15 Jun 2010

Ogoh - Ogoh di Pembukaan PKB ke - 32

Udah bulan Juni lagi, dan itu artinya PKB atau pekan kesenian Bali diadakan lagi. Beragam hiburan dan seni tradisional dipentaskan dan dipameran pada event yang berlangsung selama 1 bulan ke depan. Pembukaan PKB ke 32 dilaksanakan pasa hari Sabtu, 12 Juni 2010. Beruntung karena hari sabtu jam kantor hanya sampau pukul 14.00 WITA jadi saya ada kesempatan untuk menyaksikan karnaval pembukaannya yang melintas sepanjang Jl. Hayam Wuruk Denpasar, mulai dari lapangan Puputan hingga Art Center Denpasar tempat berlangsungnya acara PKB. Seperti halnya Karnaval pembukaan PKB tahun lalu, diacara ini dipertontonkan berbagai seni tradisional khas dari berbagai kabupaten di Bali, termasuk juga dari berbagai kontingen daerah luar Bali.

Yang berbeda adalah, dikarnaval kali ini ada ogoh-ogohnya. Ogoh-ogoh seperti ini biasanya diarak pada hari pengrupukan Nyepi atau sehari menjelang Nyepi. Setahuku, dulunya ogoh-ogoh dibuat sebagai visualisasi dari berbagai sifat buruk atau angkara yang ada dalam diri manusia. Diwujudkan dalam bentuk boneka-boneka raksasa dengan berbagai karakter negatif. Setelah diarak, ogoh-ogoh akan dibakar sebagai simbul melebur hal-hal buruk atau sifat negatif yang ada dalam diri manusia sehingga siap menjalankan ibadah suci Hari raya Nyepi.

Namun seiring berjalannya waktu, ogoh-ogoh tidak hanya sekedar perayaan Pengrupukan, namun telah bergeser menjadi ajang kompetisi kreatifitas dari masyarakat Bali, diwujudkan dalam sebuah karya ogoh-ogoh yang mampu menimbulkan decak kagum penikmatnya. Ogoh-ogoh pun tidak lagi berakhir dalam jilatan lidah api (setidaknya tidak semuanya), namun telah menjadi koleksi yang bisa dibanggakan. Salah satunya yang ini.


Ini dia ogoh-ogoh peserta karnaval yang juga telah menjadi juara dalam acara perlombaah ogoh-ogoh tingkat kota Deenpasar. Keren banget karena dibuat dengat teknik pengerjaan tingkat tinggi sehingga bisa menhasilkan efek ogoh-ogoh yang bisa terbang. Sangat kreatif dan mengagumkan. Konsepnya pun sangat bagus tentang aanak kecil yang dikejar raksasa, keduanya seolah terbang diatas dalang dan penabuh gamelan.


Ogoh-ogoh diarak dan diangkat oleh kelompok pemuda. Mereka akan mengerakkannya secara dinamis mengikuti irama gamelan pengiring sehingga akan memunculkan efek dramatis bagi para penonton.

Gambar-gambar yang lain nunggu ya.. masih nunggu waktu untuk diedit. ..

8 Jun 2010

Benarkah Film Little Krishna Tayangan untuk Anak-Anak?


Film animasi Little Krishna sedang banyak diminati akhir-akhir. Saat ini ditayangkan oleh sebuah stasiun televisi swasta Nasional meskipun dengan episode yang sangat terbatas. Little Krishna mengisahkan kehidupan masa kecil Krishna yang merupakan inkarnasi atau personalitas dari Tuhan Yang Maha Esa. Jadi dapat disimpulkan film ini masuk dalam kategori religius meskipun dikemas dalam nuansa menghibur. Unsur pendidikan agama, khususnya Hindu tersirat jelas di dalamnya.

Film Little Krishna diwujudkan dalam bentuk animasi yang sangat menarik dengan gambar-gambar indah. Dilihat dari kemasannya, jelas terlihat film ini ditujukan untuk penonton anak-anak tentunya dengan maksud mengajarkan nilai-nilai kebajikan dan religiusitas sedini mungkin. Namun benarkah film ini sesuai jika dimasukkan dalam kategori film anak-anak atau segala usia ? Menurut pendapatku pribadi justru sangat tidak sesuai.

Meskipun mengambil karakter Krishna dimasa kecil, film ini mengandung muatan filosofi yang sangat berat dan dalam, yang tentunya tertalu sulit untuk dipahami oleh nalar anak-anak. Dalam pandanganku sebagai seorang yang baru belajar tentang Hindu, anak-anak sebaiknya tidak dibiarkan sendirian dalam menonton film ini, harus ada bimbingan dari orang tua, sehingga tayangan yang seharusnya mendidik ini tidak berujung menyesatkan bagi mereka.

Filosofi-filosofi moral yang berat menghiasi hampir seluruh tayangan ini. Baik itu dalam bentuk dialog, narasi, maupun adegan di dalamnya. Disana dikisahkan, masa kecil Krishna penuh kenakalan dan sikap usil kanak-kanak, namun dilain pihak meskipun nakal tapi tetap disanjung dan dicintai oleh siapa saja. Krishna kecil juga senang mencuri susu dan mentega untuk dinikmati bersama teman-temannya. Hal-hal seperti ini adalah contoh kejadian dalam film yang membutuhkan penjelasan orang tua kepada anak-anaknya.

Pada episode Krishna mengangkat bukit Govadharna misalnya, disana ada adegan Krishna menyuruh warga Vrindavan agar lebih menghormati (menyembah) bukit Govardhana dari pada Dewa Indra. Ajaran moralnya sangat dalam, dan tanpa penjelasan dari orang dewasa, anak-anak dikhawatirkan akan mengintepretasikan film ini secara mentah yang justru akan menyesatkan mereka. Padahal pesan moral sebenarnya adalah Krishna mengingatkan Indra, bahwa kekuasaannya menurunkan hujan itu adalah karena kekuatan yang diberikan Tuhan jadi tidak patut untuk disombongkan.

Adegan lain yang aku sangat ingat yaitu saat Brahma menculik anak-anak gembala dan anak-anak sapi. Dialog antara Krishna dan Brahma begitu sulit untuk dipahami anak-anak tanpa pengetahuan dan kebijaksanaan orang dewasa. Aku sendiri, meskipun sudah dewasa dan bernalar, tapi termasuk baru dalam belajar Hindu jadi setiap menonton film ini membutuhkan pendampingan dari Bli. Jadi aku bisa mendapat penjelasan darinya mengapa Brahma meragukan bahwa anak kecil bertubuh biru itu adalah Wisnu, mengapa Brahma harus menculik para gembala dan anak sapi, mengapa Krishna memilih meng-ekspansi dirinya untuk menggantikan para gembala dan anak sapi yang di culik, mengapa ada banyak Brahma yang didatangkan oleh Krishna dari seluruh jagad raya, dan masih banyak lagi. Dan aku sendiri sebenarnya kasihan juga sama bli yang harus dengan sabar menjawab pertanyaan-pertanyan awamku. Dalam episode ini ada kalimat Krishna kepada Brahma yang sangat aku suka meskipun maknanya terlalu dalam untuk dapat aku resapi.

Ketahuilah bahwa sesungguhnya Aku tidak bisa dipahami hanya dengan pengetahuan dan meditasi. Aku hanya bisa dipahami dengan Cinta dan ketaatan.

Secara keseluruhan film ini sangat bagus, mendidik, penuh ajaran moral dan filosofi tingkat tinggi. Anak-anak akan mendapatkan banyak hiburan dan pendidikan dari film ini namun harus disertai dengan bimbingan dari orang tua. Dan untuk orang dewasa film ini sangat layak untuk dinikmati, sangat cerdas dan syarat nilai-nilai kehidupan.

Kejelian orang tua dalam memilih tayangan acara televisi dan pemahaman terhadap kandungan tayangan untuk anak-anak mutlak diperlukan. Mari menjadi penonton yang cerdas.

Avatar VS Avatar


Pasti udah pada tahu kan dua karakter pada gambar diatas. Yang pertama adalah karakter Krishna di film animasi Little Khishna yang dibuat oleh BIG Animation. Sementara gambar satu lagi adalah karakter Jake Sully dalam film Avatar karya James Cameron. Keduanya memiliki beberapa kesamaan :
  • Sama-sama karakter utama dalam filmnya
  • Memiliki kulit berwarna Biru
  • Dan keduanya sama-sama Avatar
Meskipun begitu, kedua karakter ini sangat berbeda :
  • Krisna dalam film Little Krishna ini adalah visualisasi dari kisah masa kecil Krishna yang merupakan perwujudan Wisnu di dunia dan diangkat dalam sebuah film animasi. Sebaliknya, Jake Sully hanyalah karakter rekaan hasil imajinasi pembuatnya (James Cameron).
  • Mengapa berkulit biru? Karakter Krishna yang sesungguhnya warna kulitnya bukan biru tetapi hitam atau gelap atau menyerupai awan kelabu kehitaman. Dari namanya, Krishna (Jawa : Kresna) artinya hitam atau manusia berkulit hitam/gelap. Dalam karakter wayang kulit pun tokoh Kresna selalu diwujudkan dengan warna kulit hitam. Dan aku sendiri bertanya kenapa di film animasi ini divisualkan Krishna berkulit Biru. Sementara tubuh Jake Sully yang berwarna biru tersebut sebenarnya bukan tubuhnya sendiri. Melainkan hasil rekayasa para ilmuwan yang ingin menghasilkan makhluk serupa kaum Na’vi (penghuni asli satelit Phandora). Pikiran Jake Sully ditransfer dengan metode khusus untuk ’menghidupkan’ makhluk hasil rekayasa ini. James Cameron menggambarkan bahwa wujud kaum Na’vi rekaannya adalah bertubuh lebih besar dari manusia biasa, berwarna biru, dan berekor.
  • Walau keduanya sama-sama disebut Avatar namun dalam pengertian yang sangat berbeda. Krisna adalah Avatar (awatara). Awatara atau Avatar (Sansekerta: avatāra, baca: awatara) dalam agama Hindu adalah inkarnasi dari Tuhan Yang Maha Esa maupun manifestasinya. Tuhan Yang Maha Esa ataupun manifestasinya turun ke dunia, mengambil suatu bentuk dalam dunia material, guna menyelamatkan dunia dari kehancuran dan kejahatan, menegakkan dharma dan menyelamatkan orang-orang yang melaksanakan Dharma atau Kebenaran. Sementara avatar dalam konteks Jake Sully adalah ‘agen’ yang sengaja diciptakan untuk menyusup ke dalam komunitas kaum Na’vi. Awalnya, diharapkan avatar ini dapat membawa misi damai dari sekelompok manusia yang ingin mendapatkan sumber daya alam Phandora yang dimiliki oleh kaum Na’vi. Meskipun pada akhirnya misi ini gagal bahkan berakhir dengan kekacauan dan kehancuran bagi kedua belah pihak.
Kisah tentang Krishna tentu tidak asing lagi, terutama bagi umat Hindu. Kehidupan Krishna sejak lahir, besar, dewasa, hingga akhir hidupnya di Bumi tertuang dalam epos Mahabarata. Mahabarata telah diceritakan turun temurun sejak ribuan tahun lalu. Pertanyaan yang muncul adalah darimana James Cameron mendapatkan inspirasi film Avatar ? mengapa avatar yang diciptakannya harus berkulit biru? Dan mengapa namanya harus Avatar ?