9 Okt 2011

Otonan Gede Adhitya

Dulu aku juga pernah menuliskan tentang acara otonan di posting yang ini.Untuk referensi lebih jelas tentang upacara 6 bulanan (otonan pertama) dapat dilihat pada artikel dari web Babad Bali yang disini. Seingatku, ini adalah upacara 6 bulanan partema yang aku hadiri sejak tinggal di Bali. Kebetulan otonan keponakan sendiri jadi aku bisa mengikuti upacaranya dari awal hingga hampir selesai. Kenapa aku bilang hampir? karena pas hari itu aku tidak ambil cuti gara-gara sudah banyak cuti di bulan September untuk urusan mudik. Jadi hanya ambil ijin meninggalkan kantor. Kebetulan ada jadwal mengajar kelas malam, makanya bisa masuk siang, beruntung upacaranya berlangsung pagi hari sehingga aku bisa ikut hadir disana.


Lucunya, ada beberapa bagian dari upacara ini mirip dengan upacara mitoni (tujuh bulanan) pada adat Jawa. Ada adegan bayinya dimasukkan ke kurungan ayam. Kalau di Jawa ada tradisi nedak sinten (menginjak bumi untuk pertama kalinya), di upacara 6 bulanan adat Bali ini, banyinya diinjakkan kakinya ke genangan air lengkap dengan ikannya. Aku belum sempat interview dengan para tetua tentang maknanya apa. Lalu ada juga bagian dimana bayi tersebut (dengan dibantu ibunya) berdagang makanan kecil. Lalu para tamu akan rebutan membeli makanan itu dengan harga suka rela. Tentu saja nilai uang yang dibayarkan jauh lebih tinggi dari nilai makanan yang didaganngkan. Kalau pada upacara mitoni kan nggak ada yang seperti ini, justru yang ada adalah tradisi membagikan (menyebar) uang. Jadi orang tua si Bayi menyediakan uang pecahan untuk disebarkan dan nantinya menjadi rebutan para tamu.


Tidak tahu deh makna upacara2 tersebut apa, aku hanya tahunya itu tradisi leluhur. Banyak hal rupanya yang aku lihat dan seharusnya memberikan banyak pelajaran dan pengetahuan tapi aku melewatkannya begitu saja tanpa inisiatif untuk mengeksplorenya lebih jauh. Ah sudahlah... ini dia beberapa foto yang aku ambil dari upacara 6 bulannya Gede Adhitya Pratama, selamat ya ponakanku, semoga cepat besar dan jadi anak baik yang membanggakan keluarga.

2 komentar: