26 Des 2012

Libur Natal di Ubud dan Tegalalang

Selamat Hari Raya Natal.. Merry Chrismast all my friends and family
Aku tentu tidak merayakan Natal tapi sangat menikmati suasananya. Ya suasana yang dapat aku nikmati tentu sebatas acara-acara TV, posting blog teman yang merayakan, TL jejaring sosial, interior pusat perbelanjaan..wuihh..banyak juga ya suasana Natal yang terbangun dalam berbagai situasi. Yang paling jelas tentu aku turut menikmati liburannya. Beruntung Bli juga libur jadi kami bisa jalan-jalan. Kali ini tujuananya adalah Ubud. Dari jauh hari emang udah pingin banget jalan-jalan kesana, kangen dengan suasana Ubud. Lumayan juga, perjalanan Denpasar-Ubud hampir 1 jam, itupun mengambil rute yang gak biasanya untuk menghindari macet. Dan emang gak macet sih, suasana disanapun normal-normal saja. Ya ramailah pastinya kan high session tapi tetap normal.

Tujuan awal kami adalah ke Museum Marketing. Iya.. ada lho museum marketing di Ubud dan aku belum pernah kesana. Tahu dari internet sih dan rupaya museum inipun belum banyak dikenal dikalangan guide dan supir taxi. Setidaknya orang yang kami tanyain. Mereka gak tahu dan akupun lupa mencatat alamatnya dimana, hanya petunjuk yang aku ingat adalah letak museum dekat pasar Ubud. Akhirnya setelah mobile browsing lagi dipinggir jalan dapat juga alamat museumnya, yaitu jadi 1 lokasi dengan Puri Lukisan, dan tidak ada papan namanya. Akhirnya kami masuk dan harus beli tiket IDR 50K/person. Aku sempat heran karena di internet dibilangnya gratis. Trus tanya ke petugas tiketnya, ternyata itu harga untuk masuk ke Puri Lukisan, sementara museum marketing gratis. Sayangnya hari itu museumnya tutup. jadi, museum marketing ini hanya dibuka di hari kerja saja sodara-sodara. Karena niat awal kami gak ke Puri Lukisan ya dibalikin deh itu tiket, untung boleh sama petugasnya. Ramah sekali dia.

Gagal ke museum marketing akhirnya kami memutuskan ke Tegalalang, mau ke Agrowisata Bali Pulina. Kami bukan penikmat kopi tapi penasaran dengan tempat ini. Ubud dan Tegalalang itu dekatan kok. Dan sepanjang jalan menuju Bali Pulina itu semuanya adalah deretan artshop dari berbagai jenis kerajinan. Trus rupanya daerah ini sedang greget mengembangkan wisata terasiring. Ada kafe-kafe atau rumah makan gitu yang konsepnya ditepian tebing trus viewnya sawah terasiring. Tentu saja kami tidak berhenti dan makan disana karena hari masih lumayan pagi, belum lapar. Tapi kami berhenti untuk numpang foto-foto. PD banget masuk lokasi rumah makan berundak-undah itu trus cuma numpang foto dan gak pesan makanan. Untung gak sampai diomeli orang.

Ini nebeng foto view di Terrace Padi Cafe di Tegalalang
Puas foto, perjalanan lanjut ke Bali Pulina. Ini tempat yang sungguh nyaman untuk bersantai dan menikmati kopi gratis. Gak gratis-gratis banget sih karena ada fee yang kita kasih untuk guide di Bali Pulina. beruntung kami datang saat Natal, jadi selain dapat merasakan kopi gratis dengan berbagai rasa juga dapat bingkisan Natal. Cerita lengkap tentang Bali Pulina akan aku pos tersendiri aja ya, habis tempatnya oke banget.

View yang dapat dinikmati sambil menyeruput kopi beraneka rasa di Bali Pulina
Akhirnya perjalanan kami hari itu ditutup dengan makan-makan maknyus di Warung Pulau Kelapa Ubud dan jalan-jalan di kebun sayur. Tempat makan ini udah lama banget aku incar sejak nonton tayangan Wisata Kuliner. Dan ternyata memang rekomendasi Pak Bondan gak pernah salah, makanannya memang enak banget. Bli aja samapai merem-melek ngabisin nasi campurnya. Sama seperti Bali Pulina,cerita tentang Warung Pulau Kelapa di posting terpisah. Dan sepertinya kami akan kembali lagi kesini dalam waktu dekat. habis enak dan murah dan dapat menimati suasana syahdu khas Ubud. Lengkaplah nikmatnya.

Bale untuk peristirahatan di kebun sayurnya Warung Pulau Kelapa

Makan siang maknyuss ala Pak Bondan Winarno

3 komentar:

  1. seger banget ya pemandangannya ngeliatin sawah2 yang ijo...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya lho, gak cuma bule aja yang demen main ke sawah, kita juga demen lihat sawah2 ijo hehehe..

      Hapus
  2. Ahh, jadi kangen sama ubud :D terutama tegalalang ini~

    BalasHapus