17 Sep 2009

Oleh-Oleh, Flu, Jogja, dan UGM

Sudah semakin mendekati hari mudik. Beberapa hal memang tidak berjalan sesuai rencana. Rencana mengirimkan oleh-oleh lewat paket pos tidak bisa terlaksana gara-garanya baru sempat beli oleh-olehnya 2 hari yang lalu. Semuanya dikarenakan 1-2 minggu kemarin ada odalan besar dirumah uwak Wirna. Jadinya pulang kerja waktunya buat kesana untuk menghadiri rangkaian upacara, hari minggunya ada upacara juga. kalau pas lagi gak ada upacara lebih dimanfaatkan buat nyuci atau setrika atau beres-beres rumah. Belum lagi persiapan dan pelaksanaan acara penerimaaan mahasiswa baru yang memadati jadwal akhir pekan kemarin. Pulang malam terus dan tidak sempat belanja. Tapi akhirnya semua udah diberesin 2 hari yang lalu, udah sempat packing kemarin sore, dan tinggal nunggu jadwal berangkat ke Nganjuk aja.

Selama sebulan ini aku juga merasakan tidak menjalani hidup dengan sehat. Makan tidak teratur, asupan gizi tidak seimbang, membiarkankan diriku asyik dengan segala makanan instant, minuman kaleng dan snack tidak sehat, dsb. Belum lagi pola makan yang tidak terjadwal. Jangankan bikin jus sayuran atau buah seperti sebelumnya, bahkan untuk makan 4 sehat 5 sempurna saja belum tentu. Sebenarnya semuanya itutidak masalah, toh sampai sekarang masih tetap fine-fine aja. Tapi yang jadi pertanyaan, sehat gak ya untuk kesuksesan program hamil?

Gara-gara hal tersebut pula sempat hampir drop. Bangun pagi dengan badan pegal semua, tenggorokan sakit, dan kepala pening. Pasti gejala flu berat ni. Mengingat banyak teman kantor yang juga sakit dan kemungkinan aku tertular. Beberapa waktu lalu Bli juga sempat sakit bahkan sampai gak masuk kerja. Gak mau sakit beneran akhirnya nekat minum obat bebas untuk demam dan flu yang biasanya selalu aku hindari. Mungkin juga karena selama ini aku menghindari obat bebas itu makanya hanya dengan 4 kali minum obat aja sudah bisa mengenyahkan flu yang hampir melumpuhkan aku. Mungkin juga karena bantuan suplemen vitamin C dosis tinggi yang dari dalu jadi andalanku saat flu agar tidak perlu makan obat bebas. Flu datang mungkin juga karena aku lengah dengan pola makanan sehatku, huuuhhh..

Totally sebenarnya tidak keluar uang banyak untuk oleh-oleh. Kacang manis dan kacang koro dibeli dengan voucher belanja yang merupakan potongan gaji suami tercinta. Kacang asin dibelikan oleh ibu mertua sebagai oleh-oleh untuk besannya. Kue Pie susu (meski belum ditangan) tapi itu hadiah dari Mek Ngah untuk keluargaku di Nganjuk, ada salak bali juga dari Dong-Ayang (nenek) yang ingin membawakan sesuatu untuk kami mudik hehehe.. Alhamdulillah..

Sempat chatting dengan mantan teman sekantor di Jogja dulu, ngabarin bakal ada reunian di Jogja. Berhubung kami tidak mudik ke Jogja, melainkan di Nganjuk ya sepertinya harus melewatkan moment ketemuan itu. Tapi dalam pikiran sih tetap merencanakan buat melancong ke Jogja untuk sekedar melepas kerinduan dengan teman-teman lama, sekaligus nostalgia dengan kota beribu kenangan tersebut. Ahhh..Jogja.. Semalem sempat juga telpon-telponan sama adikku yang baru pulang dari Jogja, cerita-cerita tentang perkembangan Jogja 2 tahun terakhir. Mostly tentang UGM yang udah berubah total semanjak aku meninggalkan kampus itu lebih dari 5 tahun lalu. Meskipun selama kerja di Jogja masih juga berseliweran diseputar kampus. Yang jelas UGM bukan lagi kampus kerakyatan tapi kampusnya Civitas Akademika Gadjah Mada. Harus seneng apa sedih ya???

4 Sep 2009

Desa Wisata Kertalangu

ingin jalan-jalan ke sawah sambil menikmati warna hijau menghampar tapi takut kotor ? atau ingin jalan-jalan ke sawah sambil mengenang masa lalu di desa tapi tidak punya sawah ? Jangan khawatir, datang aja ke Desa Wisata Kertalangu. Letaknya tidak begitu jauh dari kota Denpasar, tepatnya di By Pass Sanur, daerah Kesiman. Desa Wisata Kertalangu ini sebenarnya adalah suatu kawasan persawahan biasa saja tapi menjadi sedikit berbeda karena disana dibangun jogging track melingkar yang dapat dipakai sebagai areal untuk jogging atau sekedar jalan santai sambil menikmati pemandangan sawah. Ide ini berasal dari seorang pengusaha lokal yang sangat jenius.

Sebenarnya Desa Wisata Kertalangu memang sudah lama dirintis dan sudah lumayan terkenal dikalangan masyarakat Denpasar, terutama yang senang jalan-jalan. karena ini bisa menjadi alternatif liburan yang murah meriah dan tidak jauh dari kota. Apalagi bisa sambil olah raga dan menghirup udara segar bebas polusi. Terbukti tempat ini selalu ramai tiap pagi atau sore, terutama di akhir pekan atau hari libur. Untuk masuk kawasan ini pun kita juga tidak perlu membayar tiket apapun, cukup bayar parkir saja.Jogging atau olah raga disini cukup menyenangkan. Terutama buat mereka orang kota yang tidak terbiasa dengan alam persawahan, atau bagi mereka yang dulunya orang desa dan ingin bernostalgia dengan masa kecilnya waktu bermain-main disawah. Secara umum sih ya bagus buat siapa saja hehehe..

Disini kita bisa melihat aktifitas para petani yang bekerja disawah. Mulai dari menyabit rumput, mengusir burung pemakan padi (karena pas aku kesana padinya sudah berbulir-bulir tapi daunnya masih hijau dan sepertinya belum siap panen tapi udah banyak diserbu para burung). Mungkin kalau sedang masanya, kita juga bisa sambil melihat petani menanam atau memanen padi. Pasti akan jadi pemandangan yang seru dan pengetahuan buat anak-anak yang asing dengan cara bercocok tanam. Sepertinya akan lebih bagus lagi ya kalau misalnya ada workshop juga buat pengunjung ikutan menanam atau memanen padi, pokoknya segala aktifitas petani disana, jadi tidak sekedar jalan-jalan dan melihat. Misalnya dengan disediakan sepetak khusus sawah untuk pengunjung, tentunya dengan membayar berapa rupiah gitu untuk membantu biaya operasional disana..huahh..(terinspirasi sekolah alam nih..)

Di Desa wisata ini, selain terdapat jogging track di areal persawahan juga tersedia gazebo-gasebo yang bisa dimanfaatkan untuk bersantai atau sekedar istirahat setelah capek berolah raga. Jika suka dengan kegiatan memancing, disana juga ada kolam ikan. Pengunjung dapat pinjam/nyewa alat pancing dan nantinya akan membayar sesuai dengan berat ikat yang dipancing. Ikannya bisa dibawa pulang atau dimasak dan dimakan disana.

Yang paling seru tentu saja wisata kulinernya disana. Meski belum banyak, tapi jajanan dan makanan yang ditawarkan penjual disekitar desa wisata ini cukup beragam. Kalau beruntung kita bisa ketemu seorang bapak yang menjual gorengannya dilintasan jogging track. Gorengannya sih biasa tapi terasa sangat nikmat dimakan saat perut lapar pagi hari sambil menikmati pemandangan alam persawahan.

Para penjual lainnya berada di areal khusus. Disana kita bisa menjumpai beraneka makanan untuk sarapat pagi dan aneka jajanan khas Bali. Bahkan ada juga penjual pepes ikan dan pepes lindung khas Bali. Nikmat sekali makanan ini, apalagi dimakan dengan nasi panas. Bagi yang ingin makan, selain ada gazebo-gazebo, juga ada kursi-kursi yang disediakan oleh penjualnya. Bahkan yang mau pijat refleksi, spa, atau kegiatan salon lainnya juga ada disini lho. Komplit deh pokoknya. jalan-jalan pagi makin seru kalau kita ke Kertalangu, apalagi rame-rame.



3 Sep 2009

Meraih Mimpi a.k.a Sing To The Dawn

Satu lagi film Animasi baru yang di tunggu, judulnya Meraih Mimpi. Film animasi meraih mimpi ini sebenarynya adalah versi Indonesianya film Sing To The Dawn yang udah di Rillis di Singapura. Yang bikin ikut penasaran sih karena hampir semua animator yang terlibat adalah orang Indonesia. Meskipun Sing To THe Dawn adalah film Animasi yang dibuat atas prakarsa pemerintah Singapura dan di serahkan ke perusahaan animasi Framework-Studio yang kebetulan selain punya maskas di Singapura juga punya markas di Indonesia. Sing The Dawn dikerjakan di Indonesia oleh sebagian besar animator framework-Studio Indonesia yang berkedudukan di Batam.

Film ini diangkat dari sebuat Novel terkenal di singapura dengan judul yang sama. Aku belum baca novelnya dan baru dengar juga tentang hal ini. Tapi percaya deh pasti sebentar lagi novelnya juga bakal di rilis di Indonesia, meskipun di Singapura novel ini udah lama sekali jadi bahan bacaan anak sekolah disana. Kalau film Meraih Mimpi sendiri nantinya akan dialih bahasakan ke Bahasa Indonesia dengan pengisi suara artis Indonesia dan OSTnya diserahkan kepaga Gita Gutawa yang nantinya juga bakal jadi salah satu pengisi suara. Hmm..gak sabar lagi nunggu karya anak bangsa. Hidup Animator Indonesia!!!


Mudik, Cucian, dan Global Warming

Sip.. sip.. Tiket pulang ke Nganjuk udah Ok, tiket bali ke Denpasar sih belum ke pegang tapi udah pesan kursi dan udah DP, kata Travelnya yang di Kediri emang cukup DP aja dulu baru nanti kalau udah mau berangkat bayar tiketnya full. Tapi sampai sekarang belum sempat belanja oleh-oleh, belum packing apalagi, cucuian masih menumpuk karena udah seminggu lebih gak nyuci. gara-garanya pas ada mood buat nyuci eh malah hujan, gak jadi deh. Sepertinya bakal ke loundry lagi nih..huhh..padahal maunya kan hemat buat bekal mudik.

Iya nih kok 2 hari ini hujan melulu ya di Denpasar. Padahal hitunganya harusnya masih kemarau lho. Tapi yang namanya musim sekarang emang gak bisa diprediksikan. Saat musim hujan gak ada hujan, eh saat kemarau malah hujan. Buat yang pada kerja kantoran sih gak terpengaruh musim, hujan nggak hujan ya kerja dan dapat gaji. Yang kasihan kan yang bidang pekerjaannya tergantung musim seperti petani atau nelayan. Misalnya musim panen padi eh malah hujan, gagal panen deh. Atau musim panen ikan harusnya, eh malah ada badai. Lagi-lagi dampak global warming kali ya, makanya badai dahsyat juga sering terjadi.

Ngomong-ngomong soal global warming, katanya pingin jadi vegetarian ? katanya gak mau lagi makan daging ? kapan dong... hahah..jadi malu sendiri..

2 Sep 2009

Rencana Mudik

Udah bulan September aja nih, makin kangen rumah. Udah membayang serunya mudik lebaran. Udah rencana dari tahun lalu kalau tahun ini maunya mudik, kalau tidak ada sesuatu yang menghalangi. Karena sampai sekarang program hamil belum ada kabarnya, jadi acuan kami buat mudik adalah kalau bulan ini aku dapat siklus lagi berarti mudik. Kemarin-kemarin memasuki Ramadhan rencana mudik masih 50-50 karena agenda siklusnya sekitar akhir Agustus sampai awal September. Aku gak tahu nih, padahal biasanya siklusku rutin lho dan bisa dipastikan 28 atau 30 hari tapi udah 2 bulan ini siklusku molor jadi 35 hari. Jadi sebelum pasti, sayang buat pesan tiket duluan. Repotnya travel sekarang pada gak mau dipesan (apalagi musim lebaran), harus langsung beli. Tapi kalau nunda beli lebih repot karena takutnya malah gak kebagian tiket untuk tanggal-tanggal strategis.

Akhirnya akhir Agustus, memasuki hari ke-30 aku putuskan buat test, dan hasilnya dengan meyakinkan menunjukkan tanda negatif, jadi udah bisa mulai survay harga tiket. Sebenarnya gak murni survay juga karena begitu nyampe di travel dan sempat tanya-tanya, kursi penumpang sebagian besar travel udah penuh. Bahkan untuk bus antar propinsi. jadi harus langsung beli nih.
Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya keputusannya adalah naik bus. Pertimbangannya yaitu :

  1. Naik pesawat udah gak mungkin. Harga tiket melambung ampun-ampunan, selain itu hanya bisa sampai di Surabaya padahal Surabaya - Nganjuk masih 3 jam.
  2. Naik kereta Api kecil kemungkinan. Belum sempat tanya sih tapi kemungkinan besar tiket Denpasar - Surabaya cenderung merepotkan. Nyampe di Gubeng masih harus hunting kereta ke Nganjuk. Repot, apalagi musim mudik suasana stasiun kereta api berubah jadi heboh seperti konser Slank. Ya meskipun dari pengalaman harga tiketnya tidak akan semahal tiket bus dengan tarip lebaran.
  3. Ada yang nyaranin naik motor. It's a BIG NO untuk saat ini. Pengalaman dulu naik motor Jogja - Nganjuk selama 4 jam aja udah bikin badan pegel dan pantat tepos. Apalagi ini jarak tempuh 15 jam (dengan catatan tanpa macet dan hanya istirahat seperlunya). Meski banyak sekali pemudik dari Bali ke Jawa naik motor, bahkan ada yang tujuannya Jawa Tengah, gila banget.
  4. Ada masukan sewa mobil. Ini masukan yang akan kami pikirkan kalau nanti nganjak teman atau keluarga lain buat mudik, jadi bisa patungan. Karena kalau rombongan jatuh harganya sangat murah. Tapi berhubung kami hanya berdua jadi sementara itu bukan pilihan yang ekonomis.
  5. Naik Travel. dari hasil survay ini bisa dipertimbangkan untuk agenda perjalanan diluar musim mudik lebaran. saat musim mudik travel udah penuh jauh-jauh hari selain itu travel yang lewat nganjuk harus muter dulu ke Malang. alamakk...
  6. Naik Bus. akhirnya pilihannya jatuh ke yang ini. Dulu pernah pulang kampung naik Bus Denpasar - Blitar turun di Jombang. Tinggal nyambung 1 jam ke Nganjuk. tapi berhubung ingin meminimalisir tingkat kerepotan akhirnya kami putuskan beli tiket Denpasar - Jogja. Jadi nanti bisa turun di Nganjuk. Ya meskipun harganya 2 kali lebih mahal karena harus banyar penuh sampai Jogja. Mau gimana lagi. Sementara ini pilihan yang paling mungkin.

Setelah lihat dan ngecek plus tanya-tanya di beberapa travel agen akhirnya tiket Denpasar - Jogja udah ditangan. Tinggal menghubungi orang rumah untuk mulai memesankan tiket balik ke Denpasarnya. Agennya sih adanya di Kediri, kalau di Nganjuk kok kayaknya belum ada ya travel yang melayani ke Denpasar. Apakah ada yang punya info?

Agenda berikutnya adalah ngurus cuti, beli oleh-oleh, kirim oleh-oleh lewat pos biar tidak kerepotan bawa, dan packing. Udah gak sabar..