21 Des 2010

Trauma Ciko

Euporia tahun baru datang lebih awal di Bali, khususnya Denpasar. Setidaknya terlihat dari gegap gempita ledakan kembang api setiap usai matahari terbenam. Bahkan tidak jarang siang hari bolong terdengar jedar-jedor. Awalnya aku kira suara mercon, tapi ternyata itu bunyi kembang api. Seingatku sudah sejak tanggal 6 atau 7 Desember lalu orang-orang udah mulai demam kembang api. kebetulan itu pas hari Raya Galungan. Jadi saat itu aku rasa wajar merayakannya dengan kembang api. Sewajar perayaan Idul Fitri dengan mercon / petasan. Meskipun sekarang petasan udah dilarang (semoga juga diharamkan).


Namun ternyata selewat Galugan, kembang api makin ramai menghiasi langit lengkap dengan suara ledakan-ledakan seperti suara tembakan senapan beruntun. Situasi tersebut ternyata menimbulkan penderitaan tersendiri bagi Ciko, anjing peliharaan di rumah kami. Dari tahun ke tahun, menjelang tahun baru dia selalu begitu. Ketakutan dengan suara-suara ledakan kembang api. Kalau sedang ketakutan gitu dia selalu mencari orang buat diikuti kemana saja, maunya dekat-dekat terus seperti anak kecil yang takut ditinggal pergi sama ibunya. Mungkin karena takut yang berlebihan, sikapnya jadi sangat pendiam, selalu nampak gugup dan gemetaran sehingga menimbulkan rasa iba bagi siapa saja yang melihatnya. Nafsu makannya juga sangat berkurang, bahkan cenderung seperti mau menyentuh makanan. Saat semua orang sudah masuk ke dalam kamar, dia pasti akan kebingungan mencari teman. Kalau sudah begitu pasti deh dia menggedor-gedor pintu ingin ikut masuk ke dalam kamar. Sayangnya Ciko bau karena jarang mandi jadi pada gak mau ngajak dia masuk ke kamar.


Ciko, si anjing kampung berwarna hitam yang telah lama tinggal dengan keluarga bli ini usianya sudah sangat tua. Kalau untuk ukuran manusia dia mungkin sudah kakek-kakek. Sehari-hari dia lebih banyak duduk dan diam sambil bermalas-malasan. Namun saat sedang bersemgat dia suka jalan-jalan dan lari-lari dengan gesit selayaknya anjing kampung lainnya. Yang menyebalkan, Ciko suka menggonggong semaunya. kadang ada orang jalan di gang di menggonggong, lain waktu ada orang asing datang ke rumah dia malah diam, lain kesempatan saat orang rumah baru datang dia malah mengonggong seperti ada orang asing masuk. kadang aku bertanya, ini anjing bodoh atau anjing iseng sih?


Ciko, kenapa sih takut sama suara ledakan? bikin repot.

7 Des 2010

Kacang Vulgar


Aku yakin, hurup P dalam produk makanan kecil ini mengacu pada kata peanut = kacang. Namun bagi para pembaca Cosmopolitan Magazine, merk tersebut terasa sangat vulgar :p

4 Des 2010

Di Balik Layar Lembongan


Sky on Sunset Beach 
Nusa Lembongan adalah nama pulau. Di pulau ini ada 2 desa yaitu Jungut Batu dan Lembongan. Kedua desa bersebelahan namun dipisahkan oleh bukit dan hutan semak-semak. Berbeda dengan Jungut Batu. Desa lembongan lebih ramai dan penduduk lokalnya lebih padat. Namun tentang keindahan dan potensi wisata keduanya boleh dikatakan seimbang dan memiliki kelebihan masing-masing. Keluarga Bli balok yang kami kunjungi tinggal di Jungut Batu, dan penginapan kami pun di Jungut batu.

Devil Tears salah satu spot utama paling menarik di Lembongan. Menurut cerita Bli Balok, dia sempat kebingungan waktu pertama kali aku menanyakan tentang Devil Tears. Meskipun tempat ini selalu dijadikan referensi utama yang harus dikunjungi oleh mereka yang datang ke nusa Lembongan, tapi nama Devil Tears agak terdengar asing bagi penduduk lokal yang bukan tour guide. Katanya, pada awalnya tempat-tempat di Lembongan itu tidak bernama, karena penduduk disana tidak terlalu menyadari potensi dan keindahan tempat tersebut. Justru orang luar yang menyadari keindahannya. Dan untuk mempermudah identifikasi lokasi, mereka secara tidak sadar memberikan nama untuk menandai tempat tersebut. Tidak heran jika nama-nama tempat di nusa Lembongan hampir semuanya menggunakan bahasa Inggris. Seperti Devil Tears, Dream Beach, Mashroom Beach, Sunset Beach, dsb.

The Blows of Devil's Tears
Untuk mencapai lokasi-lokasi yang ada di nusa Lembongan bukanlah hal yang mudah. Pertama karena medannya yang berliku, jalan sempit, kondisi jalan buruk, dan minim petunjuk. Kalaupun ada petunjuk agak kurang informatif bagi pendatang. Aku dan Bli cukup beruntung karena punya kenalan orang lokal jadi diantar ke berbagai tempat yang ingin kami kunjungi. Bagi pendatang yang tidak seberuntung kami, bisa memanfaatkan jasa tour guide lokal, ataupun menggunakan peta nusa Lembongan sederhana yang semacam brosur yang biasanya disedikan gratis diberbagai tempat penyedia layanan wisata. Ketika Bli Balok berhalangan mengantar kami di hari berikutnya, aku dan bli cukup berhasil menemukan tempat-tempat yang kami inginkan dengan mengandalkan peta di Brosur, tentu saja ditambah dengan sedikit bertanya sana-sini pada orang yang kami temui.

Kondisi jalan yang harus ditempuh untuk menjangkau tempat-tempat menarik di Nusa Lembongan
Menjelajah keseluruhan pulau Lembongan bukanlah hal yang sulit sebenarnya karena pulau ini relatif kecil. Bahkan kita bisa menjelajah 2 pulau sekaligus yaitu nusa Lembongan dan nusa Ceningan karena letaknya bersebelahan hanya dipisahkan selat kecil dan sudah dibangun jembatan penghubung jadi tidak perlu menggunakan perahu. Disana kami menggunakan transportasi motor karena kebetulan keluarga Bli Balok berbaik hati meminjamkan motor untuk kami selama kami berlibur disana. Jangan mengharapkan mobil karena jalanan disana lumayan sempit untuk kendaraan besar. Kalaupun ada itu adalah mobil bak terbuka yang biasa digunakan agen Cruise untuk membawa penumpangnya keliling pulau.

Tidak perlu khawatir untuk mendapatkan motor di nusa Lembongan karena sudah banyak rental motor dan sepeda untuk wisatawan. Yang harus dicatat tentu saja bahan bakarnya. Harga bensin di Lembongan jauh lebih mahal. Namun tidak sulit untuk mendapatkan bensin disini. Meski tidak ada pom bensin tapi penjual bensin eceran banyak bertebaran. Dari hasil pengalaman kami, kalau Anda bukan olah ragawan atau penggemar sejati tantangan fisik, sebaiknya gunakan motor saja karena medan yang harus dilewati untuk mencapi berbagai lokasi di nusa Lembongan lumayan sulit dan berbukit. Meskipun pulaunya kecil, tapi kalau harus mengelilinginya dengan menggunakan sepeda dijamin bisa membuat Anda tepar. Kecuali hanya untuk keliling Desa, sepeda mungkin bisa cukup menyenangkan.

Berbagai bahan kebutuhan pokok di nusa Lembongan didatangkan dari Bali, tidak heran jika secara umum biaya hidup di Lembongan relatif tinggi. Harga-harga jauh diatas harga pasaran di Bali. Belum lagi, antar toko/warung satu dengan lainnya tidak ada standar harga yang pasti. Harga barang bukanlah sesuatu yang mutlak bagi wisatawan di Lembongan, apalagi bagi orang asing, penetapan harganya tergantung otoritas pemilik toko/warung. Trik untuk mendapatkan harga normal tentu saja harus dengan menunjukkan kalau kita orang lokal.

Kami beruntung karena Bli orang Bali jadi bisa berkomunikasi dengan bahasa Bali. Jadi saat membeli sesuatu kami dianggap sebagai orang lokal dan diberi harga yang masuk akal. Ada pengalaman juga sih, waktu itu aku mencoba membeli air mineral ukuran besar di toko dan karena tidak bisa berbahasa Bali dengan baik aku pakai bahasa Indonesia. Dari harga normal di supermarket di Bali sekitar Rp 3.000,-  aku harus membayarnya Rp 8.000,- namun saat Bli yang beli di tempat sama dan penjual yang sama, dengan bahasa Bali harganya hanya Rp 5.000,-. Aneh..lucu..dan kadang menyebalkan karena kita harus membayar lebih mahal hanya karena kita bukan orang lokal.

Sunset Cafe, salah satu warung makan yang sempat kami kunjungi saat menjelajahi Nusa Lembongan. 
Tidak sulit untuk menemukan rumah makan di Nusa lembongan, baik itu di desa Lembongan maupun Jungut Batu. Namun kebanyakan dari rumah makan itu menyediakan makanan dengan tarif wisatawan asing. Jadi ya  harus hati-hati dan siapkan kantong untuk di charge dengan standart harga dollar (meskipun bayarnya tetep pakai rupiah). Selama di nusa Lembongan kami memang hanya sesekali saja beli makan di rumah makan tersebut karena Bli merasa lebih aman dan nyaman membeli makan yang take away alias nasi bungkus hahahha... Kami juga bebrapa kali diundang makan di rumah bli Balok. Tentang harga di warung makan, pengalaman kami adalah mendapatkan harga dengan standart lokal meskipun harga yang tertera di menu terhitung mahal (standart dollar). Saat bayar di kasir, kami terkejut karena harganya jauh dibawah perkiraan semula, rupanya trik menggunakan bahasa Bali masih ampuh sebagai penanda bahwa kami orang lokal sehingga dapat harganya pun lokal. Nasi Goreng yang di menu tertera Rp 20.000,-  ternyata kami hanya perlu mrmbayarnya Rp 6.000,-. Lucunya, selama makan, bli melarangku untuk ngobrol terlalu keras dengan bahasa Indonesia hahahha...

17 Nov 2010

11 Nov 2010

Berbagi Bareng BBC


Hari ini HUT Bali Blogger Community. Meskipun udah lebih dari 2 tahun ngeblog tapi aku termasuk baru dalam keanggotaan BBC. Sebagai anggota Bali Blogger Community aku belum banyak terlibat dalam berbagai kegiatannnya. Tuh kan.. udah orang baru, gak aktif pula. Satu-satunya kegiatan BBC yang pernah aku hadiri sebagai bloggger adalah saat acara kopi darat berkedok buka bersama beberapa waktu lalu.

Aku berharap hari minggu nanti aku :
  • Gak bangun kesiangan
  • Gak ada acara mendadak yang menyangkut urusan nyame braya atau mebanjar
  • Gak ada kerjaan mendadak
  • Gak ada halangan yang membuatku absen dikegiatan kali ini
Yuii..menyambut HUT ketiga ini BBC mengadakan charity event. Tidak hanya bagi BBC dan tidak hanya untuk penghuni dinia maya saja, tapi terbuka buat siapapun yang peduli untuk berbagai dengan saudara kita yang sedang dilanda bencana.

Buat Anda yang tinggal di Denpasar, yuk jalan-jalan ke kompleks Museum Perjuangan Rakyat Bali, Renon. Mari berbuat sesuatu untuk meringankan mereka yang sedang dilanda coba. Angkat topi buat pentolan-pentolan BBC yang udah merancang dan memfasilitasi kegiatan ini.

Foto Diambil dari blognya AriBogel

9 Nov 2010

Transportasi Ke Lembongan


Lembongan, salah satu tujuan wisata alternatif yang harus dikunjungi jika Anda berlibur ke Bali. Terutama bagi Anda penggemar aktifitas watersport. Namun bagaimana caranya untuk menuju Lembongan. Aku rasa, orang lokal (Indonesia, bahkan orang Bali selain orang Lembongan) tidak banyak yang mengetahui tentang pulau ini. Padahal dikalangan wisatawan manca negara, Lembongan sudah tidak asing lagi. Bahkan menurut Bli Balok yang memiki usaha Massage & Refleksiology di Lembongan, lebih dari 80 % tamu di Lembongan adalah wisatawan asing. Kalaupun ada orang lokal biasanya mereka dari Jakarta, itupun hanya bagian dari kegiatan trip menggunakan cruise. Ada 3 transportasi laut yang dapat digunakan untuk mencapai Lembongan dari pulau Bali. Yaitu menggunakan Cruise, Jukung (public boat), dan speed Boat, boleh juga nyewa helikopter pribadi, tapi sepertinya tidak akan aku lakukan dalam waktu dekat ini :p. Cruise bisanya melayani one day trip dari Bali-Nusa Penida-Nusa Lembongan-Bali. Namanya aja Cruise tentu harganya pun sangat mahal namun fasilitasnya juga lengkap, selayaknya perjalanan dengan kapal pesiar. Namun yang ini hanya setengah hari saja. Tentu ini bukan pilihan tepat buat kami berdua untuk mencapai Lembongan. Cruise tercoret dari daftar sarana transportasi kami ke Lembongan.

Pilihan berikutnya adalah Jukung atau speed Boat. Jukung adalah perahu tradisional Bali yang biasanya digunakan nelayan untuk melaut. Namun jukung disini telah dirubah menjadi semacam public transportation. Ukurannya lebih besar dari speed Boat dan tentu saja lebih banyak menampung penumpang dan lebih murah. Jika menggunakan Jukung, Bali – Lembongan ditempuh dalam waktu 2 jam. Speed Boat, adalah kapal kecil bermesin dan mampu melakukan perjalanan dengan kecepatan tinggi, sehingga Bali – Lembongan bisa ditempuh dalam waktu 45 menit.

Jukung, alat transportaasi ekonomis dari dan ke Lembongan


Speed Boat sepeti inilah yang menjadi salah satu alat transportasi laut dari Bali ke Lembongan atau sebaliknya. Dapat menempuh perjalanan lebih cepat dibanding Jukung meskipun harganya dua kali lipat lebih mahal.

Meskipun lebih mahal akhirnya kami memutuskan menggunakan speed boat, apalagi bertepatan dengan hari kami berangkat, speed boat yang merapat salah satunya adalah milik keluarga Bli Balok, jadi kami bisa gratis. Hmm...permulaan yang bagus. Alasan lainnya tentu karena aku adalah pemabuk sejati, dan ini perjalan pertama menggunakan kapal kecil jadi perhitungan Bli lebih cepat sampai di tempat tujuan lebih baik. Kalau mabuk bisa cepat-cepat istirahat di tujuan. Selain itu dengan menggunakan jukung, goncangan didalamnya akan lebih terasa dan tentunya lebih memicu untuk mabuk laut. Belum lagi penumpang jukung yang sangat padat, pastinya akan lebih tidak nyaman.

Seperti perkiraan sebelum berangkat, akhirnya aku mabuk juga dalam perjalan pertama menggunakan speed boat ini. Beda dengan mabuk darat, mabuk laut datangnya lebih tiba-tiba. Pada awalnya aku merasa baik-baik saja, bahkan sempat menikmati awal-awal perjalanan dengan mengambil beberapa foto diatas speed boat. Bagiku yang belum pernah naik speed boat sebelumnya dan ditambah punya ketakutan pada lautan, ini adalah perjalanan yang luar biasa. Jika biasanya naik Feri yang besar, tidak begitu menakutkan karena banyak hal yang bisa mengalihkanku dari ketakutan akan hamparan air yang luar. Namun dalam speed boat yang kecil, mau-tidak mau kanan-kiri aku dikelilingi laut dan ombak. Aku merasa seperti sebentar lagi akan tenggelam dan mati.

Tidak tahu apakah memang gejala dari mabuk laut ataukah efek dari pikiran negatifku, aku tiba-tiba merasakah keringat dingin di leher, dan angin yang menerpa badanku makin lama makin dingin, padahal sudah memakai jaket. Orang-orang lainnya aku lihat santai sekali dengan kaos oblong mereka, bahkan tank top. Berarti hanya aku yang merasakan menggigil saat itu. Tidak berapa lama aku merasa mual. Langsung aku ambil kantong plastik yang telah aku siapkan dan kemudian dengan sukses keluarlah cairan dari dalam perutku. Aku sendiri merasa beruntung karena belum sarapan sehingga tidak memuntahkan sesuatu yang berat. Namun kata Bli, justru aku mabuk karena tidak makan pagi, jadi masuk angin. Hmm.. kok gitu ya??

Yang jelas sih aku bersyukur karena efek mabuknya tidak berlangsung lama. Setelah isi perut keluar aku merasa jauh lebih baik. Meskipun malu juga sih karena diantara 18 penumpang yang ada di speed Boat hanya aku saja yang mabuk.

Tarif lokal 2010 : Lembongan – Bali atau Bali - Lembongan

Keberangkatan dari pantai Sanur - Bali

Jukung Rp 25.000 / orang

Speed Boat Rp 50.000 / orang


Jadwal :

Jukung pukul 08.00 WITA

Speed Boat pukul 09.00 WITA


Dalam perjalanan ke Lembongan dengan menggunakan speed boat, sesaat sebelum mabuk. Tampak di belakangku adalah Kapten (bapaknya Bli Balok) dan co.kapten (Ketut, adik bungsu Bli Balok)

Beberapa catatan berkaitan perjalanan mencapai lembongan :

  • Ada beberapa jadwal keberangkatan Jukung dan speed Boat, antara 2-3 kali sehari, bahkan bisa sampai 4 kali sehari. Tergantung season. Jadi untuk aman sih kami berangkat sesuai jadwal paling pagi yang pasti ada.
  • Tiket dapat dibeli di konter penjualan tikel di pantai Sanur.
  • Di pantai Sanur jangan membayangkan akan ada pelabuhan atau petunjuk naik turun penumpang. Aku pun kalau tidak diberi tahu tidak akan mengenali bahwa pantai ini selain pantai wisata juga digunakan sebagai pelabuhan. Berhubung jukung dan speed boat itu kecil, biasanya langsung bisa merapat ke bibir pantai. Jadi kalau baru pertama kali, sebaiknya perhatikan instruksi dari pengeras suara dari konter tiket untuk menandai jukung atau speed boat yang baru datang atau mau berangkat.
  • Sebaiknya persiapkan diri dengan segala kemungkinan, terutama mabuk laut. Yang luput dari persiapanku adalah masalah safety, aku tidak bisa berenang, tidak bawa pelampung, dan tidak disediakan pelampung. Jadi kalau diperjalanan terjadi sesuatu, seperti akan bye..bye… Kalau Anda sangat care dengan keselamatan diri, pelampung bisa dijadikan perhitungan utama.

Ulasan tentang berbagai transportasi untuk menjangkau Nusa Lembongan dapat dibaca di http://nusalembongannews.blogspot.com/2009/06/getting-to-nusa-lembongan-from-bali.html

Ke Lembongan Nggak ya ?

Ini dia cerita jalan-jalan kami berdua ke Nusa Lembongan. Nusa Lembongan adalah salah satu dari 3 gugusan pulau di sebelah Timur Pulau Bali. Pulau-pulau tersebut adalah Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan. Ketiganya masuk dalam wilayah kabupaten Klungkung. Sebenarnya sudah lama ada keinginan untuk ke Lembongan, karena ada keluarga sahabat Bli yang tinggal disana. Namun buatku, sebelum akhirnya memutuskan mau untuk jalan-jalan ke Lembongan, membutuhkan pemikiran tersendiri. Banyak hal yang membuatku ragu, bahkan sempat tidak mau. Alasan utamanya tentu jarak dan transportasi yang harus ditempuh lewat laut, dan hal-hal lain yang makin memperkuat keenggananku. Belum lagi, Masih banyak tempat-tempat di Bali yang belum aku kunjungi, jadi mengapa harus jauh-jauh nyebrang pulau hanya untuk liburan. Namun karena terlalu seringnya mendengar kata Lembongan..Lembongan.. Cruise.. akhirnya aku penasaran juga untuk searching tentang pulau tersebut.

Namun dari hasil serching, ternyata tidak begitu banyak blog yang menulis tentang Nusa Lembongan. Hanya ada beberapa saja. Kebanyakan tulisan tentang Lembongan adalah dari website hotel atau travel. Padahal kan lebih seru kalau kita membaca review atau ulasan dari blogger, karena pastinya lebih detail dan jujur mengungkapkan tentang situasi yang sebenarnya. Selain itu kebanyakan tulisan tentang Lembongan lebih menekankan pada aktifitas watersport disana seperti memancing, surfing, diving, snorkling, dan sebagainya. Lembongan memang dikenal karena keindahan pantai dan alam bawah lautnya. Padahal jelas-jelas aku gak akan mau melakukan watersport, udah kapok dan trauma seperti pengalamanku di Tanjung Benoa dulu itu. Jadi kalau jalan ke Lembongan pun bukan untuk melakukan watersport.

Beberapa info menarik tentang Lembongan justru aku dapat dari foto, terutama dari account di flickr. Visual tentang hamparan pasir putih, laut biru dan hijau tosca, langit yang bersih membentang, sedikit banyak menarik perhatian dan makin membuatku penasaran tentang pulau ini. Hingga akhirnya aku menemukan foto spot paling menarik di Lembongan yaitu Devil Tears. Sebuah cerukan karang yang dihempas gelombang laut menghasilkan semburan air yang dahsyat, mirip water blow Nusa Dua. Yang menarik, karena besarnya hempasan gelombang di Devil Tears ini membuat tetesan2 airnya mampu menimbulkan biasan seperti pelangi. Dan itu tertangkap jelas di foto yang aku lihat seperti foto ini.


Hal itulah yang menjadi penasaran terbesarku sehingga tergelitik untuk bertanya langsung pada Bli Balok, sahabat kami yang tinggal di Lembongan, tentang Devil Tears. Dari hasil surfing di internet, ulasan beberapa blog yang sempat aku dapatkan, dan informasi dari Bli Balok akhirnya aku berani memutuskan untuk merencanakan liburan ke Lembongan bersama bli.

Foto diambil dari :
Ulasan tentang lembongan bisa didapat di :

4 Nov 2010

Strategi Iklan Megamind di Farmville


Saat memainkan farmville barusan, ada sesuatu yang baru, yaitu notification untuk mengunjungi farm (kebun) Megamind, padahal tidak ada neighbour (tetangga) ku di farmville yang menggunakan nick Megamind. Awalnya aku pikir aku punya tetangga baru tanpa sepengetahuanku, yang mana itu adahal hal yang tidak biasanya, karena untuk bisa menjadi tetangga di farmville membutuhkan approvement dan aku merasa tidak pernah approve request atas nama Megamind.

Seperti dugaanku, ini adalah program terbaru dari Farmville setelah baru saja selesai musim Halloween-nya. Tapi ternyata program ini hanya berlaku untuk hari ini saja. Dengan iming-iming penawaran spesial diembel-embeli janji mendapatkan reward khusus jika membantu kebun Megamind, akhirnya aku kunjungi juga kebunnya. Ternyata eh ternyata ini adalah iklan premier Film Animasi Megamind yang akan dimulai besok 5 November 2010..walahhh...

seperti yang aku kutif dari artikel TEMPO yang ini :
FarmVille adalah salah satu games yang melesat dengan mendompleng popularitas Facebook. Games yang diciptakan Zynga ini sekarang penggunanya mencapai 81.125.786 orang. Angka itu berarti seperlima pengguna Facebook adalah FarmVille adalah pengguna Facebook. Hampir setiap bulan ada pertambahan jumlah pengguna mencapai 10 juta orang. Dan saat ini sudah 81 juta orang pengguna aktif. Dari jumlah itu setiap hari tercatat 29,7 juta main game setiap hari.
Data : MINGGU, 21 FEBRUARI 2010 | 16:45 WIB

Rupanya peluang ini mulai dimanfaatkan untuk menjadi media iklan yang efektif untuk meningkatkan penjualan tiket film Megamind (setidaknya mengundang ketertarikan untuk mengetahui tentang film ini). Jelas ini terobosan yang jenius, dengan jumlah pengguna farmville yang pastinya sudah berlipat dari data yang tercantum diatas. Belum lagi fakta bahwa :
  1. Pengguna farmville bisa dipastikan adalah gamers dan dunia gamers tidak jauh dari animasi, bisa dipastikan memiliki interest terhadap materi yang diklankan yaitu Film Mega Mind
  2. Iklannya beda dan mengandalkan interaksi 2 arah antara pengiklan dan target sehingga dapat menghadirkan keterikatan secara emosional terhadap materi yang diiklankan.
  3. Iklan menarik perhatian pengguna farmville untuk melihatnya (mengunjungi kebun Megamind) dengan award yang colectable yang selalu diincar oleh para petani farmville.
  4. Yang jelas, strategi ini cukup menghadirkan rasa penasaran dan keingintahuan tentang apa itu Megamind (setidaknya untuk aku yang tidak begitu update tentang perkembangan movie)
Jadi ini adalah metode pengiklanan yang sangat-sangat jenius diantara persaingan yang sangat ketat film-film Hollywood yang menggunakan teknik Animasi saat ini. Kita lihat saja apakah promosi premier Megamind ini berdampak pada penjualan tiketnya dan apakah cukup mampu untuk menjadikannya salah satu box office.





1 Nov 2010

Nico & Cora


Ini adalah foto kenangan yang aku ambil dari blognya Nico dan Cora. Mereka sedang melakukan perjalanan dari Perancis menuju New Zeland untuk suatu pekerjaan. Mungkin Indonesia terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja, sehingga sengaja melewati jalur Jawa – Bali dengan travelling ala backpacker agar bisa menikmati keindahan dan sosial budaya daerah setempat.

Pada hari ke limabelas mereka akhirnya sampai di Denpasar saat tengah malam menjelang.
Secara tidak sengaja, bli berkenalan dengan mereka di dekat rumah dan kemudian menawarkan mereka untuk mampir karena mereka berdua terlihat lelah. Sangat tidak mungkin untuk menemukan kendaraan umum saat malam di Denpasar, apalagi Hotel dan penginapan yang ada direferensi mereka masih lumayan jauh jika harus ditempuh dengan jalan kaki. Atas masukan dari mertua, kami menyarankan mereka berdua untuk menginap, tentu saja dengan segala keterbatasan yang ada.

Kebetulan malam itu kami baru selesai mengadakan upacara odalan jadi jam segitu masih ada beberapa anggota keluarga yang terjaga. Setelah makan malam dan mandi akhirnya mereka tidur. Sebelumnya aku menyampaikan bahwa kemungkinan besok pagi-pagi banget disini suasananya sudah ramai karena seluruh anggota keluarga akan bekerja bakti membersihkan perlengkapan upacara, dan jangan sampai kesibukan kami menggangu tidur mereka. Untuk berjaga-jaga agar mereka tidak merasa terganggu saat pagi buta sudah mendengar suara gradak-gruduk.

Pagi hari saat kami tengah sibuk dengan pekerjaan bersih-bersih mereka terbangun dengan takjub. Mungkin tidak menyangka bahwa ternyata yang tinggal disini adalah keluarga besar karena semalam mereka hanya sempat bertemu dengan bapak dan ibu mertua, sepupu bli, aku, dan tentu saja bli. Kami menawarkan sarapan berupa kopi dan jajan khas Bali hasil surudan (sisa upacara). Coraline yang ceria dan selalu menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap berbagai hal mencoba apapun yang kami tawarkan. Dia gadis yang menyenangkan. Sementara Nico, sang cowok lebih pendiam. Tapi aku rasa itu hanya masalah kendala bahasa saja. Bagi orang Indonesia, sarapan resmi itu jika melibatkan makanan berat. Makanya ketika kami menawarkan untuk sarapan nasi mereka sangat heran karena bagi mereka jajan Bali dan kopi adalah sarapan yang membuat kenyang.

Setelah mengobrol dan berkenalan dengan seluruh anggota keluarga, mereka pamit untuk melanjutkan perjalanan menuju Kuta dengan menggunakan angkutan umum, Bemo. Ada hal sangat lucu, ternyata mereka lebih memahami sistem angkutan umum di Bali dibandingkan kami orang Bali sendiri. Aku yakin, seumur-umur para paman dan sepupuku di rumah belum ada yang pernah ke Kuta naik Bemo, terbukti mereka sangat kebingungan ketika aku menanyakan pertanyaan Cora dan Nico bagaimana caranya mencari Bemo yang akan mengantar mereka ke Kuta.

Petualangan Nico dan Cora melewati Jawa – Bali dapat disimak di blognya yang ini.

30 Okt 2010

Blogger Lapar


Lapar yang aku maksud bukan lapar nulis artikel atau lapar blogging. Kalau lapar yang itu sih aku selalu menantikannya. Namun apa daya begitu berhadapan dengan komputer dan koneksi internet, hasratku lebih tersedot untuk main game online. Seperti yang pernah aku tulis di posting yang ini. Lapar yang aku maksud disini adalah lapar dalam makna denotatif atau dalam artian yang sesungguhnya. Beginilah jadinya kalau seseorang yang mengaku blogger kelaparan, tidak sempat foto-foto makanannya pun foto-foto bekasnya dijabanin hanya untuk bahan posting. Habis mau gimana lagi, saat makanan datang langsung diserbu bareng-bareng, ingat mau foto pas udah tengah-tengah makan dan tangan udah belepotan makanan. Gak mungkin lagi ngambil kamera atau hp. Jadi maaf kalau ilustrasinya seperti ini.

Kebetulan sabtu ini ada acara makan bareng dalam rangka pembubaran kepanitiaan suatu event di kantor. Yang biasanya jam 12 udah pada berhamburan untuk istirahat makan siang, hari ini makan siangnya tertunda sampai jam 2. Hal ini dikarenakan sabtu hanya setengah hari kerja jadi sekalian makan siangnya pas pulang kantor agar bisa kumpul bareng semua divisi. Acara kali ini diadakan di Warung Subak.

Kami pesan paket untuk 20 orang sebanyak 2 paket karena jumlah rombongannya memang sekitar 40-an. Diantara restoran yang menyajikan menu ikan bakar di Denpasar, Warung Subak termasuk yang komplit karena selain ikan ada juga jenis seafood lainnya seperti udang, kerang, cumi-cumi, kepiting, hingga ayam pun ada. Masakannya pun terkenal enak dan tempatnya cukup nyaman, baik untuk rombongan maupun untuk keluarga kecil, atau bahkan untuk berdua-duaan karena banyak pilihan tempat duduk.

Sebagai gambaran, paket 20 orang ini isinya ada ayam bakar, udang bakar, sate cumi, kerang bakar, srombotan dan plecing kangkung, nasi, dan buah-buahan. Untuk minumnya, bisa dipilih teh botol atau air mineral botol 20 buah. Aku lupa kuantitas masing-masing menunya, tapi yang jelas semua yang hadir sudah dapat makan dengan puas. Jadi porsi yang disiapkan dalam paket memang sudah benar-benar pas. Perlu diingat juga, rombongan kami datang kesini dalam keadaan kelaparan semuanya. Jadi kalau acara makan-makan dengan keluarga besar pilihan menu paket besar ini bisa jadi pilihan yang tepat. Untuk jumlahnya bisa disesuaikan, untuk 20 orang atau 10 orang juga ada.

Selain menu paket besar ada juga menu per porsi untuk perseorangan dengan pilihan sangat beragam. Sangat sesuai buat yang datang berdua-duaan, sendiri, atau sama rombongan tapi seleranya beda-beda. Kalau datang berbanyak namun tidak mau menu paket, banyak juga menu pilihan lainnya non paket. Tapi tentu harga paket akan jauh lebih murah. Masalah harga memang lebih mahal dibanding rumah makan sejenis namun soal rasa tidak perlu diragukan lagi. Buktinya dapat dilihat dari foto diatas kan?

22 Sep 2010

Nasi Campur Bali

Nasi campur khas Bali berbasis ayam (tapi tetep aja gak halal karena belinya di warung yang menyediakan menu babi juga, dan ada tambahan menu rambak babi)

Salah satu hal yang aku suka diantara sedikit kuliner Bali adalah menu nasi campur. Aku yakin di daerah lain tentu hampir semuanya memiliki menu nasi campur ini. Yang aku maksud menu nasi campur tentu satu porsi makanan utama yang terdiri dari berbagai macam lauk yang udah fixed. Bukan jenis menu seperti kalau kita makan di warteg yang lauknya milih sendiri. Ngerti kan ya apa yang aku maksud? ya contohnya kalau di Jawa Timur ada menu nasi rames, nah seperti itu yang aku maksud. Menu nasi campur Bali ini tersedia di warung atau rumah makan Bali. Jangan salah, di Denpasar lebih mudah menemukan warung Jawa dibandingkan warung Bali.

Ada 2 kelompok besar nasi campur Bali, yaitu berbasis ayam dan berbasis Babi (lebih dikenal dengan nasi babi guling). Nasi campur Bali berbasis ayam memiliki beberapa variasi lauk yang menjadi standarisasi, maksudnya pasti ada di setiap nasi campur, yaitu ayam sisit (daging ayam di suwir2 dan dibumbui), ayam betutu, kering tempe yang didominasi kacang tanah, sate lilit, telur dibumbui sambal merah. Berbagai variasi lainnya juga ada, tergantung masing-masing warung atau rumah makan. Sayuran biasanya berupa urap khas Bali.

Sementara untuk menu nasi campur berbasis babi, ya menunya terdiri dari berbagai bagian tubuh babi yang dimasak dengan berbagai variasi. Tubuh utama babi biasanya di guling (dipanggang utuh) dengan rempah-rempah yang khas. Variasi standar menu nasi babi guling biasanya ada suwiran daging babi guling, lawar, urutan (sosis khas bali isinya daging babi cacah), uretan (sosis khas bali tapi isinya adonan telur), jerohan goreng, rambak babi, sate lilit, sate babi, dan tum (pepes khas bali). Untuk sayurnya biasanya terdiri dari sayur diurap, jukut ares (sayur batang pisang yang muda), atau sayur nangka dengan bumbu Bali yang khas. Banyak sekali variasinya, dan bayangkan semua jenis itu bisa ada dalam satu porsi makan.

Tidak sulit menemukan warung makan khas Bali terutama warung bagi guling. Semudah menemukan penjual gudeg di Jogja. Diantara yang banyak tersebut di Denpasar dan sekitarnya ada beberapa rumah makan khas Bali yang cukup terkenal. Diantaranya warung babi guling Oka, babi guling Chandra, nasi campur kedewatan (nasi campur bu Mangku), warung satria, dsb. Maaf jika tidak banyak warung makan khas Bali yang aku kenal karena aku lebih sering makan di warung Jawa hehhee...

Buat yang ingin makan makanan khas Bali ini tentu harus waspada karena ini bukan jenis menu yang halal bagi Anda yang muslim. Ingin mencoba menu nasi campur ayam? tidak semua warung menyediakan, terutama jika warung tersebut memasang label warung babi guling. Kalaupun Anda berhasil menemukannya, ya sama aja, kan masaknya bergantian dengan masakan babi. Masih haram kan?. Namun jangan khawatir, masih ada jenis yang halal kok, coba aja cari warung nasi campur kedewatan (warung nasi campur bu mangku). Kalau yang ini spesialis nasi campur khas Bali dengan basis ayam dan ini salah satu yang menjadi favoritku.

21 Sep 2010

Chinesse Food M23

Pernahkan merasa ada hari dimana sepertinya segala hal yang kamu jalani berjalan dengan sangat baik atau merasakan ada hari dimana banyak sekali kebaikan datang kepada kita. Aku lebih suka menyebutnya hari keberuntungan. Inilah yang aku rasakan hari ini. Selain karena hari ini hari gajian, juga karena ada rekan kerja, Pak Eka Sanjaya, yang ulang tahun dan itu artinya akan ada gratisan. Kebetulan gratisan hari ini berupa makan siang yang spesial. Makan siangnya di warung M23 yang pernah aku ceritakan dipostinganku yang ini.

Jika sebelumnya kalau makan di M23 ini atau di M21 yang di dekat lapangan futsan Metro, Renon, pesannya selalu paket ayam dengan bumbu khas Lombok. Namun kali ini kami mencoba sesuatu yang baru yaitu paket Chinesse food.

Karena kebetulan berombongan (ada 9 orang), jadi pesan paket untuk 10 orang yang ternyata jumlahnya sangatlah banyak bahkan lebih dari cukup untuk bersepuluh. Saat itu hanya bersembilan jadi makanan masih tersisa cukup banyak. Menu paketnya sangat beragam. Ada soup kepiting asparagus, sapi lada hitam, ayam kecap, bakmi goreng, sapo tahu, fuyunghay, rolade ayam, naasi putih, dan buah. Semuanya dalam posrsi yang tidak ideal. Menurutku chinesse food di M23 ini rasanya biasa saja, standar.

Sayangnya menu paket ini tidak termasuk minuman, jadi kami harus menambahkan pesanan minuman sesuai dengan kesukaan masing-masing orang.

Saat acara makan ada beberapa kejadian 'kecelakaan'. Mulai dari potongan ayam yang tiba-tiba lompat dari piring hingga tragedi piringnya Indra jatuh dan menumpahkan isinya ke celana kerja yang dipakainya. Kejadiannya lebih dikarenakan karena sempitnya meja yang dipakai untuk makan, sementara makanan yang dihidangkan lumayan banyak.

Sekali lagi mau ngucapin selamat ulang tahun buat pak Eka.. sukses selalu..

20 Sep 2010

Aksi Sosial Farmville


Farmville membuat aku terperangah dengan aksi sosial membangun sekolah di Haiti. Ini artinya gak rugi aku main farmville dan gak merasa bersalah lagi keasyikan main farmville dan gak punya waktu lagi buat nge-blog. Udah lama sebenarnya ingin membuat ulasan tentang game satu ini. Tapi ya balik lagi, gara-gara keasyikan maen, hasrat nulisnya belum juga sempat tersalurkan hehheee...

19 Sep 2010

Hole in the Sky, Jungut Batu Beach

Hole in the Sky yang menakjubkan aku ambil saat liburan di Nusa Lembongan minggu lalu. Sebenarnya waktu itu ingin sekali menikmati sunset di pantai Jungut Batu. Dari siang, saat hunting pantai keliling pulau, udah merencanakan bisa pulang ke penginapan sebelum sore agar bisa melihat sunset karena posisi matahari terbenam pas di horizon seberang penginapan yang di bibir pantai. Tapi sayangnya menjelang sore langit jadi mendung. Jadilah kami hanya jalan-jalan di sepanjang pantai sambil melihat-lihat seaweed fields.

Saat langit makin gelap tertutup awan dan ada celah yang diterobos sinar matahari, terjadilah fenomena hole in the sky ini. Menakjubkan. Sebenarnya fenomena seperti ini sering sekali terjadi. Tapi melihatnya di pantai Jungut batu tentu sesuatu yang jarang karena kami tidak selalu memiliki kesempatan untuk berlibur kesana. Semoga ada lagi kesempatan menikmati Jungut batu dengan sunsetnya yang terkenal mempesona.

26 Agt 2010

Kopdar Berkedok Bukber


Yeehaa... akhirnya kesampaian juga kopdar bareng Bali Blogger Community. Sebelum-belumnya aku hanya ngintil aja di millist BBC dan tiap BBC ngadain acara gak pernah klop waktunya dengan jadwal kerja ataupun kegiatan pribadi yang tidak bisa ditinggalin (misalnya upacara adat). Jadi meskipun telah lama ngeblog dan resmi bergabung dengan millist BBC yang mana berarti aku telah menjadi anggota BBC, tapi berhubung belum sekalipun datang di kegiatan BBC rasanya belum apdol. Pas 21 Agustus 2010, kebetulan BBC dapat rejeki nomplok yaitu dapat voucer makan di warung Be Pasih, dan sepakat buat buka bersama di tanggal tersebut, akhirnya aku paksakan datang, meskipun jadwal hari itu padat (hahhaa...sok sibuk).

Tujuanannya ya agar bisa kenal dengan anggota BBC yang lain, meskipun beberapa diantaranya telah aku kenal sebelumnya secara langsung (via darat). Inginnya hari itu bisa bertemu dengan Bli Pande yang selama ini telah cukup akrab di blog, fb, maupun email tapi belum sekalipun ketemu langsung. Setelah aku kontak, sayangnya beliau tidak bisa hadir karena ada acara keluarga. Agar tidak cengok pas kopdar senjataku tentu saja ngajak suami. Kebetulan teman bli satu kantor ada juga yang warga BBC jadi dia mau nemeni. Setidaknya ada orang yang dia kenal jadi nanti pas disana tidak cengo-cengok banget hehhee..

Nyampe lokasi kopdar ternyata sudah ramai dan beberapa sudah pesan makanan dan sudah ada yang makan, terutama yang puasa. Kopdarnya sih memang berkedok buka bersama, tapi berhubung ini BBC, yang puasa ya hanya beberapa saja, mayoritas hindu dan tidak puasa, tapi meskipun undangan kopdarnya buka puasa ya rame-rame pada datang, makan gratis :p

Suasananya cukup akrab meskipun awalnya agak aneh juga karena belum pernah kenal satu sama lain, apalagi banyak juga yang pakai nama beken di blognya, antara orangnya sama namanya kadang bertolak belakang hehhee... namanya aja macho ternyata orangnya melankolis atau sebaliknya. Beberapa sudah saling akrab karena sering hadir di kegiatan BBC, tapi aku masih sibuk menghapal nama dan blog orang-orang yang hadir. Berhubung yang datang lumayan banyak (sekitar 40 orang) jadi forumnya pun besar. Tidak mungkin untuk bisa langsung kenal dan akrab dengan semuanya.

Tapi buatku pribadi kopdar kemarin cukup sukses karena bisa ketemu langsung dengan wajah-wajah blogger yang aku sering kunjungi blognya. Bisa kenalan dengan hampir semua yang datang meskipun akhirnya aku lupa-lupa lagi menyesuaikan namaorang-wajahnya-samablognya. Setidaknya beberapa aku ingat, terutama yang mejanya saling berdekatan dan sempat ngobrol beberapa hal.

Seru juga ikut kegiatan seperti ini..sesuatu yang sebelumnya tidak teraba karena hanya terjadi di dunia maya berangsur nyata. Mereka, para blogger itu adalah orang-orang yang memang beneran ada di dunia ini (yaa..iyalah...)

Mari Membaca


3 buah buku yang saat ini sedang aku baca. Buku karangan Andrea Hirata ini akan melengkapi koleksi 4 novel sebelumnya. Aku tidak tahu apakah Andrea itu penulis yang tidak kreatif sehingga hanya berkutat di urusan cinta Ikal - A Ling dengan diwarnai kehidupan sosial masyarakat Melayu, ataukah Andrea itu seorang penulis yang konsesisten dan mendalami budaya Melayu untuk menghidupkan dinamika mereka dalam kisah-kisah yang nantinya bisa dinikmati banyak orang.


Setelah bersusah payah dan tertatih-tatih menyelesaikan novel Percy Jackson yang seri pertamanya The Lightning Thief, akhirnya saatnya melanjutkan romantisme bersama Andrea Hirata. Taktik marketing yang diterapkan penerbitnya membawa keberuntungan tersendiri buatku karena bisa dapat 2 novel sekaligus (dibeliin suami maksudnya). Tidak seperti tetralogi sebelumnya yang aku belinya harus nyicil satu persatu dan deg-degan menunggu setiap seri novel lanjutannya terbit. Padang Bulan dan Cinta Dalam Gelas seperti halnya novel Andrea Hirata sebelumnya mengisahkan kisah cinta tokol Ikal dengan A Ling, kali ini dengan bumbu-bumbu kisah tokoh lainnya Enong kecil dan Maryamah dewasa (nama asli Enong), diperkaya pula dengan kehidupan sosial budaya Melayu (Belitong).

Menemaniku menuntaskan novel Andra Hirata, aku juga sekaligus membaca buku yang diangkat dari blog, Pak Beye dan Istananya, karya blogger sekaligus wartawan kompas. Buku ini ditulis dalam gaya artikel blog mengenai sisi lain SBY sebagai seorang presiden dan cerita2 seputar istana keprisedenan. Buku lainnya yang iseng aku baca adalah Kelas Empat di Malory Towers karya Enid Blyton. Kebiasaanku membaca memang aneh, seringnya harus aku rangkap-rangkap gitu agar tidak bosen dengan satu bacaan saja. Namun seringnya juga konsisten satu buku saja, terutama kalau lagi miskin koleksi buku yang belum dibaca. Waktu menyelesaikan Percy Jackson saja aku selingi dengan The Naked Traveler buku pertamanya.

Toga Mas adalah toko buku yang membuatku cukup bersemangat untuk terus melanjutkan hobby bacaku, apalagi kalau bukan urusan diskon. Meskipun pecinta buku tapi tetep mikir juga buat beli buku idaman karena harganya yang lumayan mahal. Seperti kejadian bulan lalu yang membuatku terpaksa manyun hampir sebulan gara-gara kalap belanja buku. Untungnya masih ada stand murah Gramedia saat ada pameran di Art Center. Sayangnya moment seperti itu jarang sekali terjadi, makanya sekali ada pameran langsung aku manfaatin buat borong buku-buku gramedia (yang sedang di-diskon). Meskipun buku stok lama, tetapi ada saja buku-buku yang dulu-dulu aku inginkan tapi belum bisa kebeli. Dan Karena minggu lalu baru saja ada pameran pembangunan yang mana ada stand Gramedia, jadi beberapa minggu kedepan aku punya 2 PR yang harus ditaati.

Pertama tentu saja mengerem nafsu belanja buku untuk setidaknya 1-2 bulan ke depan karena banyak stok buku yang belum kebaca. Kedua tentu saja membaca buku-buku yang sudah dibeli ini sampai tuntas. PR kedua ini tentu bukan hal yang sulit karena saat inipun meski sedang membaca 3 buku sekaligus, aku maasih suka nakal mencuri-curi baca-baca sekilas buku-buku lainnya. PR pertama yang paling sulit dilakukan, karena hiburan yang paling menyenangkan buatku adalah jalan ke toko buku, dan jalan ke toko buku pasti membuatku rontok iman, kemecer pingin beli.


2 buah buku Agatha Christie, 3 Chick Lit, 2 buku sempalan Harry Potter (sebagian udah aku baca dikit-dikit), 1 buku yang berhubungan dengan pekerjaan, dan 1 buah buku epos Mahabarata (pilihan suami). Hasratku menggebu untuk segera menyelesaikan buku yang sedang aku baca saat ini agar bisa segera tenggelam dalam petualangan Mahabarata. Duhhhh..tidak tahan..

1 Agt 2010

31 Juli 2010


Rupanya tahun ini aku mulai melupakan ulang tahun Harry Potter, baru ingat setelah ngecek FB dan di news feed ada status ini. Facebook memang salah satu penemuan terajaib muggle abad ini. JK. Rowling..you're still the best. Harry Potter masih tetap yang terbaik dibanding Percy Jackson yang meskipun ketebalan bukunya gak seberapa dibandingkan series HP, tapi aku sengah mati menuntaskan membaca petualangan aneh oarang-orang setengah Dewa yang selalu merasa dirinya lebih dibanding manusia biasa itu. Dihatiku petualangan Harry Potter tidak akan pernah habis.

31 Jul 2010

Kabar dari Batam


Aku sedang memulai menulis jurnal di ruangan saat telponku berdering pagi itu. Nomor dari Bandung, salah satu dari lima mahasiswaku yangpagi itu sedang dalam perjalanan ke Batam. Setelah melalui seleksi ketat, akhirnya mereka mendapatkan kesempatan untuk bisa bergabung dengan Infinite Frameworks Studio Batam, yang telah membuat film animasi Meraih Mimpi. Kesempatan yang paling diidamkan para new beginner animator di negeri ini. Meskipun satu bulan pertama status mereka masih sebagai peserta trainning. Namun aku yakin mereka mampu untuk melewatinya dengan bekal kompetensi hardskill, softskill, dan yang utama adalah semangat yang menyala bahkan semenjak pertama mereka membaca pengumuman lowongan IFW yang aku bawakan ke kelas.

"Halo mbak, kami lagi transit di Sukarno-Hatta. Kangen nih sama mbak Inten" ucap dari sebrang telepon. Itu suara Bandung. Sapaan yang mau gak mau aku sambut dengan gelak tawa. Tentu aku tertawa mendengar ungkapan kangen itu. Pertama karena mereka belum genap 3 jam meninggalkan Bali. Kedua tentu karena aku tidak menyangka bisa-bisanya mereka kangen sama pembimbing cerewet seperti aku. Kupikir datangnya kesempatan pergi ke Batam ini mereka jadikan alasan untuk mengakhiri mimpi buruk mereka menghadapi aku hampir setiap hari di kampus. Obrolan berikutnya adalah bergantian dari orang ke orang diantara mereka berlima dan tentu saja selama obrolan tidak hentinya aku mewanti-wanti tentang banyak hal.

Seminggu Berlalu dan Bandung kembali menelpon. Kali ini hanya berdua dengan Yoga karena kebetulan hanya mereka berdua yang tinggal di homestay Turi resort sementara 3 lainnya, Andi, Verdila, dan Andi tinggal di perumahan lainnya. "Selamat malam Mbak Inten, mbak kami kangen nih" hahhaha..lagi-lagi pembukaan yang sama. Aku jadi mulai berfikir, ni anak beneran kangen ataukah memang itu SOP nya dia saat menyapa orang yang di telpon ya ??? hehhee.. Whatever lah yang jelas aku senang sekali karena akhirnya mereka berkabar juga.

Pembicaraan berlanjut tentang situasi mereka di IFW selama trainning. Sepertinya belum pernah ngobrol selama itu ditelpon. Senang sekali mengetahui mereka baik-baik saja dan semakin dekati mimpi yang ingin diraih. yah meskipun.. masih batuh waktu untuk beradaptasi dengan program-program animasi baru yang menurut mereka bikin puyeng sekaligus antusias, geleng-geleng melihat kecanggihan teknik animasi yang ada disana, akhir pekan yang harus mereka lewatkan sambil memandangi singapura, membeli makanan dengan harga dollar singapura sementara bekal uang saku rupiah, sinyal telpon yang payah, koneksi internet yang gak lagi bebas karena mereka tidak bisa menggunakan modem yang mereka punya lagi-lagi karena sinyal, dan buanyak lagi cerita lainnya.

Kalian membuatku tiba-tiba merasa kangen...


***Mahasiswaku suka nggak konsisten memanggil antara mbak atau bu ke aku, namun kalau di luar kelas, apalagi di FB mereka tetep memanggil mbak. Kebayang dong mudanya aku hehhe..
***Foto diambil saat syuting pembuatan project film pendek "Time Challenger"

22 Jul 2010

Tukang Suun oh... Tukang Suun


Tukang suun adalah salah satu profesi yang populer dikalangan masyarakat Bali. Mereka bisa ditemui di pasar-pasar tradisional di Bali. Tukang suun biasanya menawarkan jasa untuk membawakan barang belanjaan ketika pembeli berbelanja di pasar. Barang belanjaan tersebut kemudian ditaruh dikeranjang yang mereka bawa diatas kepala sambil mengikuti kemanapun pembeli yang menyewanya untuk menyelesaikan belanja diberbagai kios kemudian sampai ke tempat parkir atau ke rumah kalau rumahnya dekat pasar. Di pasar Beringharjo Yogyakarta ada juga profesi sejenis, namun menggunakan teknik yang berbeda. Disana mereka biasa disebut sebagai baruh gendong karena selalu membawa barang dengan cara digendong dipunggung dengan menggunakan kain. Buruh gendong di Jogja kebanyakan juga perempuan, bahkan yang sudah berusia lanjut. Meskipun ada juga beberapa diantara mereka laki-laki. Kalau yang laki-laki biasa juga disebut buruh panggul, mungkin karena mereka tidak menggunakan kain untuk membawa barang di punggungnya.

Profesi tukang suun di Bali ini dijalankan oleh perempuan dari berbagai jenis usia. MUlai dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan tidak jarang ada juga manula. Ini adalah profesi yang 90 persen mengandalkan kekuatan fisik dan 10 persen adalah ketrampilan atau teknik menjunjung yang benar. Meskipun mengandalkan kekuatan, terutama kekuatan otot leher tapi mengapa hanya perempuan saja yang menekuninya. Di Bali hampir tidak pernah aku melihat tukang suun laki-laki. Mungkin laki-laki terlalu gengsi untuk menjadi tukang suun di pasar sehingga nampak tidak lazim untuk menjalani pekerjaan ini. Atau juga karena perempuan Bali memiliki kekuatan lebih, terbukti pekerjaan kasar lainnya seperti kuli atau buruh bangunan dijalani juga oleh para perempuan.


Berapa tukang suun dibayar untuk membawa barang bawaan? itu sangat tergantung pada proses negosiasinya dengan calon pelanggan, mungkin juga tergantung berat barang bawaan dan jarak yang harus ditempuh. Tapi mungkin juga dugaanku itu salah karena banyak tukang junjung yang langsung begitu saja menawarkan diri untuk membawa barang belanjaan meskipun pelanggannya belum mulai belanja jadi belum tahu banyak sedikitnya barang yang akan dibeli. Dari pengalamanku menggunakan jasa mereka sekitar tahun 2009 - 2010 adalah dikisaran 3000 - 5000 rupiah, dengan volume belanjaan sedang. Hasil pengamatanku di pasar, seorang tukang suun mampu mengangkat beban hingga 80 kg diatas kepalanya, meskipun saat menaikkan atau menurunkan barang, mereka membutuhkan bantuan orang yang ada disekitarnya
.

Tidak sedikit dari para tukang suun dipasar membuatku miris. Terutama jika mereka anak-anak yang masih kecil, orang yang sudah tua, atau bahkan pernah aku temui wanita hamil, atau wanita muda yang sambil menggendong anaknya yang masih bayi. Dengan wajah dan suara memelas mereka mendekatiku meminta aku menggunakan jasa mereka untuk membawakan barang hasil belanjaan. Tentu aku menolaknya, mengingat aku hanya belanja sayur, ikan dan kebutuhan dapur lainnya dalam jumlah yang tidak banyak, masih bisa aku tenteng sendiri. Namun kalaupun barang bawaanku banyak, akankah aku tega menggunakan jasa wanita hamil? atau menyuruh anak-anak yang masih usia kelas 1-4 SD itu membawa belanjaan yang berat dikepala mereka? atau menyuruh nenek-nenek membawakan barang belanjaanku diatas kepalanya? sungguh tidak bisa aku bayangkan.


Memang serba salah. Tidak memberi pekerjaan berarti tidak memberikan penghasilan pada mereka yang mungkin sangat mereka butuhkan, tapi dengan memberi pekerjaan akan terlihat sangat tidak manusiawi.


Di lain sisi, profesi ini tentu sangat membantu, jika pembeli di pasar berbelanja dalam jumlah banyak. Tentu tidak mungkin menggunakan trolly di pasar tradisional seperti halnya di supermarket. Tidak ada yang menyediakan. Kalaupun punya trolly sendiri pasti akan terlihat sangat aneh. Para ibu dengan banyak belanjaan dan harus berkeliling ke berbagai kios tidak perlu repot lagi membawa-bawa karung untuk barang bawaannya. Tukang suun telah siap sedia dengan keranjang besar serbagunanya dan akan dengan senang hati mengiringi ke kios manapun di pasar. Jadi tinggal melenggang, tawar barang, bayar, kasih barangnya ke tukang suun, dan melenggang lagi. Ini pasti lebih nyaman jika dibandingkan mendorong-dorong trolly di gang-gang pasar yang sempit, tidak rata, bahkan kadang becek. Profesi tukang suun juga bisa menjadi jawaban atas masalah kemiskinan yang ada di Bali. seorang tukang suun tidak membutuhkan ketrampilan khusus kecuali kekuatan fisik dan teknik membawa barang diatas kepala. Bagi perempuan bali, membawa barang diatas kepala adalah kemampuan mutlak. Tidak hanya berhubungan dengan pekerjaan di pasar atau pekerjaan sehari-hari, mereka juga terbiasa membawa perlengkapan upacara diatas kepala dengan alasan penghormatan dan kepraktisan. Seorang tukang suun hanya membutuhkan modal sebuah keranjang bambu dan kain atau tatakan untuk melindungi kepala.

Nah, kapan mau belanja ke pasar tradisional di Bali dan menggukan jasa tukang suun?

19 Jul 2010

Cepatnya Waktu Berlalu

Gara-gara mendengarkan lagu " Ya Sudahlah " dari Bondan Prakoso jadi ngerasa kalau ternyata waktu begitu cepat berlalu. Rasanya baru beberapa hari kemarin aku hanya seorang anak SD yang menyukai lagu si Lumba-Lumba. Saat itu rasanya Bondan adalah penyanyi cilik paling keren dengan gaya enerjik sambil melompat-lompat dan teriak si lumba-lumba di video klipnya. Sekarang...??? hmmm...aku masih tetap muda dan Bondan pun sudah menikah.

11 Jul 2010

Fanatisme Yang Sudah Lewat

Final piala dunia sudah di depan mata. Semua orang, baik penggemar sepak bola ataupun yang hanya sekedar penggembira acara nonton bareng, penasaran siapa yang akan menjadi pemenang pertarungan Belanda vs Spanyol. Tapi aku tidak akan membahas kedua tim tersebut, bukan kapasitasku..sudah bukan kapasitasku tepatnya. Hehhee..seolah-olah aku mantan komentator sepak bola handal saja. Ya..piala dunia tahun ini dapat aku lewatkan dengan selamat. Tanpa beban jika harus melewatkan pertandingan yang ditayangkan larut malam, tanpa perasaan patah hati saat tim yang aku dukung kalah dalam pertandingan, dan tidak ada perasaan berdebar-debar saat tim yang aku dukung kebobolan gawangnya. I feel free..

Kalian boleh bilang tidak seru jika tidak ikut larut dalam euphoria sepak bola. tapi bagiku sebaliknya. Aku merasa happy terbebas dari keterikatan emosi dengan segala soccer stuff. Hampir 10 tahun kebelakang hidupku diatur oleh sepak bola. Tidak hanya piala dunia dan piala eropa, aku juga menikmati Liga seri A, La liga, Bundesliga, Premiere Leage, Liga Champion, dan liga-liga lainnya. Tidak hanya fisik yang terganggu karena harus bergadang bahkan hingga dini hari, makan berat diatas jam 12 malam karena tidak seru nonton bola tanpa ditemani mie instan. Secara emosi, moodku sangat dipengaruhi oleh hasil pertandingan sepak bola, terutama hasil yang diperoleh oleh Juventus dan Liverpool. Dan bayangkan bagaimana perasaanku saat Juventus sempat terdegradasi ke seri B.

Secara keuangan juga jelas terganggu. Uang saku banyak terpakai untuk memuaskan hasratku memantau perkembangan dunia sepak bola. Mulai dari langganan majalah SPORTIf, tabloit BOLA, beli aksesoris2 berbau bola, dsb. Nggak kepikiran dah beli kosmetik atau baju-baju modis. Aku malah lebih bangga memakai kaos tim sepak bola favoritku untuk jalan-jalan.

Seru sih menjalani hobby seperti itu, apalagi kalau tim yang kita dukung menang, wah happy banget. Tapi setelah makin lama antusiasku mengendor, aku jadi sadar kalau kesukaanku pada sepak bola tidak begitu membawa banyak manfaat. Yang ada malah tekor hehe..tekor uang tekor perasaan juga. Sekarang sih masih nonton bola, tapi juarang banget, lagi pula perkembangannya pun tidak begitu terpantau olehku jadi secara emosional tidak begitu terikat. Sudah lewat masanya The Golden Boy, Michael Owen, dan Mr. Perfecto, Alessandro Del Piero hehhee.... Kalau Kaka ??? belum bisa menghindar sampai sekarang ***teteppp



15 Jun 2010

Ogoh - Ogoh di Pembukaan PKB ke - 32

Udah bulan Juni lagi, dan itu artinya PKB atau pekan kesenian Bali diadakan lagi. Beragam hiburan dan seni tradisional dipentaskan dan dipameran pada event yang berlangsung selama 1 bulan ke depan. Pembukaan PKB ke 32 dilaksanakan pasa hari Sabtu, 12 Juni 2010. Beruntung karena hari sabtu jam kantor hanya sampau pukul 14.00 WITA jadi saya ada kesempatan untuk menyaksikan karnaval pembukaannya yang melintas sepanjang Jl. Hayam Wuruk Denpasar, mulai dari lapangan Puputan hingga Art Center Denpasar tempat berlangsungnya acara PKB. Seperti halnya Karnaval pembukaan PKB tahun lalu, diacara ini dipertontonkan berbagai seni tradisional khas dari berbagai kabupaten di Bali, termasuk juga dari berbagai kontingen daerah luar Bali.

Yang berbeda adalah, dikarnaval kali ini ada ogoh-ogohnya. Ogoh-ogoh seperti ini biasanya diarak pada hari pengrupukan Nyepi atau sehari menjelang Nyepi. Setahuku, dulunya ogoh-ogoh dibuat sebagai visualisasi dari berbagai sifat buruk atau angkara yang ada dalam diri manusia. Diwujudkan dalam bentuk boneka-boneka raksasa dengan berbagai karakter negatif. Setelah diarak, ogoh-ogoh akan dibakar sebagai simbul melebur hal-hal buruk atau sifat negatif yang ada dalam diri manusia sehingga siap menjalankan ibadah suci Hari raya Nyepi.

Namun seiring berjalannya waktu, ogoh-ogoh tidak hanya sekedar perayaan Pengrupukan, namun telah bergeser menjadi ajang kompetisi kreatifitas dari masyarakat Bali, diwujudkan dalam sebuah karya ogoh-ogoh yang mampu menimbulkan decak kagum penikmatnya. Ogoh-ogoh pun tidak lagi berakhir dalam jilatan lidah api (setidaknya tidak semuanya), namun telah menjadi koleksi yang bisa dibanggakan. Salah satunya yang ini.


Ini dia ogoh-ogoh peserta karnaval yang juga telah menjadi juara dalam acara perlombaah ogoh-ogoh tingkat kota Deenpasar. Keren banget karena dibuat dengat teknik pengerjaan tingkat tinggi sehingga bisa menhasilkan efek ogoh-ogoh yang bisa terbang. Sangat kreatif dan mengagumkan. Konsepnya pun sangat bagus tentang aanak kecil yang dikejar raksasa, keduanya seolah terbang diatas dalang dan penabuh gamelan.


Ogoh-ogoh diarak dan diangkat oleh kelompok pemuda. Mereka akan mengerakkannya secara dinamis mengikuti irama gamelan pengiring sehingga akan memunculkan efek dramatis bagi para penonton.

Gambar-gambar yang lain nunggu ya.. masih nunggu waktu untuk diedit. ..

8 Jun 2010

Benarkah Film Little Krishna Tayangan untuk Anak-Anak?


Film animasi Little Krishna sedang banyak diminati akhir-akhir. Saat ini ditayangkan oleh sebuah stasiun televisi swasta Nasional meskipun dengan episode yang sangat terbatas. Little Krishna mengisahkan kehidupan masa kecil Krishna yang merupakan inkarnasi atau personalitas dari Tuhan Yang Maha Esa. Jadi dapat disimpulkan film ini masuk dalam kategori religius meskipun dikemas dalam nuansa menghibur. Unsur pendidikan agama, khususnya Hindu tersirat jelas di dalamnya.

Film Little Krishna diwujudkan dalam bentuk animasi yang sangat menarik dengan gambar-gambar indah. Dilihat dari kemasannya, jelas terlihat film ini ditujukan untuk penonton anak-anak tentunya dengan maksud mengajarkan nilai-nilai kebajikan dan religiusitas sedini mungkin. Namun benarkah film ini sesuai jika dimasukkan dalam kategori film anak-anak atau segala usia ? Menurut pendapatku pribadi justru sangat tidak sesuai.

Meskipun mengambil karakter Krishna dimasa kecil, film ini mengandung muatan filosofi yang sangat berat dan dalam, yang tentunya tertalu sulit untuk dipahami oleh nalar anak-anak. Dalam pandanganku sebagai seorang yang baru belajar tentang Hindu, anak-anak sebaiknya tidak dibiarkan sendirian dalam menonton film ini, harus ada bimbingan dari orang tua, sehingga tayangan yang seharusnya mendidik ini tidak berujung menyesatkan bagi mereka.

Filosofi-filosofi moral yang berat menghiasi hampir seluruh tayangan ini. Baik itu dalam bentuk dialog, narasi, maupun adegan di dalamnya. Disana dikisahkan, masa kecil Krishna penuh kenakalan dan sikap usil kanak-kanak, namun dilain pihak meskipun nakal tapi tetap disanjung dan dicintai oleh siapa saja. Krishna kecil juga senang mencuri susu dan mentega untuk dinikmati bersama teman-temannya. Hal-hal seperti ini adalah contoh kejadian dalam film yang membutuhkan penjelasan orang tua kepada anak-anaknya.

Pada episode Krishna mengangkat bukit Govadharna misalnya, disana ada adegan Krishna menyuruh warga Vrindavan agar lebih menghormati (menyembah) bukit Govardhana dari pada Dewa Indra. Ajaran moralnya sangat dalam, dan tanpa penjelasan dari orang dewasa, anak-anak dikhawatirkan akan mengintepretasikan film ini secara mentah yang justru akan menyesatkan mereka. Padahal pesan moral sebenarnya adalah Krishna mengingatkan Indra, bahwa kekuasaannya menurunkan hujan itu adalah karena kekuatan yang diberikan Tuhan jadi tidak patut untuk disombongkan.

Adegan lain yang aku sangat ingat yaitu saat Brahma menculik anak-anak gembala dan anak-anak sapi. Dialog antara Krishna dan Brahma begitu sulit untuk dipahami anak-anak tanpa pengetahuan dan kebijaksanaan orang dewasa. Aku sendiri, meskipun sudah dewasa dan bernalar, tapi termasuk baru dalam belajar Hindu jadi setiap menonton film ini membutuhkan pendampingan dari Bli. Jadi aku bisa mendapat penjelasan darinya mengapa Brahma meragukan bahwa anak kecil bertubuh biru itu adalah Wisnu, mengapa Brahma harus menculik para gembala dan anak sapi, mengapa Krishna memilih meng-ekspansi dirinya untuk menggantikan para gembala dan anak sapi yang di culik, mengapa ada banyak Brahma yang didatangkan oleh Krishna dari seluruh jagad raya, dan masih banyak lagi. Dan aku sendiri sebenarnya kasihan juga sama bli yang harus dengan sabar menjawab pertanyaan-pertanyan awamku. Dalam episode ini ada kalimat Krishna kepada Brahma yang sangat aku suka meskipun maknanya terlalu dalam untuk dapat aku resapi.

Ketahuilah bahwa sesungguhnya Aku tidak bisa dipahami hanya dengan pengetahuan dan meditasi. Aku hanya bisa dipahami dengan Cinta dan ketaatan.

Secara keseluruhan film ini sangat bagus, mendidik, penuh ajaran moral dan filosofi tingkat tinggi. Anak-anak akan mendapatkan banyak hiburan dan pendidikan dari film ini namun harus disertai dengan bimbingan dari orang tua. Dan untuk orang dewasa film ini sangat layak untuk dinikmati, sangat cerdas dan syarat nilai-nilai kehidupan.

Kejelian orang tua dalam memilih tayangan acara televisi dan pemahaman terhadap kandungan tayangan untuk anak-anak mutlak diperlukan. Mari menjadi penonton yang cerdas.

Avatar VS Avatar


Pasti udah pada tahu kan dua karakter pada gambar diatas. Yang pertama adalah karakter Krishna di film animasi Little Khishna yang dibuat oleh BIG Animation. Sementara gambar satu lagi adalah karakter Jake Sully dalam film Avatar karya James Cameron. Keduanya memiliki beberapa kesamaan :
  • Sama-sama karakter utama dalam filmnya
  • Memiliki kulit berwarna Biru
  • Dan keduanya sama-sama Avatar
Meskipun begitu, kedua karakter ini sangat berbeda :
  • Krisna dalam film Little Krishna ini adalah visualisasi dari kisah masa kecil Krishna yang merupakan perwujudan Wisnu di dunia dan diangkat dalam sebuah film animasi. Sebaliknya, Jake Sully hanyalah karakter rekaan hasil imajinasi pembuatnya (James Cameron).
  • Mengapa berkulit biru? Karakter Krishna yang sesungguhnya warna kulitnya bukan biru tetapi hitam atau gelap atau menyerupai awan kelabu kehitaman. Dari namanya, Krishna (Jawa : Kresna) artinya hitam atau manusia berkulit hitam/gelap. Dalam karakter wayang kulit pun tokoh Kresna selalu diwujudkan dengan warna kulit hitam. Dan aku sendiri bertanya kenapa di film animasi ini divisualkan Krishna berkulit Biru. Sementara tubuh Jake Sully yang berwarna biru tersebut sebenarnya bukan tubuhnya sendiri. Melainkan hasil rekayasa para ilmuwan yang ingin menghasilkan makhluk serupa kaum Na’vi (penghuni asli satelit Phandora). Pikiran Jake Sully ditransfer dengan metode khusus untuk ’menghidupkan’ makhluk hasil rekayasa ini. James Cameron menggambarkan bahwa wujud kaum Na’vi rekaannya adalah bertubuh lebih besar dari manusia biasa, berwarna biru, dan berekor.
  • Walau keduanya sama-sama disebut Avatar namun dalam pengertian yang sangat berbeda. Krisna adalah Avatar (awatara). Awatara atau Avatar (Sansekerta: avatāra, baca: awatara) dalam agama Hindu adalah inkarnasi dari Tuhan Yang Maha Esa maupun manifestasinya. Tuhan Yang Maha Esa ataupun manifestasinya turun ke dunia, mengambil suatu bentuk dalam dunia material, guna menyelamatkan dunia dari kehancuran dan kejahatan, menegakkan dharma dan menyelamatkan orang-orang yang melaksanakan Dharma atau Kebenaran. Sementara avatar dalam konteks Jake Sully adalah ‘agen’ yang sengaja diciptakan untuk menyusup ke dalam komunitas kaum Na’vi. Awalnya, diharapkan avatar ini dapat membawa misi damai dari sekelompok manusia yang ingin mendapatkan sumber daya alam Phandora yang dimiliki oleh kaum Na’vi. Meskipun pada akhirnya misi ini gagal bahkan berakhir dengan kekacauan dan kehancuran bagi kedua belah pihak.
Kisah tentang Krishna tentu tidak asing lagi, terutama bagi umat Hindu. Kehidupan Krishna sejak lahir, besar, dewasa, hingga akhir hidupnya di Bumi tertuang dalam epos Mahabarata. Mahabarata telah diceritakan turun temurun sejak ribuan tahun lalu. Pertanyaan yang muncul adalah darimana James Cameron mendapatkan inspirasi film Avatar ? mengapa avatar yang diciptakannya harus berkulit biru? Dan mengapa namanya harus Avatar ?