26 Agt 2014

KA Mutiara Timur Surabaya - Denpasar



Mengulangi lagi pengalaman naik kereta api yang selalu menyenangkan, maka balik dari mudik tahun ini aku minta sama bli naik kereta api lagi. Bli sih sebenarnya lebih suka naik bis. Lebih murah, praktis gak perlu pindah-pindah angkutan, dan tentu saja duduk/tidur lebih nyaman. Tapi tidak ada yang bisa menolak keinginan setahun sekali dari istri penggemar kereta api yang cinta mati sama atmosfer stasiun.  Meskipun tanpa persiapan dan pemesanan jauh-jauh hari jadilah kami bertualang kembali menggunakan alat transportasi yang satu ayah beda ibu dengan Hogward Express ini.


Dibandingkan tahun lalu, memang tahun ini banyak peningkatan yang dicapai PT KAI dari segi fasilitas dan kenyamanan. Ya meskipun menurut bule Perancis yang sempat ngobrol dengan kami menyampaikan kalau perjalan dengan KA sangat melelahkan dan dia tidak bisa mendapatkan posisi nyaman untuk tidur. Yaelah pak, jangan samakan dong dengan KA di Eropa, kan disana bayar pakai Euro.

Jangan dibandingkan dengan KA yang ada negara maju ya. Untuk perkembangan PT KAI ini adalah prestasi membanggakan. Gerbong KA Pasundan kelas Ekonomi yang bersih dan berAC, aman dari pengamen, pedagang asongan dan penumpang gelap. Semoga prestasi ini makin meningkat.
Ke Bali Naik Kereta Api
Naik KA ekonomi sama teman memang seru. Selain murah juga bisa nyantai menghabiskan waktu dengan main games atau tidur. Kalau dulu penumpang lebih suka bawa kipas karena panas sekarang harus siapin selimut karena dingin. Ini rombongan mahasiswa yang duduk disebelah tempat duduk kami.


Sebenarnya aku pernah nulis tema ini tahun lalu di postingan yang ini. Tapi rupanya saat aku update serial foto perjalanan di instagramku dan link ke FB banyak teman yang komen dan baru tahu ada rute KA Surabaya – Denpasar. Jadi untuk memperjelas informasi yang sempat terlewat di postingan sebelumnya, aku update lagi disini ya.

Rute kereta api Surabaya – Denpasar dan Denpasar – Surabaya menggunakan kereta api ekspres Mutiara Timur. Ada 2 jadwal yaitu pagi dan malam. Dari Surabaya, start di stasiun Gubeng jam 10 pagi WIB dan jam 22.10 WIB. Nah kalau yang dari Denpasar saya belum pernah survey, silahkan cek di web PT KAI. Meskipun tertera rute Surabaya – Denpasar atau sebaliknya, tentu aja KA hanya sampai di Banyuwangi (stasiun yang paling dekat dengan pelabuhan Ketapang). Sementara perjalanan dari Ketapang – Denpasar atau Denpasar – Ketapang, penumpang diangkut dengan bus Damri yang disediakan PT KAI. 

Dari stasiun Nganjuk, saya harus mencari jadwal kereta yang bisa mengejar jadwal Mutiara Timur Malam. Ada 2 alternatif sebenarnya, yaitu menggunakan KA Mutiara Selatan (Bisnis/Eksekutif dari Nganjuk sekitar pukul 19.30 WIB) atau menggunakan KA Pasundan (Ekonomi dari Nganjuk sekitar pukul 17.45 WIB). Jadwal detail dan update silahkan lihat web PT KAI. Kalau berangkat dari kota Anda masing-masing, silahkan pilih jadwal sendiri, menyesuaikan dengan keberangkatan KA Mutiara Timur dari Stasiun Gubeng ke Denpasar.

Perjalanan Nganjuk – Surabaya Gubeng ditempuh dalam waktu 2 jam, jadi kami tiba pukul 20.00 WIB. Kebetulan kami gak pesan tiket melalui online atau pesan di stasiun Nganjuk maka begitu nyampe Gubeng kami langsung beli Tiket Surabaya – Denpasar. 

Saat musim liburan atau mudik lebaran saya sarankan Anda pesan tiket online atau dari stasiun terdekat. Namun perlu diingat, jika Anda ketinggalan KA Mutiara Timur ini maka tiket Anda dianggap hangus. Jadi pastikan Anda tiba di Stasiun Gubeng sebelum jadwal kereta berangkat. Karena masih ada waktu 2 jam sebelum KA Mutiara Timur berangkat, kami memanfaatkannya untuk makan malam dan duduk-duduk di stasiun. Sayang di stasiun Gubeng saya sudah tidak mendapati atraksi music live seperti tahun-tahun sebelumnya.

KA Mutiara Timur berangkat dari Stasiun Gubeng pukul 22.10 WIB. Karena perjalanan malam, kami menghabiskan hampir sepanjang perjalanan untuk tidur. Pagi hari pukul 06.00 WIB kami sampai di stasiun akhir di Banyuwangi. Penumpang ke Denpasar langsung diarahkan menuju Bus Damri yang sudah siap di depan stasiun. Kita tidak perlu lagi membayar bus atau kapal ferry saat menyebrang di Ketapang karena biaya sudah termasuk dalam tiket. Sekitar 1 jam diatas ferry, sampailah di Gilimanuk. Siapkan KTP ya atau Anda tidak akan diperkenankan masuk Pulau Bali.

Buat yang belum pernah naik ferry Ketapang - Gilimanuk, seperti ini kira-kira suasana di dalamnya. Ada tempat duduk indoor dan outdoor. Lebih aman sih indoor, gak kena angin. Ada pedagang makanan juga di atas ferry, seperti yg tampak di bagian belakang itu. Kendaraan motor, bis, mobil ada di dek paling bawah. Demi keamanan, penumpang disarankan untuk naik ke dek atas. Waktu tempuh untuk berlayar dan bersandar sekitar 45-60 menit.
Perjalanan Gilimanuk - Denpasar memakan waktu sekitar 3 jam. Biasanya sopir akan 1 kali berhenti di rumah makan sehingga penumpang bisa makan dan atau ke toilet. Namun jangan salah sangka, makan di rumah makan ini gak wajib ya dan harus bayar sendiri-sendiri, alias tidak termasuk dalam fasilitas. Jika Anda tidak bermaksud turun di Denpasar penumpang juga diperkenankan untuk turun di jalan yang dilalui. Pemberhentian akhir bus Damri ini adalah Kantor PT KAI di daerah Genteng Biru (jl. Diponegoro dekat jl. Teuku Umar).


Seperti itu sih perjalanan dengan kereta api dari Surabaya – Denpasar. Ada beberapa informasi bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan dengan transportasi serupa :

  • Harga tiket (2014) : KA Pasundan, Nganjuk-Surabaya Gubeng Rp 55.000 (ekonomi), KA Mutiara Timur Surabaya-Denpasar Rp 225.000 (Bisnis), Rp 265.000 (Eksekutif).
  • Bagi penumpang tujuan Surabaya – Denpasar, saat sampai di stasiun akhir sebaiknya buru-buru cari bus Damri-nya Karena sistemnya rebutan tempat.
  • Di bus Damri tidak tersedia bagasi luas, seringnya Anda harus membawa tas/koper masuk ke dalam bus, menyelipkannya diantara kursi atau memangkunya. Jika bawaan banyak, pertimbangkan lagi apakah Anda akan tetap naik KA atau pilih transportasi lainnya. Selain bus Damri-nya kecil, Anda kan berpindah transpostasi dari bus ke Kereta atau sebaliknya.
  • Siapkan baju hangat/selimut karena di KA suhunya dingin. Lebih baik lagi jika punya neckpillow (bantal yang melingkar di leher itu lho) sehingga istirahat bisa lebih nyaman.
  • Bawalah bekal minuman, makanan ringan atau makanan berat untuk perjalanan jauh karena tidak ada lagi pedagang asongan di KA. Ada sih makanan yang dijual oleh staf PT KAI tapi kan gak bervariasi.
  • Kalau perjalanan berkelompok, akan lebih seru kalau Anda menyiapkan permainan yg bisa dimainkan grup misalnya monopoli, kartu, halma, main tebak-tebakan dsb. Saat pesan tiket kelompok pilih tempat duduk depan belakang karena kursi KA bisa diatur duduk hadap-hadapan
  • Lebih aman dan murah pesan tiket KA online.
  • KTP wajib disiapkan baik untuk pesan Tiket, pemeriksaan tiket di peron dan di atas KA serta masuk Pulau Bali.