17 Nov 2010

11 Nov 2010

Berbagi Bareng BBC


Hari ini HUT Bali Blogger Community. Meskipun udah lebih dari 2 tahun ngeblog tapi aku termasuk baru dalam keanggotaan BBC. Sebagai anggota Bali Blogger Community aku belum banyak terlibat dalam berbagai kegiatannnya. Tuh kan.. udah orang baru, gak aktif pula. Satu-satunya kegiatan BBC yang pernah aku hadiri sebagai bloggger adalah saat acara kopi darat berkedok buka bersama beberapa waktu lalu.

Aku berharap hari minggu nanti aku :
  • Gak bangun kesiangan
  • Gak ada acara mendadak yang menyangkut urusan nyame braya atau mebanjar
  • Gak ada kerjaan mendadak
  • Gak ada halangan yang membuatku absen dikegiatan kali ini
Yuii..menyambut HUT ketiga ini BBC mengadakan charity event. Tidak hanya bagi BBC dan tidak hanya untuk penghuni dinia maya saja, tapi terbuka buat siapapun yang peduli untuk berbagai dengan saudara kita yang sedang dilanda bencana.

Buat Anda yang tinggal di Denpasar, yuk jalan-jalan ke kompleks Museum Perjuangan Rakyat Bali, Renon. Mari berbuat sesuatu untuk meringankan mereka yang sedang dilanda coba. Angkat topi buat pentolan-pentolan BBC yang udah merancang dan memfasilitasi kegiatan ini.

Foto Diambil dari blognya AriBogel

9 Nov 2010

Transportasi Ke Lembongan


Lembongan, salah satu tujuan wisata alternatif yang harus dikunjungi jika Anda berlibur ke Bali. Terutama bagi Anda penggemar aktifitas watersport. Namun bagaimana caranya untuk menuju Lembongan. Aku rasa, orang lokal (Indonesia, bahkan orang Bali selain orang Lembongan) tidak banyak yang mengetahui tentang pulau ini. Padahal dikalangan wisatawan manca negara, Lembongan sudah tidak asing lagi. Bahkan menurut Bli Balok yang memiki usaha Massage & Refleksiology di Lembongan, lebih dari 80 % tamu di Lembongan adalah wisatawan asing. Kalaupun ada orang lokal biasanya mereka dari Jakarta, itupun hanya bagian dari kegiatan trip menggunakan cruise. Ada 3 transportasi laut yang dapat digunakan untuk mencapai Lembongan dari pulau Bali. Yaitu menggunakan Cruise, Jukung (public boat), dan speed Boat, boleh juga nyewa helikopter pribadi, tapi sepertinya tidak akan aku lakukan dalam waktu dekat ini :p. Cruise bisanya melayani one day trip dari Bali-Nusa Penida-Nusa Lembongan-Bali. Namanya aja Cruise tentu harganya pun sangat mahal namun fasilitasnya juga lengkap, selayaknya perjalanan dengan kapal pesiar. Namun yang ini hanya setengah hari saja. Tentu ini bukan pilihan tepat buat kami berdua untuk mencapai Lembongan. Cruise tercoret dari daftar sarana transportasi kami ke Lembongan.

Pilihan berikutnya adalah Jukung atau speed Boat. Jukung adalah perahu tradisional Bali yang biasanya digunakan nelayan untuk melaut. Namun jukung disini telah dirubah menjadi semacam public transportation. Ukurannya lebih besar dari speed Boat dan tentu saja lebih banyak menampung penumpang dan lebih murah. Jika menggunakan Jukung, Bali – Lembongan ditempuh dalam waktu 2 jam. Speed Boat, adalah kapal kecil bermesin dan mampu melakukan perjalanan dengan kecepatan tinggi, sehingga Bali – Lembongan bisa ditempuh dalam waktu 45 menit.

Jukung, alat transportaasi ekonomis dari dan ke Lembongan


Speed Boat sepeti inilah yang menjadi salah satu alat transportasi laut dari Bali ke Lembongan atau sebaliknya. Dapat menempuh perjalanan lebih cepat dibanding Jukung meskipun harganya dua kali lipat lebih mahal.

Meskipun lebih mahal akhirnya kami memutuskan menggunakan speed boat, apalagi bertepatan dengan hari kami berangkat, speed boat yang merapat salah satunya adalah milik keluarga Bli Balok, jadi kami bisa gratis. Hmm...permulaan yang bagus. Alasan lainnya tentu karena aku adalah pemabuk sejati, dan ini perjalan pertama menggunakan kapal kecil jadi perhitungan Bli lebih cepat sampai di tempat tujuan lebih baik. Kalau mabuk bisa cepat-cepat istirahat di tujuan. Selain itu dengan menggunakan jukung, goncangan didalamnya akan lebih terasa dan tentunya lebih memicu untuk mabuk laut. Belum lagi penumpang jukung yang sangat padat, pastinya akan lebih tidak nyaman.

Seperti perkiraan sebelum berangkat, akhirnya aku mabuk juga dalam perjalan pertama menggunakan speed boat ini. Beda dengan mabuk darat, mabuk laut datangnya lebih tiba-tiba. Pada awalnya aku merasa baik-baik saja, bahkan sempat menikmati awal-awal perjalanan dengan mengambil beberapa foto diatas speed boat. Bagiku yang belum pernah naik speed boat sebelumnya dan ditambah punya ketakutan pada lautan, ini adalah perjalanan yang luar biasa. Jika biasanya naik Feri yang besar, tidak begitu menakutkan karena banyak hal yang bisa mengalihkanku dari ketakutan akan hamparan air yang luar. Namun dalam speed boat yang kecil, mau-tidak mau kanan-kiri aku dikelilingi laut dan ombak. Aku merasa seperti sebentar lagi akan tenggelam dan mati.

Tidak tahu apakah memang gejala dari mabuk laut ataukah efek dari pikiran negatifku, aku tiba-tiba merasakah keringat dingin di leher, dan angin yang menerpa badanku makin lama makin dingin, padahal sudah memakai jaket. Orang-orang lainnya aku lihat santai sekali dengan kaos oblong mereka, bahkan tank top. Berarti hanya aku yang merasakan menggigil saat itu. Tidak berapa lama aku merasa mual. Langsung aku ambil kantong plastik yang telah aku siapkan dan kemudian dengan sukses keluarlah cairan dari dalam perutku. Aku sendiri merasa beruntung karena belum sarapan sehingga tidak memuntahkan sesuatu yang berat. Namun kata Bli, justru aku mabuk karena tidak makan pagi, jadi masuk angin. Hmm.. kok gitu ya??

Yang jelas sih aku bersyukur karena efek mabuknya tidak berlangsung lama. Setelah isi perut keluar aku merasa jauh lebih baik. Meskipun malu juga sih karena diantara 18 penumpang yang ada di speed Boat hanya aku saja yang mabuk.

Tarif lokal 2010 : Lembongan – Bali atau Bali - Lembongan

Keberangkatan dari pantai Sanur - Bali

Jukung Rp 25.000 / orang

Speed Boat Rp 50.000 / orang


Jadwal :

Jukung pukul 08.00 WITA

Speed Boat pukul 09.00 WITA


Dalam perjalanan ke Lembongan dengan menggunakan speed boat, sesaat sebelum mabuk. Tampak di belakangku adalah Kapten (bapaknya Bli Balok) dan co.kapten (Ketut, adik bungsu Bli Balok)

Beberapa catatan berkaitan perjalanan mencapai lembongan :

  • Ada beberapa jadwal keberangkatan Jukung dan speed Boat, antara 2-3 kali sehari, bahkan bisa sampai 4 kali sehari. Tergantung season. Jadi untuk aman sih kami berangkat sesuai jadwal paling pagi yang pasti ada.
  • Tiket dapat dibeli di konter penjualan tikel di pantai Sanur.
  • Di pantai Sanur jangan membayangkan akan ada pelabuhan atau petunjuk naik turun penumpang. Aku pun kalau tidak diberi tahu tidak akan mengenali bahwa pantai ini selain pantai wisata juga digunakan sebagai pelabuhan. Berhubung jukung dan speed boat itu kecil, biasanya langsung bisa merapat ke bibir pantai. Jadi kalau baru pertama kali, sebaiknya perhatikan instruksi dari pengeras suara dari konter tiket untuk menandai jukung atau speed boat yang baru datang atau mau berangkat.
  • Sebaiknya persiapkan diri dengan segala kemungkinan, terutama mabuk laut. Yang luput dari persiapanku adalah masalah safety, aku tidak bisa berenang, tidak bawa pelampung, dan tidak disediakan pelampung. Jadi kalau diperjalanan terjadi sesuatu, seperti akan bye..bye… Kalau Anda sangat care dengan keselamatan diri, pelampung bisa dijadikan perhitungan utama.

Ulasan tentang berbagai transportasi untuk menjangkau Nusa Lembongan dapat dibaca di http://nusalembongannews.blogspot.com/2009/06/getting-to-nusa-lembongan-from-bali.html

Ke Lembongan Nggak ya ?

Ini dia cerita jalan-jalan kami berdua ke Nusa Lembongan. Nusa Lembongan adalah salah satu dari 3 gugusan pulau di sebelah Timur Pulau Bali. Pulau-pulau tersebut adalah Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan. Ketiganya masuk dalam wilayah kabupaten Klungkung. Sebenarnya sudah lama ada keinginan untuk ke Lembongan, karena ada keluarga sahabat Bli yang tinggal disana. Namun buatku, sebelum akhirnya memutuskan mau untuk jalan-jalan ke Lembongan, membutuhkan pemikiran tersendiri. Banyak hal yang membuatku ragu, bahkan sempat tidak mau. Alasan utamanya tentu jarak dan transportasi yang harus ditempuh lewat laut, dan hal-hal lain yang makin memperkuat keenggananku. Belum lagi, Masih banyak tempat-tempat di Bali yang belum aku kunjungi, jadi mengapa harus jauh-jauh nyebrang pulau hanya untuk liburan. Namun karena terlalu seringnya mendengar kata Lembongan..Lembongan.. Cruise.. akhirnya aku penasaran juga untuk searching tentang pulau tersebut.

Namun dari hasil serching, ternyata tidak begitu banyak blog yang menulis tentang Nusa Lembongan. Hanya ada beberapa saja. Kebanyakan tulisan tentang Lembongan adalah dari website hotel atau travel. Padahal kan lebih seru kalau kita membaca review atau ulasan dari blogger, karena pastinya lebih detail dan jujur mengungkapkan tentang situasi yang sebenarnya. Selain itu kebanyakan tulisan tentang Lembongan lebih menekankan pada aktifitas watersport disana seperti memancing, surfing, diving, snorkling, dan sebagainya. Lembongan memang dikenal karena keindahan pantai dan alam bawah lautnya. Padahal jelas-jelas aku gak akan mau melakukan watersport, udah kapok dan trauma seperti pengalamanku di Tanjung Benoa dulu itu. Jadi kalau jalan ke Lembongan pun bukan untuk melakukan watersport.

Beberapa info menarik tentang Lembongan justru aku dapat dari foto, terutama dari account di flickr. Visual tentang hamparan pasir putih, laut biru dan hijau tosca, langit yang bersih membentang, sedikit banyak menarik perhatian dan makin membuatku penasaran tentang pulau ini. Hingga akhirnya aku menemukan foto spot paling menarik di Lembongan yaitu Devil Tears. Sebuah cerukan karang yang dihempas gelombang laut menghasilkan semburan air yang dahsyat, mirip water blow Nusa Dua. Yang menarik, karena besarnya hempasan gelombang di Devil Tears ini membuat tetesan2 airnya mampu menimbulkan biasan seperti pelangi. Dan itu tertangkap jelas di foto yang aku lihat seperti foto ini.


Hal itulah yang menjadi penasaran terbesarku sehingga tergelitik untuk bertanya langsung pada Bli Balok, sahabat kami yang tinggal di Lembongan, tentang Devil Tears. Dari hasil surfing di internet, ulasan beberapa blog yang sempat aku dapatkan, dan informasi dari Bli Balok akhirnya aku berani memutuskan untuk merencanakan liburan ke Lembongan bersama bli.

Foto diambil dari :
Ulasan tentang lembongan bisa didapat di :

4 Nov 2010

Strategi Iklan Megamind di Farmville


Saat memainkan farmville barusan, ada sesuatu yang baru, yaitu notification untuk mengunjungi farm (kebun) Megamind, padahal tidak ada neighbour (tetangga) ku di farmville yang menggunakan nick Megamind. Awalnya aku pikir aku punya tetangga baru tanpa sepengetahuanku, yang mana itu adahal hal yang tidak biasanya, karena untuk bisa menjadi tetangga di farmville membutuhkan approvement dan aku merasa tidak pernah approve request atas nama Megamind.

Seperti dugaanku, ini adalah program terbaru dari Farmville setelah baru saja selesai musim Halloween-nya. Tapi ternyata program ini hanya berlaku untuk hari ini saja. Dengan iming-iming penawaran spesial diembel-embeli janji mendapatkan reward khusus jika membantu kebun Megamind, akhirnya aku kunjungi juga kebunnya. Ternyata eh ternyata ini adalah iklan premier Film Animasi Megamind yang akan dimulai besok 5 November 2010..walahhh...

seperti yang aku kutif dari artikel TEMPO yang ini :
FarmVille adalah salah satu games yang melesat dengan mendompleng popularitas Facebook. Games yang diciptakan Zynga ini sekarang penggunanya mencapai 81.125.786 orang. Angka itu berarti seperlima pengguna Facebook adalah FarmVille adalah pengguna Facebook. Hampir setiap bulan ada pertambahan jumlah pengguna mencapai 10 juta orang. Dan saat ini sudah 81 juta orang pengguna aktif. Dari jumlah itu setiap hari tercatat 29,7 juta main game setiap hari.
Data : MINGGU, 21 FEBRUARI 2010 | 16:45 WIB

Rupanya peluang ini mulai dimanfaatkan untuk menjadi media iklan yang efektif untuk meningkatkan penjualan tiket film Megamind (setidaknya mengundang ketertarikan untuk mengetahui tentang film ini). Jelas ini terobosan yang jenius, dengan jumlah pengguna farmville yang pastinya sudah berlipat dari data yang tercantum diatas. Belum lagi fakta bahwa :
  1. Pengguna farmville bisa dipastikan adalah gamers dan dunia gamers tidak jauh dari animasi, bisa dipastikan memiliki interest terhadap materi yang diklankan yaitu Film Mega Mind
  2. Iklannya beda dan mengandalkan interaksi 2 arah antara pengiklan dan target sehingga dapat menghadirkan keterikatan secara emosional terhadap materi yang diiklankan.
  3. Iklan menarik perhatian pengguna farmville untuk melihatnya (mengunjungi kebun Megamind) dengan award yang colectable yang selalu diincar oleh para petani farmville.
  4. Yang jelas, strategi ini cukup menghadirkan rasa penasaran dan keingintahuan tentang apa itu Megamind (setidaknya untuk aku yang tidak begitu update tentang perkembangan movie)
Jadi ini adalah metode pengiklanan yang sangat-sangat jenius diantara persaingan yang sangat ketat film-film Hollywood yang menggunakan teknik Animasi saat ini. Kita lihat saja apakah promosi premier Megamind ini berdampak pada penjualan tiketnya dan apakah cukup mampu untuk menjadikannya salah satu box office.





1 Nov 2010

Nico & Cora


Ini adalah foto kenangan yang aku ambil dari blognya Nico dan Cora. Mereka sedang melakukan perjalanan dari Perancis menuju New Zeland untuk suatu pekerjaan. Mungkin Indonesia terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja, sehingga sengaja melewati jalur Jawa – Bali dengan travelling ala backpacker agar bisa menikmati keindahan dan sosial budaya daerah setempat.

Pada hari ke limabelas mereka akhirnya sampai di Denpasar saat tengah malam menjelang.
Secara tidak sengaja, bli berkenalan dengan mereka di dekat rumah dan kemudian menawarkan mereka untuk mampir karena mereka berdua terlihat lelah. Sangat tidak mungkin untuk menemukan kendaraan umum saat malam di Denpasar, apalagi Hotel dan penginapan yang ada direferensi mereka masih lumayan jauh jika harus ditempuh dengan jalan kaki. Atas masukan dari mertua, kami menyarankan mereka berdua untuk menginap, tentu saja dengan segala keterbatasan yang ada.

Kebetulan malam itu kami baru selesai mengadakan upacara odalan jadi jam segitu masih ada beberapa anggota keluarga yang terjaga. Setelah makan malam dan mandi akhirnya mereka tidur. Sebelumnya aku menyampaikan bahwa kemungkinan besok pagi-pagi banget disini suasananya sudah ramai karena seluruh anggota keluarga akan bekerja bakti membersihkan perlengkapan upacara, dan jangan sampai kesibukan kami menggangu tidur mereka. Untuk berjaga-jaga agar mereka tidak merasa terganggu saat pagi buta sudah mendengar suara gradak-gruduk.

Pagi hari saat kami tengah sibuk dengan pekerjaan bersih-bersih mereka terbangun dengan takjub. Mungkin tidak menyangka bahwa ternyata yang tinggal disini adalah keluarga besar karena semalam mereka hanya sempat bertemu dengan bapak dan ibu mertua, sepupu bli, aku, dan tentu saja bli. Kami menawarkan sarapan berupa kopi dan jajan khas Bali hasil surudan (sisa upacara). Coraline yang ceria dan selalu menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap berbagai hal mencoba apapun yang kami tawarkan. Dia gadis yang menyenangkan. Sementara Nico, sang cowok lebih pendiam. Tapi aku rasa itu hanya masalah kendala bahasa saja. Bagi orang Indonesia, sarapan resmi itu jika melibatkan makanan berat. Makanya ketika kami menawarkan untuk sarapan nasi mereka sangat heran karena bagi mereka jajan Bali dan kopi adalah sarapan yang membuat kenyang.

Setelah mengobrol dan berkenalan dengan seluruh anggota keluarga, mereka pamit untuk melanjutkan perjalanan menuju Kuta dengan menggunakan angkutan umum, Bemo. Ada hal sangat lucu, ternyata mereka lebih memahami sistem angkutan umum di Bali dibandingkan kami orang Bali sendiri. Aku yakin, seumur-umur para paman dan sepupuku di rumah belum ada yang pernah ke Kuta naik Bemo, terbukti mereka sangat kebingungan ketika aku menanyakan pertanyaan Cora dan Nico bagaimana caranya mencari Bemo yang akan mengantar mereka ke Kuta.

Petualangan Nico dan Cora melewati Jawa – Bali dapat disimak di blognya yang ini.