22 Sep 2010

Nasi Campur Bali

Nasi campur khas Bali berbasis ayam (tapi tetep aja gak halal karena belinya di warung yang menyediakan menu babi juga, dan ada tambahan menu rambak babi)

Salah satu hal yang aku suka diantara sedikit kuliner Bali adalah menu nasi campur. Aku yakin di daerah lain tentu hampir semuanya memiliki menu nasi campur ini. Yang aku maksud menu nasi campur tentu satu porsi makanan utama yang terdiri dari berbagai macam lauk yang udah fixed. Bukan jenis menu seperti kalau kita makan di warteg yang lauknya milih sendiri. Ngerti kan ya apa yang aku maksud? ya contohnya kalau di Jawa Timur ada menu nasi rames, nah seperti itu yang aku maksud. Menu nasi campur Bali ini tersedia di warung atau rumah makan Bali. Jangan salah, di Denpasar lebih mudah menemukan warung Jawa dibandingkan warung Bali.

Ada 2 kelompok besar nasi campur Bali, yaitu berbasis ayam dan berbasis Babi (lebih dikenal dengan nasi babi guling). Nasi campur Bali berbasis ayam memiliki beberapa variasi lauk yang menjadi standarisasi, maksudnya pasti ada di setiap nasi campur, yaitu ayam sisit (daging ayam di suwir2 dan dibumbui), ayam betutu, kering tempe yang didominasi kacang tanah, sate lilit, telur dibumbui sambal merah. Berbagai variasi lainnya juga ada, tergantung masing-masing warung atau rumah makan. Sayuran biasanya berupa urap khas Bali.

Sementara untuk menu nasi campur berbasis babi, ya menunya terdiri dari berbagai bagian tubuh babi yang dimasak dengan berbagai variasi. Tubuh utama babi biasanya di guling (dipanggang utuh) dengan rempah-rempah yang khas. Variasi standar menu nasi babi guling biasanya ada suwiran daging babi guling, lawar, urutan (sosis khas bali isinya daging babi cacah), uretan (sosis khas bali tapi isinya adonan telur), jerohan goreng, rambak babi, sate lilit, sate babi, dan tum (pepes khas bali). Untuk sayurnya biasanya terdiri dari sayur diurap, jukut ares (sayur batang pisang yang muda), atau sayur nangka dengan bumbu Bali yang khas. Banyak sekali variasinya, dan bayangkan semua jenis itu bisa ada dalam satu porsi makan.

Tidak sulit menemukan warung makan khas Bali terutama warung bagi guling. Semudah menemukan penjual gudeg di Jogja. Diantara yang banyak tersebut di Denpasar dan sekitarnya ada beberapa rumah makan khas Bali yang cukup terkenal. Diantaranya warung babi guling Oka, babi guling Chandra, nasi campur kedewatan (nasi campur bu Mangku), warung satria, dsb. Maaf jika tidak banyak warung makan khas Bali yang aku kenal karena aku lebih sering makan di warung Jawa hehhee...

Buat yang ingin makan makanan khas Bali ini tentu harus waspada karena ini bukan jenis menu yang halal bagi Anda yang muslim. Ingin mencoba menu nasi campur ayam? tidak semua warung menyediakan, terutama jika warung tersebut memasang label warung babi guling. Kalaupun Anda berhasil menemukannya, ya sama aja, kan masaknya bergantian dengan masakan babi. Masih haram kan?. Namun jangan khawatir, masih ada jenis yang halal kok, coba aja cari warung nasi campur kedewatan (warung nasi campur bu mangku). Kalau yang ini spesialis nasi campur khas Bali dengan basis ayam dan ini salah satu yang menjadi favoritku.

21 Sep 2010

Chinesse Food M23

Pernahkan merasa ada hari dimana sepertinya segala hal yang kamu jalani berjalan dengan sangat baik atau merasakan ada hari dimana banyak sekali kebaikan datang kepada kita. Aku lebih suka menyebutnya hari keberuntungan. Inilah yang aku rasakan hari ini. Selain karena hari ini hari gajian, juga karena ada rekan kerja, Pak Eka Sanjaya, yang ulang tahun dan itu artinya akan ada gratisan. Kebetulan gratisan hari ini berupa makan siang yang spesial. Makan siangnya di warung M23 yang pernah aku ceritakan dipostinganku yang ini.

Jika sebelumnya kalau makan di M23 ini atau di M21 yang di dekat lapangan futsan Metro, Renon, pesannya selalu paket ayam dengan bumbu khas Lombok. Namun kali ini kami mencoba sesuatu yang baru yaitu paket Chinesse food.

Karena kebetulan berombongan (ada 9 orang), jadi pesan paket untuk 10 orang yang ternyata jumlahnya sangatlah banyak bahkan lebih dari cukup untuk bersepuluh. Saat itu hanya bersembilan jadi makanan masih tersisa cukup banyak. Menu paketnya sangat beragam. Ada soup kepiting asparagus, sapi lada hitam, ayam kecap, bakmi goreng, sapo tahu, fuyunghay, rolade ayam, naasi putih, dan buah. Semuanya dalam posrsi yang tidak ideal. Menurutku chinesse food di M23 ini rasanya biasa saja, standar.

Sayangnya menu paket ini tidak termasuk minuman, jadi kami harus menambahkan pesanan minuman sesuai dengan kesukaan masing-masing orang.

Saat acara makan ada beberapa kejadian 'kecelakaan'. Mulai dari potongan ayam yang tiba-tiba lompat dari piring hingga tragedi piringnya Indra jatuh dan menumpahkan isinya ke celana kerja yang dipakainya. Kejadiannya lebih dikarenakan karena sempitnya meja yang dipakai untuk makan, sementara makanan yang dihidangkan lumayan banyak.

Sekali lagi mau ngucapin selamat ulang tahun buat pak Eka.. sukses selalu..

20 Sep 2010

Aksi Sosial Farmville


Farmville membuat aku terperangah dengan aksi sosial membangun sekolah di Haiti. Ini artinya gak rugi aku main farmville dan gak merasa bersalah lagi keasyikan main farmville dan gak punya waktu lagi buat nge-blog. Udah lama sebenarnya ingin membuat ulasan tentang game satu ini. Tapi ya balik lagi, gara-gara keasyikan maen, hasrat nulisnya belum juga sempat tersalurkan hehheee...

19 Sep 2010

Hole in the Sky, Jungut Batu Beach

Hole in the Sky yang menakjubkan aku ambil saat liburan di Nusa Lembongan minggu lalu. Sebenarnya waktu itu ingin sekali menikmati sunset di pantai Jungut Batu. Dari siang, saat hunting pantai keliling pulau, udah merencanakan bisa pulang ke penginapan sebelum sore agar bisa melihat sunset karena posisi matahari terbenam pas di horizon seberang penginapan yang di bibir pantai. Tapi sayangnya menjelang sore langit jadi mendung. Jadilah kami hanya jalan-jalan di sepanjang pantai sambil melihat-lihat seaweed fields.

Saat langit makin gelap tertutup awan dan ada celah yang diterobos sinar matahari, terjadilah fenomena hole in the sky ini. Menakjubkan. Sebenarnya fenomena seperti ini sering sekali terjadi. Tapi melihatnya di pantai Jungut batu tentu sesuatu yang jarang karena kami tidak selalu memiliki kesempatan untuk berlibur kesana. Semoga ada lagi kesempatan menikmati Jungut batu dengan sunsetnya yang terkenal mempesona.