13 Okt 2009

ouww..Suamiku, Kamu Membuatku GR

Ahh..gak biasanya aku pingin memposting hasil obrolan dengan suami tercinta lewat YM. Obrolan singkat yang terjadi sesaat setelah aku posting artikel dibawah itu. Uhhh senengnya...

Me:bli pulang jam berapa?

ya chan:sekarng jug abisa pulang,,,
km plng jam brapa..?
Me:jam 5
ya chan:okee...
jam 5 juga..
Me:bli udah lihat postingan terbaruku?
ternyata aku lahir dihari yang sangat istimewa lho
ya chan:apa..??
besok kan...??
mau di buatin otonan..??
Me:bukan itu
ya chan:apa..?
Me:tapi pas hari lahirku bertepatan dengan tanggal 1 suro (tahun baru jawa), tanggal 1 muharam 9tahun baru islam), sekaligus haru galungan
ya chan:gila....
luar biasa..
Me:padahal itu kan tidak terjadi tiap tahun
ya chan:km adalah wanita yg luar biasa..
makanya aku sempat bilang kan..
lelaki yg jai suami mu akan sangat bahagia...
heheh
Me:Terima kasih sayang
Kamulah lelaki beruntung itu
ya chan:hehheee...
Me:ya udah..bli hati2 ya nanti pulangnya
jangan lupa cek blogku ya
ya chan:ok..

Jadi kangen, pingin cepet-cepet pulang kantor, besok galungan
Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan ya buat semua yang merayakan. Semoga Keselamatan, kedamaian, kebahagiaan selalu melingkupi kita semua. Amiin..

Cheers...

Hari Paling Istimewa


Barusan dapat sms dari adikku yang mengkonfirmasikan tanggal kelahirannya calon adik ipar. Waktu mudik beberapa waktu lalu memang sempat mengobrolkan tentang acara pernikahan adikku. Orang tuaku itu orang yang Jawa banget yang apa-apa harus didasarkan pada hari baik, weton atau hari lahir dan sebagainya. Sama seperti orang Bali lah. Nah, keluarga si calon adik ipar nih meskipun orang Jawa tapi tidak begitu memperhatikan hal seperti itu. Terbukti dengan weton anaknya apa gak tahu dia. Dan bahkan gak tahu apa itu weton. Orang Jawa yang tidak Jawa. Tapi gak papa, itu kan masalah kepercayaan. Berhubung untuk menentukan hari pernikahan menjadi hak dari keluarga pengantin perempuan (mestinya berdua, tapi berhubung keluarga cowok tidak mempersoalkan tentang hari baik maka menyerahkan sepenuhnya pada pilihan keluarga cewek), makanya ibuku minta tolong buat mencarikan weton cowoknya adikku di internet. Udah sempat aku cariin, dan sempat juga mengkonfirmasikan ke situs yang berbeda untuk mendapatkan kepastian, akhirnya dapetlah itu weton calon adik ipar.

Dan bukan Inten namanya kalau gak iseng, maka aku ikutan juga coba-coba mengotak-atik hari lahirku. Karena dari situs tersebut bisa melihat ramalan watak dan kepribadian orang bersangkutan. Setelah memasukkan tanggal, bulan dan tahun lahir kelahiranku, lalu klik submit muncullah hasilnya :
Data Tanggal Kelahiran :

01. Tanggal Masehi : 21 Nopember **** (sorry, rahasia)

02. Dina - Pasaran : Rêbo Kliwon
03. Tanggal Jawa : 01 Suro 1912 - Be

04. Tanggal Hijriah : 01 Muharram 1400 (H)

05. Windu-Lambang : Sengårå, Kulawu

06. Nama Wuku : Galungan

07. Môngsô : Kanem - Maya (09/11 s/d 21/11)

08. Sadwårå : Aryang

09. Haståwårå/Padewan : Bråmå

10. Sångåwårå/Padangon : Jagur

11. Saptåwårå/Pancasuda : Lêbu Katiyub Angin

12. Rakam : Kala Tinantang

13. Paarasan : Lakuning Srêngéngé

Sebagian besar informasi sih aku gak bisa mengartikannya, misalnya Padewaaan, Padangon, pancasuda, dsb itu apa aku gak tahu maksudnya. Tapi dari informasi itu aku jadi tahu kalau hari kelahiranku adalah hari yang sangat istimewa karena bertepatan dengan :
  • 1 Suro --- Tahun baru menurut karender Jawa. Bagi orang Jawa tentu itu dianggap hari yang sakral. Buktinya banyak kegiatan tradisi jawa dilakukan pada tanggal 1 Suro.
  • 1 Muharram --- Tahun baru Islam (menurut kalender Hijriyah yang menggunakan sistem perputaran bulan). Tahunnya cantik pula, 1400 H
  • Hari Raya Galungan --- Hari Raya umat hindu yang perhitunggannya didasarkan pada kalender Bali. Bangganya punya hari lahir bertepatan dengan Hari Raya, jadi bahagianya dobel. Otomatis otonanku juga tiap Galungan.
Gara-gara iseng jadi tahu kalau ternyata aku lahir di hari yang sangat istimewa. Aku sangat percaya pada perhitungan hari baik dan gak baik. Setidaknya dari apa yang aku baca setiap perputaran bulan, matahari, maupun planet-planet lainnya pasti membawa pengaruh dalam kehidupan diseluruh semesta. Perputaran bulan saja dapat mempengaruhi pasang surut air laut. Pastinya secara kosmik juga mempengaruhi perilaku dan pikiran. Lalu bagaimana dengan hari kelahiranku yang istimewa ? Kira-kira ada pengaruhnya nggaknya pada sikap, kepribadian, perilaku dan keberuntunganku. Am i special ???

8 Okt 2009

Nanoe Biroe the President

Beberapa hari lalu sepulang ngajar, sekitar jam 8 malam, di perempatan jalan Sudirman Denpasar (lampu merah dekat Matahari dept. store) beberapa anak muda dengan rompi PMI hilir mudik diantara mobil dan motor yang berhenti untuk menunggu lampu berganti hijau. Mereka sedang melakukan aksi sosial pengumpulan dana untuk korban gempa Sum-Bar. Pemandangan yang sangat biasa, karena hal seperti ini sering aku dapati waktu dulu masih di Jogja. Para mahasiswa dengan jas almamater melakukan berbagai aksi di titik-titik utama keramaian. Entah itu aksi soasial ataupun politik ataupu bukan keduanya. Namun hal tersebut menjadi tidak biasa karena di tepi jalan, dibawah pepohonan jalur hijau, seorang cowok dengan gitar menyanyikan lagu-lagu pop Bali yang akrab ditelingaku. Didampingi pemuda lainnya yang memegangi pengeras suara membuat alunan gitar dan lagu mampu mengimbangi deru kendaraan disekelilingnya.

Dia adalah Nanoe Biroe, satu-satunya penyanyi di dunia ini yang ditasbihkan menjadi presiden oleh publik meski tanpa ikut pemulu dan kampanye politik. Petikan gitar dengan lagu yang rancak seolah memberikan semangat pada para relawan agar terus tersenyum dan menawarkan kotak sumbangannnya untuk diisi, sekaligus menjadi penarik perhatian bagi pengendara yang lewat untuk sekedar menoleh dan kemudian sedikit berbagai rupiah. Ini adalah malam keduaku melihat Nanoe dikawasan ini dengan kegiatan yang sama yaitu ikut gabung dalam kegiatan yang diadakan PMI Denpasar.

Terkenal dengan nama Nanoe Biroe. Penampilan dan gayanya sangat khas, eksentrik, dan terkesan semaunya. Tapi jangan salah, dibalik penampilan fisiknya yang sangar, cowok satu ini memiliki banyak kualifikasi sebagai pesohor yang patut dipuji. Dia adalah pribadi yang sangat redah hati dan selalu menyuarakan ajakan untuk menyama-braya. Kepopulerannya kalau di Bali mungkin bisa disamakan dengan Slank di Indonesia dengan slankers-nya. Sama-sama memiliki massa yang setia mati sama karya-karya dan konsernya dari panggung ke panggung. Bahkan Armand Maulana dan GIGI pun mengakui kehebatan cowok satu ini waktu melihat penampilan Nanoe yang waktu itu menjadi penampil pembuka konser GIGI di Bali.

Bagi yang tidak tinggal di Bali pasti asing dengan sosok satu ini, karena kiprahnya masih skala lokal meskipun berbagai award nasional pernah diraihnya, termasuk rekor dari MURI. Meski bagitu, jika ingin kenal dengan mahasiswa ISI Denpasar ini dapat mengunjungi website resminya.
Boleh dikatakan aku bukan penggemar Nanoe Biroe bukan pula penggemar lagu Bali, tapi udah mengenal Nanoe semenjak masih di Jogja gara-gara lagunya yang berjudul "Manusa Panak Manusa" tentang cowok yang ditolak oleh keluarga pacaranya yang tidak menyetujui hubungan mereka. Boleh dikatakan ini lagu sountracknya Bli waktu sedang memperjuangkan restu orang tuaku hahaha.. Dan gara-gara Bli yang sering memutar lagu-lagunya Nanoe membuatku akrab dengan musiknya meskipun gak ngerti liriknya yang menggunakan bahasa Bali. Kalau aku protes pasti Bli akan dengan semangatnya menterjemahkan kalimat per kalimat dari lirik lagu yang diputar agar aku juga bisa menyukai lagu Bali seperti halnya dia.

Sebenarnya bukan aku tidak menyukai lagu pop Bali. Tapi aku sering kesal karena hampir 99 persen tema lagu adalah tentang metunangan (pacaran), kok sepertinya tidak ada tema lain yang bisa dijadikan lirik lagu. Kalau udah gitu Bli pasti akan menentang dan kemudian menyebutkan satu persatu lagu-lagunya Nanoe Biroe yang memang kebanyakan membawa tema-tema sosial. Dalam hati aku menduga kalau-kalau suamiku udah jadi anggota Baduda tanpa sepengetahuanku.


Baduda adalah kelompok fans berat Nanoe Biroe yang tergabung dalam fans clubnya dengan Nanoe Biroe sebagai President of Baduda. Nanoe tahu banget bagaimana caranya mengakomodir para fans dengan mengiklarkan sumpah Baduda yang juga tertuang dalam salah satu lagunya.


SUMPAH BADUDA
  1. Kami Putra dan Putri Baduda bersumpah tidak akan menjual, membeli dan atau memakai narkoba
  2. Kami Putra dan Putri Baduda bersumpah tidak akan berkelahi dan atau menggunakan kekerasan kecuali terhadap penjajah
  3. Kami Putra dan Putri Baduda bersumpah dengan segala kekurangan dan kerendahan hati, akan turut serta ngajegin Bali

Ket : Ngajegin = melestarikan

Buat Nanoe Biroe, aku memang belum bisa menyukai lagu-lagumu seperti halnya aku menyukai lagu Bunga Sandat, tapi aku selalu mengagumi pribadi dan semua prestasimu dalam musik maupun dalam hal sosial.

5 Okt 2009

The House of Raminten


Namanya The House of Raminten, letaknya di Jogja. Mungkin belum banyak yang tahu, bahkan meskipun orang asli Jogja tapi kalau nggak gaul, aku rasa juga belum mengetahui tempat ini. Tanggal 23 September 2009 lalu kebetulan aku dan Bli punya kesempatan untuk nongkrong di tempat gaul baru tersebut untuk acara reunian dengan teman-teman Jogja TV. The House of Raminten adalah semacam terrace cafe yang didirikan di halaman samping rumah tinggal Bapak Hamzah, seorang pengusaha dan seniman Jogja. Salah satu usahanya adalah Mirota Batik yang merupakan Toko Souvenir paling komplit di jalan Malioboro dan barang-barang dijamin unik, berkualitas, dan sangat Jawa.

Kenapa namanya The House of Raminten ? kemungkinan nama Raminten yang terdengar jadul dan mirip-mirip nama tokoh di seni pertunjukan ketoprak Jawa atau semacamnya, adalah nama yang sengaja dipilih oleh Beliau karena kerap memerankan tokoh perempuan dalam berbagai pertunjukan panggung. Bapak Hamzah memang seniman tulen dan sangat mencintai Seni. Selain pengusaha, beliau adalah perancang, pecinta binatang (kuda, burung, dsb), suka menari, bermain musik (mahir main piano), dan aktif dalam berbagai pertunjukan seni dan apresiasi seni. Bukan hal yang berlebihan kalau aku memberikan predikat Budayawan atas segala kontribusi beliau dan kemampuannya dibidang seni. Sekarang rumah tinggal itu beliau persembahkan untuk warga Jogja dan para seniman agar memiliki tempat ngumpul yang nyaman, hommy, menyediakan makanan minuman unik yang enak dan super duper murah.

Bagi yang belum tahu, the House of Raminten terletak di Kota Baru, tepat disamping Mirota Bakery. Kalau dari luar terlihat seperti rumah megah selayaknya rumah di daerah Kota Baru lainnya, namun ada papan nama besar The House of Raminten. Bagi yang tidak tahu kalau di dalamnya ada cafe pasti mengira rumah ini sedang mengadakan acara hajatan. Terbukti banyak teman-teman yang datang pada kebingungan dan ragu untuk masuk. Meski areal cafenya tidak terlalu luas namun nyaman. Meja dan kursi ditata di halaman yang rindang dan di gazebo ditengah-tengah area. suasanyanya seperti pesta kebun untuk acara keluarga. Tidak salah kami (sebenarnya sih Mas Pascal) memilih tempat ini sebagai tempat reuni. Rasanya seperti sedang main ke rumah kerabat dan bebas memilih menu makanan, minuman, dan camilan sesuai selera.


Menu-menunya sangat khas Jogja dengan penamaan yang unik. Ada berbagai macam jamu-jamuan rebus yang bisa dipilih. Mulai dari jamu untuk pengobatan berbagai macam penyakit seperti jantung, diabetes, maag, dll (ada keterangan khasiat jamunya) atau jamu untuk perawatan misalnya untuk menghaluskan kulit, mencerahkan wajah, menghilangkan jerawat, mengurangi bau badan dan bau mulut, serta banyak lagi. Untuk minumannya ada kategori minuman hangat dan dingin yang bisa dipilih. Namanya aneh, seperti : Susu jahe Gepuk, beer jawa, gajah ndekem, dan banyak lagi. Karena penasaran, aku sempat pesan beer jawa yang ternyata adalah minuman ektak jahe dan kerabat umbi-umbian lainnya yang dikocok. Ektrak minuman seperti ini juga banyak jenisnya lho dan bisa dibeli di Mirota Batik. Menu makanannya juga tidak kalah uniknya. Salah satunya adalah sego kucing yang bisa dipilih single, double atau triple. Pingin tahu harganya ? seribu untuk single, 2 ribu untuk double, dan 3 ribu untuk triple. kalau mau tambah telur hanya nambah seribu aja. Gile kan? hari ini ada menu makanan seribuan di cafe. Jangan salah, sego kucingnya ala cafe lho jadi nasinya pulen, oseng terinya gemuk-gemuk, dan sambelnya mantap. Kalau gak mau sego kucing masih banyak kok menu lainnya. Masih banyak juga aneka camilan yang bisa dipilih dan harganya sangat murah untuk ukuran cafe. Kalau istilah Jogja-nya adalah "harga mahasiswa". Aduhh..kenapa ya cafe seperti ini ada justru setelah aku pindah dari Jogja. Kalau udah ada dari dulu pasti tiap malam beli makan kesini, murah dan asyik buat pacaran hehehe..


Buat gambaran betapa murahnya makanan dan minuman disini, waktu itu kami ada sekitar 20an orang, pesan berbagai makanan minuman serta macam-macam camilan, dan totalnya hanya habis sekitar 350 ribuan saja. Semua yang hadir pulang dengan perut kenyang dan senyum sumringah. Memang selain tempat yang nyaman, makan dan minumannya nikamat, reuni kami waktu itu juga sangat berkesan. Ketemu dan ngobrol-ngobrol lagi dengan teman-teman kantor yang bahkan udah terpencar ke berbagai daerah di seluruh Indonesia dalam suasana yang tetap akrab dan makin dekat selayaknya keluarga. Jogja memang Istimewa, siapapun yang pernah singgah dan tinggal lalu pergi, pasti akan selalu rindu untuk kembali. Aku benar-benar mencintai kota itu.


P.S. Postingan ini aku persembahkan untuk :
  • Bli, pasangan Jiwa yang dipersembahkan Jogja untukku (hehehe..)
  • Mas Pascal, senior sekaligus guruku di divisi produser. Tawaran nginep di villa-nya tetap berlaku untuk waktu yang tidak terbatas kan mas ?
  • Indri, atas idenya buat acara ini dan menyakinkan aku untuk hadir di acara reuni.
  • Sigit (AA Git), Bhagas the Lord Alexander (kapan bukunya terbit), Andika (udah jadi abdi negara jangan melancong-lancong terus, bikin ngiri saja), Erly, Mbak Sulis (update dong blognya).
  • Mas Yayan, Catur, Mbak Poppy, Nugroho, Bayu Lazuardi, Isti.
  • Dek Gun, yang udah menjadi kakak bagi kami berdua.

3 Okt 2009

Kalau Bos Statiun TV Kampanye

Gak perlu membeli media untuk menjadi terkenal. Cukup bikin stasiun televisi sendiri. Ini bisa menjadi alat buat terkenal dan memuluskan jalan menduduki jabatan impian, termasuk di politik. Persaingan antara ANTV dan Metro TV rupanya tidak hanya sebatas pada program siaran, tapi merambah pula ke pribadi pemegang kendalinya. Kalau Metro Tv memang sudah lama selalu menyelipkan kabar-kabar 'positif' Surya Paloh dan Golkar sebagai bentuk ...(hhmm mungkin kampanye terselubung). Bagi yang berkecimpung di media pasti tahu bahwa pemberitan bagai dua mata pisau, hanya tinggal sedikit mengatur kalimat dan viola..jadilah sebuah informasi seperti apa yang diinginkan pembuatnya (atau orang yang menghendaki pembuatannya). Tidak mau kalah, dan kebetulan berasal dari partai yang sama, sekarang ANTV mulai gencar mengangkat profil Aburizal Bakri. Seperti yang diketahui, tokoh yang disebut belakang ini juga sedang dalam usaha menjadi salah satu pimpinan di partai kunig tersebut.

Aku sendiri tidak tahu kenapa tiba-tiba ingin menuliskan hal seperti ini. Ini bukan aku, percayalah. Bukan juga karena aku mantan mahasiswa sospol ataupun mantan pekerja media. Gara-garanya tadi lihat promo tayangan tentang sehari bersama Abu Rizal Bakri. Aduh..sampai segitunya ya kalau ingin meraih kekuasaan. Mentang-mentang gak perlu jam tayang. Ini baru dalam rangka persaingan dalam kubu partai. Gimana kalau persaingan kamapanye untuk menjadi presiden ya ???. Dimasa mendatang bukan tidak mungkin disetiap program yang tayang di ANTV akan hadir Bang Ical sebagai bintang tamu. YA IYALAHHHH...!!!