menang. Dan terbukti di Jepang ini Honda dan Yamaha mendominasi. Agak kecewa karena lagi-lagi Rossi hanya diperingkat 2 tapi agak senang juga karena yang peringkat pertama adalah Lorenzo.


Selesai nonton Rossi kami siap-siap ke Gianyar, ada janji sama tukang pijat refleksi yang tadi pagi kami hubungi. Kami berharap ini menjadi langkah kami untuk berhasil dalam program kehamilan ini. Tuhan, berikanlah petunjukMU. Sempat muter-muter juga nyari lokasinya karena ini pertama kali kesana setelah mendapatkan rekomendasi dari tempat pijat refleksi kami yang sebelumnya. Yang ini katanya lebih senior karena memang gurunya. Ya semoga bagus.. Semua lancar-lancar aja dan kami puas dengan pelayananannya. Bapak-ibu terapisnya beraliran tradisional Jawa dan menerapkan teknik-teknik program hamilnya orang Jawa...yang kayak gimana sihhh??? Hehehe...kalau ada kesempatan deh cerita. Yang jelas kami mulai berpikir untuk serius pada terapi yang ini, yang mau gak mau nanti sepertinya harus merelakan untuk melepas salah satu program lainnya karena masalah biaya tentunya. Gak bisa semua jalan, kesannya kemaruk banget dan dananya itu juga gak kuku deh..


Pulang dari pijat ada undangan yang harus dipenuhin. Ada kenalan yang me-lounching sinetron produksinya di Sector Bali Beach. Rupanya Sinetron ini diproduksi oleh PH dan melibatkan talent anak didik sekolah/sanggar acting dari pemilik PHnya. Jadi selain acara Lounching yang menjadi menu utama, banyak pula hiburan tari dan modeling oleh siswa-siswa sanggar tersebut. Mereka masih kecil-kecil tapi udah lumayan juga lho gayanya untuk hitungan lokal Bali. Jangan-jangan malah satu-satunya di Bali.. ah tidak tahu. Yang jelas aku akan sangat antusias sama acara ini jika saat itu aku udah punya anak yang sebaya anak-anak itu. Ya meski aku akan lebih senang anakku nanti ikut kegiatan tari atau gamelan tradisional daripada ikut kursus acting dan modeling hehehe… acaranya meriah karena yang hadir selain orang-orang dari media juga keluarga dari para “artis-artis wannabe” cilik tadi.


Beruntung sekali sebelum berangkat tadi aku kelaparan jadi sempat-sempatin makan dulu. Sementara Bli diniatin gak makan karena prediksinya pasti aka nada gala dinnernya. Hahaha..meleset tuh perkiraan. Memang sih tempatnya di restoran sebuah hotel tapi ternyata hidangannya hanya coffee & tea break aja. Kalau mau makan ya pesan di restorannya yang tentunya bayar sendiri. Dia mengeluh terus karena lapar tapi gak rela harus pesan makanan di restoran ini, harganya selangit. Acara bagi-bagi doorprize-nya seru karena banyak sekali bingkisan dan merchandise yang disediakan jadi pemenangnya banyak. Dan kami kebagian rejeki juga juga sebuah Flexyphone merk ZTE. Lumayan kan.


Namun berhubung kami berdua udah pakai flexy jadi Hpnya buat ibu aja. Setelah sebelumnya membentuk komunitas XL bersama keluarga besar, sepertinya akan terbentuk komunitas flexy juga deh.. Semoga ini menjadi langkah awal menuju keberuntungan berikutnya, Iphone 3G apple..yehaaa...


21 Apr 2009

Tidak Ada yang Kebetulan


Aku termasuk orang-orang yang sangat meyakini apa yang tertulis dalam The Secret, terutama soal low attraction dsb. Terkadang kita memang mengalami apa yang biasa kita pahami dengan “kebetulan”. Misalnya pikiran kita gak sengaja teringat sama si A, eh kebetulan pas lagi jalan ketemu sama si A. Namun yang tidak kita sadari bahwa ternyata tidak ada kejadian yang kebetulan. Semua yang terjadi itu karena ada alasannya, dan apa yang kita pikirkan turut mempengaruhi kejadian yang muncul di muka bumi ini. Yah..secara teoritis lengkapnya bisa dibaca di bukunya atau videonya. Berhubungan dengan Low Attraction, apakah itu berkaitan dengan telepati dan keterikatan batin ya..?? aku belum menemukan jawabannya sih. Hanya saja beberapa kejadian yang aku alami mungkin mengarah juga kesana. Misalnya hari itu Bli kerja malam, pulang pukul sembilan malam. Aku yang lagi BeTe dirumah tiba-tiba pingin makan sate dan berniat sms Bli agar pulangnya dibawain sate. Namun urung sms karena kupikir lagi kalau Bli harus mampir beli sate kan lama tuh nungguin bakarnya, takutnya semakin kemalaman pulangnya. Ya udah..aku kompromi sama logikaku dan gak jadi sms, dan sedikit-demi sedikit mengubur keinginan makan sate. Tapi gak tahu kenapa justru bli menerima pikiranku, tentunya ini terjadi dialam bawah sadarnya dia. Katanya gak tahu kenapa pulang dari kantor dia pingin banget beli sate buat makan malam sama aku katanya. Jadinya dia muter cari pedagang sate yang masih jualan dan dapet. Tentu saja aku kaget, pulang-pulang bawa oleh-oleh yang aku inginkan, dan kusampaikan bahwa tadi sempat kepikiran pingin sms minta dibeliin sate tapi gak jadi. Trus dia juga bilang gak tahu kenapa kok tiba-tiba pingin beliin aku sate. Setelah tahu kami tertawa dan mereka-reka berbagai teori dalam buku the secret. Apakah kami sekedar menghubung-hubungkan atau apa, ya gak tahu hehhe..


Itu bukan satu-satunya kejadian lho. Meski tidak selalu kejadian tersebut kami sadari. Soal kasus sate itu sendiri udah 2 kali. Yang pertama dulu juga sama, aku pingin makan sate karena dirumah tidak ada makanan tapi urung sms bli juga yang waktu itu masuk malam. Gak lama kemudian dia telp dan nanya dirumah ada makanan nggak? Aku bilang ndak ada eh dia langsung nutup telp tanpa aku sempat bertanya. Tak tahunya datang-datang dia bawa sate banyak banget karena ada temannya sms mau datang ke rumah malam itu. Agak gak nyambung ya, tapi intinya keinginanku makan sate malam itu terkabul.


Trus ada juga kejadian yang lumayan aneh, waktu itu aku nulis statusku di facebook ”menunggu hari sabtu” padahal aku sendiri gak tahu apa yang aku tunggu di hari sabtu. Gak lama kemudian bli telp nanyain apakah aku ada rencana malam minggu nanti, kalau gak ada sabtu malam dia mau ngajakin ke Besakih bareng teman-teman kantornya. Tentu saja aku mau. Yang aneh disini selain feeling malam minggu tadi adalah sehari sebelumnya ada teman yang kirim messege juga di FB nanyain apakah aku udah ke Besakih, dan aku jawab belum. Gak tahunya ada yang ngajakin kesana. Ajaib banget kan..??


Kejadian lain adalah waktu dulu masih di Jogja. Gak tahu kenapa malam itu pingin banget ketemu bli, tapi gak mungkin banget ngajakin ketemuan karena udah diatas jam 9, udah lewat jam malam kostku. Eh tahunya dia tiba-tiba datang dan ngajakin keluar. Hehehe..nekat aja waktu itu aku keluar sama bli meski cuma muter aja bentar naik motor habis itu aku dipulangi lagi ke kost. Dan anehnya dia tidak punya alasan kenapa tiba-tiba pingin ngajakin jalan2 malam itu. Oya yang perlu menjadi catatan nih, Bli itu bukan tipe romantis lho. Dia bukan tipe cowok yang akan ngasih kejutan tiba-tiba, ngasih oleh-oleh tiba-tiba, ngasih hadiah tiba-tiba..pokoknya yang tiba-tiba dan tanpa diminta itu bukan bli banget. Kalau sampai dia melakukan apa yang aku mau tanpa aku minta itu berarti isyarat dari semesta hehehe..


Dan banyak lagi kejadian-kejadian seperti diatas aku alami lho, hanya saja kalau disuruh mengingat satu persatu kok jadi blank, karena banyak yang tidak terpikirkan di otak. Kalau udah tahu begini gak mau deh mikir yang nggak-nggak, mikir yang negatif-negatif. Pokoknya harus mikir yang positif terus dan mengharapkan yang bagus-bagus. Salah satunya berharap punya Iphone 3G Apple hahahaha...



20 Apr 2009

Cerita Besakih

Karya Panca Bali Krama tinggal beberapa hari saja, tidak heran jika pemedak makin hari makin tumpah ruah datang ke Besakih. Dan menurut hasil prediksi Bali Post, puncak kepadatan terjadi hari sabtu dan minggu kemarin. Dan kebetulan aku sempat menyaksikan bukti membludaknya umat yang ingin mebakti di Pura terbesar di Bali ini. Salah satu dampaknya terutama jalan menuju kesana yang macet..cet..cet.. kalau di Puranya sih mampu menampung berapapun umat yang datang, meski harus antri tentunya. Tapi yang tidak mampu mengimbangi adalah prasarana untuk mencapai kesana. Bukan tidak mengimbangi sih karena memang umat yang datang kesana benar-benar luar biasa dari segi antusias dan kuantitasnya. Perjalanan yang biasanya cukup ditempuh dalam waktu 2-3 jam, harus ditempuh dalam waktu 6 jam atau lebih akibat padatnya arus kesana. Itu belum seberapa karena nyampai di lokasi Pura bukanlah hal mudah untuk mendapatkan tempat parkir. Banyak kendaraan yang mau gak mau parkir di lokasi yang lumayan jauh dari pura. Jadi mereka harus menempuh jarak lanjutannya dengan berjalan kaki. Ini masalah tersendiri karena harus bisa tetap jalan di track yang menanjak karena letak Pura di Puncak bukit, belum lagi harus membawa keben atau sokasi yang isinya macam-macam. Belum lagi bagi yang wanita harus berkebaya dan berkain, trus ada juga yang memakai sandal hak tinggi. Jika bukan karena semangat dan spiritualitas kayaknya bukan hal yang mudah deh bahkan bisa jadi tidak mungkin. Itu belum seberapa lho karena pastinya badannya udah pada capek di jalan, belum lagi yang masuk angin dan mabuk darat, belum lagi tantangan panas matahari bagi yang kesana siang hari, dan ngantuk plus dingin bagi yang kesana malam hari, belum lagi lapar dan haus. Belum lagi berhimpitan dengan umat lainnya..wahhh…


Kami yang bersama rombongan berangkat jam 9 malem, jam 3 pagi baru sampai di lokasi. Beruntung tidak hujan, padahal katanya lebih sering turun hujan malam-malam. Setelah melakukan sembahyang dan beberapa hal akhirnya kita bisa pulang jam 5 pagi. Kami yang pada mulanya merasa betapa beratnya harus mengalami ini, namun pada akhirnya menyadari betapa beruntungnya kami telah berhasil melaluinya. Ini dikarenakan dalam perjalan pulang yang diwarnai kemacetan total, bahkan sempat stuck untuk waktu yang lama, kami berpapasan dengan ribuan bahkan mungkin jutaan kendaraan lainnya yang ingin menuju ke Besakih. Mereka mengalami hal yang lebih parah lagi. Kami bersyukur semua telah berlalu, meski perjalanan pulang lama tapi melegakan dan bisa sampai dirumah dengan selamat. Ya meski diujung perjalan harus diwarnai perdebatan sama bli karena aku sakit perut dan menyuruhnya cepat-cepat, dia malah nangkepnya aku gak sabaran.. aduhhh dia gak bisa ngrasain sih orang bukan dia yang kebelet kebelakang. Ah leganya..mandi, makan, internetan bentar trus tidur dehh seharian..



11 Apr 2009

JAGA KEBERSIHAN PURA

Pergi ke pura untuk melakukan sembahyang (mebakti) menjadi ritual umat Hindu. Sama seperti halnya penganut agama lainnya, mereka pergi ke rumah ibadah untuk melakukan sembahyang. Pada hari-hari tententu, umat Hindu sembahyang ke Pura. Namun setiap ke Pura pada hari-hari penting dimana bnayak umat bersembahyang ada hal yang membuat aku miris. Yaitu pura yang dihari-hari biasa bersih terawat harusnya tetap bersih juga pada saat digunakan untuk sembahyang. Rupanya kebiasaan buang sampah harus di tempat yang sudah disediakan belum berlaku di kebanyakan Pura. Sehingga sudah menjadi kebiasaan umat meninggalkan canang dan dupa bekas sembahyang begitu saja. Sehingga umat yang datang lebih akhir harus bersembahyang diantara hamparan canang bekas yang sebenarnya merusak pemandangan dan dapat mengganggu kenyamanan sembahyang. Itu pula sebenarnya yang membuat aku lebih nyaman sembahyang ke Pura yang tidak terlalu ramai, lebih bersih, hening, dan syahdu. Hal seperti ini sudah lama menjadi pemikiranku. Tapi baru setelah ada PSA Bali TV tentang membuang sampah bekas canang di tempat sampah baru deh kepikiran buat nulis ini.

Kali ini Bali TV jeli dalam mengapresiasi kebiasaan jelek satu ini, mampu mewakili keresahan umat. Semoga banyak umat Hindu yang nonton PSAnya ya dan melakukan apa yang menjadi anjurannya. Jangan meninggalkan bekas canang dan dupa di Pura. Bukankah sudah disediakan tempat sampah di lingkungan Pura ?. Yang masih kurang adalah papan-papan peringatan yang sebaiknya mulai HARUS dipasang di Pura, yaitu “Harap Buang Canang dan Dupa Bekas Sembahyang ke Tempat yang Sudah Disediakan”.

Waktu Odalan di Pura dalem Kayangan 2 hari lalu, masalah kebersihan sudah mulai diterapkan. Pada penutupan sesi sembahyang panitia mengumumkan pada umat untuk tidak meninggalkan sampah, dan akbiatnya Pura tetap bersih terjaga meski sebelumnya ratusan (bahkan ribuan)umat selesai sembahyang. Sayangnya diantara 7 Pura yang aku kunjungi hari itu, cuma satu Pura ini aja yang mengumumkan hal tersebut. Akan butuh waktu untuk membangkitkan kesadaran umat ya.

Yang bisa kita lakukan hanyalah memulai dari diri kita sendiri. Tumbuhkan kepedulian kita untuk menjaga kebersian area Pura. Malu kan kalau di rumah, di jalan, di kantor, di mall aja kita tertib buang sampah ke tempatnya masak di Pura nggak ?? Bukankah Tuhan cinta keindahan. Ayo tegakkan kebersihan.. jangan lagi ya ninggalin canang dan bekas dupa...dan Selamat menikmati keheningan yang khusuk dengan nyaman.

3 Apr 2009

Sahabat Pena


Pernah kepikiran tidak tentang sahabat pena. Aku pikir itu adalah istilah yang keren banget dan sangat sesuai dengan maknanya, sahabat pena. Kalau jaman sekarang mungkin yang cocok adalah sahabat facebook, atau sahabat blog, tapi kok kurang ya..oya kan ada istilah teman dunia maya hehehe..cocok gak sih istilah itu, teman dunia maya...??? Kalau menurutku agak kurang juga sih karena internet pun dunia nyata, trus kenapa disebut maya ya...??? ah gak tahu lah. Kembali ke masalah sahabat pena, aku punya lho beberapa sahabat pena sampai sekarang. Awal mengenal istilah sahabat pena ya sejak jamannya baca majalah BOBO. Dulu waktu masih kelas 3 SD kalau gak salah mulai langganan majalah itu, bahkan samapai SMA masih suka beli BOBO. Karena dulu majalah masih jarang, jadi BOBO menjadi majalah paling populer dikalangan anak-anak. Pokoknya apa yang ada di BOBO waktu itu rasanya keren banget. Masih ingat, dulu selalu terpesona dengan iklan boneka barbie yang selalu ada di sampul belakang bagian dalam majalah itu. Sayangnya..sampai usia segini aku belum pernah merasakan punya boneka barbie yang asli. Pada dasarnya memang tidak begitu suka main boneka sih (seingatku gak pernah malah) tapi kalau lihat gambar barbie yang cantik itu..aduh..pingin juga punya.


Gara-gara BOBO pula aku punya sahabat pena. Dulunya sih banyak sekali, bisa dalam sehari aku dapat 5-6 surat padahal dalam seminggu pak pos datang ke desaku 3 kali lho, jadi dalam seminggu berapa tuh surat yang harus aku balas. Tapi waktu itu rasanya senang-senang saja, karena aku suka menulis surat. Yahh mengaplikasikan pelajaran bahasa indonesia gitu deh. Yang mengeluh mungkin hanya ibukku saja karena perangko di tokonya selalu habis karena aku ambil hehehe..


Hingga saat ini pun aku masih suka nulis surat buat sahabat pena meski hanya tinggal 2 orang aja yang masih saling berkomunikasi. Kalau dihitung udah berapa tahun ya, sejak aku kelas 2 SMP kalau gak salah, lebih dari 15 tahun kurasa...walahhh gak terasa. Euis Mulindang Tari namanya, dari daerah Kenali Asam Atas Jambi. Kalau sama Euis udah bergeser media komunikasinya melului SMS. Trus satu lagi Dhina Sandra Juwita, dia tinggal di Aceh Timur. Kalau sama Dhina, selain SMS, komunikasi tetap melalui surat kadang juga saling tukar photo hehehe..(hari gini gitu lho, masih ada ya aktifitas seperti itu). Sudah banyak sekali kisah dan cerita dari pengalaman-pengalaman sehari-hari yang kami bagi. Sampai sekarang pun moment paling indah tentu saja menerima surat dari pak pos, dan satu lagi yang aku suka adalah berdiri di loket kantor pos untuk mengirimkan surat balasanku ke sahabatku. Oya, dalam waktu 15 tahun itu, banyak hal telah berubah dari aktifitas di kantor pos lho. Kalau dulu aku masih sempat merasakan antrian panjang di loket kilat khusus orang-orang yang berkirim surat untuk sanak keluarga atau kolega, sekarang antrian semakin pendek, bahkan jarang banget ada antrian di loket. Kalaupun ada mereka tidak mengirimkan surat keluarga, melainkan amplop-amplop besar berwarna coklat yang pastinya menyangkut urusan bisnis, urusan kantor, ataupun surat lamaran kerja. Kalau gak begitu paling kiriman berupa paket pos dalam kotak-kotak besar berwarna coklat. Aku tidak melihat lagi sampul-sampul amplop berwarna-warni atau putih polos dengan galis-garis merah biru ditepiannya. Banyak yang berubah ternyata dengan adanya kemajuan teknologi komunikasi. Tapi ada satu hal yang tetap membuatku semangat bersurat pada sahabatku adalah iklan ini.


Surat dapat menyentuh langsung ke hati atau perasaan orang yang kita kirimi. So sweet kan ???


Ada satu lagi sahabat penaku, namanya Arif Rahman, terakhir kali berkirim kabar adalah waktu jaman kuliah sekitar 6-8 tahun yang lalu. Seingatku dia dulu kuliah di fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat angkatan 1998 kalau gak salah juga. Arif juga pernah menjadi atlit bulutangkis waktu remaja. Alamat terakhirnya di Martapura, kalimantan selatan. Dia pernah mengirimkan jam meja dari batu pualam berbentuk pulau kalimantan. Bagus sekali, sayang sekali jam itu sudah patah karena terjatuh dari rak meja belajarku, dan jarum jamnya macet karena tertindih barang lainnya waktu pindahan kost. Aku rindu jam mejaku itu. Apakah ada yang tahu keberadaan Arif Rahman ???.. Aku mencari sahabat penaku yang sempat menghilang...... kalau ada yang tahu bagi informasi ya (intenpi@yahoo.com) atau Arif apakah kamu baca tulisan ini ?? ayo saling berkirim kabar lagi..


NB : Postingan ini juga saya persembahkan untuk Bli Pande, Sahabat Keyboard saya hehehe..Peace Bli !!! Juga buat Anda semua Sahabat Mouse saya hehehe...