Yang berbeda adalah, dikarnaval kali ini ada ogoh-ogohnya. Ogoh-ogoh seperti ini biasanya diarak pada hari pengrupukan Nyepi atau sehari menjelang Nyepi. Setahuku, dulunya ogoh-ogoh dibuat sebagai visualisasi dari berbagai sifat buruk atau angkara yang ada dalam diri manusia. Diwujudkan dalam bentuk boneka-boneka raksasa dengan berbagai karakter negatif. Setelah diarak, ogoh-ogoh akan dibakar sebagai simbul melebur hal-hal buruk atau sifat negatif yang ada dalam diri manusia sehingga siap menjalankan ibadah suci Hari raya Nyepi.
Namun seiring berjalannya waktu, ogoh-ogoh tidak hanya sekedar perayaan Pengrupukan, namun telah bergeser menjadi ajang kompetisi kreatifitas dari masyarakat Bali, diwujudkan dalam sebuah karya ogoh-ogoh yang mampu menimbulkan decak kagum penikmatnya. Ogoh-ogoh pun tidak lagi berakhir dalam jilatan lidah api (setidaknya tidak semuanya), namun telah menjadi koleksi yang bisa dibanggakan. Salah satunya yang ini.
Ini dia ogoh-ogoh peserta karnaval yang juga telah menjadi juara dalam acara perlombaah ogoh-ogoh tingkat kota Deenpasar. Keren banget karena dibuat dengat teknik pengerjaan tingkat tinggi sehingga bisa menhasilkan efek ogoh-ogoh yang bisa terbang. Sangat kreatif dan mengagumkan. Konsepnya pun sangat bagus tentang aanak kecil yang dikejar raksasa, keduanya seolah terbang diatas dalang dan penabuh gamelan.
Ogoh-ogoh diarak dan diangkat oleh kelompok pemuda. Mereka akan mengerakkannya secara dinamis mengikuti irama gamelan pengiring sehingga akan memunculkan efek dramatis bagi para penonton.
Gambar-gambar yang lain nunggu ya.. masih nunggu waktu untuk diedit. ..


0 komentar:
Poskan Komentar