Meskipun belum berhasil, tapi selama ini kami tidak diam. Kami berjuang untuk bisa menjadi ibu. Bekerja keras untuk membiayai berbagai terapi dan kunjungan dokter. Belum lagi berbagai test dan pengobatan yang kadang sakit. Mengikuti berbagai tips untuk bisa cepat hamil yang kadang terasa tidak masuk akal. Mengikuti jadwal konsepsi yang dianjurkan dokter meski kadang situasi membuat tertekan tapi tetap harus dijalani. Bahkan ada yang karena penyakitnya harus menjalani operasi. Belum lagi perasaan kecewa dan putus asa yang ada kalanya menyeruak tapi tetap harus diredam dengan optimisme.
Sungguh, bagi yang mengalami dapat merasakan beratnya perjalanan itu. Semuanya hanya untuk satu tujuan saja, agar bisa hamil dan menjadi ibu bagi anak-anak mereka kelak. Aku jadi berfikir, tidak harus hari ibu dirayakan untuk para ibu yang telah melahirkan anak. Semua wanita dengan sikap dan hasrat keibuannya berhak atas hari ibu.
Tulisan ini aku persembahkan untuk semua sahabat blogger yang saat ini sedang berjuang untuk mendapatkan momongan, dan untuk aku. Selamat Hari Ibu.. Pada waktuNya, Tuhan pasti akan menjawab semua perjuangan ini. Tetap OPTIMIS ya..

Note :
- Mengapa ilustrasinya bunga Jepun ? aku pilih bunga jepun, selain ini bunga favoritku juga karena bunga ini simbul dari perjuangan. Bunga ini dapat tumbuh dalam kondisi lahan yang kering sekali pun. Bahkan hanya dengan batang yang hampir layu, dengan perawatan yang tepat dia dapat tumbuh subur dan menghasilkan bunga yang indah. Bunga Jepun dalam kondisi cuaca yang panas dan daun yang meranggas tetap dapat menghasilkan bunga yang harum dan rimbun. Selain itu, bentuknya yang indah dan aromanya yang harus membuat bunga ini selalu digunakan sebagai sarana upacara dan sembahyang di Bali. Jadi tidak ada salahnya kita mengambil ketegaran bunga jepun untuk menjadi pengemangat dalam usaha kita.
- Oya aku juga belum mengucapkan selamat hari ibu buat IBu-ku, habis takut mewek, entar aja kalau dirumah baru telpon
- Foto bunga jepun diambil dari balifotografer.net

