16 Sep 2012

Sekonyong-Konyong Koder

Bolehlah dikatakan saya norak, sampai usia segini masih ngefans sama idola serasa masih remaja. Tapi bedanya idola yang ini memang patut diidolakan karena prestasi dibidang yang dia tekuni. Bahkan gak berlebih bila aku bilang he will be become a legend. Jadi setelah 2 tahun terakhir berkutat sebagai 6-7rd guy dan mengalami musim berat bersama tim barunya yang juga akan segera dia tinggalkan untuk kembali ke tim mantan, akhirnya race di San Marino 16 September 2012 bisa menjadi persembahannya yang manis bagi fans dikampung halaman. Harapannya besar untuk memberikan kenangan itu dan akhirnya ia mewujudkannya. Congratulation.

What do you think about his smile?

15 Sep 2012

Bukan Metamorfosis

Sampai saat ini kok ya belum ada semangat buat posting cerita mudik, padahal udah hampir sebulan berlalu. Jadi merasa kagum sama blogger yang bisa update cerita dalam hitungan hari bahkan jam. BTW.. ini foto keluarga dari tahun ketahun. Tidak komplit seluruh keluarga, hanya sebagian kecil. waktu buka-buka album lama di FB jadi terinspirasi untuk memuatnya disini.


 Idul Fitri 2010, aku & bli gak mudik so gak ada di foto

Idul Fitri 2011

 Idul Fitri 2012

Yang kayak gini yang selalu membuat kangen, keluarga besar, makan besar, tertawa lebar. Hangat dan tentram.

10 Sep 2012

Galungan Berduka

Hari Raya Galungan kali ini datang beriringan dengan Hari Raya Idul Fitri. Tidak barengan sih, hanya saja sangat berdekatan. Oleh karenanya jauh-jauh hari aku udah hitung-hitungan dengan bli, mulai dari menghitung anggaran untuk mudik, THR Idul Fitri dan Galungan, banyaknya cuti yang harus di bagi untuk kedua hari besar tersebut. Setelah berbagai perdebatan akhirnya memang kami berdua mengutamakan cuti yang ada untuk dapat mudik ke Nganjuk. Pertimbangan tentu karena datangnya Hari Raya Idul Fitri itu hanya datang setahun sekali. Sementara Hari raya Galungan itu kan 2 tahun sekali. Pertimbangan utamanya jelas, kesempatan untuk dapat berkumpul dengan keluarga di Nganjuk komplit itu juga hanya sekali setahun. Jadi aku gak mau kejadian 3 tahun lalu terulang. Yaitu saat kami memutuskan untuk tidak mudik dan berujung pada aku tiada henti menangis karena kangen keluarga. Sejak saat itu memutuskan jika ada rejeki diusahakan mudik tiap Idul Fitri.

Setelah satu minggu ambil cuti Idul Fitri mau gak mau aku harus merelakan tidak ambil cuti saat hari raya Galungan. Jadi hanya libur di hari H Galungan-nya saja. Biasanya sih ambil cuti di manis Galungan agar punya waktu untuk bersantai di rumah atau agar dapat sembahyang ke pura-pura. Saat hari H Galungan sih berlangsung biasa saja seperti sebelum-sebelumnya. Mebanten, membuat lawar lalu makan bersama-sama, saudara berdatangan, hari otonanku dan akhirnya melanjutkan hari dengan bersantai di rumah. Kebetulan keluarga bli asli Denpasar jadi tidak ada acara pulang kampung.

Hari manis Galungan (sehari setelah Galungan) agak berbeda karena aku harus kembali masuk kerja sementara keluarga yang lain ada yang masih libur. Bahkan bli juga ambil libur. Rasanya berat hati, saat yang lain libur sedangkan kita harus berangkat kerja. Meski secara keseluruhan di kantor sepi karena sebagian besar ambil cuti tapi khusus teman-teman yang satu lantai kebetulan pada gak cuti jadi gak sepi-sepi amat sih. Nyame kantor aku sembahyang sebelum akhirnya memulai aktifitas kerjaan. Baru beberapa saat ambil kerjaan, bli sms, mengabarkan bahwa Pak De (adik bapak mertuaku) meninggal dunia. Memang Pak De sudah lama menderita Diabetes yang sudah beberapa hari ini makin parah. Namun berita tersebut tentu sungguh mengejutkan. Bagaimanapun Pak De tinggal satu rumah dengan kami dan setiap hari aku dapat melihatnya melewati hari-harinya dalam sakit. Akhirnya tanpa mauku, harus ambil cuti juga di hari Manis Galungan ini. Sungguh, beberapa kejadian dalam hidup ini tiada dapat kita duga akhirnya.