27 Agt 2009

Film 3D Upin dan Ipin

Aku ketinggalan lagi. Baru minggu kemarin tahu kalau ada film animasi 3D yang bagus karya animator Malaysia. Judulnya Upin dan Ipin.Kalau dari sisi animasi 3Dnya udah bagus sih meski tentunya tidak bisa disejajarkan dengan animasi 3D tingkat film Hollywood. Tapi untuk sebuah tayangan TV di negara Asia udah termasuk bagus meski wujud karakter fisiknya masih sederhana dan polos. Keunggulannya adalah pada karakter non fisiknya. Dibangun dengan sangat natural dan khas.

Ceritanya tentang kehidupan sepasang anak kembar Upin dan Ipin yang yatim piatu. Mereka tinggal disebuah kampung kecil bersama Opa (nenek) mereka yang sangat murah hati dan menjunjung tinggi tradisi Melayu. Selain itu juga ada Kak Ros, kakak perempuan si kembar yang cantik, baik hati, meski kadang suka marah-marah pada adik-adiknya yang bandel. Si Kember sering dibela sama Opa dan hal tersebut membuat Kak Ros semakin kesal. Dia merasa Opa terlalu memanjakan adiknya. sepertinya Opa santai saja menghadapi kembar yang kadang usil banget ini. menurutnya tidak apa-apalah anak laki-laki seusia mereka sedikit bandel yang penting mereka adalah anak-anak baik dan selalu menuruti apa yang Opa bilang. Lucu banget dan bikin terharu kadang.



Kebetulan kemarin pas nonton adalah pas Episode Ramadhan dan Idul Fitri. Jadi menceritakan aktifitas mereka selama puasa. Mulai dari pengetahuan tentang puasa, kenapa perempuan boleh tidak puasa pada kondisi tertentu, tentang tarawih, petasan, belanja makanan buka puasa, baju baru buat lebaran, ketupat, zakat, sampai silaturahmi saat idul Fitri. Rupanya di Malaysia juga ada tradisi bikin ketupat lebaran dan setelah sholad Idul Fitri mereka juga bersilaturahmi ke tetangga, disuguhin makanan ketupat, dan anak-anak kecil juga dikasih uang oleh orang-orang yang lebih tua. Keistimewaan film ini sebenarnya adalah pada pelestarian nilai-nilai budaya, moralitas, dan religius (islam). Banyak sekali pengetahuan yang ada dalam setiap episodenya. Benar-benar tayangan mendidik menurutku. Setidaknya jika dibandingkan tayangan lain yang sebagian besar hanya berorientasi pada hiburan tapi minim pendidikan moral. Teruatama tayangan sinetron Indonesia, meski temanya tentang anak-anak tapi tetap tidak lepas dari kekerasan, omongan kasar, ngerjain teman, ngerjain orang tua, dan hal-hal lain yang sangat NGGAK BANGET DEH POKOKNYA.



Buat orang tua (terutama keluarga muslim) Upin dan Ipin adalah tayangan bagus buat buah hati. Buat keluarga lain yang non muslim pun ini juga bagus karena banyak meberikan pelajaran moral tentang toleransi dan menerima perpedaan. Upin dan upin mempunyai banyak teman dengan berbagai karakter. Ada Mei-mei yang keturunan Tionghua, Jarjit yang keturunan India, dll. Pokoknya seru. Sepertinya kalau udah beredar versi DVDnya mau juga aku mengkoleksinya.
buat yang penasaran bisa berkunjung ke website resminya disini. Bisa download juga lho..

Buat saudara-saura muslim selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan ya, semoga selalu diberkahi dan DAMAI. Aku pingin mudik tahun ini..

17 Agt 2009

Tidak SabaRRRR..

Setelah yang ini (meskipun belum puas nontonnya. Pingin lagi..lagi..lagiiii)


Tapi sudah tidak sabar untuk menantikan yang ini


Hermione in red dress. The day of Bill and Fleur wedding party, they (Harry, Ron, Hermione) escape from the death eaters. tidak sabar menantikan petualangan mereka yang sesungguhnya, diluar kastil hogward, dan tanpa perlindungan Profesor Dumbledore.


Meskipun ketiganya tetap menjadi fokus, tapi di film ke-7 ini akan semakin jelas peran Hermione dalam menyeleseikan masalah yang mereka hadapi. Dengan mengandalkan kecerdasan dan perhitungannya yang matang tentunya.

Tapi sepertinya tetap harus bersabar untuk sekitar 1 tahun mendatang. Oya katanya serial ke-7 ini akan dipecah menjadi 2 film.. uhuuii...

13 Agt 2009

Taman Kota di Denpasar

Salah satu permasalahan warga perkotaan di Indonesia adalah terbatasnya open space sebagai tempat untuk rekreasi atau refreshing. Dalam hal ini dapat di artikan sebagai taman kota. Biasanya memang disetiap pusat kota ada taman yang disebut alun-alun. Namun sayangnya tidak semua alun-alun yang ada, selalu terbuka untuk umum dan dapat dijadikan tempat rekreasi. Sebagian mungkin hanya dimanfaatkan pada saat ada upacara Bendera atau hanya sekedar taman hiasan kota yang tidak menyediakan fasilitas untuk bersantai atau sekedar menikmati keindahannya. Di Nganjuk, kota kelahiranku juga hanya ada satu alun-alun yang menjadi taman kota. Beruntung disana ada fasilitas berupa bangku-bangku, hamparan rumput yang bisa digunakan untuk duduk santai. Tidak sedikit warga yang datang kesana untuk sekedar menikmati suasana malam di alun-alun Nganjuk bersama keluarga. Bahkan ada satu lagu campursari berjudul alun-alun Nganjuk, menandakan bahwa tempat tersebut cukup populer dikalangan masyarakat sana. Kalau di Denpasar ada juga beberapa taman kota yang dapat dijadikan sebagai sarana rekreasi keluarga, terutama saat ingin santai diluar namun terlalu malas untuk bepergian jauh. Terutama bagi keluarga yang mempunyai anak-anak kecil. Ada 2 tempat yang terkenal dan banyak dikunjungi warga yang ingin bersantai ataupun untuk olah raga, bahkan untuk berduaan sama pacar. Yang pertama adalah lapangan Renon. Berikutnya ada lapangan puputan yang cukup dikenal hanya dengan sebutan Puputan saja.

Lapangan Niti Mandala Renon


Foto Munomen ini bukan hasil jepretan saya, sengaja ambil dari google karena tiap kali kesana pas gak bawa kamera. Lagian kalau bawa kamera juga bingung mau ditaruh mana soalnya kan sambil jogging, masak nenteng-nenteng kamera. Kalau pakai kamera HP resolusinya kecil, gak bagus. Foto ambil di google tapi lupa gak nyatet link-nya, semoga yang punya foto gak marah hehe.. Bangunannya ciamik, Bali banget tapi sepertinya kok ada unsur-unsur Thai-nya gitu ya kalau menurutku. Dari menara paling atas kita bisa melihat Denpasar dari ketinggian. Konsepnya sama seperti monumen Jogja kembali ya, Lantai paling atas disediakan sebagai aula perenungan atau semacamnya.

Lapangan Niti Mandala Renon terletak di lingkungan kompleks pemerintahan tingkat I Bali yang ada di daerah bernama Renon, makanya lapangannya disebut lapangan Renon. Sebenarnya focus of interest tempat ini adalah sebuah museum yang berisi deorama-deorama perjuangan masyarakat Bali melawan penjajah, yaitu Monumen Puputan Renon. Kalau boleh dibilang ya sama lah seperti halnya Monumen Jogja Kembali di Yogyakarta. Semantara lahan luas yang mengelilingi museum sengaja ditata dan difungsikan sebagai taman kota dan lapangan yang dapat dimanfaatkan warga untuk bersantai atau olah raga. Lucunya jumlah pengunjung yang datang untuk melihat-lihat museum jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan mereka yang datang untuk bersantai atau olah raga di lapangan Renon. Setiap pagi dan sore banyak warga yang melakukan berbagai aktifitas olah raga disana. Mulai dari jalan atau jogging di track yang mengelilingi lapangan, sepak bola, aerobic, basket, yoga, dsb. Banyak keluarga mengajak anak-anaknya untuk bermain di lapangan ini karena cukup asri dan bersih. Event-event tertentu juga sering mengambil lokasi dilapangan ini, baik yang diadakan oleh pemerintah maupun kegiatan diluar pemerintahan. Sementara pada malam hari, lapangan Renon banyak diminati muda-mudi untuk pacaran atau kumpul-kumpul dengan teman mereka. Lapangan Renon cukup ramah terhadap keberadaan pedagang kaki lima. Yang terbanyak adalah pedagang minuman kemasan dan pedagang jagung bakar. Meski begitu, tempat ini tetap nyaman bagi pengunjung karena jumlah pedagang masih dalam kriteria wajar.

Lapangan Puputan


Meskipun lapangan, tapi menurutku tempat ini lebih cocok disebut taman kota atau alun-alun. Letaknya di jantung kota Denpasar, yaitu di sekitar komplek pemerintahan tingkat II kodya Denpasar. Lapangan Puputan menjadi spot paling asri dan paling rimbun dikota ini. Sayangnya tidak terlalu besar. Pada hari-hari tertentu, terutama saat Hari Raya Hindu lapangan ini padat umat yang hendak bersembahyang di Pura Jagatnatha karena letak Pura yang persis di seberang Lapangan. Lucu lagi karena mayoritas umat yang datang kesini adalah para ABG. Boleh dibilang Pura ini sebagai Pura favoritnya para ABG. Berbagai even juga sering diadakan di lapangan puputan terutama acara-acara kesenian dan kebudayaan yang biasanya gratis bagi setiap pengunjung.
Berbeda dengan Renon, lapangan puputan banyak dikunjungi oleh mereka yang memang ingin bersantai bersama keluarga dari pada mereka yang ingin olah raga (meskipun tetap ada yang olah raga di lapangan ini lho). Terutama pada sore hari atau minggu pagi, lapangan puputan padat oleh keluarga dan anak-anak mereka yang masih kecil berlarian dihamparan rumput yang hijau. Disana juga banyak dijumpai pedagang kaki lima yang kebanyakan adalah penjual balon atau mainan anak-anak. Ada juga penjual makanan kecil atau minuman kemasan meski jumlahnya tidak sebanyak yang ada di Renon.


kayaknya di Bali sedang ngetrent balon warna-warni gini. pedagang balon berseliweran diseluh kota dan banyak pula balon dengan bentuk-bentuk lucunya. kalu punya anak kecil kayaknya harus selalu menyiapkan anggaran buat beli balon kalau ke taman ini. Warnanya yang cerah udah pasti menyihir malaikat-malaikat itu untuk memilikinya.


Penjual sate ikan seperti ini banyak sekali di Bali. Disetiap sudut keramaian pasti ada penjual sate ikan. Bukan sate ikan lilit tapi sate ikan yang bentuknya memang sate. Biasanya dihidangkan satu paket dengan ketupat (bahasa Bali-nya tipat) dan bumbu sate. Kalau mau nikmat makan satenya coba aja Beli aja yang dipedgang-pedagang pinggir pantai sambir menikmati angin laut. tapi yang ini dinikmati ditaman kota ya gak papa deh, kanggoin aja.

Di sisi timur lapangan, dekat dengan Pura Jagatnatha disediakan tempat khusus berupa bangku-bangku dan meja yang bisa dimanfaatkan untuk duduk santai. Meski pada awalnya dulu mungkin sengaja disiapkan bagi mereka yang penggemar permainan catur. Karena di tempat tersebut tersedia papan catur raksasa lengkap dengan pion-pionnya yang bisa dimainkan oleh pengunjung. Kombinasi permainan catur dan angkat beban deh kayaknya. Banyak diantara pengunjung yang membawa sendiri papan caturnya untuk dimainkan disini. Boleh dikatakan ini adalah tempat ngumpulnya para pe-hobby catur.
Untuk menikmati saat-saat santai dan rekreasi bisa juga memanfaatkan fasilitas umum yang ada didekat rumah. Hmm.. mana lagi ya taman kota di Denpasar ini yang bisa dimanfaatkan untuk bersantai ???



Foto diambil pas sore hari di hari libur. walah-walah penuh lapangannya dengan keluarga-keluarga yang bersantai. Mayoritas adalah yang punya anak-anak kecil. Karena disini para orang tua bisa melepas anaknya dan membiarkannya berlari-larian bebas.


Spot paling sejuk di pusat kota Denpasar ya disini ini.

7 Agt 2009

Workshop Akting Didi Petet

Kegiatan ini sebenarnya sudah terjadi beberapa waktu yang lalu, ya ada sekitar sebulan yang lalu deh. Tapi kenapa baru di posting sekarang ? ya karena penyakitnya jeng Inten lagi sering kambuh akhir-akhir ini. Penyakit apalagi kalau bukan penyakit malas yang akut hehehe.. Sebenarnya dengan ikut workshop akting ini, yang merupakan kegiatan baru, aku berharap bisa jadi semacam brain stroming gitu untuk lebih bersengat, tapi ternyata kok ya belum ada efeknya ya, buktinya masih suka kambuh saja malasnya.

Lho tadi disebut workshop akting??
Iya kegiatan yang bulan kemarin itu memang workshop akting. Sesuatu yang sama sekali baru dan tidak pernah aku bayangkan yaitu belajar akting. Satu lagi penyakitku memang rasa rendah diri yang akut, tidak pedean, alias minderan. Weleh..kok diborong semua sihh.. jangankan membayangkan berakting di depan kamera, untuk foto aja rasanya tidak percaya diri. Tapi untuk kasus foto ini udah dapat disembuhkan sih semanjeak berkembang teknologi kamera digital. Semenjak beredar kamera digital dan memudahkan aktifitas fotografi dan bergaya sedikit demi sedikit keminderanku saat difoto berangsur sembuh bahkan lenyap sama sekali. Tapi malah muncul penyakit baru, yaitu narsis hehhe.. bahkan dulu teman-teman kampusku punya julukan tersendiri untuk narsis ini iatu magifo atau mahasiswa gila foto hahaha.. Harapannya sih dengan workshop ini keminderanku dan ketidakpercayaan diriku di depan kamera video dapat sembuh juga namun jangan samapai muncul penyakit baru, yaitu penyakit gila publisitas hahha..seperti selebritis aja.

Kembali lagi ke workshop akting, kegiatannya diadakan 3 hari berturut-turut di Bali Hyatt Hotel, Sanur. Tidak main-main karena pelatihan ini dibawah bimbingan Didi Petet, seorang aktor senior yang juga pengajar akting di IKJ. Para peserta workshop terdiri dari para pelajar, mahasiswa, dan professional yang sebelumnya tidak memiliki pengalaman di bidang akting namun memiliki ketertarikan terhadap film dan akting itu sendiri. Ditemani 2 asistennya yang memberikan pendampingan intens pada para peserta, Didi Petet memberikan materi-materi dasar akting.

Hal pertama yang yang harus dipahami oleh peserta adalah bahwa akting itu bukan bohong, akting adalah sebuah kejujuran. Hal ini sangat ditekankan oleh Didi Petet. Dalam berakting, actor yang bagus harus bisa jujur terhadap apa yang dirasakan oleh karakter yang dia perankan dan mampu menyampaikan perasaan itu kepada penonton. Entah itu perasaan sedih, senang, jatuh cinta, marah dan sebagainya. Dengan berbagai latihan dasar, peserta diajak untuk menyelami sisi terdalam dunia imajinasi agar mampu membangkitkan semua emosi dalam dirinya, sekaligus tetap dalam kontrol pikirannya. Menggunakan imajinasi untuk merasakan kesedihan, merasakan gembira, merasakan cinta, merasakan damai, dan rasa-rasa yang lainnya. Kejujuran dari dalam dirilah yang nantinya mampu menggerakkan semua elemen-elemen tubuh itu untuk menyampaikan emosi pemain kepada penonton. Karena modal utama seorang aktor adalah tubuhnya.

Peserta juga mendapatkan materi tentang gerak tubuh. Bahwa semua gerakan yang dilakukan oleh aktor harus memiliki makna dan motivasi tersendiri. Gerakan tubuh menjadi media untuk menyampaikan pikiran dan emosi aktor, jadi harus dikontrol sedemikian rupa agar penonton mampu menangkap pesan yang ingin disampaikan. Kelemahan pemain pemula biasanya biasanya juga pada power suara. Perasaan tegang, gugup, atau malu membuat suara lemah bahkan tidak terdengar. Padahal seorang aktor harus dapat mengontrol suaranya agar cukup keras untuk bisa diterima oleh mic atau kamera.

Pelatihan akting juga dilakukan di pinggir pantai yang ramai agar peserta dapat terbiasa dengan situasi tersebut. Harus tetap bisa konsentrasi dalam melakukan adegan meski ditonton oleh banyak orang, menjadi pusat perhatian, dan berbagai gangguan lainnya yang harus bisa dikontrol dan dikendalikan oleh seorang aktor. Karena seorang aktor selalu berhadapan dengan kamera maka juga harus tahu tentang komposisi. Harus bisa mengatur posisi dan menempatkan diri agar dapat terlihat bagus dikamera sekaligus menarik atau indah dari segi komposisi. Inilah yang biasa diistilahkan dengan blocking. Kemampuan untuk memahami dan menghapal skenario juga menjadi keharusan. Aktor harus bisa meresapi pesan yang terkandung dalam tiap dialog yang ada dalam skenario. Mampu menginterpretasikan cerita sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh penulis skenario dan sutradara.

Pelatihan terakhir adalah beradaptasi dengan kamera. Disini peserta melakukan adegan satu scene sesuai dengan skenario yang diberikan dan langsung direkam kamera. Setelah menyerap berbagai pengetahuan, para peserta mengerahkan segala upaya untuk dapat menunjukkan hasil dari apa yang telah dipelajari selama 2 hari. Ini menjadi media peserta untuk belajar dan melakukan evaluasi terhadap aktingnya. Didi Petet selalu menyampaikan evaluasinya yang sangat berharga untuk diresapi para peserta. Sehinga nantinya hal itu dapat menjadi bekal pengetahuan, terlebih lagi jika suatu saat benar-benar mendapat kesempatan untuk dapat berakting di film yang sebenarnya.

Wah aku udah sangat merindukan workshop ini lagi..rindu tea break dan lunch buffet-nya terutama hahaha...

5 Agt 2009

Pantai Nusa Dua

Akhirnya kami terdampar juga di Nusa Dua. Salah satu kawasan yang sudah sangat terkenal di Bali sebagai pusat wisata selain Ubud, Kuta, Jimbaran, Uluwatu, dsb. Kalu melihat peta pulau Bali, Nusa Dua berada dibagian kakinya. Setelah sempat menikmati diving lesson di Tanjung Benoa beberapa waktu lalu, kali ini kegiatannya murni jalan-jalan sambil eksplorasi kawasan pantai Nusa Dua. Dengan mengendarai motor, Denpasar - Nusa Dua dapat ditempuh dalam waktu 45—60 menit, tergantung kecepatan dan kepadatan lalu-lintas Denpasar. Kalau naik mobil mungkin lebih lama lagi. Pantai Nusa Dua letaknya agak tersembunyi, dipojokan di dalam komplek perhotelan. Berhubung masuk kompleks perhotelan jadi siapa pun yang masuk harus melewati pengecekan seperti kalau masuk hotel atau mall.

Kalau sudah lolos pengecekan dari petugas kita bisa langsung masuk kawasan hotel-hotel berbintang tersebut. Jalan-jalan menikmati suasana kompleks hotel ini pun sudah sangat menyenangkan. Tertata dengan sangat rapi, indah, asri, dan nyaman sekali. Aku selalu membayangkan seandainya keasrian ini tidak hanya di kawasan ini, tapi merata diseluruh pulau Bali, pasti yang datang kesini tidak ingin balik lagi ke daerah asalnya. Ada taman yang indah di pusat kompleks dan terbuka untuk umum. Kalau bingung dimana letak pantai Nusa Dua tinggal tanya saja pada orang yang ditemui disana. Berhubung ini pertama kalinya kesana, sempat juga tanya-tanya ke orang.


Piknik di Pinggir Pantai

Yang istimewa dari pantai ini adalah pantainya yang landai, berpasir putih, dan ombaknya tenang karena posisinya yang berupa teluk-teluk, dan gelombang dari laut terhalang oleh dua pulau kecil diluar garis pantai. Kawasan pantai Nusa Dua ini sangat sesuai untuk acara keluarga. Letaknya yang agak ‘terpencil’ dan jauh dari kota membuatnya terjaga keasriannya. Tidak banyak sampah di pantainya. Tidak begitu ramai seperti di Kuta atau Sanur. Selain itu juga keberadaan taman yang rindang di kawasan pantai dapat dijadikan tempat istirahat dan berlindung dari sengatan matahari. Bahkan sangat seru menggelar piknik keluarga di bawah kerindangan pohon tersebut sambil menikmati sepoi angin laut dan pemandangan laut biru yang terhampar luas dihadapan. Pantai Nusa Dua adalah salah satu tempat wisata yang terbuka untuk umum, tanpa tiket masuk, namun tetap terjaga kebersihannya. Orang-orang yang datang disiplin untuk membuang sampah ke tempatnya yang memang banyak tersedia disana. Bahkan pedagang kaki lima yang ada pun sangat kooperatif ikut menjaga kebersihan. Tidak seperti pedagang kaki lima di tempat lain yang seringnya cuek terhadap sampah dagangannya.

Areal dipinggir pantai yang teduh, rindang dan bersih. Sangat cocok untuk acara piknik keluarga atau sekedar duduk sambil menikmati pemandangan pantai.

Meski tidak menyukai olah raga air atau kegiatan di dalam air, namun saat menikmati pantai ini ingin sekali untuk nyebur. Airnya yang biru dan tenang menggoda sekali. Meskipun kalau nyebur paling hanya berendam saja karena tidak bisa berenang, pasti sangat menyenangkan. Sayangnya hal tersebut tidak bisa aku lakukan karena memang tidak ada persiapan untuk nyebur ke laut, tidak bawa baju ganti. Kalau di Pantai Sanur atau pantai Matahari Terbit sih nyebur aja meski gak bawa baju ganti karena dekat dari rumah. Jadi pulang basah-basahanan pun gak masalah. Lha ini kan jauh banget, bisa masuk angin kalau basah-basahan sambil naik motor jarak jauh. Ya nikmati aja deh jalan-jalan di pantainya sambil foto-foto dan eksplorasi.


Kalau pantainya seperti ini bagaimana tidak tergiur untuk nyebur???

Pulau Penghalang Gelombang

Di luar garis pantai ada 2 pulau kecil yang dipapan petunjuk disebut sebagai South Island dan North Island. Sebanarnya kedua pulau tersebut tidak murni pulau karena masih terhubung dengan daratan. Hanya saja untuk North Island-nya saat air pasang jalan penghubungnya pasti tertutup air karena posisinya yang menurun. Untung saat kami kesana jalan penghubungnya tidak tertutup air jadi kami tinggal jalan saja untuk nyebrang masuk kawasan pulaunya. North Island ini sangat kecil. Hanya berupa taman dengan hamparan pohon bunga kamboja yang terlihat baru ditanam. Jadi belum rindang, masih nampak gersang. Kalau aku amati sepertinya sebelum dirombak lahannya hanya ditumbuhi semak-semak berduri. Ini terlihat dibeberapa titik yang sepertinya tidak dijangkau oleh kegiatan tamanisasi tersebut. Di tengah North Island ada sebuah Pura, namanya Pura Nusa Dharma. Kami berdua tidak bisa masuk kedalamnya karena tidak memakai baju adat. Jadi cukup puas hanya melihat-lihat dari luarnya saja.

Seandainya perginya terencana, dan tahu kalau ada Pura ditengah pulau kecil yang langsung menghap laut lepas pasti siapin baju adat.

Kami melihat ada sebuah arena pertunjukan kecil yang sepertinya sengaja dibangun di dalam area taman. Berupa panggung mini dan tribun berundak berbentuk setengah lingkaran. Aku tidak tahu panggung ini digunakan untuk apa, dan pernah atau tidak digunakan untuk pertunjukan karena tidak ada orang disana yang bisa aku tanyai. Sebenarnya lihat 2 orang pengempu Pura sih, tapi mereka sedang sibut bersih-bersih lingkungan Pura. Kami pun melanjutkan untuk jalan-jalan mengelilingi pulau. Ternyata di pinggir-pinggir pulau yang menghadap ke laut lepas, konturnya berbentuk tebing yang sangat curam.Ombak menderu-deru menghantam dindingnya. Ngeri juga berdiri ditepian tebing.

Puas mengeksplorasi North Island, kami beranjak menuju South Island. Yang lebih besar. Sound Island secara kontur hampir sama dengan North Island, berupa taman luas ditengahnya dengan pohon-pohon yang baru ditanam. Tapi di kawasan ini juga disediakan beberapa balai bengong yang dapat dimanfaatkan untuk istirahat jika capek jalan. Dipinggir-pinggir taman masih banyak pohon-pohon ridang tempat bernaung beberapa jenis burung. Kami sempat menikmati kegiatan bird watching. Sayangnya tidak punya teropong, padahal banyak sekali jenis-jenis burung berbulu indah di pulau ini. Kicaunya sahut-menyahut riuh namun menenangkan.

Seperti halnya di North Island, disinipun juga ada sebuah pura tapi kami tidak sempat melihat seperti apa bentuknya karena letaknya agak masuk dan tertutup pepohonan. Yang berbeda lagi, jika di North Island tepian yang menghadap laut lepas berupa tebing curam, di South Island tepian yang menhadap laut lepas berupa karang-karang terjal. Sama ngerinya untuk berdiri ditepian karena hempasan ombak di karang menimbulkan kesan ‘ganas’. Karena tidak bisa menikmati pantai, kami akhirnya duduk-duduk di balai bengong sambil menikmati semilir angin dan menghirup segarnya udara sebanyak-banyaknya. Sekali lagi menyesal tidak bawa persiapan bekal untuk dimakan, akibatnya harus puas makan angin saja. Pokoknya kalau lain kali kesini lagi harus bawa bekal piknik yang kompli dan banyak.

Water Blow yang Menakjubkan


Salah satu titik yang menakjubkan North Island ini adalah Water Blow. Meski sudah banyak yang tahu tapi tempat ini memang belum populer. Belum banyak dikunjungi. Untuk menuju ke Water Blow tidak susah kok karena sudah ada gerbang petunjuknya dan ada jalan setapak yang mengarah kesana.

Gerbang masuk kawasan water blow

Memasuki kawasan Water Blow yang terlintas adalah kesan gersang karena kontur tanah yang keras dan berkarang membuat pepohonan tidak tumbuh disini. Hanya ada semak-semak belukar dan pandan berduri. Pengunjung dilarang keras berjalan diluar lintasan jalan setapak yang sudah disediakan karena kita tidak tahu ada apa dibalik semak-semak itu.

Menunggu water blowing

Water Blow adalah nama yang diberikan untuk kawasan ini karena ada satu spot disana berupa cerukan di dinding karang yang jika ada ombak atau gelombang besar yang datang dan menghempas kedindingnya akan menimbulkan muncratan air yang besar dan tinggi (blowing).
Indah, menakjubkan, sekaligus menyeramkan. Dan sepertinya akan sangat menakjubkan lagi kalau dating kesini saat ombak sedang besar-besarnya atau saat gelombang tinggi karena pasti blowing water yang ditimbulkan akan lebih dahsyat lagi. Huuu..tapi membayangkan saja aku ngeri sekali kalau sampai itu terjadi.

Kalau obak atau gelombangnya tinggi pasti blowingnya lebih dahsyat

Oya, kita juga bisa melihat proses terjadinya water blowing ini dari tebing disisi cerukan. Kalau takut melihat dari dekat disana juga disediakan sebuah gazebo yang cukup nyaman dan aman untuk menikmati water blow yang bisa terjadi sewaktu-waktu, atau sekedar duduk memandang hamparan samudra luas dari ketinggian tebing. Hmm..pengalaman pertama yang menakjubkan.

Melihat proses terjatinya water blow dari sisi tebing. Butuh keberanian ekstra untuk nyambil gambar dari angle yang ini.


Jika kesana dan ingin mendapatkan sensasi keindahan yang lebih, sapalah seorang bapak yang akan setia disana membersihkan sampah yang ditinggalkan oleh pengunjung dan perluaslah hati dengan sedikit berbagi dengannya. We had a great moment talking about ‘unimportant things’ with him. He is so innocent dan aku mendapatkan sebuah pelajaran tentang ketulusan darinya. It’s not just a water blow..