16 Apr 2010

Soto Bakso Sapi


Ini bukan tempat makan spesial. Bahkan menurutku biasa banget. Tapi kenapa aku tertarik buat mampir dan nyobain makanannya ? tidak lebih karena rasa penasaran. Terletak di Jl. Letda Made Putra, Kantor catatan sipil Denpasar kearah selatan, letaknya di kiri jalan. Dulunya warung ini hanya warung tenda tapi sekarang sudah menempati kios permanen. Setiap hari aku selalu melewati ketika berangkat ke kantor dan warung ini tidak pernah sepi pengunjung. Itulah sebabnya jadi penasaran banget pingin nyobain.

Sesuai dengan namanya, disini hanya tersedia satu jenis menu saja yaitu soto daging sapi. Yang membedakan adalah selain daging dan kikil sapi iris, dilengkapi pula dengan bakso sapi. Aku tidak bisa memberikan komentar lebih karena memang rasanya biasa saja. Tapi memang jarang sih warung soto sapi di Bali ini. Jadi kalau ada yang sedang ingin makan soto sapi mungkin tempat ini bisa menjadi salah satu referensi. Harganya pun standar, sekitar 10 ribu perporsinya, sudah lengkap dengan nasi.

13 Apr 2010

CERMIN

Poster Design by : Bobbo Sintes

TENTANG BALI MOTION STUDIO

Bali Motion Studio adalah organisasi yang menjadi wadah berkarya bagi mahasiswa jurusan Komputer Animasi & Digital Sinema di kampus New Media Denpasar. Pertama kali terbentuk pada tahun awal 2008 namun baru sekedar nama tim semata. Waktu itu sekelompok mahasiswa Animasi berkumpul dan membuat sebuah karya film animasi 3D yang diberi judul “Hanoman The Movie”. Merasa perlu memberikan nama kepada tim ini, maka tercetuslah nama Bali Motion Studio. Seiring lulusnya para anggota kelompok tersebut, Bali Motion Studio hampir tidak berlanjut. Atas usulan dari ketua jurusan, Joniartha Siada, maka para alumni dan mahasiswa aktif jurusan ini kembali menghidupkan Bali Motion Studio sebagai sebuah organisasi resmi dibawah nauangan kampus New Media. Sejak 6 Desember 2008, maka jurusan Komputer Animasi memiliki wadah bagi para alumni dan mahasiswa aktif untuk berkumpul dan menghasilkan karya-karya audio visual, baik dalam bentuk animasi 3D, 2D, motion graphic, live action, dan sebagainya.


TENTANG FILM CERMIN

Film pendek berjudul “Cermin” diproduksi Agustus – Oktober 2009 sebagai bagian dari kegiatan mata kuliah Creative Class. Pada mulanya, kegiatan ditujukan untuk membuat sebuah pementasan drama atau teater yang diangkat dari sebuah naskah pragmen berjudul CERMIN karya N Riantiarno. Setelah 75% persiapan pementasan berjalan, muncul kendala yaitu pembuatan setting panggung, pengaturan audio pementasan, hingga masalah “bagaimana caranya mendatangkan penonton”. Akhirnya tercetuslah ide merombak karya pementasan menjadi sebuah film pendek. Dibutuhkan kerja keras untuk mengadaptasi sebuah karya teater kedalam skenario film. Belum lagi keharusan untuk melakukan casting artis, survay lokasi, pengadaan peralatan dan properti, serta banyak lagi lainnya. Dan untuk untuk membuatnya lebih istimewa soundtrack film ini dibuat sendiri secara khusus oleh Rico dan Iwa yang kebetulan anggota Bali Motion Studio yang senang menyanyi dan main musik. Kalau dipikir-pikir memang ternyata lebih berat membuat sebuah film dibandingkan dengan mewujudkannya dalam bentuk pementasan. Tapi kami tidak menyerah karena memang bidang ini lebih kami kuasi jika dibandingkan harus membuat pementasan di panggung. Selain itu, karya dalam bentuk film lebih terasa maknanya karena hasilnya dapat disimpan dan kembali dinikmati dilain waktu.

SINOPSIS FILM CERMIN


Bagus dan Ratih adalah sepasang suami istri yang tinggal di daerah pinggiran. Sehari-hari kehidupan mereka sulit karena posisi Bagus yang hanya sebagai pegawai rendahan. Ratih yang semenjak lama menyimpan impian menjadi seorang artis, sangat berambisi mewujudkan impiannya itu sekaligus untuk merubah nasib mereka. Meskipun tidak setuju dengan keinginan istrinya, namun Bagus tidak bisa berbuat apa-apa karena Ratih adalah perempuan dengan kemauan yang sangat keras. Pertemanannya dengan Ucup, seorang asisten sutradara sebuah PH menjadi jalan bagi Ratih meraih mimpi. Ia dikenalkan dengan sang sutradara dan dijanjikan membintangi film yang akan diproduksi. Untuk itu Ratih harus mengikuti audisi di kantornya. Rupanya sang sutradara memiliki niat busuk terhadap Ratih. Bukannya menjadi artis, Ratih harus menanggung beban yang lebih berat dalam hidupnya.