12 Jun 2011

Sesaat Menikmati Pawai PKB ke-33

Hari sabtu yang banyak acara. Gak tahu kenapa sepertinya 110611 menjadi hari baik. Terbukti banyak event diadakan  hari ini. Termasuk 2 kegiatan yang rasanya penting untuk aku hadiri.  Yang pertama tentu pawai PKB. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,  pembukaan  PKB kali ini sudah diresmikan malam sebelumnya, yaitu jumat malam kemarin sementara pawai baru dilaksanakan sabtu sorenya.  Ini adalah pawai ketiga yang aku saksikan sejak tinggal di Denpasar. Setiap tahun rasanya sayang melewatkan kegiatan akbar ini.  Tentang pawainya sendiri aku pernah menuliskannya  tahun lalu dan satu tulisan lagi tahun sebelumnya.

 Oh, kameramu mas.. ngiler aku. Tapi ini ngilernya belum seberapa dibanding saat berdekatan dengan kamera berlensa moncong putih.

Tapi tidak seperti tahun lalu, aku nonton pawai selintas lalu.  Gara-garanya tentu  kesulitan mendapatkan posisi strategis dekat panggung kehormatan. Gak seru saja rasanya kalau gak dapat melihat atraksi peserta pawai karena mereka hanya melakukan atraksi dihadapan panggung kehormatan saja. Tahun lalu aku bisa menonton dengan puas karena dapat posisi wuenak. Lagi pula kali ini aku nontonnya sama bli meskipun lebih tepatnya dia tidak menemani nonton tapi sekedar jadi bodyguard pasif. Aku malah seringnya menelusup sendiri berebut posisi depan dengan para fotografer amatir yang nasibnya beruntung karena mampu menenteng kamera profesinal keluaran terbaru dan lensa-lensa panjang.

kali ini memang aku berambisi menonton di dekat panggung utama di depan lapangan puputan Badung karenanya akses untuk maju ke depan dan melihat pawai dengan leluasa sangatlah sulit. Penonton di spot ini padat sekali. Sebenarnya Bli terus menawarkan idcard Persnya untuk peliputan sepanjang acara PKB agar aku dapat akses untuk mendapatkan posisi strategis bersama para wartawan. Terang aja aku tolak, kan malu karena aku bukan lagi pekerja media. Sebenarnya memang banyak kemudahan yang hilang dariku sejak tidak lagi bekerja di media terutama dalam mengakses acara-acara penting seperti ini. Tapi bagiku ini justru kebebasan. Bebas untuk menikmati event tanpa terbebani perasaan 'sedang kerja'. Ternyata jadi penonton biasa itu lebih menyenangkan dibandingkan jadi peliput ataupun wartawan.

Kali ini aku juga gak bawa kamera pocket yang warnanya udah gak jernih itu. Hanya sesekali aja jepret pakai kamera hp. Sayang sekali gak dapat nonton ampe tuntas karena harus pulang cepat. Kebetulan hari  ini rainan dan ada odalan di Banjarku.

 Ini Bade, wadah untuk mengangkut jenasah menuju tempat pengabenan. Bade seperti ini digunakan pada Royal Ceremoni, orang biasa tidak pakai yang bertingkat setinggi ini. Awalnya aku kira dia patah tapi ternyata emang dibuat bisa dijungklingkan gini untuk menghindari kabel listrik. Wah gak bisa dibayangkan jika semisalnya Pelebon (Ngaben) beneran dengan Bade yang pastinya lebih besar ukurannya. Mungkin suatu hari harus diciptakan bade bertingkat dengan sistem hidrolik, bisa naik turun jadi gak perlu dipatahkan kayak gini yang beresiko patah beneran. Atau sistem perkabelannya aja dibuat bawah tanah semua biar gak kacau saat pawai atau upacara adat kayak gini.

Wah fotonya yang diposting semuanya tentang Royal Ceremony. Habisnya cuma ini aja yang sempat aku foto. Banyak ketinggalan moment indah lainnya. Kamera Hp yang seadanya juga mengurangi napsu jeprat-jepret. Apalagi jika kanan kiri semua pakai kamera profesional. Hahhaa... alasan.

 Odalan di Banjar kali ini aku gak sempat ngayah sama sekali karena harus kerja. Biasanya selalu dapat untuk ikut persiapannya di Banjar. Agak gak enak hati sih tapi mobagaimanalagi. Beruntung aku tinggal di banjar yang fleksibel dan bertoleransi tinggi pada warganya yang harus kerja. Gak ada sistem denda ataupun absensi. Tapi bagaimanapun ada rasa tidak enak kalau gak hadir ngayah. Untung malam ini dapat (dan memang harus sih) ikut persembahyangan bersama yang lain sampai selesai acara dengan mata yang sangat sepet karena hampir tegah malam baru selesai.

Bagaimana dengan pekerjaan? Hahh..tetep aja ribet. Apalagi udah selesai ujian. Sekarang giliranku puyeng memeriksa hasil ujian. Bagi pengajar tentunya sedih ya kalau harus memberi nilai D atau E. Tapi kadang mogimana? Ada aja yang memang gak layak dilulusin. Namun tenang aja, yang gak lulus jumlahnya gak seberapa kok dibanding yang lulus dan nilai bagus.

Ngomong-ngomong, pingin banget ikut yoga. Besok pagi mau survey ke lapangan Renon semoga minggu depan udah bisa mulai ikut beryoga.

4 Jun 2011

Nongol Lagi

Waduh.. rasanya deg-degan mengetik postingan ini. Udah kayak ketemuan sama pacar yang udah lama LDR aja. Udah berapa bulan ya sejak posting terakhirku?.. wuihh.. Aku memang payah dalam hal menajemen waktu sehingga gak bisa menyisihkan waktu buat nulis di blog. Sejak beberapa bulan terakhir ini kerjaan di kantor emang gak bisa disambi. Waktuku sebagian besar habis untuk mengajar dikelas dan melakukan banyak hal untuk pernak-perniknya seperti menyusun materi presentasi ngajar, menyusun tugas untuk mahasiswa, input nilai tugas dan ujian, sampai bikin soal ujian. Waduh..dulu aku membayangkan enak banget jadi dosen atau guru, tiap hari hanya ngajar dan seenaknya ngasih tugas. Tapi wahai sodara-sodara yang belum pernah mengalami jadi guru atau dosen, ngajar di depa kelas itu cuapek lho. Lebih capek lagi kalau mahasiswanya pada bandel. Trus jangan dikira membuat soal dan tugas itu hal yang mudah. Belum lagi harus mengoreksi hasil ujian dan menginput nilai. Ya ampun.. aku baru menyadari betapa hebat dulu dosen/guru ku yang dapat melakukan tugasnya dengan baik bahkan sampai menjadi dosen/guru favorit.

Sebenarnya bukan hanya kesibukan kerja yang membuat aku malas nulis. Tapi juga kebosanan berlama-lama di depan monitor. Dulu-dulu aku selalu menghabiskan waktu dirumah untuk main game dan blogging. Tapi akhir-akhir ini aku lebih suka menikmati malam dengan istirahat sambil nonton tv atau jalan keluar sama suami. Alasan lainnya juga karena beberapa bulan belakangan terbentur koneksi internet yang bermasalah. Udah berapa kali ya ganti-ganti provider, kayaknya udah semua aku cobain satu2 baik yang GSM ataupun CDMA. Tapi tetep ada aja masalah. Sekarang yang terakhir lagi nyoba pakai si biru dan sejauh ini lumayan. Dia mampu buat nge-load game farmville favoritku. Jadi udah bisa lagi nengokin kebunku yang berbulan-bulan terlantar.

Jadi sodara-sodara, saya gak mau posting panjang dulu ya, mau main game dulu hehhehe...