28 Mei 2009

Sambal Bongkot Khas Bali



Tahu yang namanya bunga kecombrang. Bunga ini kukira hanya dikenal di Bali saja. Kalau disini disebut bunga bongkot. Warna bunganya merah muda dan saat masih kuncup dapat digunakan sebagai bumbu masak. Kalau pingin tahu bunganya seperti apa baca ini yang aku dapat dari wiki . Nah kalau di Bali bunga bongkot ini biasanya dijadikan bahan untuk bikin sambel matah, yang merupakan sambal khas Bali. Awal kenal bunga ini karena dibawain sama teman Bli, sekantung bunga bongkot yang kemudian oleh ibu mertua dibuat sambal dan sangat disukai suami. Aku sendiri merasa aneh, bunga kok dimasak, dan begitu nyobain pertama kali kok rasanya gak enak dan baunya itu terutama, seperti bau sirih. Sejak saat itu aku memutuskan tidak menyukai sambal bunga bongkot. Hingga akhirnya dilain waktu teman bli tadi mebawakan bunga bongkot tapi kali ini tidak dalam wujud bunga tapi yang udah diolah menjadi sambal seperti sambal yang dulu dibuat itu mertua. Awalnya masih gak mau makan tapi berhubung lihat bli makannya lahap banget dan dia merayu dengan agak maksa agar aku nyobain akhirnya nyobain deh. Lho..kok jadi enak.. ada sih bau sirihnya tapi gak begitu kuat. Yang terasa justru enaknya dan rasanya yang unik. Langsung deh berputar haluan dan aku memutuskan akan menyukai sambel bongkot heheh..

Tapi ternyata tidak hanya di Bali aja lho yang mengenal masakan dari bunga bongkot atau kecombrang ini. Hasil googling ternyata pak Bondan pernah nulis juga tentang bunga kecombrang dan jadi tahu kalau ternyata di daerah lain banyak juga yang memakai bunga ini sebagai bahan masakan. Ini dia artikelnya. Kebtulan kemarin pas kepasar lihat bunga bongkot dipenjual sayuran. Beli ah, mau bikin sambel matah yang sangat disukai Bli. Bikinnya gampang banget deh. Dan biar tambah matap, sambel matah bunga kecombrang/bongkot ini cocok kalau dipasangkan dengan ikan laut bakar atau goreng. Dimakan sama nasi panas-panas wuihhh..dijamin pasti nambah. Aku aja yang lidahnya orang jawa bisa kepincut sama sambel bongkot. Mau nyobain ? ini dia cara bikinnya :


Bahan :
Beberapa kuncup bunga kecombrang/ Bongkot
Beberapa butir bawang merah
Cabe rawit - sesuai selera
1 Buah jeruk limau
sedikit terasi dibakar
sedikit minyak goreng (kalau ada pakai minyak kelapa ya, tapi berhubung aku gak suka bau minyak kelapa dan kebetulan pas lagi gak ada persediaan didapur jadinya pakai minyak bimoli aja)

Pelengkap :
ikan laut / ikan air tawar
(Lebih enak kalau dibakar, kalau mau digoreng jangan terlalu kering jadi kering bagian luarnya aja tapi basah dibagian tengahnya akan lebih nikmat). Kali ini aku pakainya ikan tuna bakar tapi digoreng lagi bentar biar ada rasa renyahnya.

Cara membuat :
1. Bawang merah dan bunga kecombrang/bongkot dicuci bersih trus diiris tipis
2. Trus dicapur dalam mangkok tambahkan garam trus dibejek-bejek/diremas-remas sampai layu, cuci dengan air agar hilang rasa asin dan getahnya, trus diperas. Sisihkan.
3. Iris cabai rawit
4. tambahkan irisan cabai rawit, terasi yang udah dibakar, garam secukupnya, dan minyak goreng secukupnya kedalam irisan bunga kecombrang dan bawang merah tadi.
5. Dikecrotin jeruk limau agar aroma dan rasanya segar
6. Uleni agar semuanya merata
7. siap deh untuk dihidangkan bersama ikan bakar/goreng dan sayuran pelengkap lainnya, jangan lupa nasi yang panas ngebul.

catatan :
1. Lebih bagus kalau proses meremas dan menguleni pakai tangan aja
2. hati2 karena tangan bisa kepanasan kena cabai. Triknya adalah sebelum meremas pakai cabe olesi tangan dengan minyak goreng, setelah selesai meremas cuci bersih pakai air (tangannya).
3. Kalau ditempat Anda tidak ada bunga kecombrang/bongkot, bisa diganti dengan batang serai. ambil bagian yang muda dan empuk (yang masih bisa diiris dengan mudah pakai pisau itu artinya muda, biasanya mulai dari pangkal batang dekat akar, sampai sekitar 10 cm. Iris batang serai melintang tipis2 seperti mengiris bawang merah. Proses pembuatannya sama seperti bikin sambal matah berbahan dasar kecombrang/bongkot. Kalau pakai serai aromanya khas serai, harum dan sedap tidak kalah dengan bunga bongkot.

Gampang dan enak.. Oya boleh juga dimakan dengan berbagai sayur pelengkap boleh tumis, urap, atau plecing, atau apa aja deh.. selamat bereksperimen dengan bunga bongkot. Terutama buat yang bukan orang Bali tapi suka atau penasaran dengan masakan Bali.

Keterangan : foto countessy dari kompas

4 komentar:

  1. Sepertinya kelak tag blog ini bakalan berganti dengan blog kuliner. Nyam Nyam... bisa dikomersialkan tuh. :p

    BalasHapus
  2. boleh dicoba nih samabal bongkot ^^

    BalasHapus
  3. @ bli pande : hahha..kalau saya ahli dalam hal masak memasak ada kemungkinan deh kearah sana, untungnya saya ambisi aja yang besar sementara kemampuan masak gak ada jadinya ya tukang masak nanggung hehehe..

    BalasHapus
  4. @ natasha : Salam kenal natasha..thank you for comming.. kalau di jepang ada gak ya kecombrang/bongkot ini?

    BalasHapus