13 Mar 2013

Pawai Ogoh-Ogoh

Ini adalah kejadian dihari yang sama dengan postinganku tentang cerita menjelang Nyepi. Anggap aja ini lanjutannya. Paginya memang kantorku tetap masuk kerja tapi cuma setengah hari saja. Maklum sehari menjelang Nyepi atau biasa disebut sebagai hari Pengrupukan, banyak jalan-jalan yang ditutup menjelang sore hari karena akan dilaksanakan pawai ogoh-ogoh di hampir seluruh wilayah di Bali. Makanya berbagai tempat usaha meski buka di hari tersebut tapi membatasi hanya sampai jam tertentu, tidak fullday. Ya kan kasihan kalau nanti pulang kerja karyawannya terjebak macet di jalan gara-gara jalur lalu lintas ditutup untuk pawai ogoh-ogoh.

Ogoh-ogoh sendiri merupakan salah satu bentuk simbolisme perayaan menyambut Nyepi. Boneka raksasa yang biasanya berwujud menyeramkan ini dibuat oleh pemuda-pemuda di setiap banjar. Mereka saling beradu kreatifitas untuk mewujudkan ogoh-ogoh yang indah sehingga mampu mengundang decak kagum penonton saat diarak keliling. Nah seperti halnya warga Bali lainnya aku sangat menantikan pawai ogoh-ogoh ini. Lumayan kan buat tambah cerita di blog. Beruntung aku tinggal di dekat lapangan Puputan Denpasar jadi dengan mudah bisa menonton acara pembukaan pawai ini secara langsung. Acaranya sendiri dimulai pukul 16.00 WITA di kawasan patung catur muka kota Denpasar. Ogoh-ogoh yang tampil dalam acara pembukaan pawai ini hanya sekitar 10 ogoh-ogoh terbaik di Denpasar yang telah dipilih oleh panitia. sementara ogoh-ogoh lainnya yang tidak terpilih nantinya akan melakukan pawai setelah acara pembukaan ini selesai. Berikut beberapa ogoh-ogoh yang sempat aku dokumentasikan.

Yang menarik dari acara pembukaan ini adalah adanya performent dari setiap tim pengiring ogoh-ogoh. Jadi tidak hanya sekedar pawai keliling. Tapi mereka juga melakukan pementasan musik dan tari tradisional, semacam sendratari singkat menggambarkan cerita atau kisah tertentu sesuai dengan konsep ogoh-ogoh yang mereka buat. Biasanya kisah itu diambil dari penggalan epos Ramayana atau Mahabarata. Tapi ada juga cerita tradisional Bali.


Kalau aku amati ogoh-ogoh yang terpilih biasanya yang bertema cerita klasik atau tradisional. Dengan menonton
pawai ini penonton bisa menyimak langsung ringkasan kisah dari kejadian yang digambarkan dalam bentuk ogoh-ogoh ini.

Kalau yang tengah ini bukan ogoh-ogoh tentunya. Mereka para penari yang ikut dalam performent di pawai ini.


Sayang sekali aku berada di posisi yang tidak strategis jadi tidak bisa mengambil gambar performence tari dan gamelan.

Di kota Denpasar, pawai biasanya berlangsung dari sore hingga malam pukul 21.00 atau 22.00 WITA. Tapi kemarin aku tidak nonton samapai selesai. Jadi hanya ambil beberapa foto di sekitar kawasan patung Caturmuka, jadi hanya ogoh-ogoh peserta pembukaan. Ogoh-ogoh lainnya tidak sempat nonton karena aku langsung pulang karena harus menyelesaikan beberapa kegiatan di rumah sehubungan dengan persiapan Nyepi esok harinya.

2 komentar: