5 Sep 2013

MRT yang Bikin Jatuh Cinta

Alat transportasi massa yang menurutku paling nyaman tentu saja kereta api. Makanya ketika ada kesempatan jalan-jalan ke Singapore beberapa waktu lalu, hal yang paling membuatku jatuh cinta pada negara mungil ini adalah sistem MRT-nya. Memang sih sebelum berangkat udah sempat baca-baca tulisan yang mengulas tentang MRT ini. Namun begitu langsung menggunakannya masih saja aku dibuat takjub dengan mekanismenya. Tentu sangat berbeda dengan pengalaman naik kereta api Nganjuk-Jogjakarta PP beberap tahun lalu sebelum pindah ke Bali. Pada MRT, semuanya serba teratur, bersih, modern dan pastinya aman. Kenyamanan dan keamanan sangat diutamakan.  Kalau kereta api yang sering aku naiki bahkan naiknya aja kadang menyiksa karena level statiun tidak disesuaikan dengan level tinggi kereta. Mau naik atau turun aja tersiksa. 

Tidak seperti di Indonesia yang setiap stasiun bisa ada beberapa jalur sekaligus, stasiun MRT biasanya memiliki 2 jalur saja, kearah kanan atau kiri. Nah kalau yang ini pastikan dulu kemana tujuan kita, jangan sampai salah naik. Menunggu MRT pun gak akan lama karena setidaknya setiap 6 menit akan ada yang lewat. Buat yang baru pertama kali naik MRT perhatikan galis merah dan hijau disetiap pntu MRT yang akan membuka karena itu menunjukkan dimana penumpang yang akan naik harus berdiri agar tidak tertabrak penumpang yang turun. Dan harus diingat pula, tunggu sampai penumpang dari dalam MRT turun dulu sebelum kita masuk. 


Perbedaan mencolok lainnya, kalau kereta api di indonesia bahkan hampir tidak ada pemberitahuan tentang pemberhentian kereta. Jadi penumpang yang mau turun harus waspada maksimal kapan harus turun ke stasiun yang dituju. Kalau di MRT biasanya ada petunjuk rute stasiun yang dilewati, bahkan ada lampu indikator yang menandakan MRT sudah sampai stasiun apa. Kalaupun lampu indikator tidak menyala selalu ada speaker yang memberitahukan kepada penumpang stasiun yang akan dilewati atau pemeberhentian berikutnya. Jadi buat orang yang baru pertama kalinya naik MRT pun tidak akan kebingungan. Apalagi dengan bantuan peta MRT yang bisa kita dapatkan dengan mudah di internet atau aplikasi di HP, sepertinya tidak akan mungkin membuat orang tersesat gara-gara salah jalur. Yang penting tahu dimana atau stasiun apa yang akan dituju. 

Kemanan di MRT juga menjadi salah satu hal yang aku kagumi. Aku pernah merasakan sendiri dijambret di kereta api dalam perjalanan meuju Jogja. Kewaspadaan adalah kewajiban. Jangankan di kereta ekonomi, bahkan naik kereta kelas bisnis dan eksekutif pun tetap harus waspada dengan keamanan diri dan barang bawaan. Kalau di MRT orang-orang bisa dengan santai memainkan gadgetnya tanpa harus was-was diincer copet. Bahkan aku pernah naik MRT terakhir jam 12 malam dan masih banyak terlihat manula yang dengan santainya bepergian. 

Pengguna MRT di Singapore bisanya memiliki kartu pass seperti Ezlink atau untuk turis yang hanya beberapa hari tinggal bisa beli STP (Singapore Tourist Pass). Atau kalau gak  mau beli salah satu dari kedua kartu tersebut bisa beli tiket eceran di mesin-mesin yang tersedia di setiap stasiun untuk sekali jalan.
Kapan ya di Bali ada ginian?
BTW aku cerita juga tentang perkembangan kereta api terbaru di posting yang ini.                        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar