9 Feb 2012

Sinta Dibakar : Sebuah Klarifikasi

Masih pada ingat kan kisah Ramayana. Sepertinya di Indonesia, tidak hanya orang-orang Jawa dan Bali yang tahu cerita itu karena merupakan  salah satu Epos yang sampai sekarang masih dibicarakan orang setelah Mahabarata. Apalagi Rama dan Sinta sepertinya sudah sangat identik dengan kisah cinta sejati bahkan melebihi Romeo dan Juliet. Kenapa aku menulis tentang Rama dan Sinta, itu sungguh tidak ada hubungannya dengan Valentine yang sebentar lagi datang. Aku hanya merasa sangat tergelitik karena ternyata banyak pemahan yang salah kaprah tentang kisah mereka. Salah satunya adalah pada penggalan cerita dimana Sinta harus melewati api untuk dapat bersatu kembali dengan Rama setelah sekian waktu diculik dan disekap Rahwana.

Rama dan Sinta. foto diambil dari blog ini
Banyak yang beranggapan (bahkan menuliskan) jika adegan Sinta membakar diri itu (dibakar) adalah untuk membuktikan kesuciannya kepada Rama. Seolah-olah Rama meragukan kesucian Shinta. Dan itu membuat orang mempertanyakan kenapa Rama tega untuk melakukan hal itu?  Tentu saja itu pemahaman yang sangat dangkal, menganggap Rama seolah layaknya manusia biasa. 

Ada poin penting dalam kisah ini yang dilupakan atau tidak diketahui oleh para pencerita sehingga banyak menimbulkan kesalahan persepsi yang fatal. Dalam cerita yang sebenarnya, Rama meminta Laksamana untuk menyiapkan api pembakaran yang harus dilewati Sinta untuk dapat bertemu dan bersatu lagi denganNya adalah agar Sinta yang asli dapat kembali menggantikan Sinta Maya (duplikat). Rahasia besar yang bahkan Laksmana sendiripun tidak mengetahuinya.

Jadi sesungguhnya Rama sebagai Awatara sudah mengetahui kejadian yang akan terjadi dimasa datang bahwa Rahwana akan datang untuk menculik Shinta. Rama memberikan penjelasan kepada Sinta tentang hal yang akan terjadi. Dia tidak mau Shinta diculik oleh Rahwana. Akhirnya dengan pertolongan dari Dewa Agni (Dewa Api), Sinta diamankan dengan cara menduplikasi Sinta. Jadi diciptakanlah Sinta Maya (tiruan/bayangan) yang nantinya akan mengambil peran dalam kisah penculikan itu. Sementara Sinta Asli tetep aman karena di’titip’kan kepada Dewa Agni. Rahasia besar ini hanya diketahui oleh Rama, Sinta dan Dewa Agni.

Kisah lanjutannya tentu semua sudah tahu ya. Rahwana memang datang mengecoh dan berhasil menculik Sinta Maya kemudian membawanya ke Alengka (Kerajaan raksasa dimana dia menjadi raja). Singkat cerita, Rama bersama pasukan kera menyerbu ke Alengka dan berhasil mengalahkan Rahwana. Setelah Rahwana tewas, Hanoman menjemput Sinta ditempat penyekapan untuk dipertemukan dengan Rama yang menunggu di markasNya bersama para pasukan kera.

Untuk menyambut Sinta, Rama menyuruh Laksmana membuat api. Sinta nantinya akan melewati api itu saat datang. Tentu Laksamana kaget dan sangat marah atas hal tersebut. Tidak mengira bahwa Rama yang mulia melakukan itu terhadap istriNya. Laksmana menganggap itu hal yang kejam, meragukan seorang istri seperti Sinta. Setelah kemarahan Laksmana berhasil diredam, baru Rama menjelaskan kejadian yang sesungguhnya. Mengapa Sinta harus melewati api, itu karena Sinta yang diculik adalah Sinta Maya. Dan untuk menebus Sinta yang asli agar kembali maka Sinta maya harus berjalan melewati api. 

Sinta harus melewati api untuk dapat bersatu lagi dengan Rama. Foto diambil dari sini
Lalu muncul pertanyaan, kalau sudah tahu Sinta akan diculik mengapa Rama membiarkan itu terjadi? Tentu saja itu harus terjadi. Karena Dharma seorang Rama adalah untuk membasmi Rahwana dan pasukan raksasa yang penuh angkara murka. Itulah alasan utama mengapa Awatara Wisnu dalam wujud Rama turun ke Bumi. Jadi semua itu pasti alasannya. Tuhan bekerja dengan caraNya.

7 komentar:

  1. wah, keren sekali cara penyampaian ceritanya... dan yang paling keren adalah kalimat "Tuhan bekerja dengan caraNya..."

    BalasHapus
  2. wah baru tau lo crita sebenernya. dulu taunya emang untuk pembuktian kesucian sinta. thanks for sharing :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak salah kaprah persepsi orang jadi melupakan hakikat cerita yang sesungguhnya..

      Hapus
  3. wah...cerita ini bener-bener memberikan pencerahan terhadap apa yang telah saya pahami dari cerita2 sebelumnya....terima kasih...

    #kata-kata "Tuhan bekerja dengan caraNya" bikin merinding...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2.. terima kasih ya sudah berkunjung :)

      Hapus
  4. wah...cerita ini bener-bener memberikan pencerahan terhadap apa yang telah saya pahami dari cerita-cerita sebelumnya....terima kasih..

    #kata-kata "Tuhan berkerja dengan caraNya" bikin merinding..hehe

    BalasHapus