2 Sep 2009

Rencana Mudik

Udah bulan September aja nih, makin kangen rumah. Udah membayang serunya mudik lebaran. Udah rencana dari tahun lalu kalau tahun ini maunya mudik, kalau tidak ada sesuatu yang menghalangi. Karena sampai sekarang program hamil belum ada kabarnya, jadi acuan kami buat mudik adalah kalau bulan ini aku dapat siklus lagi berarti mudik. Kemarin-kemarin memasuki Ramadhan rencana mudik masih 50-50 karena agenda siklusnya sekitar akhir Agustus sampai awal September. Aku gak tahu nih, padahal biasanya siklusku rutin lho dan bisa dipastikan 28 atau 30 hari tapi udah 2 bulan ini siklusku molor jadi 35 hari. Jadi sebelum pasti, sayang buat pesan tiket duluan. Repotnya travel sekarang pada gak mau dipesan (apalagi musim lebaran), harus langsung beli. Tapi kalau nunda beli lebih repot karena takutnya malah gak kebagian tiket untuk tanggal-tanggal strategis.

Akhirnya akhir Agustus, memasuki hari ke-30 aku putuskan buat test, dan hasilnya dengan meyakinkan menunjukkan tanda negatif, jadi udah bisa mulai survay harga tiket. Sebenarnya gak murni survay juga karena begitu nyampe di travel dan sempat tanya-tanya, kursi penumpang sebagian besar travel udah penuh. Bahkan untuk bus antar propinsi. jadi harus langsung beli nih.
Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya keputusannya adalah naik bus. Pertimbangannya yaitu :

  1. Naik pesawat udah gak mungkin. Harga tiket melambung ampun-ampunan, selain itu hanya bisa sampai di Surabaya padahal Surabaya - Nganjuk masih 3 jam.
  2. Naik kereta Api kecil kemungkinan. Belum sempat tanya sih tapi kemungkinan besar tiket Denpasar - Surabaya cenderung merepotkan. Nyampe di Gubeng masih harus hunting kereta ke Nganjuk. Repot, apalagi musim mudik suasana stasiun kereta api berubah jadi heboh seperti konser Slank. Ya meskipun dari pengalaman harga tiketnya tidak akan semahal tiket bus dengan tarip lebaran.
  3. Ada yang nyaranin naik motor. It's a BIG NO untuk saat ini. Pengalaman dulu naik motor Jogja - Nganjuk selama 4 jam aja udah bikin badan pegel dan pantat tepos. Apalagi ini jarak tempuh 15 jam (dengan catatan tanpa macet dan hanya istirahat seperlunya). Meski banyak sekali pemudik dari Bali ke Jawa naik motor, bahkan ada yang tujuannya Jawa Tengah, gila banget.
  4. Ada masukan sewa mobil. Ini masukan yang akan kami pikirkan kalau nanti nganjak teman atau keluarga lain buat mudik, jadi bisa patungan. Karena kalau rombongan jatuh harganya sangat murah. Tapi berhubung kami hanya berdua jadi sementara itu bukan pilihan yang ekonomis.
  5. Naik Travel. dari hasil survay ini bisa dipertimbangkan untuk agenda perjalanan diluar musim mudik lebaran. saat musim mudik travel udah penuh jauh-jauh hari selain itu travel yang lewat nganjuk harus muter dulu ke Malang. alamakk...
  6. Naik Bus. akhirnya pilihannya jatuh ke yang ini. Dulu pernah pulang kampung naik Bus Denpasar - Blitar turun di Jombang. Tinggal nyambung 1 jam ke Nganjuk. tapi berhubung ingin meminimalisir tingkat kerepotan akhirnya kami putuskan beli tiket Denpasar - Jogja. Jadi nanti bisa turun di Nganjuk. Ya meskipun harganya 2 kali lebih mahal karena harus banyar penuh sampai Jogja. Mau gimana lagi. Sementara ini pilihan yang paling mungkin.

Setelah lihat dan ngecek plus tanya-tanya di beberapa travel agen akhirnya tiket Denpasar - Jogja udah ditangan. Tinggal menghubungi orang rumah untuk mulai memesankan tiket balik ke Denpasarnya. Agennya sih adanya di Kediri, kalau di Nganjuk kok kayaknya belum ada ya travel yang melayani ke Denpasar. Apakah ada yang punya info?

Agenda berikutnya adalah ngurus cuti, beli oleh-oleh, kirim oleh-oleh lewat pos biar tidak kerepotan bawa, dan packing. Udah gak sabar..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar