21 Feb 2013

Perjalanan My InSpiRinG WorlD

Bagaimana awalnya aku nge-blog?
Gak perlu jawaban muluk-muluk, yang jelas emmang sejak kecil aku sudah suka curhat. tapi karena aku tipe orang yang tertutp maka curhatnya pun cukup di buku harian. Bahkan sampai kuliah aku juga masih nulis buku harian. Tapi dulu sempat vakum nulis buku harian gara-gara waktu jaman kost sekamar sama orang kepo. Dan secara tidak sengaja aku tahu ternyata teman sekamarku itu suka baca-baca  buku harianku. menyebalkan sangat. Tapi untungnya gak berapa lama, adikku akhirnya kuliah di kampus yang sama dengan aku jadinya kami bisa satu kost dan satu kamar. Jadinya mulai nulis buku harian lagi. Sekepo-keponya adikku, aku sih percaya dia gak suka baca buku harianku hehhee.. lha kan semua rahasia dan curhatku aku ceritakan langsung ke dia. bahkan tanpa aku cerita pun dia tahu apa yang aku pikirkan. Maklum aja, adikku itu dukun. 

Tapi itu jaman dulu ya... Semenjak akrab dengan dunia blog dengan awalnya sekedar blogwalking di friendster teman-teman, akhirnya aku memutuskan untuk membuat sendiri blogku. Puji Tuhan, Astungkara, Alhamdullilah waktu itu aku memutuskan buat blog di blogspot dan gak kemakan tren buat blog di friendster. And as you know.. this is my very first blog, thanks God i'm still blogging. Ya meskipun akhirnya aku buat juga blog di wordpress, note facebook, multiply, sama tumbr tapi tetap aja blog yang ini jadi main blogku. Dan buat mengenang perjalanan ngeblogku, ini adalah header blog yang sempat aku gunakan.

Mungkin sama seperti orang lain yang pertama buat blog, hal tersulit adalah membuat alamat blog, judul blog dan sub judulnya. Dan sejak awal aku sudah menggunakan judul blog My InSpiRinG WorlD. Tentang penggunaan huruf kapital yang tidak semestinya sih tidak ada makna khusus, lebih pada estetika aja, menurutku lebih unik aja. Dan dihari yang sama dengan tercetusnya nama blog aku menggunakan sub judul :
Semua Kejadian yang Dijalani dalam Hidup
Menjadi Inspirasi untuk Melanjutkan Hidup
Hingga Tibalah Waktu Menyatu dengan Sang Pembuat Hidup
Yaelah.. puitis benar.. dan ada makna dalam yang terkandung di dalamnya.
Awal ngeblog tentu saja aku masih katrok masalah theme. Jadi masihlah menggunakan templatenya blogspot yang klasik. Jadi tidak ada rekam jejak headernya. Untung judul blog dan sub judul cukup awet aku pakai jadi masih nyata jejaknya.


Nah kalau yang ini mulai aku pakai  semenjak merasa gemes melihat blog-blog lain yang cakep-cekep amat. Kayaknya aku sempat bahas hal tersebut disini. Maklumlah dengan kemampuan photoshop seadanya dan gak tahu menahu masalah HTML ya terima nasib aja, cuma bisa buat header standar macam gini. Masih dengan gambar elemen yang sama, aku sempat otak-atik dengan menggunakan warna yang beda seperti 2 dibawah ini.

Masih dengan judul dan sub judul yang sama cuma warnanya aja yang beda
Yang ini udah mulai bergaya dengan permainan cahaya hehehe..
Aku lupa sejak kapan mengganti headerku dengan foto Valentino Rossi
 Tapi kayaknya aku inget, beberapa kali aku posting cerita tentang Rossi. Atau mungkin aku membuatnya dalam rangka merayakan kembalinya Rossi sebagai juara Dunia MotoGP tahun 2008 ya.

Kalau Header ini aku pakai karena ada gambar bunga Jepun (Kampoja).
Sejak memakai header yang ada gambar kamboja ini aku udah gak memakai sub judul. karena ya terlalu penuh aja kalau isi sub judul segala. Karena gambarnya sendiri udah rame dengan ilustrasi sulur-sulur itu. Trus sempat juga bereksplorasi dengan menambahkan gambar Little Krishna. Aku suka banget film animasinya. Dan aku sempat juga posting disini.

Tambahan karakter Little Krishna ini agak kurang nyambung tapi aku suka
Header yang ini menyatakan kegagalanku sebagai orang bali. Ceritanya disini.
Header ini aku pakai semenjak aku kembali ke template asli Blogspot yang Baru. So Clearly and i love it.

20 Feb 2013

Noda di Kertas Putih


Bila melihat gambar diatas apa yang kamu pikirkan?
Hanya ada 1 orang saja yang mengacungkan tangan dan mengatakan selembar kertas putih. Sementara ratusan lainnya diam, bergumam, atau saling berbisik ke teman di teman sebelahnya. Itu adalah salah satu sesi dalam seminar karakter yang aku ikuti sekitar 2 bulan lalu. Honestly, buat aku sendiri menganggapnya sebagai gambar noda di selembar kertas putih. Pembicara seminar melanjutkan sesi ini dengan berbagai penjelasan tentang bagaimana manusia itu lebih mudah untuk menandai hal negatif yang hanya setitik dibandingkan mengingat kebaikan yang lebih besar. Dan aku sangat setuju dengan apa yang beliau sampaikan saat itu. Kita kadang terlalu terpaku pada kesalahan kecil sehingga melupakan kebaikan besar lainnya. Seperti halnya menyesali sedikit cobaan diantara anugerah indah yang DIA berikan. Saat mengikuti seminar itu, aku akhirnya setuju sekali dengan apa yang dia sampaikan. Dan jauh sebelum ikut sesi seminar inipun kerap aku membaca atau mengetahui nasehat bijaksana semacam itu. Hanya saja lupa kapan dan dimana.

Dan ternyata memang teori itu selalu lebih mudah dikatakan dibandingkan dilakukan. 
Saat ada masalah aku sering atau bahkan selalu merasa sebagai orang yang paling merana. Terlalu terpaku pada masalah kecil sehingga lupa pada kenikmatan yang lebih besar. Bahkan ketika ada hal-hal yang baik yang seharusnya aku syukuri tetap saja merasa ada yang kurang. Rupanya noda itu tetap saja terlihat sebagai noda dibandingkan selembar kertas putih. Aku masih berproses untuk belajar..