4 Mar 2010

Hemat Penggunaan Kertas

Di dunia kerja apalagi bidang pendidikan, hal yang paling sulit dihindari adalah penggunaan kertas. Di kantorku, kampus New Media Denpasar misalnya. Mekipun sudah mulai diterapkan tindakan paperless dengan mengoptimalkan email dan messegger untuk komunikasi, penggunaan digital modul untuk mahasiswa, dan sebagainya namun rupanya kebisaan yang sudah mengakar agak menyulitkan terwujudnya hal tersebut. Mau tidak mau, beberapa kegiatan tetap mengharuskan penggunaan kertas untuk mengeprint file tertentu.

Menyadari bahwa penggunaan kertas yang berlebihan dapat mendukung rusaknya lingkungan, terlebih lagi juga pengeluaran yang besar, maka kantor kami menerapkan peraturan untuk menggunakan kembali kertas bekas yang masih bisa dipakai untuk beberapa keperluan sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan dikantorku yang lama juga menerapkan peraturan yang sama. Jadi ini bukan hal baru tentunya. Upaya yang dilakukan adalah memanfaatkan kertas bekas yang halaman dibaliknya masih kosong dan masih bisa digunkan untuk print ulang.
Pada awalnya tentu saja hal ini memunculkan beberapa respon, ada yang mendukung, dan ada yang menganggap bahwa ini hanya trik perusahaan untuk berhemat, bahkan respon paling negatif adalah menganggap ini wujud sikap pelit perusahaan. Namun seiring berjalannya waktu, dengan sendirinya karyawan mulai terbiasa dan sadar bahwa tidakan ini harus dilakukan untuk membantu program hijau yang sekarang sudah ramai dibicarakan. Meskipun upaya untuk paperless belum sepenuhnya berhasil, tapi upaya untuk mengurangi sampah kertas bolehlah diacungi jempol.


Menggunakan kertas bekas untuk ngeprint ulang adalah hal sudah sangat umum, mungkin juga dilakukan oleh hampir semua institusi dan perkantoran. Agar hemat dalam penggunaan kertas dan dilain pihak tidak menimbulkan kerugian lainnya, ternyata ada beberapa hal yang harus dilakukan :
  • Pilihlah kertas bekas yang akan digunakan, singkirkan kertas yang memuat dokumen yang sifatnya rahasia dan tidak layak diketahui orang lain. Jika ada yang seperti ini sebaiknya dihancurkan saja jika memang sudah tidak digunakan.
  • Kelompokkan kertas sesuai jenisnya atau ukurannya.
  • Susun kertas dengan rapi, ratakan lipatan kertas sehingga permukaannya tetap rata untuk menjaga penampilan kertas agar tetap seperti baru dan agar tidak merusak printer.
  • Buang peperclip atau strepless yang menempel dikertas agar tidak merusak printer.
  • Hanya gunakan kertas bekas untuk mengeprint file internal, untuk surat dan file keluar tetap gunakan kertas baru.
  • Hati-hati dalam penggunaan printer karena printer tertentu peka terhadap kertas yang digunakan, dan kertas bekas dapat mengganggu kinerja printer. Kalau perlu awasi tarikan kertas oleh printer, jangan sampai printer menarik lebih dari 1 lembar kertas.
  • Cek lagi laci, loker, ataupun lemari karja. Jika ada file atau dokumen yang sudah tidak dipakai namunmasih bisa digunakan lagi kumpulkan bersama kertas-kertas yang lain dalam satu tempat sehingga memudahkan mencari kertas bekas pada saat mau mengeprint.
  • Kertas bekas bisa dipotong-potong dan digunakan sebagai notes untuk mencatat hal tertentu.

Nah siapa bilang mensukseskan program hijau harus dilakukan dengan kegiatan besar. Bahkan sambil berhemat pun bisa membantu menyelamatkan lingkungan. Memang sih perlu kesadaran untuk memulainya, dan kenapa kesadaran itu tidak kita tumbuhkan sekarang ?. Memang menggunakan kertas bekas untuk ngeprint butuh sedikit perjuangan ya, harus memilah kertas, membuang paperclip atau streplessnya, harus hati-hati ngeprint, dan kerepotan lainnya jika dibandingkan dengan menggunkan kertas baru. Namun hal tersebut tentu tidak sebanding dengan berapa ratus pohon yang dapat kita selamatkan. Mari lakukan sesuatu untuk BUMI.

4 komentar:

  1. halo mbak, aku suka sekali ide-nya. aku sendiri sangat merasa bersalah kalo ada kertas yg satu sisinya masih kosong (biasanya sih fotokopian), trs ga kumanfaatkan, eh malah dibuang.

    klo ngasih tugas memfotokopi ke murid2ku, aku jg selalu pesan supaya memfotokopinya bolak-balik. jd kedua sisi kertas dipakai.

    BalasHapus
  2. halo mbak Tyka, makash udah mampir ke blogku ya. iya mbak, aku sedang kepikiran nih untuk menyarankan mahasiswa mengoptimalkan penggunaan kertas bekas yang masih bisa dimanfaatkan.

    BalasHapus
  3. Hay pecinta go green...!!! ada cara yang lebih canggih untuk menghemat kertas lho..!! caranya kalo nulis pake digital paper atau LCD Writing Tablet... lebih hemat & kereeen. info lebih lanjut.. klik www.improvelectronics.com atau telp. 021-30010299.. ok?

    BalasHapus