14 Jan 2014

Pantai Balangan

Yukkk ngebut cerita pantai.. mumpung lagi ada semangat buat nulis, mumpung ada waktu juga dan mumpung besok libur, mari lembur blogging. Boleh dibilang ini lanjutan dari ceritaku tentang Pantai Pandawa di postingan sebelumnya. Jadi setelah puas menelusuri pantai dan mendaki tebing, bli mengajak aku melanjutkan perjalanan ke pantai Balangan, masih di daerah Jimbaran juga. Bli bilang sih meskipun agak berbeda, pantai Balangan ini bagus, recomended untuk dikujungi. Ok lah.. karena suami lagi semangat, hayukk aja lanjut ke pantai berikutnya. Untungnya cuaca sudah tidak lagi terik. Mendung tapi tidak hujan, jadi pas banget. Apalagi saat itu baru pukul  14.00 WITA yang mana kalau cuaca cerah pasti matahari menyengat banget seperti yang kami alami di pantai Pandawa.

Kalau pantai Pandawa sudah mendapat sentuhan komersil dan memberikan fasilitas bagi para pelancong, pantai Balangan ini masih belum serius penanganannya. Meskipun akses menuju pantai ini sudah bagus, namun begitu sampai di kawasan pantai, pengelolaan wisatanya masih sangat sederhana. Mungkin itu yang membuat pantai Balangan tidak begitu banyak pengunjung seperti halnya pantai Pandawa. Saat aku kesana hanya ada beberapa pengunjung lokal dan wisatawan asing.

Karena ini pertama kalinya aku kesini,  sempat bingung juga, dimana gerangan pantainya. Setelah memarkir kendaraan, bli malah mengajak aku berjalan agak mendaki menuju kawasan seperti perbukitan. Sampai di atas bukit aku baru tahu ternyata dibalik bukit itu jurang dan dibawahnya menghampar lautan. Boleh dibilang bibir pantainya langsung menghadap tebing atau perbukitan tadi. Dan untuk menjangkau pantai, kami harus menuruni tebing melalui tangga yang memang sudah dibangun untuk memudahkan pengunjung. Tapi sebelum turun menuju pantai, bli mengajak untuk berkeliling disekitar bukit atau puncak tebing disitu. 


Bli bilang ini adalah icon dari Pantai Balangan tapi aku sendiri gak tahu apa maksudnya tonggak-tonggak kayu ini disini. Pantainya ada dibawah tebing di belakangku itu.
Cewek ini benar-benar nekat banget duduk disitu. Disentil dikit aja dia bisa nyungsep jatuh ke laut hehhe... syukurnya baik-baik saja dan semoga dia mendapatkan foto bagus, sebagus foto yang aku dapat ini.
Menjelajah bukit atau puncak tebing dan menikmati pemandangan laut dari ketinggian. Selama kami berada di pantai Balangan ini situasi terus mendung. Menguntungkan sebenarnya karena kami menjadi tidak kepanasan tapi tidak bisa melihat langit biru yang cerah.
Hal menjijikan yang kami lihat di beberapa sudut di puncak bukit, tumpukan sampah dan kerasakan yang timbul sisa pesta kembang api tahun baru. Sungguh menyedihkan.
 
Setelah puas menikmati pemandangan di bawah, kami turun ke pantai. Pasirnya coklat muda dan butirannya lebih kasar, tetap mengundang untuk guling-guling sih. Namun ombak di pantai ini cukup besar dan dasar pantainya banyak karang. Saat di pantai kami sempat 2 kali melihat wisatawan yang berenang di pantai terluka kena karang. Aduhh..gak kebayang pedihnya.
Bonus foto mbak-mbak yang cuma berani nampang di batu karang.

Pantai Pandawa

Huhuhu... bulan januari udah masuk hari ke-13 aja nih. Gak terasa ya? atau bahkan terasa banget mungkin buat yang lagi nunggu gajian karena udah masuk pertengahan bulan. Apalagi buat mereka yang tahun baru gaji baru. Hayo..siapa yang tahun baru naik gaji? Aku salah satunya, hehehe.... Bukan naik gaji sih, tepatnya naik uang makannya. Jadi ya bersyukur aja, sedikit atau banyak tetap harus pandai bersyukur. Dan untuk menandai awal tahun dengan kegiatan menyenangkan, aku sama bli akhirnya memutuskan jalan-jalan di hari minggu pertama bulan Januari ini. Karena bingung mau kemana, kami gambling aja memutuskan pergi ke pantai di daerah Jimbaran. Boleh dibilang ini acara nekat juga sih, mengingat kami berangkat dari rumah pukul 11 siang dan cuaca lagi cerah buanget alias panas terik. Huhhuu.. mau ngikutin Agnes Monica nih tanning kulit. Kurang gelap apalagi coba kulitku sekarang, dasarnya aja udah sawo matang.

Singkat kata singkat cerita akhirnya kami pergi ke Pantai Pandawa. Boleh dibilang ini pantai yang saat ini lagi hits di Bali. Jangankan bagi wisatawan, untuk orang lokal pun pantai ini masih hangat jadi perbincangan sebagai tempat melancong baru. Bukan pantai baru sih, tapi dari segi pengembangan kawasan wisata, Pantai Pandawa termasuk baru dikembangkan. Jadi masih fresh from the oven gitulah. Masih kinclong dan semoga akan terus selalu kinclong. 

Patung Bima

Fotoku di depan patung Bima. Posisi deretan patung Pandawa ada di sisi kiri jalan ini dan sisi kanannya langsung menghampar laut biru yang menakjubkan. Sekali pandang langsung bikin jatuh cinta.

Aku sendiri tidak tahu bagaimana awalnya pantai ini dikenal sebagai pantai Pandawa. Tapi nama Pandawa itu telah dikukuhkan dengan dibangunnya patung-patung Pandawa di tebing yang posisinya tepat berhadapan dengan pantai. Saat aku kesana, ada 6 patung besar yaitu Dewi Kunthi (ibunda dari Pandawa) dan patung kelima Pandawa bersaudara. Sebagai icon dari pantai ini, patung-patung tersebut menjadi obyek yang sangat menarik juga buat foto-foto selain pantainya sendiri yang........ seperti bisa dilihat di foto-foto berikut, silahkan Anda simpulkan sendiri.

Pantainya lebar dan panjang dengan pasir putih yang lembut. Sangat mengundang untuk guling-guling disini. Bersih kan? Yang seperti ini semoga selalu terjaga.

Ketika sampai di bibir pantai ombaknya memang tidak landai tapi juga tidak keras jadi sangat mengundang buat nyebur. Agak di tengah ombaknya agak besar jadi banyak juga kegiatan surfing disini. Aku juga sempat melihat paralayang yang sepertinya juga bisa menjadi kegiatan alteratif di Pantai Pandawa karena tempatnya ideal banget, langsung berhadapan dengan tebing tinggi.
Kurang ideal apa coba buat yang narsis dan selalu ingin eksis
Tersedia untuk disewakan, 1 payung dengan 2 kursi pantai ini katanya harganya 50rb saja. 


Untuk yang lapar atau haus dan gak bawa persediaan makan dan minum, jangan khawatir. Disepanjang pinggir pantai ada areal penjaja makanan. Kalau diamati, meskipun kaki 5 tapi pengelolaannya cukup baik dan lumayan bersih. Aku dan bli sempat membeli kelapa muda di salah satu warung disana. Whats a day.. langit biru cerah, pantai biru tosca membentang, sebutir kelapa muda dan suami tercinta. Meskipun jalan-jalan gaya kere tetep aja kerasa romantisnya kalau pemandangannya seperti ini.

Setelah puas menjelajah pantai dan foto-foto, meskipun gak nyebur karena gak bawa baju ganti, kami memutuskan untuk balik. Tapi ternyata sebelum keluar areal pantai kami melihat beberapa anak muda yang berfoto-foto diatas tebing. Jadinya tergoda juga buat naik dan ingin tahu kayak apa pemandangan dari atas tebing-tebing yang ada di Pantai Pandawa. Meskipun jalan untuk mencapai tebing cukup terjal, syukurlah kami nyampe juga diatas dengan selamat. 
Jalan menuju pantai dilihat dari ketinggian, dia tas tebing
Sedikit mengambil resiko tapi bisa melihat sudut pandang berbeda dari pemandangan panatai Pandawa

Foto ini diambil dari tebing paling tinggi yang ada diseberang pantai

Tuh kan.. ternyata emang jadi favorit buat hunting.