30 Des 2012

Agrowisata Bali Pulina Tegalalang

Wuuuiiiii.. saat ini lagi hujan. Padahal hari minggu lho, rencananya tadi mau jalan-jalan sendiri. Maklum suami lagi kerja. Maunya lihat Denpasar Festival sambil nyari kebaya. Kebetulan saat ini sedang perlu kebaya warna putih. 2 Hari yang lalu, saat hari pembukaan aku dan bli sudah sempat lihat Denpasar Festival ini. Tapi pas ruame banget pengunjungnya karena emang lagi prime time gitu hehee.. Denpasar Festival ini agenda tahunan pemerintah kota Denpasar setiap 28-31 Desember di arela jl Gajah Mada, Kawasan Patung Catur Muka hingga alun-alun Puputan sekitar Pura Jagatnatha. Agenda adalah festival kuliner, kerajianan daerah, festival tekstil yang didominasi stand-stand kebaya dan endek (kain tenun tradisional Bali). Ada juga spot tanaman hias, pentas musik dan tari di jam tertentu, juga pameran fotografi. Punya suami yang gak suka keramaian dan paling anti jalan-jalan di pusat perbelanjaan membuat kunjungan kami di Denpasar Fesival hari itu gak memuaskan buat aku. Makanya pingin kesana lagi tapi sendiri aja, gak usah ngajak suami. Tapi giliran suami kerja dan aku pas libur kok hujan, pegimane ini...

Yaudah deh..kita blogging aje, melanjutkan kisah jalan-jalan yang udah hampir basi kemarin. Posting yang ini untuk memenuhi janji tentang ulasan Agrowisata Bali Pulina. seperti aku ceritakan diposting terdahulu, bahwa aku dan bli menyempatkan diri jalan-jalan ke Ubud dan Tegalalang pada libur Natal beberapa waktu lalu. Di Bali sendiri, kopi merupakan salah satu komoditi yang jadi andalan. Kopi Bali jadi salah satu oleh-oleh buat mereka yang berwisata ke Bali. Beberapa tahun terakhir banyak sekali agrowisata kopi dibuka di berbagai daerah di Bali seperti Bangli, Tabanan, Buleleng, Gianyar dan sebagainya. Semuanya menawarkan suasana sejuk kebun kopi dipadu dengan view perkebunan dan tentu saja hidangan kopi Bali yang khas. Salah satu agrowisata yang unik tentu Bali Pulina ini. Sebenarnya aku dan Bli sama-sama bukan penggemar kopi, cenderung menghindari malah, apalagi aku punya maag yang sering kali hangover berlebih hanya gara-gara iseng nyeruput nescafe. Jadi sempat ragu juga mau mampir kesini. Tapi iming-iming view yang menarik mengesampingkan ketakutan kami akan dampak minum kopi.

Begitu masuk kesini, sempat terkejut karena security yang tadi ngantar kami tiba-tiba mukul kentongan yang ada disitu. Rupanya itu alat komunikasi mereka untuk memberitahu petugas di dalam bahwa ada pengunjung baru tiba. Maklum, begitu masuk langsung kawasan seperti kebun gitu dengan berbagai tanaman rimbun dan kandang-kandang luwak. Gak lama datang pemandu yang menyambut kami dan mulai menjelaskan tentang konsep Agrowisata Bali Pulina itu sendiri. Kami melihat luwak yang tengah asyik makan biji-biji kopi di kandang mereka, melihat berbagai jenis pohon koleksi yang ada disana hingga dijelaskan tentang proses pembuatan kopi luwak. Tidak hanya dijelaskan sih karena pengunjung bisa melihat langsung prosesnya. Jadi buat yang belum tahu, kopi luwak itu bukan varietas kopi, melainkan kopi yang dimakan oleh luwak, trus buji-biji yang tidak tercerna keluar melalui kotoran luwak. Nah kotoran inilah yang kemudian diproses untuk pembuatan kopi luwak.

Tapi gak usah ngeri dulu ya, sebenarnya luwak itu hanya mencerna kulit kopinya. Biji-biji kopi tetap utuh dan masih terlapisi oleh kulit ari. Nah si Luwak ini pinter banget memilih kopi yang beneran masak dan bagus, jadi tidak semua kopi dia makan. Jadi biji yang keluar lewat kotorannya itu biji kopi pilihan (pilihan luwak maksudnya), trus dalam proses pencernaannya luwak mengeluarkan enzim yang membuat biji kopi ini nantinya memiliki rasa dan aroma yang khas..(katanya). Kotoran luwak kemudian dijemur samapai kering, dicuci dengan air panas, dijemur lagi dan dikupas kulit pelapisnya. Setelah itu baru biji diproses menjadi bubuk kopi. Tadadaaa..maka jadilah kopi termahal di dunia. Kalau terenak itu kan relatif ya, kalau mahal itu baru mutlak hehehe...

Demo proses pembuatan kopi luwak.
Agrowisata Bali Pulina ini diuntungkan dengan kontur tanah di bagian belakang yang curam, berbatasan langsung dengan tebing jadi viewnya mengarah ke lembah hijau yang indah. Disana dibuat balai-balai tempat tamu bisa duduk sambil menikmati kopi. Kalau datang kesana kita akan dihidangkan berbagai ragam teh dan kopi aneka rasa. Ada sekitar 8 cangkir kecil dengan 2 varian rasa teh dan 6 lainnya kopi, ada kopi jahe, vanila, cocoa, kopi bali asli, dsb. Yang jadi favorit kami berdua tentu bisa dibeak yaitu tehnya, ada rasa lemon dan jahe. Keduanya sungguh enak karena gratis. Sementara untuk kopinya, meskipun bukan penikmat kopi tapi kami habiskan juga hehhe.. gak mau rugi deh. Dan bersyukur aku hanya sedit pusing saja setelahnya. Biasanya bisa lebih parah lho.

Ada tambahan camilan bentuk stik ini, gak tahu apakah ini ubi atau talas.
Pengunjung yang tertarik untuk membeli kopi dan teh sesuai rasa yang disajikan bisa membeli di galeri yang ada disana. Kaau menurutku memang agak mahal sih. tapi buat para penikmat kopi dan jika ada yang Anda suka, beli lah sebelum kembali ke kota asal dari pada nanti menyesal heheh..setidaknya bisa buat oleh-oleh untuk soadara dan teman. Jadi.. inilah satu lagi tempat di Bali yang saya rekomendasikan selain museum bersejarah ini.

26 Des 2012

Libur Natal di Ubud dan Tegalalang

Selamat Hari Raya Natal.. Merry Chrismast all my friends and family
Aku tentu tidak merayakan Natal tapi sangat menikmati suasananya. Ya suasana yang dapat aku nikmati tentu sebatas acara-acara TV, posting blog teman yang merayakan, TL jejaring sosial, interior pusat perbelanjaan..wuihh..banyak juga ya suasana Natal yang terbangun dalam berbagai situasi. Yang paling jelas tentu aku turut menikmati liburannya. Beruntung Bli juga libur jadi kami bisa jalan-jalan. Kali ini tujuananya adalah Ubud. Dari jauh hari emang udah pingin banget jalan-jalan kesana, kangen dengan suasana Ubud. Lumayan juga, perjalanan Denpasar-Ubud hampir 1 jam, itupun mengambil rute yang gak biasanya untuk menghindari macet. Dan emang gak macet sih, suasana disanapun normal-normal saja. Ya ramailah pastinya kan high session tapi tetap normal.

Tujuan awal kami adalah ke Museum Marketing. Iya.. ada lho museum marketing di Ubud dan aku belum pernah kesana. Tahu dari internet sih dan rupaya museum inipun belum banyak dikenal dikalangan guide dan supir taxi. Setidaknya orang yang kami tanyain. Mereka gak tahu dan akupun lupa mencatat alamatnya dimana, hanya petunjuk yang aku ingat adalah letak museum dekat pasar Ubud. Akhirnya setelah mobile browsing lagi dipinggir jalan dapat juga alamat museumnya, yaitu jadi 1 lokasi dengan Puri Lukisan, dan tidak ada papan namanya. Akhirnya kami masuk dan harus beli tiket IDR 50K/person. Aku sempat heran karena di internet dibilangnya gratis. Trus tanya ke petugas tiketnya, ternyata itu harga untuk masuk ke Puri Lukisan, sementara museum marketing gratis. Sayangnya hari itu museumnya tutup. jadi, museum marketing ini hanya dibuka di hari kerja saja sodara-sodara. Karena niat awal kami gak ke Puri Lukisan ya dibalikin deh itu tiket, untung boleh sama petugasnya. Ramah sekali dia.

Gagal ke museum marketing akhirnya kami memutuskan ke Tegalalang, mau ke Agrowisata Bali Pulina. Kami bukan penikmat kopi tapi penasaran dengan tempat ini. Ubud dan Tegalalang itu dekatan kok. Dan sepanjang jalan menuju Bali Pulina itu semuanya adalah deretan artshop dari berbagai jenis kerajinan. Trus rupanya daerah ini sedang greget mengembangkan wisata terasiring. Ada kafe-kafe atau rumah makan gitu yang konsepnya ditepian tebing trus viewnya sawah terasiring. Tentu saja kami tidak berhenti dan makan disana karena hari masih lumayan pagi, belum lapar. Tapi kami berhenti untuk numpang foto-foto. PD banget masuk lokasi rumah makan berundak-undah itu trus cuma numpang foto dan gak pesan makanan. Untung gak sampai diomeli orang.

Ini nebeng foto view di Terrace Padi Cafe di Tegalalang
Puas foto, perjalanan lanjut ke Bali Pulina. Ini tempat yang sungguh nyaman untuk bersantai dan menikmati kopi gratis. Gak gratis-gratis banget sih karena ada fee yang kita kasih untuk guide di Bali Pulina. beruntung kami datang saat Natal, jadi selain dapat merasakan kopi gratis dengan berbagai rasa juga dapat bingkisan Natal. Cerita lengkap tentang Bali Pulina akan aku pos tersendiri aja ya, habis tempatnya oke banget.

View yang dapat dinikmati sambil menyeruput kopi beraneka rasa di Bali Pulina
Akhirnya perjalanan kami hari itu ditutup dengan makan-makan maknyus di Warung Pulau Kelapa Ubud dan jalan-jalan di kebun sayur. Tempat makan ini udah lama banget aku incar sejak nonton tayangan Wisata Kuliner. Dan ternyata memang rekomendasi Pak Bondan gak pernah salah, makanannya memang enak banget. Bli aja samapai merem-melek ngabisin nasi campurnya. Sama seperti Bali Pulina,cerita tentang Warung Pulau Kelapa di posting terpisah. Dan sepertinya kami akan kembali lagi kesini dalam waktu dekat. habis enak dan murah dan dapat menimati suasana syahdu khas Ubud. Lengkaplah nikmatnya.

Bale untuk peristirahatan di kebun sayurnya Warung Pulau Kelapa

Makan siang maknyuss ala Pak Bondan Winarno

12 Des 2012

Bali Shell Museum

Membeli tiket diskon Bali Shell Museum secara online adalah salah satu shopping impulsive-ku bulan ini. Awalnya tentu tergoda oleh diskonnya, kedua karena aku penasaran dengan museum satu ini. Tentu aku bukan penikmat museum tapi suka sama suasanya yang syahdu dengan atap-atap tinggi dan suasana remang-remang yang damai. Bukankah seperti itu suasana umum museum di Indonesia. Sebelum lihat tawaran tiket ini, aku sebenarnya tidak pernah memperhatikan keberadaan museum ini. Baru menjadi penasaran setelah booking tiketnya dan mulai cari informasi sebelum akhirnya datang ke lokasi.

Akhirnya aku dan bli ada waktu juga untuk menikmati libur hari minggu berduaan. Sudah sebulan lebih bli selalu ada jadwal kerja di hari sabtu-minggu. Makanya begitu bangun tidur hari minggu pagi itu dia menceletuk "tumben hari minggu aku libur ya..." Hmm..begitulah nasib pekerja media, dan sebagai istri tentunya aku juga sering jadi korban. Yah..meskipun korban yang bahagia karena kadang aku memanfaatkan kesepian hari minggu buat menikmati me time, baik di rumah atau hangout sama sahabatku. OK deh suami, hari ini kita jalan-jalan ke museum ya.

Bali Shell Museum terletak di Sunset Road Kuta, kalau dari arah Jl. Imam Bonjol ada di kiri jalan setelah Carrefour. Mencari museum ini tidaklah sulit karena bangunannya tepat di pinggir jalan besar dengan papan penunjuk yang mencolok dibagian atas bangunan. Berupa ornamen berbentuk ombak warna biru dengan tulisan besar Bali Shell Museum. Bentuk bangunannya memang tidak serupa museum pada umumnya, malah cenderung mirip toko atau artshop. Tapi pengunjung bisa masuk aja langsung ke artshop tersebut karena museumnya sendiri terletak di lantai 2 dan 3 bangunan ini. Lantai 1 memang difungsikan sebagai artshop yang menjual souvenir segala macam kerajinan kerang.


Bagian depan bangunan Bali Shell Museum, 
huruf S-nya hampir ketutup umbul-umbul

Asyiknya, pengunjung museum ini mendapat fasilitas guide yang akan menerangkan segala hal tentang isi museum serta menjawab ha-hal yang ingin kita ketahui. Sesuai dengan namanya. Bali Shell Museum menyimpan koleksi lengkap tentang kerang, fosil kerang dan binatang laut lainnya, serta benda lainnya yang berhungan dengan laut, khususnya kerang. Perjalanan menyusuri museum bermula di lantai 2, diawali dengan pemutaran film dokumenter tentang kehidupan biota laut yang akan membuka pengetahuan pengunjung tentang berbagai spesies unik dan menajubkan penghuni laut selain ikan. Setelah nonton dokumenter penelusuran koleksi museum pun dimulai. Pada bagian ini, koleksi didominasi oleh berbagai fosil kerang dan binatang laut dari berbagai belahan dunia (termasuk Galapagos) yang telah berusia ratusan juta tahun. Bahkan ada fosil yang diperkirakan berasal dari binatang yang sudah punya sebelum jaman dinosaurus. Yang menakjubkan adalah bahwa fosil itu tidak semuanya bertekstur seperti batu biasa yang umumnya kita jumpai. Ada fosil yang mengeras hingga teksturnya menyerupai granit, metal, marner, ametis, kecubung dan sebagainya. Ini dikarenakan setiap tempat dimana fosil tersebut ditemukan memiliki kandungan mineral, suhu dan tekanan berbeda. Seperti misalnya fosil dari Rusia mayoritas akan berstektur menyerupai metal. Koleksi fosilnya pun beragam jenis dan ukurannya.

Dibelakang itu adalah fosil kerang yang sangat besar, dibelah menjadi 2 sisi 
dan disusun menyerupai sayap dengan  pengambilan gambar yang tepat. 
Warna coklat terang itu selain dukungan pencahayaan yang tepat juga karena 
warna asli yang muncul dari fosil kerang tersebut. 
Usianya udah ratusan juta tahun lho.

Kalau yang ini salah satu koleksi fosil batu yang disebut 
kecubung yang besar. Batuan keras berwarna ungu ini 
biasanya diasah sebagai batuan untuk dipasang 
di perhiasan. Kalau yang warna hijau kan disebut zamrut, 
yang merah disebut rubi, dsb. Di Museum ini kita bisa 
menjumpai kecubung dalam bentuk bongkahan 
besar seperti foto diatas. Bayangkan berapa nilai 
nominalnya $$$$... ??

Serunya lagi, pengunjung boleh foto-foto di dalam museum dengan syarat harus ada obyek manusianya jadi tidak boleh foto koleksinya aja. Hmmm...agak berat sih buat kami karena aku dan bli bukan tipe yang suka bergaya-gaya di depan kamera. Tapi gak apa-apa deh, mumpung masih diperbolehkan foto di dalam. Tapi kami berdua agak sial karena ternyata baterai kameranya habis di tengah jalan, menyesal banget. Masih bisa sih kami foto-foto dengan kamera hp, tapi pencahayaan redup jadi warnanya buram, jelek deh pokoknya.

Bagian di lantai 3 adalah koleksi berbagai spesies kerang dan binatang lainnya yang ditata dengan menonjolkan segi artistiknya. Berbeda dengan bagian di lantai 2 tadi yang lebih menonjolkan unsur sejarah. Kerang-kerang yang dari spesiesnya saja ada ratusan spesies lengkap ada disana, selain juga koleksi binatang/tumbuhan laut lainnya. Tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata deh. yang jelas ini adalah museum yang benyak menyimpan pelajaran ilmiah dan juga religius. Tidak terbanyangkan bagaimana Tuhan berkreasi dengan segala seindahan menghasilkan makhluk-makhlum yang menakjubkan, bahkan saat sudah mati sekalipun. Maka aku setuju sekali dengan testimonial Ibu Ani Yudhoyono untuk museum ini yang mengatakan bahwa koleksi Bali Shell Museum makin menyadarkan kita akan keagungan Tuhan dengan segala hasil ciptaan-Nya.

Rangkaian serpihan kerang yang dibentuk menjadi patung 
Rama dan Sita.
Salah satu sudut yang menyimpan koleksi fosil. Foto hasil nyolong dari 
si penjual tiket diskon yang ini.
Bali Shell Museum ini adalah museum kerang pertama di Indonesia yang dibangun oleh seorang kolektor. Selain memiliki nilai artistik yang tinggi, museum ini menyimpan benda bersejarah dari alam semesta yang jauh lebih tua dari dinosaurus. Selain sejarah, ilmiah, keindahan, museum ini memunculkan kekaguman akan kebesaran Tuhan Sang Pencipta. What a perfect combination, what a great place to go. Jadi kalau ke Bali, ini adalah salah satu tempat yang wajib Anda kunjungi.

30 Nov 2012

We Need Each Other

22 Maret adalah tanggal lahir bli, merupakan hari air sedunia
21 Nopember adalah tanggal lahirku, merupakan hari pohon sedunia
Air dan Pohon, kami adalah siklus yang saling membutuhkan.

Tree with roots planted in the water, Gambar diambil dari sini.

Note : Dan kenapa ini aku jadi merasa seperti ABG yang lagi nyocokin zodiaknya sendiri sama zodiak pacar ya?

1 Nov 2012

5 Tahun

Yaiii.. it's our 5th anniversary. Aku udah niat banget merencanakan untuk merayakan anniversary kami ini dengan hal-hal special. Udah berminggu-minggu mikir mau ambil cuti segala karena mau nginep di luar Denpasar atau masih di Denpasar tapi nginep hehe... Mikirin mau ambil spot Bali yang mana gitu, apakah Ubud lagi, Kintamani, Buleleng atau Karangasem. Udah ceklak-ceklik berbagai web jalan-jalan dan survey hotel demi liburan romantis. Gimana gak niat gitu, perayaan hari pernikahan kelima itu kan istimewa ya, belum lagi tanggalnya yang perfect banget jatuhnya. Kami menikah di Bali 26 Oktober 5 tahun lalu dan upacara temu manten di Ngajuk pada 20 Desember 5 tahun lalu yang kebetulan bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Dan 26 Oktober 2012 tepat Hari Raya Idul Adha dan kebetulan long weekend. Sempurna.

Tapi apa mau dikata, rencana tinggal rencana. Ternyata dihari tersebut kami melalui dalam suasana berduka karena paman kami meninggal 19 Oktober dan baru diaben 9 November. Artinya, jenasah masih di rumah dan tidak mungkin kami bersenang-senang merayakan hari jadi. Akhirnya aku sama bli hanya bisa menyempatkan diri keluar siang hari untuk makan siang diluar, tepatnya di Warung Subak. Perayaan yang sederhana. Dan kebahagiaan kami hari itu dilengkapi dengan gule kambing dan lawar kambing karena mendapat kiriman daging kurban dari keluarga Mek Man.

Semoga segalanya menjadi lebih baik diwaktu-waktu mendatang.


25 Okt 2012

Kembali Berduka

Hampir 1 minggu, tubuh itu terbujur di Bale delod rumah kami. Hampir 1 minggu Pak Yan meninggalkan kami semua. Padahal belum genap 2 bulan lalu Pak De pergi, Pak Yan menyusul adikknya. Tentu ini mengejutkan bagi kami meskipun kalau dilihat dari sakitnya, mereka berdua mengidap sakit yang hampir sama. Kalau dulu Pak De tinggal di rumah selama 5 hari sebelum akhirnya diaben, Pak Yan harus menunggu lebih lama, sekitar 3 minggu, karena menunggu hari baik untuk diaben. Hal ini dikarenakan akan ada karya besar di Pura Jagatnatha Denpasar. Rencananya tanggal 9 November nanti upacara ngaben untuk Pak Yan akan dilaksanakan.

Rest in Peace Pak Yan


16 Sep 2012

Sekonyong-Konyong Koder

Bolehlah dikatakan saya norak, sampai usia segini masih ngefans sama idola serasa masih remaja. Tapi bedanya idola yang ini memang patut diidolakan karena prestasi dibidang yang dia tekuni. Bahkan gak berlebih bila aku bilang he will be become a legend. Jadi setelah 2 tahun terakhir berkutat sebagai 6-7rd guy dan mengalami musim berat bersama tim barunya yang juga akan segera dia tinggalkan untuk kembali ke tim mantan, akhirnya race di San Marino 16 September 2012 bisa menjadi persembahannya yang manis bagi fans dikampung halaman. Harapannya besar untuk memberikan kenangan itu dan akhirnya ia mewujudkannya. Congratulation.

What do you think about his smile?

15 Sep 2012

Bukan Metamorfosis

Sampai saat ini kok ya belum ada semangat buat posting cerita mudik, padahal udah hampir sebulan berlalu. Jadi merasa kagum sama blogger yang bisa update cerita dalam hitungan hari bahkan jam. BTW.. ini foto keluarga dari tahun ketahun. Tidak komplit seluruh keluarga, hanya sebagian kecil. waktu buka-buka album lama di FB jadi terinspirasi untuk memuatnya disini.


 Idul Fitri 2010, aku & bli gak mudik so gak ada di foto

Idul Fitri 2011

 Idul Fitri 2012

Yang kayak gini yang selalu membuat kangen, keluarga besar, makan besar, tertawa lebar. Hangat dan tentram.

10 Sep 2012

Galungan Berduka

Hari Raya Galungan kali ini datang beriringan dengan Hari Raya Idul Fitri. Tidak barengan sih, hanya saja sangat berdekatan. Oleh karenanya jauh-jauh hari aku udah hitung-hitungan dengan bli, mulai dari menghitung anggaran untuk mudik, THR Idul Fitri dan Galungan, banyaknya cuti yang harus di bagi untuk kedua hari besar tersebut. Setelah berbagai perdebatan akhirnya memang kami berdua mengutamakan cuti yang ada untuk dapat mudik ke Nganjuk. Pertimbangan tentu karena datangnya Hari Raya Idul Fitri itu hanya datang setahun sekali. Sementara Hari raya Galungan itu kan 2 tahun sekali. Pertimbangan utamanya jelas, kesempatan untuk dapat berkumpul dengan keluarga di Nganjuk komplit itu juga hanya sekali setahun. Jadi aku gak mau kejadian 3 tahun lalu terulang. Yaitu saat kami memutuskan untuk tidak mudik dan berujung pada aku tiada henti menangis karena kangen keluarga. Sejak saat itu memutuskan jika ada rejeki diusahakan mudik tiap Idul Fitri.

Setelah satu minggu ambil cuti Idul Fitri mau gak mau aku harus merelakan tidak ambil cuti saat hari raya Galungan. Jadi hanya libur di hari H Galungan-nya saja. Biasanya sih ambil cuti di manis Galungan agar punya waktu untuk bersantai di rumah atau agar dapat sembahyang ke pura-pura. Saat hari H Galungan sih berlangsung biasa saja seperti sebelum-sebelumnya. Mebanten, membuat lawar lalu makan bersama-sama, saudara berdatangan, hari otonanku dan akhirnya melanjutkan hari dengan bersantai di rumah. Kebetulan keluarga bli asli Denpasar jadi tidak ada acara pulang kampung.

Hari manis Galungan (sehari setelah Galungan) agak berbeda karena aku harus kembali masuk kerja sementara keluarga yang lain ada yang masih libur. Bahkan bli juga ambil libur. Rasanya berat hati, saat yang lain libur sedangkan kita harus berangkat kerja. Meski secara keseluruhan di kantor sepi karena sebagian besar ambil cuti tapi khusus teman-teman yang satu lantai kebetulan pada gak cuti jadi gak sepi-sepi amat sih. Nyame kantor aku sembahyang sebelum akhirnya memulai aktifitas kerjaan. Baru beberapa saat ambil kerjaan, bli sms, mengabarkan bahwa Pak De (adik bapak mertuaku) meninggal dunia. Memang Pak De sudah lama menderita Diabetes yang sudah beberapa hari ini makin parah. Namun berita tersebut tentu sungguh mengejutkan. Bagaimanapun Pak De tinggal satu rumah dengan kami dan setiap hari aku dapat melihatnya melewati hari-harinya dalam sakit. Akhirnya tanpa mauku, harus ambil cuti juga di hari Manis Galungan ini. Sungguh, beberapa kejadian dalam hidup ini tiada dapat kita duga akhirnya.

24 Jul 2012

Rujak Cingur

Hola..jumpa lagi dengan si pemilik blog yang malesnya amit-amit. Gila ya, bulan Juli udah mau habis aja. Ini posting hanya sekedar buat ngisi bulan ini, biar ada posting lah meskipin hanya satu. Lalu kenapa harus rujak cingur? ya tentu karena rujak cingur makanan favorit saya. Salah satu rujak cingur favorit saya di denpasar adalah Warung Rujak Cingur di Jl. Imam Bonjol, setelah SD Muhamadiyah 1, kan jalannya searah. Masih di Lingkup setra (kuburan) Badung situlah.

Tapi kali ini tidak ngomongin rujak cingur. Ini adalah postingan paling tidak bertema karena bingung mau tulis apa. Yang jelas campur-campur lah seperti :
  • Bali sekarang lagi musim dingin lho, meski tanpa salju hehhe.. Sejak beberapa minggu lalu cuaca dingin, meski matahari cerah tapi dingin dan berangin. Apalagi kalau menjelang pagi dan enjelang malam. Malas bangun tidur deh pokoknya, mals mandi juga.
  • Udah dapat tiket dong untuk pulang kampung ke Nganjuk. Dan naik bis lagi dong. Ngiritnya jadi orang Nganjuk tuh agak sulit tergoda untuk naik pesawat. Kalau pesawat harus turun di Surabaya atau di Jogja yang jaraknya masih 3 dan 5 jam lagi dari nganjuk. Yang mana menjelang lebaran gini pasti susah nyari angkutan terusan ke Nganjuknya. Kalau bis lebih praktis meskipun harus nginep semalam. Maklum berangkat sore, trus paginya nyampe tempat tujuan. Tapi ya, itu harga tiket pesawat ama tiket bus sama lho, bahkan bisa lebih mahal bus. Pesawat lebih cepat tapi juga lebih ribet. Bus lambat tapi praktis. Gimana hayo?
  • Sampai tengah tahun pekerjaan kantor kok full terus ya. Seingatku sejak awal tahun sampai sekarang belum dapat bernafas menikmati jeda. Ada aja kerjaan dan setiap kerjaan itu diburu deadline. Serasa kejar-kejaran deh.
  • Aku mengalami kemerosotan produktifitas sejak kembali kecanduan Farmville. Alamakkk...tiap hari kerjaan hanya nanem dan panen buat ngumpulin koin. Maklum lagi ada motivasi baru memperluas lahan. Parah deh. Ini salah satu penyebab malas posting (cari pembenaran).
  • Biasa dulu selalu menghabiskan malam dengan berdua nonton film koleksi hasil downloadan. Tapi sekarang bli lagi suka nontonin serial Knight Rider sendiri yang aku gak gitu suka filmnya. Jadi deh, makin gak ada yang mengusik aku berkebun hehhe..

Nah itu aja, gak penting banget kan?
Lagi pula siapa suruh baca hehehe...

12 Jun 2012

Plin-Plan Pembukaan PKB ke-34 tahun 2012

Pesta Kesenian Bali atau PKB akhirnya kembali digelar. Boleh jadi ini menjadi pagelaran yang paling aku tunggu setiap tahunnya. Tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-34 dan sejak tinggal di Bali aku tidak pernah melewatkannya.Tahun ini PKB digelar mulai 10 Juni hingga 9 Juli 2012. Seperti yang diungkapkan dalam pemberitaan VOA, Pesta Kesenian Bali Diharapkan jadi ajang diplomasi budaya (12/6) karena disinilah berkumpul seniman dari berbagai daerah dan negara untuk ambil bagian dalam sebuah pesta pertunjukan seni tradisional dan kontemporer. PKB selalu dimulai dengan acara pembukaan yang salah satu agendanya yaitu pawai budaya.

3 (tiga) tahun terakhir, pawai pembukaan PKB dilakukan dari start di Lapangan Puputan Denpasar hingga finish di areal Art Center. Tapi tahun ini agak berbeda, pawai pembukaan dilakukan di areal Lapangan Renon, di depan Monumen Perjuangan Rakyak Bali. Yang jelas sih kayaknya karena pawai tahun ini dihadiri bapak Presiden SBY dan ibu Ani. Kalau di Renon lebih leluasa tempatnya dibanding di Puputan.
Salah satu mobil hias di pawai PKB ke-34. Foto by Widnyana Sudibya.

Atraksi peserta pawai PKB. Foto by Widnyana Sudibya.

Kecewaanku  dibalik Pawai PKB

Sebagai penikmat acara PKB, sebenarnya ada yang mengusikku pada pawai kali ini. Jika biasanya Presiden hanya hadir di acara peresmian pada malam harinya di Art Center tapi tahun ini beliau hadir sejak acara pawai digelar. Selain itu, karena kehadiran Bapak Presiden inilah pawai PKB dimajukan 1 (satu) hari menjadi 10 Juni 2012. Ada baiknya juga sih, karena hari minggu adalah hari libur jadi kita bisa ikut menikmati acara yang sudah dimulai sejak pukul 14.00 WITA ini. Dan mengherankan lagi, tahun-tahun sebelumnya PKB ini dibuka hari sabtu tapi tahun ini direncanakn hari senin, lalu dirubah lagi menjadi minggu. Apakah semua ini dimaksudkan karena menyesuaikan dengan jadwal pak SBY. Penyusunan acara akbar ini jadi terkesan plin-plan.

Lebih mengecewakan lagi, hanya ada 1 (satu) panggung kehormatan dan ini artinya hanya ada sekali saja atraksi dari peserta pawai. Belum lagi rute pawai yang sangat pendek sehingga penonton tumpah disatu titik. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang rutenya lumayan panjang. Start dimulai dari lapangan Puputan Denpasar kemudian melewati Jl. Senopati lanjut ke Jl. Hayam Wuruk kemudian finish di areal Art Center Denpasar. Panggung kehormatan pun ada beberapa jadi penonton tersebar. Lebih leluasa bagi masyarakat. Kesannya pembukaan PKB tahun ini membuat nyaman pejabat yang duduk dipanggung kehormatan dan melupakan keinginan penonton untuk dapat juga menikmati pawai PKB yang mereka nantikan. Aku masih berharap, waktu 1 (satu) bulan untuk penyelenggaraan PKB di Art Center tahun ini tetap memuaskan seperti sebelum-sebelumnya meskipun acara pembukaannya banyak mendapat kritikan.


Note : Foto-foto dan agenda PKB dapat diikuti di Facebook Pesta Kesenian Bali. Artikel tentang pawai PKB tahun sebelumnya dapat dilihat di artikelku : Sesaat Menikmati Pawai PKB ke-33, Ogoh - Ogoh di Pembukaan PKB ke - 32, Pembukaan PKB ke-31


8 Jun 2012

Al dan Rencana Mudik Tahun Ini

Mohammad Al Khawarizmi
Hai..hai... ini dia keponakan baruku, anak dari adikku yang saat ini tinggal di Pekalongan. Sampai sekarang belum dapat nengok secara langsung karena jauh. Jadi kayaknya harus sabar nunggu sampai nanti Hari Raya Indul Fitri dan semua dapat ngumpul di Nganjuk. Semoga Tuhan berikan kemudahan ya jadi rencana mudikku dan keluarganya adikku terwujud. Ingin mengulang happy-nya mudik tahun lalu. Seneng banget karena semuanya bisa ngumpul. Apalagi sekarang ada Al si cucu pertama di keluarga kami, mana dia cowok lagi. Maklum kami 3 bersaudara semuanya cewek. Ya meskipun banyak juga sepupu-sepupuku dari bapak maupun ibu yang cowok hehee.. tapi saat ini kayaknya Al jadi idola baru karena dia adalah yang termuda di keluarga besar. Meskipun belum ketemu langsung tapi kok udah kangen banget ya sama Al, serasa kangen sama anak sendiri hhheehe... Apalagi Al fotonya pakai baju domba-domba itu yang aku kirim yang mana dulunya udah dipesen sama adikku jangan beliin baju motif domba karena dia gak suka Shaun The Sheep. Lah gimana, wong budhenya ini justru suka sama film Shaun The Sheep. Dan gara-gara lagi trend itu mayoritas baju bayi dan anak-anak motifnya domba melulu, meskipun bukan semuanya karakter Shaun.

Selain itu, aku berharap banget lebaran tahun ini beneran aku dan bli bisa mudik. Ingin njenguk mbahku yang saat ini kondisi kesehatannya sudah makin buruk. Berharap sekali agar mbah diberikan umur panjang, setidaknya kami masih bisa bertemu saat hari raya. Meskipun sepertinya dia tidak akan mengenali kami lagi karena sudah semakin lemah daya ingatnya (pikun). Belum lagi kangenku sama Bapak, Ibu dan Yuli. trus kangen sama sodara-sodara yang lain terutama sama sepupu-sepupu yang makin gede pastinya. maklum, cuma bisa ketemu setahun sekali. Kangen sama suasana rumah, kangen desa,kangen makanannya, kangen semarak lebaran, kangen semuanya. Selalu menghayal punya pintu ajaib doraemon deh kalau gini.

Agak galau nih masalah mudik dikarenakan Idul Fitri tahun ini jadwalnya hampir mepet dengan Hari Raya Galungan. Wah..wah... apa kabar nih dengan anggaran, apa kabar juga dengan jatah cutiku. Sangat berharap sekali semua bisa berjalan baik, Amiin.

30 Mei 2012

Love to do this..

Kalau di runut, tentu banyak hal dari apa yang telah aku jalani itu menarik bagiku. Tapi tentunya tidak semua menjadi passion bagiku. Kalau boleh aku runut berdasarkan ingatan dan perasaan, diantaranya adalah :

Membaca 
Ini adalah passionku sejak pertama kenal huruf hingga sekarang. Jangan salah lho, tidak semua orang memiliki kegemaran bahkan passion dalam hal membaca. Jadi Anda termasuk beruntung jika memiliki ketertarikan membaca. Entah itu novel, sejarah, buku pelajaran, ataupun membaca koran. Tapi aku akui, tidak begitu suka baca ebook. Mungkin ada hubungannya dengan kebiasaanku membaca sambil tiduran. Gak mungkin kan aku baca-baca novel digital di laptop atau monitor sambil tiduran di kasur. Hahhaa... kalau ini aku rasa kayaknya udah saatnya beralih ke tablet sih tapi uang yang gak punya.

Ngubek Toko Buku
Kalau yang ini sepertinya sangat berhubungan dengan hobby membacaku. Kalau sudah di toko buku bisa sampai berjam-jam meskipun akhirnya hanya beli 1-2 buku atau bahkan hanya beli majalah saja. Passion ini udah aku rasakan sejak tinggal di Nganjuk meski jaman itu disana adanya hanya kios buku atau toko buku kecil. Sejak kuliah di Jogja dan sekarang pindah ke Denpasar, kesukaanku akan toko buku makin menggila karena ada Gramedia dan Toga Mas. Aku juga pernah nulis tentang toko buku Toga Mas disini.

Sahabat Pena
Boleh percaya atau tidak, jaman SMP aku punya sahabat pena itu sampai puluhan.  Gara-garanya menang salah satu kuis di majalah Bobo dan namaku tercantum disana. Tanpa diduga ternyata banyak sekali surat datang dan akhirnya berlanjutlah surat-suratan itu dengan sesama penggemar Bobo. Bahkan ada yang masih berlajut ampe sekarang meskipun udah gak pakai surat lagi melainkan sms atau FB. Cerita tentang sahabat penaku pernah kutulis disini.

Menulis
Buku diary pertamaku adalah saat SMP dan kegiatan tulis menulis itu berlanjut hingga sekarang meskipun masih sebatas blogging. Kadang menulis juga untuk keperluan pekerjaan atau jobdesk sampingan menulis di website kampus tempatku bekerja atau menulis advetorial untuk surat kabar lokal, seringnya Bali Post.

Sepak Bola
Tentunya bukan sebagai pemain ya. Aku menggilai sepak bola hanya sebatas sebagai supporter saja. Baik itu Premier League, Seri A, Piala Champion, UEFA, EURO apalagi Piala Dunia. Tapi khusunya aku adalah suporter Juventus, Liverpool dan Timnas Italia. Passion ini hanya menjangkitiku sejak jaman SMA hingga kuliah saja. Bahkan rela menyisihkan jatah bulanan buat langganan Kompas dan beli Tabloit Bola. Jaman itu belum booming internet. Dulu sampai rela bergadang demi nonton pertandingan Bola dan koleksi poster-poster pemain/club favorit. Kalau sekarang mending tidur lebih awal dari pada ngantuk di kantor esok harinya.

Berkumpul atau Hangout bersama sahabat
Mungkin teman yang tidak akrab denganku menganggap aku makhluk soliter. Ya memang pada dasarnya aku bukan tipe yang mudah berteman dan suka hangout sana-sini. Passionku hanya hangout bareng sahabat yang memang sehati sehingga obrolan tidak hanya mentok pada masalah remeh-temeh. Kalau sekedar hangout sama teman memang suka tapi kadang aku tidak begitu menikmatinya. Tapi kalau udah menyangkut para sahabat, aku bisa menyempatkan diri ke luar kota untuk bisa bertemu mereka. Bersyukur saat ini ada dua orang sahabatku sejak di Jogja dulu yang sekarang sama-sama tinggal di Bali jadi bisa sering bertemu mereka.

Nah itu tentang passion yang sangat aku nikmati. Kalau sekarang ......
Bagiku passion itu adalah hal-hal yang dapat membuat kita bahagia saat melakukannya dan tersenyum saat menantikannya. Passion itu adalah menit-menit menuju jam 17.00 (jam pulang kerja). Bagiku passion itu adalah novel baru yang tergeletak disamping bantal dan menunggu untuk dilanjutkan. Bagiku passion itu adalah buku new release yang harus segera dihampiri di toko buku. Bagiku passion itu adalah menunggu hari sabtu untuk bisa nongkrong di Pizza Hut bareng sahabat. Bagiku passion itu adalah saat ada ide dan segera menuangkannya dalam bentuk posting seperti ini. Bagiku passion itu adalah berdua sama suami nonton film favorit hasil download tapi formatnya BlueRay atau minimal DVDRip.

24 Mei 2012

Mampukah gelar “Warisan Dunia” Selamatkan Subak?

Dari sekian banyak berita yang ditampilkan di halaman VOA, berita tentang ”UNESCO Akui Sistem Pengairan Subak sebagai Warisan Budaya Dunia” sangat menarik perhatian saya. Tentunya itu ada hubungannya  dengan situasi saya saat ini yang  tinggal Bali, turut bangga gitu lah. Bukan hanya itu saja, momen  ini sangat berbarengan dengan kegiatan saya saat ini di kampus sebagai pembimbing Program Kreatifitas Mahasiswa. Kebetulan salah satu kelompok PKM mengambil obyek pembuatan website Museum Subak dan CD edukasi tentang subak dan pengenalan peralatan sawah basah.

Salah satu patung yang dipamerkan di Museum Subak


Kembali ke masalah subak, setiap anak di Indonesia yang pernah menempuh pendidikan formal di SD pastinya pernah mendengar atau tahu tentang istilah subak ini. Tapi saya yakin masih banyak yang bingung subak yang sesungguhnya itu seperti apa. Bahkan tidak sedikit juga yang menyangka bahwa subak itu terasiring. Karena apa yang biasa kita lihat diberbagai foto atau gambar yang menampilkan persawahan khas Bali, terutama daerah Ubud adalah bentuk persawahan bertingkat-tigkat atau terasiring tadi. Padahal, subak sebenarnya tidak hanya sawah terasiring saja. Lebih dari itu, subak mencakup semua elemen dalam pertanian di Bali.

Subak sendiri sebenarnya adalah organisasi kemasyarakatan pertanian di Bali, jadi semacam kelompok tani di desa-desa di Bali. Namanya juga organisasi, jadi harus ada peraturan dan tata caranya. Nah tata cara atau dalam bahasa Bali disebut awig-awing inilah yang mengatur sistem yang harus dipatuhi oleh anggota subak. Awig-awig subak ada yang tertulis dan tidak tertulis. Kegiatan subak didasarkan pada ajaran Tri Hita Karana, yaitu mengupayakan kesejahteraan bersama dengan menciptakan harmonisasi manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesamanya dan manusia dengan lingkungan. 

Persawahan yang indah dan subur adalah perwujudan pengelolaan Subak di Tabanan
Pelestarian Subak

Sebagai sebuah budaya, subak sangat penting untuk dilestarikan. Salah satu yang sudah terwujud adalah keberadaan Museum Subak Mandala Mathika di desa Sungulan, Tabanan, Bali. Museum ini menjadi sumber informasi bagi peneliti, pelajar/mahasiswa dan masyarakat yang ingin mendapatkan informasi tentang subak. Disini terdapat ruang pamer berbagai contoh peralatan pertanian tradisional, inforasi tentang struktur subak dan berbagai kegiatannya, hingga penggambaran kehidupan petani tradisional di Bali dalam bentuk miniature rumah adat, patung, dan peralatan pertanian dan rumah tangga. Selain itu juga tersedia media pendidikan lainnya dalam bentuk buku-buku, dokumen audio visual hingga miniatur sistem irigasi. Sayangnya keberadaan museum ini belum dikenal luas oleh masyarakat.

Tidak seperti Batik yang bisa dikoleksi, tarian yang bisa ditampilkan dalam bentuk petunjukan, pelestarian subak memerlukan usaha keras, tidak hanya dari petani di Bali, tapi juga peran serta dan kepedulian pemerintah dalam memfasilitasinya. Karena subak adalah norma kemasyarakatan bagi petani di Bali, maka upaya pelestariannya harus seiring dengan pengembangan usaha pertanian. Yang mana hal ini sudah mulai tersingkir oleh pariwisata global yang melanda Bali.

Tantangan Subak

Bali adalah kutub magnet yang menarik banyak wisatawan asing dan domestik untuk datang. Lebih dari pada itu, tidak sedikit yang tergiur untuk menetap dan membuka usaha di Bali karena potensinya yang besar dalam bidang ekonomi. Situasi ini sangat mengancam kelestarian pertanian Bali dan subak itu sendiri. Kebutuhan hunian yang tinggi membuat tanah pertanian beralih fungsi menjadi pemukiman. Pariwisata Bali ibaratnya pisau bermata ganda. Disatu sisi menjadi penghidupan bagi aneka usaha, namun disisi lain melemahkan pertanian Bali. Makin sedikit generasi muda yang memilih profesi lain yang lebih menjajikan dibanding menjadi petani.

Dan pertanyaan saya adalah “mampukah gelar warisan dunia dari UNESCO ini menyelamatkan subak dari gempuran bisnis pariwisata dan tantangan perkembangan populasi masyarakat Bali?”. Salah satu kunci yang saya tawarkan adalah mensinergikan antara pertanian dan pariwisata sehingga keduanya bisa beriringan. Di beberapa tempat di Bali sudah dilakukan seperti Desa Wisata Kertalangu, Jatiluwih, dan Tegalalang. Tinggal bagaimana mengelalolanya dengan serius sehingga Subak dapat dilestarikan sekaligus menguntungkan dari segi bisnis pariwisata.

Berwisata menikmati hijaunya persawahan di desa wisata Kertalangu

4 Mei 2012

Almost 10 Weeks

Ya Tuhan.. gak terasa ya, 10 week. Senangnya jika seandainya itu cerita tentang kehamilan. Sayangnya kok ya belum hehe.. jadi ini almost 10 weeks dimana aku absen posting. Dan si blogger yang aku puja itu selalu mengejekku karena minimnya aktifitas ngeblogku. Padahal ya, yang ngrayu dia agar bikin blog, ngrayu agar rajin nulis di blog ya aku. tapi kok malah sekarang giliranku yang malas posting. Ibaratnya guru kalah sama murit sekarang ini.

Gak papa deh.. yang penting kan sekarang udah posting lagi kan?
Tiada yang lebih membahagiakan kok bagi seorang guru selain melihat muridnya berkembang bahkan melampui dirinya.

Oya, untuk pertama kalinya, akhirnya ngerasain juga sambal bu rudy yang legandaris itu. Pesen online hanya untuk sambal dan udang kayaknya terdengar aneh. Tapi gak rugi kok. Sambelnya emang maknyuss meskipun tidak sespektakuler yang banyak dibicarakan orang-orang di blog. Tapi emang bener kalau pedesnya nagih, keringat mengucur, air mata meleleh dan ingus mencair. Trus diikuti dengan mules keesokan harinya. Top deh bu rudy.


23 Mar 2012

The Marriage

Ketika Tuhan menulis..
Ia mencantumkan satu nama dalam hidupku..
Bertahun aku menunggu satu nama itu..
Akhirnya, Hari ini terjawab sudah penantianku...

Ketika semua tidak layak bagi kami..
Oh tuhan, semoga kami menjadi suami istri yang 
Saling mencintai di kala dekat..
Saling menjaga kehormatan di kala jauh..
Saling menghibur di kala duka..Saling mengingatkan di kala bahagia..
Saling mendoakan dalam kebaikan dan..
Saling menyempurnakan dalam kehidupan....

Jika api ibarat kemarahan dan udara adalah memaafkan 
Maka kita membutuhkan keduanya untuk dapat merasakan kehangatan cinta..

-Yan Nusa-

Selarik puisi yang aku dapatkan pagi tadi saat aku bangunkan dia untuk meniup lilin hari jadinya.
Dia bilang itu ungkapannya karena beberapa hari ini aku sering BT, marah-marah tanpa alasan dan menjadikannya pelampiasan. Aku jadi berfikir, sebegitukah aku memperlakukannya sehingga mampu membuat si antiromantis kembali berpuisi??? Maafkan aku sayang, dan kado yang diinginkannya hanyalah agar aku tidak lagi marah-marah tanpa alasan. Permintaan yang sulit tapi akan aku coba untuk selalu mengingatnya.

Selamat ulang tahun my biggest lovely blogger. I love you and i will always.

10 Feb 2012

Sri Rama Salah Kostum

Bali, mungkin tidak hanya pantas mendapat julukan pulau seribu Pura. Harusnya ada pula julukan pulau berjuta patung karena disini hampir ditiap sudut kota, bahkan pedesaan banyak terdapat patung dengan berbagai ukuran dan bentuk. Ada diantara patung tersebut yang menjadi landmark bagi kawasan tertentu seperti patung Bayi no Problem (Patung Sakah) yang menjadi ciri khas Ubud, Patung Dewa Ruci di Kawan Kuta, hingga patung Singa Ambara Raja di Kota Singaraja, Buleleng. Patung-patung yang dibangun dan dipahat dengan jiwa seni tinggi ini menjadi salah satu daya tarik Bali. Tidak hanya itu, patung biasanya juga dibuat dengan konsep tertentu sehingga selain mengandung nilai keindahan juga memiliki nilai cerita bahkan nilai pendidikan.


Patung Arjuna dengan kereta perang dan Khrishna sebagai kusirnya. 
Patung ini berada di pusat  kota Gianyar. 
Namun ternyata tidak semua patung itu dibuat dengan pemahaman konsep yang benar. Beberapa hanya menonjolkan nilai keindahan dan melupakan konsep pendidikan yang seharusnya dapat disampaikan melalui sebuah patung. Kadang kala informasi yang disampaikan justru salah dan malah terlihat aneh bagi mereka yang paham. Salah satu yang mengusik kami (saya dan Bli) adalah patung di Kebun Raya Bedugul ini. Dari rangkaian patung yang menceritakan Epos Ramayana ada bagian yang melenceng dari cerita.


Ini adalah patung yang mengisahkan Rama saat memanah Kijang Kencana atas permintaan Shinta. Di Patung ini Rama mengenakan baju kebesaran kerajaan lengkap dengan mahkota. Padahal jika berdasarkan cerita sesungguhnya, kisah Rama memanah kijang ini terjadi saat Rama, Shinta dan Laksmana sedang dalam masa pembuangan (meski pembuangan yang dimaksud tidak dalam makna sesungguhnya tapi lebih kepada pemenuhan Dharma seorang anak kepada Ayahnya). Jadi dalam masa itu Rama sebagai seorang pertapa dan mengenakan aktribut pertapa. Menanggalkan semua kemewahan kerajaan. Bahkan diceritakan mereka tidak memakai alas kaki.

Patung Rama memanah Kijang di Kebun Raya Bedugul
Rama yang digambarkan sedang memanah kijang emas utusan 
Rahwana. Dalam adegan ini situasinya seharusnya 
Rama sedang dalam masa 'pembuangan' di Hutan 
dengan pakaian dan kehidupan sebagai pertapa. 
Tanpa baju kebesaran sebagai pangeran bahkan tanpa mahkota.
Sungguh sebuah kesalahan yang bagitu lumayan fatal karena berdampak pada kesalahan informasi. Apalagi cerita yang diangkat adalah Ramayana. Sebuah Epos yang tidak hanya bernilai sastra tapi juga menyimpan nilai-nilai sejarah, moral, dan spiritual.

9 Feb 2012

Sinta Dibakar : Sebuah Klarifikasi

Masih pada ingat kan kisah Ramayana. Sepertinya di Indonesia, tidak hanya orang-orang Jawa dan Bali yang tahu cerita itu karena merupakan  salah satu Epos yang sampai sekarang masih dibicarakan orang setelah Mahabarata. Apalagi Rama dan Sinta sepertinya sudah sangat identik dengan kisah cinta sejati bahkan melebihi Romeo dan Juliet. Kenapa aku menulis tentang Rama dan Sinta, itu sungguh tidak ada hubungannya dengan Valentine yang sebentar lagi datang. Aku hanya merasa sangat tergelitik karena ternyata banyak pemahan yang salah kaprah tentang kisah mereka. Salah satunya adalah pada penggalan cerita dimana Sinta harus melewati api untuk dapat bersatu kembali dengan Rama setelah sekian waktu diculik dan disekap Rahwana.

Rama dan Sinta. foto diambil dari blog ini
Banyak yang beranggapan (bahkan menuliskan) jika adegan Sinta membakar diri itu (dibakar) adalah untuk membuktikan kesuciannya kepada Rama. Seolah-olah Rama meragukan kesucian Shinta. Dan itu membuat orang mempertanyakan kenapa Rama tega untuk melakukan hal itu?  Tentu saja itu pemahaman yang sangat dangkal, menganggap Rama seolah layaknya manusia biasa. 

Ada poin penting dalam kisah ini yang dilupakan atau tidak diketahui oleh para pencerita sehingga banyak menimbulkan kesalahan persepsi yang fatal. Dalam cerita yang sebenarnya, Rama meminta Laksamana untuk menyiapkan api pembakaran yang harus dilewati Sinta untuk dapat bertemu dan bersatu lagi denganNya adalah agar Sinta yang asli dapat kembali menggantikan Sinta Maya (duplikat). Rahasia besar yang bahkan Laksmana sendiripun tidak mengetahuinya.

Jadi sesungguhnya Rama sebagai Awatara sudah mengetahui kejadian yang akan terjadi dimasa datang bahwa Rahwana akan datang untuk menculik Shinta. Rama memberikan penjelasan kepada Sinta tentang hal yang akan terjadi. Dia tidak mau Shinta diculik oleh Rahwana. Akhirnya dengan pertolongan dari Dewa Agni (Dewa Api), Sinta diamankan dengan cara menduplikasi Sinta. Jadi diciptakanlah Sinta Maya (tiruan/bayangan) yang nantinya akan mengambil peran dalam kisah penculikan itu. Sementara Sinta Asli tetep aman karena di’titip’kan kepada Dewa Agni. Rahasia besar ini hanya diketahui oleh Rama, Sinta dan Dewa Agni.

Kisah lanjutannya tentu semua sudah tahu ya. Rahwana memang datang mengecoh dan berhasil menculik Sinta Maya kemudian membawanya ke Alengka (Kerajaan raksasa dimana dia menjadi raja). Singkat cerita, Rama bersama pasukan kera menyerbu ke Alengka dan berhasil mengalahkan Rahwana. Setelah Rahwana tewas, Hanoman menjemput Sinta ditempat penyekapan untuk dipertemukan dengan Rama yang menunggu di markasNya bersama para pasukan kera.

Untuk menyambut Sinta, Rama menyuruh Laksmana membuat api. Sinta nantinya akan melewati api itu saat datang. Tentu Laksamana kaget dan sangat marah atas hal tersebut. Tidak mengira bahwa Rama yang mulia melakukan itu terhadap istriNya. Laksmana menganggap itu hal yang kejam, meragukan seorang istri seperti Sinta. Setelah kemarahan Laksmana berhasil diredam, baru Rama menjelaskan kejadian yang sesungguhnya. Mengapa Sinta harus melewati api, itu karena Sinta yang diculik adalah Sinta Maya. Dan untuk menebus Sinta yang asli agar kembali maka Sinta maya harus berjalan melewati api. 

Sinta harus melewati api untuk dapat bersatu lagi dengan Rama. Foto diambil dari sini
Lalu muncul pertanyaan, kalau sudah tahu Sinta akan diculik mengapa Rama membiarkan itu terjadi? Tentu saja itu harus terjadi. Karena Dharma seorang Rama adalah untuk membasmi Rahwana dan pasukan raksasa yang penuh angkara murka. Itulah alasan utama mengapa Awatara Wisnu dalam wujud Rama turun ke Bumi. Jadi semua itu pasti alasannya. Tuhan bekerja dengan caraNya.

7 Feb 2012

Antara Pura Jagatnata di Denpasar dan Jogja

Sembahyang purnama hari ini ke Pura Jagatnata Denpasar. Setelah sekian lama akhirnya sembahyang ke pura ini lagi. Dulu sebelum menikah dan awal-awal menikah kami sering sembahyang kesana. Puranya selalu ramai apalagi saat purnama dan tilem, juga hari-hari rainan lainnya. Yang membuat aku merasa Pura ini agak beda dengan Pura lainnya adalah karena yang meramaikan Pura ini hampir semuanya adalah ABG. Makanya aku menyebutnya Pura gaul karena udah hampir sama kayak mall, penuh ABG berdandan modis. Tentu saja kalau di Pura modisnya  para cewek dengan kebaya lengkap. Kalau ABG cowoknya sih biasa aja. Mau semodis apapun kalau cowok baju ke pura ya gitu-gitu aja. Beda dengan cewek yang lebih bisa eksplorasi dengan kebaya hehhehe..Pura Jagatnata ini emang strategis banget karena bersebelahan langsung dengan Lapangan Puputan. Jadi selesai sembahyang bisa langsung nongkrong. Mungkin itu yang mneyebabkan Pura ini disukai anak-anak muda.

Karena ramainya Pura Jagatnata inilah yang akhirnya membuat aku sama bli udah nggak lagi sembahyang disana. Kami lebih sering sembahyang di Pura Dalem dan Pura Mospahit yang lebih tenang sehingga sangat sesuai untuk mendapatkan suasana hening. Tapi malam ini akhirnya kami kesana lagi, mungkin karena rindu. Masih sama seperti yang dulu, masih diwarnai dengan ABG2 yang datang berpasangan atau berombongan. Dan kami pun sembahyang dan terkenang lagi masa2 dulu waktu masih pacaran hehhe..

Oya, dulu waktu kami masih di Jogja, Pura yang selalu kami kunjungi namanya juga Jagatnata. Situasinya tidak jauh berbeda, penuh dengan anak-anak Muda. Kalau yang di Jogja memang itu Pura yang paling dekat dengan kota jadi para mahasiswa dan perantauan dari Bali tumplek blek disana tiap purnama dan tilem juga hari-hari besar lainnya. Namun tidak sedikit juga umat Hindu Jawa yang juga bersembahyang disana. Sangat mudah membedakan mana yang orang Jawa dan mana orang Bali (untuk cowoknya). Kalau orang Jawa pasti pakai Blangkon, kalau orang Bali pasti pakai udeng. 

19 Jan 2012

Hoki dan Banjir Awal Tahun

Mendarat lagi blog tercinta. Udah mau masuk minggu keempat aja nih bulan Januari 2012 dan aku baru terketuk untuk menulis. Jadi kemana aja saya selama ini? Nggak kemana-mana sih, tapi sedang latihan mengetik 10 jari hahaha... Nggak juga sepenuhnya benar sih, karena kalau alasannya adalah latihan mengetik 10 jari tentu lebih reasonable kalau jadi rajin posting. Meskipun malas posting di blog sendiri saya masih tetep rajin dong blog walking ke blog-blog orang lain. Dan coba tebak, apa hasilnya?? Untuk pertama kalinya dalam sejarah hidupku, bisa menang kuis yang diadain di blog. Sungguh senangnya hatikuuuu..

Hadiah pertama aku dapatkan dari kuis yang diadakan jeng Dessy, makasih ya Des. Bisa jadi kemenanganku adalah berkat kebaikan hati Dessy karena pada akhirnya dia memutuskan ada 4 pemenang dari 3 pemenang yang direncanakan. Hadiahnya udah aku terima, Liquid Chlorofil 500ml. Karena aku termasuk pengkonsumsi Liquid Chlorofil, ini hadiah yang sangat berguna. Terima kasih Dessy. Hadiah kedua dari Ayik, berupa paket alat penditeksi masa subur. Selama ini memang aku belum pernah makai alat seperti ini meskipun pernah beli (dan belum kepakai hingga kadaluarsa bulan Januari 2012 ini, padahal belinya udah hampir setahun yang lalu). Semoga dengan alat ini bisa menunjang program hamil ya, terima kasih Ayik. Untuk kemenangan ini juga karena kebaikan hati siempunya blog, menang karena beruntung komenku nomer 8 yang merupakan angka favoritnya dia.

Setelah posting sebelumnya saya galau karena panasnya udara/cuaca di Bali, maka saya informasikan kalau sekarang di Bali cuacanya sedang dingin dan hujan setiap waktu. Bisa 2 hari terus-menerus tanpa henti. Banjir dimana-mana karena sistem pembuangan (saluran air) di Denpasar sungguh parah. Gak sebanding dengan sistem pengairan sawah / subak yang melegenda dan sedang dalam proses menjadi UNESCO World Heritage. Oh, sungguh ironisnya. Saya sudah berjanji tidak akan pernah mengeluhkan panas atau hujan, saya hanya mengeluhkan kinerja pemerintah terutama dinas terkait dalam  hal ini.

Bersyukur rumah tempat kami tinggal bukan daerah banjir tapi daerah dekat kantorku yang selalu banjir tiap hujan turun. Sungguh tidak nyaman ketika dalam perjalanan ke kantor harus waspada tiap saat agar tidak kena muncratan dari genangan air di jalan. Maklumlah pulang pergi kantor naik motor, gak asyik aja udah dandan chic dari rumah nyampe kantor celana dan sepatu kotor karena muncratan air. Halooo..bapak-bapak ibu-ibu pegawai pemerintah yang mengurusi selokan, berapa itu dana udah keluar tapi proyek gak ada yang beres. Itu ya, proyek perbaikan selokan di sekitar kantorku udah berjalan sejak sebelum bulan Ranadhan tahun lalu tapi sampai sekarang belum kelar, bahkan terkesan terbengkalai. Padahal Jl. Tukad Batanghari Renon itu panjangnya gak sampai 1 km, bahkan mungkin hanya setengahnya. Proyek di kota besar aja kayak gini, sungguh keterlaluan.

Huahhh (menghela nafas). Ini postingan awal tahun kok malah jadinya marah-marah ya..